Posted in Hijrah Nol Sampah IP Jakarta, Writing Skills and Hand Lettering

Kisah Tukang Jajan Kembali ke Jalan yang Benar

Kalau teman-teman menyangka tulisan ini akan berkisah tentang cerita yang mirip-mirip sinetron AZAB, berarti teman-teman harus siap kecewa. Karena kisah yang akan saya bahas pada sesi ini gak ada serem-seremnya 🙂

Meski begitu, saya berharap sharing pengalaman ini ada manfaatnya. Terutama untuk teman-teman yang hobi jajan junk food dan belum kepikiran untuk beralih ke pola makan yang baik dan benar.

Begini ceritanya :

Sebagai seorang picky eater, sayur dan buah termasuk jenis makanan yang kurang saya sukai. Padahal waktu kecil, Mama membiasakan kami makan makanan rumah yang sehat, termasuk sayuran. Seingat saya, Papa juga sering membuatkan jus buah untuk kami. Tapi saat itu, ritual makan sehat ini lebih seperti kewajiban bagi saya, yang harus dilaksanakan, suka atau pun tidak.

Tak ayal waktu makan pernah menjadi saat yang paling saya benci. Rasanya kesal harus menghabiskan makanan yang tidak saya sukai, banyak pula. Saya pun sempat terheran, “kok bisa yaa dulu saya gak merasa lapar?”

Aneh bukan?

Namun jangan ditanya kalau soal jajan. Beuh,.. gak bakal ditolak kalo ada kesempatan jajan mah,.. terutama jajan camilan. Itu sih saya doyan bener!

Pokoknya yang penting, jangan nyuruh saya makan berat aja deh 🙂

Hobi jajan ini ternyata makin parah saat saya sudah bisa cari uang sendiri. Bebas jajan apa aja yee kan pemirsa..

Pada masa itu, pilihan menu camilan saya kebanyakan makanan instan pabrikan, dan junk food. Aktivitas saya yang cukup padat pun menjadi salah satu latarbelakang pola konsumsi saya yang instant dan asal kenyang.

Kemudian hobi jajan junk food ini akhirnya terpaksa dikurangi sejak punya anak, terutama saat hamil dan menyusui. Tapi begitu fase ini kelar, yoo balik maning ke kebiasaan awal. Paksu sering banget mengingatkan bahwa makan itu kebutuhan  tubuh, bukan kebutuhan lidah. Jadi, harus ikhlas nelen makanan sehat meski gak enak. “Lagian lewat lidahnya juga cuma sebentar”, begitu katanya.

Alhamdulillah beberapa bulan belakangan, saya mulai insyaf terkait urusan jajan tidak sehat ini. Setelah banyak membaca buku terkait Eating Clean, menyimak postingan JSR nya dr. Zaidul Akbar, dan menyimak sharing teman-teman pegiat zerowaste yang telah lebih dulu beralih ke makan pintar makan benar, akhirnya otak saya mulai tercuci dan mulai sadar kalau pola makan selama ini udah salah banget.

Adapun nasehat paling mengena bagi saya itu adalah yang berasal dari diri sendiri. Ketika badan ngasih sinyal “full of toxin” dan minta didetox, saya jadi mikir.. “Apa jadinya kalau saya masih bertahan dengan pola makan tidak sehat begini..”

Memang sih, detoksifikasi tubuh bisa dilakukan salah satunya dengan berbekam. Kebetulan saya juga punya sahabat yang berprofesi sebagai terapis bekam sehingga lebih mudah berbekam pas badan berasa gak enak, Alhamdulillah..

Tapi kan yaa.. tetap saja akan lebih baik kalau setelah bekam dan seterusnya saya konsisten dengan pola makan yang baik, sehat, dan halal.

Ada sebuah prinsip, dalem banget, yang saya kutip dari buku “Panduan Mudah Eating Clean” karya Mba Inge Tumiwa-Bachrens, yaitu..

“Ingatlah selalu :

Makanan yang tidak sehat adalah R.A.C.U.N yang pelan-pelan akan merusak tubuh kita dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan serta penyakit kronis. Sedangkan makanan yang sehat (bergizi) adalah S.E.N.J.A.T.A yang pelan-pelan juga akan memberi kita kesehatan yang optimum, yaitu kesehatan badan, pikiran, dan jiwa.”

Saya berharap semoga di akhir hidup, saya diqodar meninggal tanpa sakit sebelumnya sehingga tidak menyusahkan anak-anak dalam perawatannya. Dan harapan ini tentunya harus dipersiapkan dengan pembiasaan makan benar dari sekarang. Jadilah kini saya mulai meminimalisir jajan tak berfaedah. Kalau pun harus jajan, diusahakan memilih produk teman sendiri yang sudah saya pahami benar kehalalan, kebersihan, dan kesehatannya.

Makan mie juga sudah mulai saya kurangi lhoo, meski jujur.. mie adalah godaan terberat, hu..hu.. 😦

Mohon doa, semoga ke depan, saya bisa konsisten makan bagus demi menjaga kesehatan yaa teman-teman…

Mari kita semangat beralih ke pola makan sehat !!

“You don’t have to eat less, you just have to eat right.” -Unknown-

 

#Writober #RBMIPJakarta #IbuProfesionalJakarta #JajanMakananSampahvsMakanBagus #MakanPintarMakanBenar #EatingClean

Posted in Hijrah Nol Sampah IP Jakarta, Writing Skills and Hand Lettering

2R, Kunci Penting Memulai Hijrah Nol Sampah

Saat saya memulai Hijrah Nol Sampah setahun lalu, tahapan 5R termager (males gerak) versi saya adalah Rot (mengompos). Entah mengapa, membayangkan proses mengompos saja, sudah memunculkan banyak ide pemakluman bagi diri sendiri untuk menunda aktivitas ini. Ada aja excuse nya 😉

Tapi kemudian saya merasa bersalah karena masih menyumbang sampah organik dari rumah. Dan hal ini akhirnya menstimulus saya untuk mencari tips mudah menghindar cantik dari mengompos, meski tetap berusaha untuk belajar mengompos dan mengamalkan ilmunya.

Lalu saya menemukan bahwa, ternyata, kunci utama memulai Hijrah Nol Sampah bagi orang yang malas mengompos macam saya adalah dengan konsisten melakukan 2R (Refuse and Reduce). Karena cara efektif hidup minim sampah adalah dengan tidak memproduksi sampah.

Refuse adalah upaya kita mencegah diri memproduksi sampah. Sedangkan reduce merupakan upaya kita mengurangi timbunan sampah, bahkan sebelum sampah dihasilkan. Cara kerja 2R ini sebenarnya cukup sederhana :

  1. HANYA MEMBELI barang yang KITA BUTUHKAN.
  2. MENGURANGI pemakaian produk penghasil sampah yang KITA BUTUHKAN.

 

# Apa saja yang sudah saya lakukan terkait 2R dalam perjalanan Hijrah Nol Sampah?

  1. Mikir panjang sebelum belanja. Proses memutuskan barang yang akan dibeli harus melewati beberapa pertanyaan :
  • Apakah barang yang ingin saya beli KEINGINAN atau KEBUTUHAN?
  • Apakah saya memiliki barang dengan FUNGSI SEJENIS di rumah?
  • Apakah kemasan barang yang ingin saya beli MUDAH DIDAUR ULANG?
  • Apakah barang yang saya beli bisa diKONSUMSI secara BERKELANJUTAN?
  1. Belanja di rumah sendiri, membiasakan bebenah rumah secara berkala, dan mendonasikan barang yang jarang dipakai.
  2. Masak, jajan, makan, dan minum secukupnya. Berusaha untuk selalu menghabiskan makanan dan minuman.
  3. Membeli barang kebutuhan dalam jumlah besar (tetap ditakar sesuai kebutuhan) untuk mengurangi banyak sampah kemasan ukuran kecil.
  4. Belanja menggunakan wadah sendiri.
  5. Menyiapkan perlengkapan jalan jajan minim sampah kalau bepergian, seperti : tas belanja yang bisa dilipat, wadah camilan, sendok, garpu, sumpit, sedotan stainless, tumbler.
  6. Memilih makan di tempat menggunakan alat makan resto daripada membungkus makanan. Berusaha mengingatkan pramusaji untuk tidak menaruh sedotan plastik dalam minuman yang kita pesan.
  7. Lebih suka mix and match baju yang udah ada untuk meminimalisir pembelian pakaian. Tips agar gampang mix and match pakaian : membeli baju dengan warna yang netral, dan model yang klasik.
  8. Memilih serbet/sapu tangan daripada tissue. Memilih cotton pad daripada kapas. Memilih sikat gigi bambu daripada sikat gigi plastik. Memilih menggunakan cotton bud bambu daripada yang plastik. Memilih alat cukur jadul yang bisa dipakai berulang-ulang daripada alat cukur plastik.

 

Pernahkah merasa gagal dalam perjalanan Hijrah Nol Sampah?

Pernah.

# Saat kelaparan dan kehausan tapi perlengkapan jalan jajan minim sampah ketinggalan di rumah.

# Saat hasrat mengkonsumsi “barang lucu” membutakan hati 😦 Udah berusaha menghindar dari barang tersebut, tapi barangnya manggil-manggil terus akhirnya khilaf (alesan klise).

#Saat anak belum masuk fase toilet training dan mamak males nyuci clothdiapers. Alhamdulillah, bocahnya sekarang udah lepas pospak.

#Udah punya menscup tapi belum berani memakainya.

#Godaan konsumsi terbesar saya : buku dan mainan edukasi. Sering nyesel menumpuk buku tapi gak sempet baca.

 

Rencana Aksi Hijrah Nol Sampah berikutnya :

  1. Membuat sendiri produk perawatan diri yang alami dan perlengkapan pembersih rumah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi konsumsi produk sejenis dengan kemasan yang sulit didaur ulang.
  2. Membangun perpustakaan seru skala rumahan untuk membarokahkan koleksi buku.
  3. Bertukar buku, dan membaca buku di perpustakaan agar tidak selalu harus membeli buku baru.
  4. Bersahabat dengan aktivitas mengompos.
  5. Mencatat kegagalan HNS sebelumnya agar bisa melakukan perbaikan strategi minim sampah di kemudian hari.

 

Setiap orang memiliki milestone masing-masing dalam perjalanan Hijrah Nol Sampah. Bersyukur lah jika kita memiliki motivasi intrinsik untuk berusaha konsisten sebagai sahabat bumi.

Perjalanan 1000 langkah dimulai dari langkah pertama, termasuk proses hijrah menuju gaya hidup minim sampah. Pastikan kita bahagia memulainya dan menikmati perjalanannya.

Harta karun dari sebuah perjalanan adalah hikmah. Saat berhasil mempraktekkan hidup minim sampah mau pun terpaksa menyerah sesaat, pastikan kita memahami hikmah dibalik peristiwa tersebut.

Tetap semangat menjadi diri yang lebih baik dari sebelumnya. Selamat memulai perjalanan Hijrah Nol Sampah dengan bahagia !

 

#Writober #RBMIPJakarta #IbuProfesionalJakarta #MemulaiHNS #HijrahNolSampah #RumbelGnOIP Jakarta #RefuseandReduce

Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

# Cerita Level 5 : Presentasi Bisnis dan Penyerahan Dana Kelompok Usaha Siswa (KUS)

 

Cerita Level 5 ini adalah tentang kegiatan Presentasi Bisnis. Kami mengibaratkan kegiatan ini sebagai aktivitas “Meet the Investor” dimana para wirausahawan harus mampu meyakinkan Investor bahwa bisnis mereka memiliki prospek yang terbaik sebelum memperoleh dana investasi sebesar Rp 1,000,000.

Presentasi Bisnis ini berlangsung pada tanggal 30 dan 31 Agustus 2017. Kami membaginya menjadi 2 hari karena ada 40 tim yang harus di uji dengan waktu Presentasi masing-masing tim 15 menit. Agar tidak mengganggu proses belajar, panitia membuat jadwal presentasi yang disosialisasikan pada peserta, wali kelas, dan guru piket 2 hari sebelum kegiatan di mulai. Siswa yang belum mendapat giliran mengisi waktu menunggu dengan tetap belajar di kelas. Setiap tim bersiap di depan ruang AV 15 menit sebelum jadwal presentasinya. Adapun jadwal presentasinya sebagai berikut :

Jadwal Presentasi Bisnis, ok

Pointer yang wajib muncul dalam materi presentasi tim adalah Design thinking, Lean canvas, dan struktur serta company profile tim. Tim yang siap dengan prototype mau pun tester akan lebih disukai. Fokus penguji dalam presentasi bisnis ini adalah memberi evaluasi dan saran terhadap materi presentasi tim. Penguji akan melampirkan catatan di akhir kegiatan presentasi yang dapat menjadi masukan bagi tim untuk melakukan persiapan bisnis yang lebih baik lagi. Adapun rubrik evaluasi dan penilaian presentasi dan business plan sebagai berikut : RUBRIK EVALUASI PRESENTASI BISNIS,ok

Design thinking merupakan pendekatan yang perlu dilakukan dalam berinovasi. Inovasi tidak lah sekedar menciptakan produk baru, barang atau jasa baru. Inovasi lebih dari itu. Inovasi adalah keberhasilan, secara sosial dan ekonomi, karena diperkenalkannya cara baru atau kombinasi baru dari cara lama dalam mengubah proses produksi sehingga konsumen merasakan MANFAAT yang lebih besar dari HARGA atau pengorbanan yang ia keluarkan.

design thinking.jpg

 

Pendekatan pemikiran desain menuntut produsen innovator untuk melakukan proses inovasi secara bertahap dalam merubah keinginan menjadi permintaan. Adapun pada setiap tahapannya melibatkan pandangan, perspektif serta konteks lingkungan sosial ekonomi budaya di mana pelanggan berada.

https://www.linkedin.com/pulse/design-thinking-business-strategy-customer-centered-kosasih

Tahapan Design Thinking :

  1. Emphatize (Empati) ; Mempelajari dan mencoba memahami kebutuhan pelanggan dan konteks di mana kebutuhan itu muncul melalui observasi dan interview pada pelanggan.
  2. Define (Menetapkan) ; Mengamati bagaimana pelanggan biasa berperilaku dan menggunakan produk-produk yang sudah ada dan menetapkan solusi untuk permasalahan dan kebutuhan pelanggan berdasarkan hasil obeservasi sebelumnya.
  3. 3. Ideate (Bertukar pikiran/Ide) ; Menggali ide sebanyak mungkin yang bertujuan memberikan nilai manfaat sebesarnya untuk pelanggan yang sudah dipilih atau diputuskan. Brainstormingpenting dilakukan pada setiap tahap dalam proses inovasi, mulai dari penggalian inspirasi, pengumpulan ide hingga seleksi ide.
  4. Prototype (Membuat produk replika) ; Membuat produk replika yang merupakan solusi permasalahan pelanggan yang ditetapkan berdasarkan 3 tahapan sebelumnya.
  5. Test (Menguji replika produk) ; Menguji manfaat produk bagi pelanggan dengan cara menunjukkan replika produk pada pelanggan dan menganalisa tanggapan pelanggan sebelum mengambil keputusan produksi.

Bagi perusahaan-perusahaan baru, metode design thinking ini sangat membantu ketika mereka memutuskan untuk menjadi bagian dari produsen innovator. Design thinking ini merupakan gerbang awal produsen innovator sebelum merancang usaha mereka dengan model bisnis Lean Canvas.

Adapun fungsi dari sebuah Model bisnis adalah sebagai rancangan usaha yang akan dibuat oleh produsen. Dengan kata lain, kita bisa menganggap model bisnis sebagai alat pembangun dan penggali ide bisnis. Salah satu model bisnis yang paling disarankan dan banyak digunakan oleh para entrepreneur pada dasawarsa terakhir adalah model Lean Canvas.

Alexander Osterwalder, salah seorang pencipta Lean Canvas, mengoptimalkan model bisnis ini dalam bentuk visual yang sangat ringkas, mudah dibuat, mudah dikomunikasikan, dan terutama mudah dimodifikasi. Lean Canvas mendokumentasikan sembilan blok bangunan dasar yang memperlihatkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan mempertahankan pertumbuhan bisnis. Kesembilan blok tersebut mencakup empat bidang utama dalam suatu bisnis, yaitu: pelanggan, penawaran, infrastruktur dan kelangsungan finansial.

Gambar diagram model bisnis lean canvas, sumber : https://www.reppy.co/lean-canvas/

Canvasreppy.jpg

Sembilan blok bangunan dasar tersebut yaitu:

  1. Problem (Masalah)

Problem menggambarkan permasalahan yang akan dipenuhi oleh organisasi atau perusahaan.

Pada blok ini siswa dapat diminta meluangkan waktu untuk secara rinci merumuskan permasalahan yang ada di masyarakat. Permasalahan yang diangkat tidak harus permasalahan yang paling rumit di masyarakat, melainkan permasalahan yang dapat diatasi oleh perusahaan. Di bagian ini dapat juga dituliskan solusi yang sudah ada di masyarakat namun belum sepenuhnya dapat menyelesaikan permasalahan.

  1. Customer Segment (Segmen Pelanggan)

Menggambarkan kelompok orang yang memiliki permasalahan di bagian Problem di atas dan hendak dijangkau dan dilayani oleh perusahaan.

Siswa dapat memilih segmen ini dari kelompok perseorangan atau organisasi. Kelompok perseorangan dapat dipilih berdasar kelompok umur, wilayah geografis, kondisi sosial-ekonomi, profesi, agama, atau pilihan lain. Kelompok organisasi dapat dipilih berdasar jenis organisasi, jenis usaha, dan lain-lain.

  1. Solution (Pemecahan Masalah)

Menggambarkan satu atau beberapa pilihan pemecahan masalah yang diambil oleh perusahaan untuk mengatasi masalah yang dipilih pada segmen pelanggan yang dipilih.

Jika siswa belum dapat menemukan solusi yang tepat maka mereka diperkenankan mengubah masalah atau segmen pelanggan yang telah ditentukan sebelumnya.

  1. Unfair Advantage

Menggambarkan hal-hal yang dimiliki oleh perusahaan tetapi tidak dimiliki oleh perusahaan lainnya. Bagian ini menggambarkan kekuatan kompetitif perusahaan. Sebagai contoh, memiliki penguasaan atas pengetahuan yang unik, kepemilikan hak paten, hubungan yang baik (dan legal) dengan pihak lain, dan sebagainya.

  1. Unique Value Preposition

Menggambarkan bentuk bisnis, produk, atau jasa yang diusulkan; terutama berkait dengan nilai yang akan dirasakan oleh pelanggan dan masyarakat. Nilai dalam hal ini tidak harus berupa angka, namun dapat berupa pencapaian tujuan yang lain.

  1. Key Metrics

Menggambarkan metode evaluasi yang akan digunakan secara berkala untuk menentukan apakah bisnis ini sudah tepat dijalankan.

Siswa dapat mengisi key metric dengan misalnya pendapatan yang (diperkirakan) diperoleh, jumlah pelanggan, jumlah saluran distribusi yang mau bekerja sama, dan lain-lain. Pengukuran harus bersifat kuantitatif. Jika pengukuran tak tercapai, siswa harus melakukan re-evaluasi pada bisnisnya.

  1. Channels

Menggambarkan saluran distribusi yang akan digunakan untuk melakukan promosi dan pemasaran.

Pada blok ini siswa diarahkan untuk memiliki beberapa alternatif saluran pemasaran dan mengurutkan daftar saluran sesuai potensi yang dapat dicapai.

  1. Cost Structure

Menggambarkan semua pos-pos pembiayaan yang akan dikeluarkan untuk mengoperasikan bisnis.

  1. Revenue Stream

Menggambarkan semua pos-pos pemasukan yang akan dihasilkan dari bisnis.

Dokumentasi sebagian Design Thinking yang dibuat oleh tim KUS :

 

Dokumentasi contoh Lean Canvas tim KUS :

 

Dokumentasi beberapa Business Plan dan Prototype tim KUS saat presentasi Bisnis :

 

Dokumentasi presentasi bisnis hari pertama :

 

Dokumentasi Presentasi bisnis hari ke-2 :

 

Lembar evaluasi dan saran dari penilai :

DSC_0020_18.JPG

Beberapa contoh business plan dapat di lihat di :

ASTROFOOD MEMPERKENALKAN

joy’s (1)

Moonship Project Kewirausahaan

youcrocket

naninanidome real

Kerajinan Akrilik, kelp 2

Setelah kegiatan presentasi bisnis dilakukan maka tiba lah saatnya kami memberikan dana KUS pada siswa. Dana sebesar Rp 1,000,000 diberikan via CFO (Chief Financial Officer) masing-masing tim yang berjumlah 40 tim.

Berikut dokumentasi penyerahan dana Kelompok Usaha Siswa :

 

Serah terima dana KUS ini kami ibaratkan sebagai serah terima amanah, kepercayaan, support, dan harapan kami selaku panitia Sekolah Kewirausahaan pada siswa-siswa kami. Semoga dana tersebut dapat dimanfaatkan dengan amanah dan memberi keberkahan pada banyak pihak.

Di akhir cerita level 5, kami sisipkan quotes dan tips untuk memulai presentasi. Semoga bermanfaat.

 

#sekolahkewirausahaan71-17 #jurnalkewirausahaan2017 #thenextentrepreneur

 

Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

# Cerita Level 4 : Kelas Inspirasi Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta

Image-Inspirational-Quote-InspiringOthers

Salah satu hal yang paling kami syukuri dari program sekolah kewirausahaan adalah kesempatan mengadakan Kelas Inspirasi. Artinya, kami punya kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi yang ahli di bidangnya. Pengalaman belajar langsung dari praktisi ini membantu kami dalam memahami fakta real di lapangan dan mengaitkannya dengan materi yang biasa kami pelajari secara teoritis.

Belajar langsung dari ahlinya, membuat kami menyadari makna pembelajaran sekaligus merasakan manfaat dari ilmu yang kami pelajari. Mengutip ucapan Imam Syafi’i  : “Ilmu bukan lah hafalan. Ilmu adalah segala sesuatu yang memberi manfaat” maka belajar langsung dari ahlinya adalah salah satu metode untuk memperoleh pembelajaran yang bermakna.

Mengapa kami menamai sesi motivasi dari wirausaha ini sebagai Kelas Inspirasi?

Inspirasi adalah suatu proses yang mendorong atau merangsang pikiran untuk melakukan sesuatu tindakan terutama melakukan sesuatu yang kreatif. Inspirasi merupakan suatu proses dimana mental dirangsang untuk melakukan tindakan setelah melihat atau mempelajari sesuatu yang ada di sekitar.
Inspirasi berbeda dengan motivasi. Motivasi adalah proses yang mendorong atau mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya. Sedangkan inspirasi merupakan ide-ide kreatif yang muncul dari dalam diri setelah ada rangsangan dari luar. Namun inspirasi dapat menjadikan sebuah motivasi bagi seseorang untuk mencapai tujuannya.
Dalam beberapa catatan disebutkan bahwa inspirasi sudah ada pada setiap manusia dan lebih dikenal dengan istilah ilham (suatu makna, fikiran atau hakikat di dalam jiwa atau hati). Manusia sudah dibekali oleh Pencipta yang bukan didapat dengan cara dipelajari atau atas kemauannya sendiri, melainkan telah dilimpahkan ke dalam jiwanya. Namun untuk memunculkan inspirasi dibutuhkan rangsangan dari luar yang setiap orang memiliki perbedaan kepekaan dan kepentingan atas rangsangan tersebut.
Banyak orang percaya bahwa untuk menciptakan inspirasi mereka perlu ide unik yang belum pernah dipikirkan sebelumnya. Namun, tidak ada satupun cara untuk mengatur atau membuat setiap orang merasa terinspirasi. Hal ini disebabkan kemampuan atau kepekaan orang berbeda terhadap stimulus yang dapat menciptakan inspirasi.
Sebagai contoh, setelah diperdengarkan sebuah lagu, seorang pencipta musik akan terinspirasi membuat lagu, seorang produser film bisa memiliki inspirasi untuk mem-film-kan lagu itu, bagi orang yang kurang suka musik tentu tidak memiliki inspirasi apapun setelah mendengarkan lagu tersebut.

Berikut beberapa situasi yang dapat merangsang atau memicu terciptanya inspirasi kreatif:

  • Beberapa orang menemukan inspirasi dari buku.
  • Beberapa menemukan inspirasi dari musik.
  • Beberapa orang yang terinspirasi ketika melihat alam.
  • Beberapa orang mengambil kertas dan beberapa pensil warna dan mulai mencoret-coret .
  • Beberapa orang menemukan inspirasi mendengar pembicaraan orang.
  • Beberapa orang menemukan inspirasi ketika mereka melakukan beberapa jenis aktivitas fisik.
  • Beberapa menemukan inspirasi dalam kegiatan sehari-hari.
  • Dan masih banyak situasi yang dapat menciptakan inspirasi mulai dari hal-hal kecil hingga besar.

Dalam Kelas Inspirasi Program Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta, kami menghadirkan 2 orang wirausaha bidang pengolahan makanan awetan dalam kemasan, dan kerajinan berbahan dasar akrilik resin.

Karena kapasitas ruangan yang kurang memadai untuk menampung 288 siswa kelas X maka kami membagi Kelas Inspirasi bersama wirausahawan menjadi dua sesi. Berdasarkan aspek yang dipilih oleh Kelompok Usaha Siswa, peserta sekolah kewirausahaan terbagi menjadi 2 kelompok besar ; 30 tim memilih aspek pengolahan dan 10 tim memilih aspek kerajinan.

Sesi pertama oleh Bapak Krisdiantoro, Owner Kepochips, awalnya akan dilaksanakan pukul 08.00-10.00 di Ruang AV SMAN 71 dengan peserta 30 Kelompok Usaha Siswa (180 orang) namun karena narasumber mengalami kendala di perjalanan, kegiatan kelas inspirasi sesi 1 diundur menjadi pukul 13.00-15.00, adapun sesi pagi hari diisi dengan sharing produk yang ingin dibuat oleh siswa.

Materi Kelas Inspirasi sesi 1 dapat dilihat di : Kepo Chips SMA

Adapun dokumentasi kegiatannya adalah sebagai berikut :

Sementara untuk sesi ke-2 oleh Warung karya lebih difokuskan dalam bentuk workshop agar para siswa yang tergabung dalam Kelompok Usaha Siswa yang memilih aspek kerajinan akrilik bisa lebih memahami karakter bahan akrilik resin dan implementasinya pada sebuah produk inovatif.

Dalam sesi ke-2 ini dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari sebagian siswa kelas X MIPA yang memilih aspek kerajinan. Karena resin termasuk zat kimia yang cukup menyengat bau nya maka workshop kami lakukan di luar ruangan namun sesi materi kerajinan dilaksanakan di ruang AV bergantian dengan siswa yang memilih aspek pengolahan. Sesi 2 ini dilaksanakan pukul 10.00-11.30 di halaman SMAN 71 Jakarta.

Berikut dokumentasinya :

Setelah, melaksanakan Kelas Inspirasi bersama Wirausaha pada tanggal 21 Agustus 2017, kami melanjutkan sharing session bersama studentpreneur yang merupakan siswa SMAN 71 kelas XI. Para siswa ini sudah memulai bisnis di bidang kerajinan dan pengolahan Makanan.

Studentpreneur tersebut adalah :

A. Tim kerajinan akrilik : Arsa Maradinata, Aisyah Silvie Gunawan, dan Michelle Manuela Bernasty. Materinya dapat dilihat di studentpreneur kerajinan akrilik resin

Berikut dokumentasinya :

B. Tim pengolahan makanan : M. Hilmy Uwais Q., Kenia Alvita Soburany, Putri Naila, dan Nadhirah Az Zahrah. Materi dapat dilihat di prakarya bayam

Berikut dokumentasinya :

Kelas Inspirasi bersama studentpreneur ini juga menginspirasi. Karena format acaranya sharing tutor sebaya, peserta dan narasumber terlihat lebih “cair” saat melakukan aktivitas tersebut.

Pada akhir kelas inspirasi bersama studentpreneur (aspek kerajinan), panitia sekolah kewirausahaan memberikan tantangan menulis review kegiatan pada siswa. Tantangan ini adalah stimulus dari panitia agar Kelompok Usaha Siswa memulai Jurnal Kewirausahaannya.

Pemenang tantangan tersebut adalah :

Juara 1 : Tim Suvarnadvipa dengan link review sesi studentpreneur Tim Suvarnadvipa

dan Juara 2 : Tim Agelada dengan link review sesi studentpreneur tim agelada

Demikian cerita Level 4 kami, semoga menginspirasi.

#sekolahkewirausahaan71-17 #jurnalkewirausahaan71-17 #thenextentrepreneur

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Rumbel Sew and Craft IIP Jakarta

Rumah Belajar Sew and Craft IIP Jakarta

IMG-20170530-WA0084

Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta awalnya bernama Rumbel Menjahit IIP Jakarta. Namun, karena banyak member IIP yang juga memiliki passion crafting  akhirnya rumbel ini berubah menjadi rumbel Sew&Craft IIP Jakarta demi mengakomodir kebutuhan anggota.

Rumbel menjahit IIP Jakarta resmi berganti nama menjadi rumbel Sew&Craft IIP Jakarta sejak kepengurusan baru periode Mei 2017. Mengusung tagline “Crafting is SEWmuch Fun” kami berharap rumbel ini mampu menjadi wadah positif dan produktif bagi para bunprof, khususnya yang memiliki passion menjahit dan craft.

Adapun logo dan Tagline Rumbel Sew and Craft IIP Jakarta ini, adalah hasil karya member rumbel. Pengurus membuat lomba design logo dan tagline rumbel pada pertengahan tahun 2017.

Pemenang lomba design logo rumbel adalah mba Febby, sementara pemenang  lomba membuat tagline rumbel adalah Mba Edefika. Berikut hadiah kecil yang diberikan pengurus sebagai tanda cinta dan ucapan terimakasih atas ide kerennya teman-teman.

VISI MISI RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA
Menjadi komunitas belajar menjahit dan crafting, wadah bagi seluruh Ibu di Jakarta untuk meningkatkan skill menjahit dan crafting nya

MISI RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA
1.Meningkatkan skill ibu dalam menjahit dan Crafting

2.Meningkatkan kualitas ibu dalam menjadi ibu produktif

3. Meningkatkan rasa percaya diri sang ibu, sehingga bisa mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.

4. Meningkatkan peran ibu menjadi Agent of Change (agen pembawa perubahan) yang senantiasa akan berbagi dan menularkan kebaikan kepada masyarakat luas

TATIB RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA 

IIP/ Ibu Profesional adalah komunitas para ibu yang selalu ingin meningkatkan kualitas dirinya baik sbg ibu, istri dan perempuan. Rumah virtual kita ada di FB: Rumbel Menjahit IIP Jakarta
https://m.facebook.com/profile.php?id=119217171774200&tsid=0.12207720568403602&source=typeahead

Rumbel Sew&Craft IIP merupakan bagian dari IIP dalam rangka mengembangkan sisi Bunda Produktif.

DO and DON’TS
a. Di grup ini kita akan berbicara  HANYA seputar dunia menjahit dan craft. Untuk topik parenting dan pengembangan diri Bunda lainnya bisa di grup inti masing2 (IIP Jakarta Foundation dan IIP Jakarta All Member)

b. Tiap member diminta aktif sharing ilmu kepada member lain

c. Market Day hanya setiap Jumat, untuk barang seputar kebutuhan menjahit dan craft saja. Diluar ketentuan poin c ini tidak diijinkan berjualan di rumbel Sew&Craft.

KURIKULUM RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA

Kurikulum disusun berdasar kebutuhan member, jadi bisa berubah di kemudian hari.

SKILL MENJAHIT

LEVEL DASAR
Kriteria:
– Belum pernah pegang mesin jahit
Jenis WS:
– simple tote bag
– mukena
– khimar
– rok model simpel

LEVEL MEDIUM
Kriteria:
– Sudah bisa menjahit salah satu item di level dasar
– Atau tercatat sudah pernah mengikuti salah satu WS level dasar
Jenis WS:
– Simple Backpack
– Tote bag ritsleting
– Aneka model tas lain (bisa refer ke buku Umi Fidh)

LEVEL ADVANCE
Kriteria:
– sudah bisa menjahit lengkung, ritsleting, dan aneka tantangan dalam menjahit
– tercatat sudah mengikuti salah satu WS level medium
Jenis WS:
– Backpack model rumit
– Mengukur dan membuat pola pakaian
– Menjahit pakaian dengan model sederhana
– Menjahit pakaian dengan model rumit

SKILL CRAFTING
Secara umum, Workshop  (WS) craft yang akan diselenggarakan dalam 1 tahun ke depan meliputi kompetensi dasar crafting. Adapun Jadwal WS menyusul.

PROSEDUR WORKSHOP RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA

Setiap member berhak mengusulkan WS yg dibutuhkan. Usul akan ditampung oleh pengurus (dicatat oleh sekretaris), dibuat skala prioritas dan jadwal WS.

Adapun SOP untuk WS adalah sebagai berikut:
1⃣. Humas menghubungi mentor yang bersedia memberikan WS.
Humas akan meminta rincian berupa:
a. Foto produk yang akan di WS kan
b. Detail bahan, ukuran dan biaya WS
c. Usulan waktu dan tempat WS
2⃣. 1 mentor maksimal untuk 6 peserta. Bila ada lebih dr 6 peserta maka diperlukan lebih dari 1 mentor
3⃣. Bila poin 1 sudah LENGKAP, barulah sekretaris membuka pendaftaran di rumbel (WA dan FB)
4⃣. Peserta yang mendaftar wajib transfer biaya WS maks 2x 24 jam sejak mendaftar ke Bendahara.
Lewat dari 2 x 24 jam, Waiting List naik menggantikan peserta yang belum transfer
5⃣. peserta boleh membatalkan keikutsertaan maksimal 1x 24 jam sebelum WS. Uang akan dikembalikan oleh bendahara.
❌ Lewat dari batas tsb maka uang hangus dan menjadi milik rumbel.
✔ Peserta boleh mencari sendiri peserta pengganti WS (sesama member IIP)
6⃣. MENTOR wajib memberikan pola dalam salah satu bentuk:
– gambar pola difotokopi utk masing2 peserta
– atau memberikan pola di karton utk masing2 peserta
7⃣. Sekretaris merapikan data2 WS di FB dan di pencatatan pribadi:
– Detail WS yang sudah berjalan, nama mentor dan peserta
– update foto kegiatan WS di FB (perlu untuk dokumentasi kegiatan rumbel Sew&Craft IIP Jakarta)
– Dokumentasi WS: minimal pola difoto dan diupload ke album WS di FB Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta.  Lebih baik lagi bila dilengkapi tutorial WS

STRUKTUR DAN JOBDESC KEPENGURUSAN RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA

🅰. PENGURUS:
👤 Kriteria:
– punya passion Sew&Craft
– BUKAN mentor
– bisa bekerjasama dalam team dan sistem yang terstruktur
– tidak merangkap jabatan di kegiatan IIP lainnya, supaya fokus dengan tanggungjawab masing-masing dan lebih banyak waktu untuk keluarga

Terdiri dari posisi Ketua, Sekretaris, Bendahara, Humas, dll jika perlu.

1⃣. KETUA
👤 Kriteria khusus:
– pny skill leadership: tegas, mengayomi, bijak menyikapi dinamika kelompok
📇 Jobdesc:
– penanggungjawab kegiatan rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– berkoordinasi dengan Koordinator IIP jakarta
– menyusun visi misi dan kurikulum rumbel Sew&Craft bersama dengan teamnya
– sistematisasi rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– dll

2⃣. SEKRETARIS
👤 Kriteria khusus:
– senang bekerja dengan data dan membuat resume
– senang merapikan tulisan/ artikel supaya enak dibaca dan minim typo
📇 Jobdesc:
– merapikan data member
– mengelola FB rumbel Sew&Craft
– posting RESUME kegiatan offline dan online rumbel Sew&Craft di FB
– mengingatkan jadwal kegiatan yang seharusnya berjalan
– menyusun e flyer kegiatan IIP Jakarta
– dll

3⃣. BENDAHARA
👤 Kriteria khusus:
– amanah mengelola uang member rumbel jahit
– mampu membuat pembukuan sederhana
📇 Jobdesc:
– mengumpulkan dana kas dari rumbel Sew&Craft (bila ada)
– menyusun estimasi biaya untuk kegiatan offline (workshop) rumbel Sew&Craft
– membuat laporan keuangan sederhana
– dll

4⃣. HUMAS
👤 Kriteria khusus:
– pny social skill yang baik
– bersedia menjadi CP rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
📇 Jobdesc:
– membantu menghubungi mentor utk kegiatan rumbel Sew&Craft
– menjadi CP rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– sosialisasi kegiatan rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– dll

🅱. MENTOR
👥 Kriteria:
– bersedia sharing ilmu menjahit secara online dan offline
– berkenan materinya dibuat menjadi resume di grup WA dan FB Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
📇 Jobdesc:
– sharing ilmu menjahit dan craft secara online dan offline di rumbel IIP Jakarta
– merinci kebutuhan dan biaya (bila ada) pada setiap kegiatan rumbel
– memberikan materi yang sesuai dengan kurikulum rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– Berkoordinasi dengan pengurus Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta pada setiap kegiatan rumbel yang akan berlangsung

Pengurus Rumbel Sew and Craft IIP Jakarta periode 2017-2019

Ketua : Annisa Miranty Gumay

Sekretaris : Indah P. Sari

Bendahara : Siti Cholidah

PJ Workshop : Nita Lis Widiana

Humas : Febry Jessicha

Proker Rumbel Sew and Craft periode Mei 2017 – Mei 2018

1. Pendataan dan pemetaan minat dan keahlian anggota rumbel.
Mei-Juni 2017

2. Rumbel Sew n Craft Leadership Program
Pembentukan Panitia WS dari anggota rumbel dengan tujuan memberi kesempatan anggota rumbel untuk berbagi dan melayani.
Setiap tim panitia kegiatan rumbel akan diberi sertifikat, setiap anggota minimal pny 1 sertifikat dlm 1 thn.
*Mei-Juni 2017*

3. Sew n’ Craft 4E Online Class (Enjoy, Easy, Excellent, Earn)

Sew n’ Craft 4E Class ini adalah kulwap materi pengantar Sew n Craft dng target 4E

#E1 (Enjoy)
Materi :
“Crafting is SEWmuch Fun”

#E2 (Easy)
Materi :
“Shop n’ Learn”
“MJ Explorer”

#E3 (Excellent)
“Made Your Own Masterpiece”

#E4 (Earn)
“Sew n Craft ; Business Opportunities “

4. *Sew n Craft Offline Workshop*

*Juli 2017*:

16 Juli
MJ Explorer dan WS tempat tissue katun jepang

22 Juli
WS pencil case & simple pouch (dengan rits)

*Agt 2017*: WS Tudung Saji

*Sept 2017*: WS Handmade bag

*Okt 2017*: WS Buzy Bag

*Nov 2017*: WS Sulam pita

*Des 2017*: Recycle DIY (online), Masterpiece Challange

*Jan 2018*: WS Khimar

*Feb 2018*: WS Sprei sarban

*Maret 2018*: WS mukena

*April 2018*: WS Handlettering

*Mei 2018*: WS Quilting tingkat dasar

#jadwal dan materi WS msh fleksibel sesuai sikon.

Tindak lanjut WS offline adalah *Masterpiece Challange*
Tantangan membuat karya Handmade yg dipublikasikan di fb grup Rumbel Sew n Craft IIP Jakarta. Jika fb grup sudah termaintance dng baik, Sekretaris bs membuat FanPage FB dan akun IG rumbel Sew n’ Craft utk ajang promosi dan sharing tutorial/tips seputar sew n craft. Promosi produk rumbel jg bs lewat sini.

*Ada sertifikat utk Crafter of the Month* alias pembuat karya terbaik

5. *3B (Belanja Bahan Barengan)*
Belajar mengenali berbagai bahan craft bersama2 di pasar / toko / supplier tertentu. Waktu dan tempat ditentukan kemudian. Pilihan tempat dan supplier melihat minat dan usulan anggota.
*Desember 2017*

6. *Crafter Business Sharing*
Belajar untuk membangun bisnis start up untuk para crafter di Rumbel Sew n Craft IIP Jakarta.
*Februari 2018*

7. *CSR (Craft n Sew Social Responsibility)*
Program berbagi ilmu Craft&Sew utk pemberdayaan umat, bisa ke panti asuhan, lembaga rehabilitasi, rmh dhuafa, Bekerjasama dng sejuta cinta.
*situasional*

8. *Rumbel Sew&Craft Spirit Time*

Sharing antar member deng tujuan mengenal, menginspirasi, dan memotivasi.

Berikut Pengurus Rumbel Sew & Craft IIP Jakarta 2017-2019

Ketua : Annisa Miranty Gumay

Sekretaris : Indah P. Sari

Bendahara : Siti Cholidah

PJ WS offline : Nita Lis Widiana

Humas : Febry Jessicha

Dalam rumbel ini, kami saling berbagi dan melayani.

Alhamdulillah tahun ini, banyak Bunprof yang berkenan berbagi ilmu di rumbel Sew&Craft IIP Jakarta.

Dan para *MENTOR* tersebut adalah..

1. Wytha Natalisia Suverina
2. Faizatul Lutfiyah (Sewing Lab)
3. Azizah Juniarti (Nazhifah Clothing)
4. Siti Munawaroh (Hasanah Centre)
5. Galuh theSEMUT
6. Nony NONINO

Seiring berjalannya waktu, kami dari tim pengurus berencana merekrut beberapa personil dari member untuk membantu kepengurusan rumbel. Tujuannya adalah kaderisasi dan membudayakan untuk saling berbagi dan melayani.

Bismillah.. Semoga Kami bisa bersinergi dalam kebermanfaatan, aamiin..

Posted in Writing Skills and Hand Lettering

It’s About Someone You Can’t Live Without!

love is

Kalau menikah adalah untuk menemukan orang yang ideal, maka selamanya kita tidak akan pernah menemukannya.

“Right Man” pilihan Alloh terkadang bukan sosok yang sempurna bagi kita, namun di akhirnya kita akan menyadari bahwa pilihan Alloh adalah yang terbaik untuk kita.

Alloh menitipkan rahmat pada sosok yang memang dihadirkan-Nya untuk menemani kita “belajar” banyak hal dari kehidupan, menjadi cermin yang membantu kita mengenal diri sendiri, serta membuat kita memahami artinya sabar, syukur, berjuang, dan bahagia.

Terkadang kita terlalu jauh mencari.. hingga tak sadar bahwa cinta itu berada begitu dekat. Sebuah cinta yang seringkali tak terkatakan namun terefleksi dalam sekian banyak pengorbanan tanpa syarat.

Pertemuan pertama saya dengan Ayahnya anak-anak terjadi sekitar 16 tahun lalu. Kala itu kami mengawas UMPTN di wilayah yang sama. Tidak ada yang spesial waktu itu, terlebih, saya masih dekat dengan “orang lain”. Tetapi kenyataan akhirnya memaksa saya untuk melupakan “orang lain” tersebut karena Ia terlanjur menghancurkan hati.

Patah hati ini mengajarkan saya untuk jangan pernah  “terlalu” dalam segala hal. Jangan terlalu cinta, jangan terlalu benci,…yah..pokoknya jalani segala sesuatu sesuai porsi wajarnya saja. Patah hati ini juga memaksa saya membentengi diri dengan segala pertahanan hati agar tidak harus mengalaminya lagi!

Dan patah hati menyadarkan saya bahwa tidak ada yang lebih berhak dicintai selain Alloh.

Kemudian saya  membunuh kesedihan dengan kesibukan. Kesibukan apa pun. Saya ingin kelelahan menjadi obat tidur yang memaksa saya melupakan kesedihan. Kalau pun harus terbangun karena masih gelisah di tengah malam, saya memilih menghabiskan malam dengan curhat bebas hambatan di atas sajadah, atau tenggelam dalam berlembar-lembar kertas catatan harian.

Salah satu aktivitas melelahkan diri yang saya lakukan pada masa itu bernama jogging sore bersama beberapa teman di Unit Kegiatan Mahasiswa, yah..itung-itung ngurusin badan 🙂

Saya sendiri lupa bagaimana ceritanya sampai akhirnya suami saya terpilih menjadi instruktur kami. Aktivitas lari sore ini ternyata lumayan efektif membuat saya lari dari kenyataan. Meski niat pengen kurusnya gak kesampaian karena jogging selalu diakhiri dengan makan rawon di warung Surabaya depan kampus. Hadehh gimana mau kurus coba 😉

Momen mengobrol bersama di meja makan warung Surabaya adalah titik awal saya mulai mengenal lebih dekat sosok Mas Agus, orang yang dipilihkan Alloh untuk mengisi banyak ruang di hati dan hidup saya selanjutnya.

Sikapnya yang humoris, tenang dan selalu siap membantu membuat saya merasa nyaman berteman dengannya. Berada bersama teman-temannya di KMPA Eka Citra pun membuat saya menemukan kembali “feel” keluarga besar PATTUPALA yang dulu begitu intens mengisi hari-hari SMA saya.

Walau pun akhirnya kami berteman dekat namun saya tak kuasa memberikan kunci hati terdalam saya untuknya. Cerita patah hati tempo hari itu terlalu berkesan. Cukup lah saya mengalaminya satu kali saja ; jangan pernah lagi. Pengalaman pahit tentang cinta membuat hati saya terbagi dua ; sepenggal hati percaya cinta, sementara sisanya TAK PERCAYA CINTA.

Quotes favorit saya ketika itu adalah :

“Jika Ia memang untukmu maka sejauh apa pun kalian terpisah pasti akan bertemu. Namun bila Ia bukan untukmu maka sekuat apa pun engkau menggenggamnya pasti akan terlepas”.

Boleh dikatakan, saya tidak pernah menganggap hubungan kami “serius” hingga waktu yang kami lewati bersama membuktikan bahwa “Dia Orangnya”.

Berbekal Buku “Kupinang Engkau dengan Hamdalah” Mohammad Fauzil Adhim, Mas Agus memberanikan diri “meminta” saya secara resmi di depan Papa dan Mama. Dan sejak 1 Juli 2006, saya resmi menutup ruang tak percaya cinta dalam hati untuk diwarnai dengan kisah cinta kami yang baru dimulai.

IMG-20160802-WA0031[1]

Menjalani 9 tahun usia pernikahan tentu bukannya tanpa masalah. Airmata yang menetes dalam kurun waktu tersebut mungkin jauh lebih banyak dari sebelumnya. Namun proses ini merupakan rangkaian hikmah menuju pernikahan yang saling melengkapi ; saling mencintai di kala dekat, menjaga kehormatan di kala jauh, saling menghibur di kala duka, mengingatkan di kala bahagia, serta senantiasa mendoakan dalam kebaikan dan ketakwaan.

Love is not finding someone to live. It’s finding someone you can’t live without!

12 November 2015, Alloh memanggil “pulang” Mas Agus secara mendadak. Saya kemudian diamanahi 3 anak plus 1 janin dalam kandungan yang resmi menjadi yatim per hari itu. Agaknya, Alloh kembali mengingatkan saya untuk hanya memilih-Nya sebagai cinta sejati. Di saat saya merasa tidak bisa hidup tanpa Mas Agus, di situ lah Alloh menguji sekaligus membuktikan bahwa cukup lah Alloh sebagai pelindung.

Kabar baiknya : Alloh sudah memberi banyak latihan kecil sebelumnya. Rangkaian latihan ini ternyata berupa perasaaan yang saya kenal dengan istilah sedih, lelah, sakit, dan banyak hal pahit lainnya.

Kehilangan kali ini harusnya tidak terlalu menyakitkan asalkan saya menempatkan Alloh sebagai satu-satunya cinta tak tergantikan. Proses menerima kepergian partner hidup dengan ikhlas ini kemudian bermetamorfosis menjadi semangat menyiapkan bekal diri dan anak-anak menuju destinasi berikutnya.

“Waktu adalah ujian seberapa lama cinta bisa menunggu. Jarak adalah ujian seberapa jauh cinta bisa melewati perjalanan.” -Tere Liye-

IMG_20170518_082636_841’till We Meet Again, Love.. Tunggu Aku dan Anak-anak di Pintu Surga 🙂

#HowIMetMyHusband #LoveStory #TantanganMenulisOktober #RumbelMenulisIIPJakarta

 

Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

#Cerita Level 3 : Sosialisasi Sekolah Kewirausahaan pada Warga Sekolah & Sekolah Sekitar

“In learning you will teach, in teaching you will learn” -Phil Collins-

Level ke-3 dari kegiatan sekolah kewirausahaan sman 71 Jakarta adalah cerita tentang sosialisasi program sekolah kewirausahaan pada warga sekolah dan sekolah sekitar. Dalam kegiatan ini, kami mengundang pengusaha muda yang juga merupakan alumni SMAN 71, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Pengawas SMAN 71, Komite Sekolah, Guru dan Pegawai SMAN 71, Perwakilan siswa kelas X peserta program Sekolah Kewirausahaan, serta Perwakilan Sekolah Imbas.

Mengapa perlu sosialisasi kegiatan?

Secara garis besar, sosialisasi dapat dikatagorikan sebagai proses belajar mengajar. Melalui sosialisasi, individu belajar menjadi anggota masyarakat, dimana prosesnya tidak semata-mata mengajarkan pola-pola perilaku sosial kepada individu tetapi juga individu tersebut mengembangkan dirinya atau melakukan proses pendewasaan dirinya.
Berikut beberapa catatan penting terkait sosialisasi yang dikutip dari http://hariannetral.com/2015/06/pengertian-sosialisasi-dan-tujuan-sosialiasi-menurut-ahli.html :
1. Sosialisasi berjalan melalui proses belajar untuk memahami, menghayati, menyesuaikan dan melaksanakan tindakan sosial yang sesuai dengan pola perilaku masyarakatnya (behavioral patterns of society).
2. Sosialisasi berjalan bertahap dan berkesinambungan (kontinu), mulai dari sejak individu dilahirkan hingga dia mati.
3. Sosialisasi berhubungan erat dengan enkulturasi atau proses pembudayaan, yaitu proses belajar dari seorang individu untuk belajar, mengenal, menghayati, dan menyesuaikan alam pikiran serta cara dia bersikap terhadap sistem adat, bahasa, seni, norma, agama dan seluruh peraturan dan pendirian yang ada dalam lingkungan kebudayaan masyarakat
Adapun beberapa tujuan proses sosialisasi diantaranya:
a. Memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang dalam peran hidupnya sebagai anggota masyarakat.
b. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien serta mengembangkan kemampuannya untuk membaca, menulis, dan bercerita. Dengan melakukan komunikasi, berbagai informasi mengenai masyarakat akan diperoleh demi kelangsungan hidup manusia sebagi individu sekaligus bagian dari masyarakat.
c. Mengembangkan kemampuan seseorang mengendalikan diri dalam melaksanakan perannya dalam masyarakat. Dengan adanya proses sosialisasi, seorang individu dapat memahami hal-hal yang baik yang diajurkan, dan menghindari melakukan hal-hal buruk.
d. Menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat karena sosialisasi merupakan proses penularan nilai dan norma yang menjadi kepercayaan pokok masyarakat dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup bermasyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung 2 hari. Awalnya ingin dibuat satu hari, qodarullah saat waktu sudah ditentukan, ternyata sosialisasi harus diundur karena beberapa narasumber mendadak tidak bisa hadir pada tanggal yang sudah ditentukan. Namun karena Nuraini Pahlawati, narasumber wirausaha, hanya bisa hadir di tanggal yang disepakati semula, akhirnya kami mengadakan 2 sesi sosialisasi.
Sosialisasi pertama hanya dihadiri beberapa siswa kelas X yang merupakan CEO tim KUS (Kelompok Usaha Siswa) , beberapa guru, dan narasumber wirausaha. Sosialisasi pertama kami lakukan pada tanggal 11 Agustus 2017 pukul 13.00-15.00 di Ruang AV SMAN 71 Jakarta.
Berikut dokumentasi kegiatannya :
Fokus kegiatan ini adalah open mind. Kak Nuraini Pahlawati Aziza, salah seorang alumni terbaik SMAN 71 Jakarta, berbagi cerita tentang pentingnya menjadi studentpreneur demi kemajuan bangsa. Ia pun menceritakan kisah perjalanan bisnisnya yang sudah mulai dilatihkan sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
materi Kak Nuraini bisa dilihat di :
Jumlah pengusaha itu sendiri merupakan tolok ukur majunya sebuah negara. Dalam sebuah berita yang dirilis situs http://ekonomi.kompas.com/read/2016/03/30/192821726/Menggenjot.Jumlah.Ideal.Pelaku.Wirausaha.Indonesia, terungkap jumlah pelaku wirausaha di Indonesia hingga kini masih belum mencapai angka ideal, yakni 2%, dari jumlah penduduk Indonesia. Data terkini dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM) menunjukkan bahwa Indonesia baru mempunyai sekitar 1,65 persen pelaku wirausaha dari total jumlah penduduk 250 juta jiwa.

 

Data itu juga menunjukkan bahwa jumlah yang dimiliki Indonesia tertinggal ketimbang tiga negara di kawasan Asia Tenggara yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand. Ketiganya mencatatkan angka 7 persen, 5 persen, dan 3 persen dari total jumlah penduduk masing-masing. Meski berita baiknya, GEM memaparkan bahwa hasrat rakyat Indonesia untuk menjadi pelaku wirausaha menduduki posisi kedua. Posisi yang hanya satu level di bawah Filipina.

Inilah sebabnya, mengapa program sekolah kewirausahaan ini begitu strategis untuk menaikkan rasio pengusaha di Indonesia, terutama pengusaha muda. Ini lah saatnya Indonesia bangkit. Generasi muda jangan hanya menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Rencanakan masa depan bangsa yang gemilang sejak usia dini. Tumbuhkan sikap cinta belajar, fokus pada kebermanfaatan diri sesuai potensi masing-masing, dan membangun peradaban masyarakat terbaik.

Sementara sesi sosialisasi program yang ke-2, berlangsung hari Selasa, 15 Agustus 2017 di Ruang AV SMAN 71 Jakarta, pukul 13.00-15.00.

Meski Kasudin Jakarta Timur berhalangan hadir, namun poin-poin penting mengenai program ini, Alhamdulillah, tersampaikan dengan baik oleh Kepala SMAN 71 Jakarta, Ibu Wilin Murtanti dan beberapa hal teknis terkait rangkaian kegiatan Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 diperjelas kembali oleh Ketua Panitia, Annisa Miranty Gumay.

Motivasi dari Pengawas Paket SMAN 71 Jakarta, Bapak Nanang Gunadi, juga mmenambah semangat peserta program sekolah kewirausahaan dan para undangan untuk mulai menanamkan karakter wirausaha pada diri masing-masing karena kita sudah berada di era baru, abad 21. Ketua Komite SMAN 71, Bpk. I Wayan Sentana, pun menanggapi positif kegiatan ini dan mendukungnya.

Adapun undangan yang berasal dari sekolah imbas yang dapat menghadiri kegiatan ini berjumlah 5 orang dari 6 undangan yang dikirimkan. Kelima orang undangan tersebut berasal dari 3 sekolah imbas yang ditunjuk Kemendikbud dalam program ini, yaitu : SMAN 81 Jakarta, SMAN 91 Jakarta, dan SMA Pusaka.

Berikut dokumentasi kegiatan sosialisasi sekolah kewirausahaan SMAN 71 Jakarta :

Demikian cerita level 3 kami. Selamat BELAJAR dan BERBAGI, See You at the Top !

 

#sekolahkewirausahaan71 #jurnalkewirausahaan2017 #thenextentrepreneur

Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

# Cerita level 2 : Pengembangan Kewirausahaan pada Kurikulum Sekolah

21st-century-curriculum quotes--21 Century Quotes from Justin Crawford-

Kurikulum, Menurut UU RI no.20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Ada beberapa prinsip yang dijadikan sebagai acuan agar kurikulum yang dihasilkan memenuhi harapan stakeholders pendidikan yang meliputi siswa, pihak sekolah, orangtua, masyarakat pengguna lulusan dan pemerintah. Prinsip-prinsip tersebut adalah :

  • Prinsip berorientasi pada tujuan

Prinsip dasar menegaskan bahwa tujuan atau kompetensi merupakan arah bagi pengembangan komponen – komponen lainnya dalam pengembangan kurikulum. Tujuan kurikulum / kompetensi yang diharapkan harus jelas dan dapat dipahami oleh para pelaksana kurikulum serta dijabarkan menjadi tujuan – tujuan yang lebih spesifik dan operasional. Tujuan kurikulum juga harus komprehensif yakni meliputi berbagai aspek domain tujuan / kompetensi yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

  • Prinsip relevansi

Kurikulum dipandang relevan bila hasil yang diperoleh dari kurikulum berguna atau fungsional bagi kehidupan.

  • Prinsip efektivitas dan efisiensi

Efektivitas dalam suatu kurikulum berkenaan dengan seberapa jauh hal yang direncanakan atau diinginkan dapat dilaksanakan atau dicapai. Efektivitas dan efesiensi dalam kurikulum dapat terjadi jika kurikulum mampu mengusahakan agar kegiatan pembelajaran membuahkan hasil serta dilaksanakan dengan waktu, biaya dan sumber lain secara cermat dan tepat sehingga dapat memenuhi harapan pembelajaran.

  • Kontinuitas

Yaitu saling berhubungan antara berbagai tingkat. Artinya kurikulum mengusahakan agar setiap kegiatan pembelajaran merupakan bagian yang berkesinambungan dengan kegiatan pembelajaran lainnya baik secara vertikal maupun horizontal.

  • Fleksibilitas

Yaitu memberi sedikit kebebasan dan kelonggaran dalam melakukan atau mengambil suatu keputusan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pelaksana kurikulum. Maksudnya, kurikulum mengusahakan agar kegiatan pembelajaran bersifat luas, dan disesuaikan dengan kondisi setempat.

  • Prinsip integrasi

Prinsip ini menekankan bahwa kurikulum harus dirancang untuk mampu mengembangkan manusia yang utuh dan pribadi yang terintegrasi, yaitu manusia yang mampu selaras dengan kehidupan disekitarnya. Inilah sebabnya, kurikulum harus dapat mengembangkan berbagai kecakapan hidup.

Berdasarkan prinsip di atas maka kurikulum sejatinya harus dinamis, berkembang mengikuti perkembangan zaman. Pengembangan kurikulum harus mampu menjawab kemajuan ilmu tekhnologi, memenuhi kebutuhan yang ada dalam masyarakat, meningkatkan kemajuan peradaban masyarakat, dan memenuhi kebutuhan peserta didik.

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan suatu kurikulum tersebut perlu dirubah adalah sebagai berikut :

  1. Adanya perkembangan dan perubahan bangsa yang satu dengan yang lain.
  2. Industri dan produksi
  3. Orientasi politik dan praktek kenegaraan
  4. Pandangan kalangan intelektual yang berubah
  5. Pemikiran baru mengenai proses belajar mengajar
  6. Eksploitasi ilmu pengetahuan
  7. Perubahan dalam masyarakat

Proses pengembangan kurikulum, yang berkesinambungan ini, harus di lakukan dengan baik, teliti serta mempertimbangkan faktor -faktor pendukung dan penghambatnya karena apabila perubahan kurikulum tidak mengarah kepada tujuan maka akan mengakibatkan kekacauan.

Kurikulum 2013 sekarang ini telah mengalami revisi terbaru di tahun 2017. Sebenarnya, revisi K13 Tahun 2017 tidak terlalu signifikan. Perubahan di fokuskan untuk meningkatkan hubungan atau keterkaitan antara kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD).

Sedangkan dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) K13 revisi 2017, yang dibuat harus muncul empat macam hal yaitu; PPK, Literasi, 4C, dan HOTS sehingga perlu kreativitas guru dalam meramunya.

Berikut resume revisi Kurikulum 2013 tahun 2017 yang saya kutip dari http://www.pediapendidikan.com/2017/05/rpp-k13-revisi-2017.html :

  1. Mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
  2. Mengintegrasikan literasi; keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative);
  3. Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill).

Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.

Pengintegrasian dapat berupa :

  • Pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);
  • Pemaduan kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler;
  • Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;

Perdalaman dan perluasan dapat berupa:

  • Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa,
  • Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;
  • Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.

Sementara Pengertian Literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi ;

  1. Literasi Dini (Early Literacy),
  2. Literasi Dasar (Basic Literacy),
  3. Literasi Perpustakaan (Library Literacy),
  4. Literasi Media (Media Literacy),
  5. Literasi Teknologi (Technology Literacy),
  6. Literasi Visual (Visual Literacy).

Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting. 4 C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.

Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu ; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi ; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide.

Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar atau 8 jam sehari sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.

Landasan umum pelaksanaan kurikulum K13 Revisi 2017 dapat dilihat di :

1.1. Dinamika Perkembangan Kur-2013_2017

1.2. Penguatan Pendidikan Karakter Kur-13 Dr. Arie Budhiman, M.SI_2017

1.3. Penerapan Literasi Dalam Pembelajaran

Setelah kita membaca sedikit pengantar tentang pengembangan kurikulum, pembahasan selanjutnya adalah mengenai RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

blackboard_le

RPP adalah satu keharusan bagi semua guru. Kenapa? karena RPP membantu guru merencanakan pembelajaran sesuai dengan standar kurikulum dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Evaluasi RPP secara berkala oleh guru akan membuat guru tersebut memahami kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran yang dilakukannya sehingga Ia dapat terus belajar dan bereksplorasi untuk menemukan metode terbaik dalam pembelajarannya. Sebuah RPP harusnya membantu seorang guru menjadi produktif.

productivity

Faktanya, ada beberapa guru kesulitan membuat RPP, dan ada pula yang mengalami  membuat RPP tapi tidak terpakai. Memang terkadang apa yang dibutuhkan peserta didik justru tidak ada hubungannya dengan rencana yang kita buat. Namun, justru di situ tantangannya.

your student need most

Ketika seorang guru mendapat kejutan, karena apa yang dialami di kelas ternyata tidak seperti yang dituliskan dalam RPP, maka situasi tersebut seyogyanya menstimulus guru untuk makin tertantang belajar dan bereksplorasi.

Seorang guru yang cinta mengajar, dan menyayangi siswanya dengan sepenuh hati akan terus berusaha menemukan cara agar pembelajaran yang dilakukannya selalu bermakna. Para guru yang menginspirasi ini akan selalu punya tempat di hati siswanya.

Berikut beberapa tips membuat RPP :

Lesson-Plans-tips

Kadang kita merasa membuat RPP itu sulit justru karena kita terlalu rumit memikirkan formatnya. Padahal tujuan perumusan format-format, yang dilakukan beberapa tim guru melalui forum MGMP, adalah untuk mempermudah penyusunan RPP  oleh guru. Sederhananya, penyusunan RPP bisa kita mulai dari pertanyaan-pertanyan yang mendasar seperti :

  1. Apa tujuan pembelajaran hari ini ? (manfaat pembelajaran bagi siswa)
  2. Berapa waktu tatap muka yang saya punya hari ini? (alokasi waktu sesuai program pembelajaran)
  3. Bagaimana membuat siswa bisa mendapat makna pembelajaran hari ini dengan mudah? (Pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran yang dipakai)
  4. Referensi apa saja yang harus saya punya? (sumber materi)
  5. Media belajar apa yang akan saya pakai? (alat bantu pembelajaran)
  6. Rundown nya bagaimana? (kegiatan pendahuluan-inti-penutup)
  7. Bagaimana cara mengevaluasi pembelajaran hari ini? (sistem penilaian, refleksi pembelajaran)
  8. Apa follow up pembelajaran untuk siswa? (penugasan selanjutnya)

Sekali lagi, penyusunan RPP bisa jadi menyenangkan kalau kita membayangkan diri kita sebagai peserta didik. Jika kita jadi siswa, dengan cara apa kita bisa lebih mudah memahami materi yang diajarkan? apa korelasinya ilmu yang dipelajari dengan fakta aktual di sekitar kita? apa manfaat mempelajari ilmu ini untuk kita?

Ketika seorang guru mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan rancangan aktivitas pembelajaran yang tepat maka Ia sedang merencanakan sebuah proses pembelajaran yang bermakna.

Terkait dengan pengembangan kewirausahaan pada kurikulum sekolah yang kami lakukan dalam program sekolah kewirausahaan, output yang kami produksi adalah  RPP berbasis keterampilan abad 21 (4C). Adapun beberapa hal utama yang kami perhatikan dalam proses penyusunannya adalah :

  1. Apa kebutuhan masyarakat dunia di abad 21?
  2. Bagaimana karakter siswa yang kami hadapi, yang notabene termasuk generasi Z?
  3. Strategi dan metode apa yang paling efektif untuk membangun karakter wirausaha berbasis keterampilan abad 21 pada siswa?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pengantar kami dalam mengeksplorasi informasi terkait wirausaha abad 21 dan juga menjadi alasan kami untuk berkolaborasi dengan banyak pihak yang terintegrasi sebelum membuat rancangan program pembelajaran yang tepat bagi siswa kami.

Dalam materi pelajaran PKWU tingkat SMA, ada 4 aspek yang bisa dipilih yaitu : Kerajinan, Pengolahan, Budidaya, dan Rekayasa. Adapun aspek yang kami pilih dalam program Sekolah Kewirausahaan kali ini hanya 2 ; Pengolahan makanan awetan dalam kemasan, dan Kerajinan berdasarkan inspirasi budaya lokal non benda berbahan dasar akrilik. Sebagian besar siswa kelas X MIPA memilih aspek kerajinan, sementara siswa kelas X IPS memilih aspek pengolahan.

Kolaborasi dengan guru mata pelajaran yang terintegrasi dengan pelajaran PKWU, seperti fisika, biologi, kimia, ekonomi, dan seni budaya, tentu menjadi keharusan karena kita menginginkan output kegiatan pembelajaran menjadi otentik dan bermanfaat. Oleh karena itu, tak jarang kami saling berdiskusi lintas mapel disela-sela waktu mengajar untuk mendapatkan inspirasi rancangan pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa sekaligus mampu menjawab kebutuhan zaman.

Salah satu contoh cuplikan RPP mapel PKWU yang kami susun bisa dilihat di :

RPP Pengolahan KD 3 1

Berikut dokumentasi koordinasi pembuatan RPP, buku rujukan, dan penampakan RPP yang kami buat :

Demikian lah cerita Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 #2017 – Level 2, yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Di akhir cerita, kami titipkan sebuah quotes penutup :

Orang-orang HEBAT di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu INSPIRASI.

SELAMAT MENJADI GURU YANG MENGINSPIRASI, KARENA SESUNGGUHNYA GURU ADALAH KURIKULUM YANG TERSEMBUNYI !!

#sekolahkewirausahaan71 #jurnalkewirausahaan2017 #thenextentrepreneur

 

Referensi :

http://yuliernawati07.blogs.uny.ac.id/2015/10/15/alasan-alasan-perlunya-pengembangan-kurikulum/

http://inservice.ascd.org/plan-and-prepare-four-lesson-planning-tips-to-improve-student-achievement/

Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

#Cerita Level 1 : Kisah Pembuka “Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 tahun 2017”

IMG-20170820-WA0077Kisah ini dimulai sejak terpilihnya SMAN 71 sebagai penerima bantuan pemerintah untuk program kewirausahaan di SMA dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada pertengahan tahun 2017.

Program ini merupakan jawaban dari kegelisahan pemerintah terhadap fakta bahwa sampai saat ini sebagian lulusan SMA tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi dan tidak memiliki keterampilan yang memadai dalam menghadapi tantangan hidup untuk terjun ke masyarakat. Hal ini antara lain disebabkan karena mereka tidak memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan berwirausaha.

Struktur kurikulum 2013 SMA memuat mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Dengan demikian SMA merupakan tempat yang strategis untuk mengembangkan bakat wirausaha yang mandiri dan berkepribadian. Pola pikir yang selama ini berorientasi menjadi pegawai/pencari kerja harus diubah berorientasi menjadi wirausahawan yang dapat menciptakan tenaga kerja. Melalui pendidikan kewirausahaan diharapkan peserta didik akan menjadi kreatif dan mandiri, serta mulai tergerak dan berani membuka usaha sendiri.

Setiap sekolah penerima Bantuan Pemerintah (BanTah) Kemendikbud RI tahun 2017 akan menerima dana sebesar Rp 100,000,000 yang harus dimanfaatkan dan dipertanggungjawabkan sesuai juknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Adapun tema yang diangkat oleh SMAN 71 sebagai salah satu sekolah penerima BanTah Program Sekolah Kewirausahaan Kemendikbud RI tahun 2017 adalah “Membangun Karakter Wirausaha Berbasis Keterampilan Abad 21 pada Siswa”.

Gambaran umum mengenai program Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017 dapat dilihat pada slide berikut ini :

Hand Out Sosialisasi Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta, oke

Penyusunan program kegiatan ini dilakukan oleh tim panitia yang terdiri dari Kepala SMAN 71, Seluruh Wakasek dan Staf, Pegawai TU, Guru PKWU, Wali Kelas X, dan beberapa Guru yang mengampu mata pelajaran yang terintegrasi dengan program sekolah kewirausahaan.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan koordinasi panitia :

 

Action Plan Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 dapat dilihat dibawah ini :

 

Di akhir kisah pembuka ini, kami ingin menitipkan sebuah pesan yang dikutip dari Eric Hoffer (25 Juli 1898 – 21 Mei 1983), seorang filsuf moral dan sosial Amerika. Beliau adalah penulis sepuluh buku dan dianugerahi Presidential Medal of Freedom pada bulan Februari 1983. Berikut pesannya :

“Tugas utama pendidikan adalah untuk menanamkan sebuah keinginan dan fasilitas untuk belajar ; bukan untuk menghasilkan orang-orang terpelajar melainkan orang-orang yang terus belajar. Peradaban sejati manusia adalah peradaban pembelajaran ketika kakek-nenek, orangtua, dan anak-anak sama-sama menjadi murid.”

Kami berharap, Program Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta tahun 2017 menjadi salah satu fasilitas yang akan menyalakan semangat banyak orang untuk cinta belajar sepanjang hayat. Sehingga, bukan hanya para siswa yang belajar melalui program ini, tapi juga para guru dan masyarakat, semoga dapat mengambil manfaatnya.

Sampai bertemu di postingan berikutnya ya..

quotes by eric hoffer.jpg

 

#sekolahkewirausahaan71 #jurnalkewirausahaan2017 #thenextentrepreneur

 

 

 

 

 

Posted in Resume Kuliah/Diskusi Whatsapp

RESUME KULWHAP TALENTS MAPPING FOR CHILDREN

Pelaksanaan :
Hari, tanggal : Jum’at, 22 September 2017

Waktu : 20.30 SGT atau 19.30 WIB

Moderator :

1. Dieni Rachmawaty

2. Ramadhany Agatha

Notulen :

Ita Utami Aidid

Pemateri :
Nama : Rima Melanie Puspitasari
Tanggal Lahir : 22 Agustus
Nama Suami : Herdi Paputungan
Nama Anak :
1. Ghazy Kharisma Paputungan (12 tahun)
2. M. Al Fawwaz Sinathrya Paputungan (4 tahun 10bulan)

Aktivitas
1. Home educator
2. Rumah konsultasi bakat
3. Santri Abah Rama
4. Konsultan Talent Mapping

Alamat :
Jalan Pertabatan 1 Gg.1 no.125 RT 03 RW 01 Kelurahan Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas 53147

Materi :

1.Pemahaman diri
Pernahkah kita berfikir mengapa kita sampai terlahir di dunia ini?
Apakah hanya karena semata Ayah dan Bunda kita menikah saja?
Pernah terpikirkah apa tujuan kita terlahir di dunia ini?

Untuk beribadah pada Allah SWT. Tentu saja.

Tetapi pernahkah kita berfikir, Mengapa saya, mengapa dilahirkan saat ini, dan di sini ?
Karena kita semua yakin bahwa Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia sia. Termasuk kita tentunya.

Adakah maksud-maksud tertentu akan kehadiran kita di muka bumi ini?

Adakah misi spesifik, tujuan khusus atas kelahiran kita disini?

Lalu kemudian beralih pada fitrah yang kita miliki.
Mengapa tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang memiliki sifat, karakter, dan kebiasaan yang sama?
Apakah tujuannya?
Jika kita menelaah dan memahami lebih jauh surat Al Israa ayat 84. ”Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

Disana dijelaskan bahwa tiap manusia akan berbuat sesuai dengan pembawaannya. Syakillah, fitrah, bawaan.

Mengapa?Lebih lanjut lagi…
Bahwa tiap manusia ketika dilahirkan ke dunia, mereka mempunyai misi spesifik yang harus ditunaikan.

Untuk membantu menyelesaikan misi tersebut, Allah memberikan potensi2 kekuatan yang berupa fitur unik atau lebih kita kenal sebagai FITRAH.

Definisi bakat dalam Talents Mapping diambil dari sana. Yaitu sebuah sifat (personality) yang produktif. Yang apabila digunakan akan memberikan manfaat sebesar besarnya untuk menghasilan sesuatu.

Lalu bagaimana kita memahami bakat kita?
Tentu saja kita perlu lebih memahami, memperhatikan, dan menyelami diri kita sendiri. Agar kita lebih mengenal siapa diri kita, apa saja yang menjadi potensi kekuatan2 dalam diri kita, dan apa yang menjadi kelemahan dalam diri.

Ada rumus dalam TM untuk memahami apakah sesuatu itu bakat/kekuatan kita atau bukan.

Ciri ciri bakat:

  1. Yearning (nagih). Hasrat ingin terus melakukan suatu aktivitas tertentu yang membuat sering lupa waktu.
  2. Rapid Learning. Saat mempelajari sesuatu jadi terasa begitu mudah.
  3. Flow. Menjalankan sesuatu mengalir begitu saja. Persiapan minimal, hasilnya maksimal.
  4. Glimpses of excellent. Aktivitas tertentu memperlihatkan sekelebat keunggulan anda.
  5. Satisfication. Kepuasan hati dalam menjalankan sebuah aktivitas yang membuat anda ingin segera melakukannya kembali.

Jadi mengapa memahami bakat itu penting?

Karena bakat berhubungan dengan misi spesifik hidup kita. Karena dengan bakatlah kita akan dapat menyelesaikan dan menuntaskan misi hidup kita. Apakah misi kita yang menjadi alasan keberadaan kita di muka bumi ini akan tercapai, sukses, atau bahkan gagal, failed.

Memahami bakat, artinya memahami diri kita sendiri.

Sebuah petuah bijak menyebutkan : “`Man ‘Arafa Nafsahu Faqad ‘Arafa Rabbahu.“` Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya

2. Bakat anak

“Setiap Anak Pasti Berbakat”

Seorang ibu merenung di sudut ruang tamu. Hatinya gundah, kecewa, dan sedih. Bagaimana tidak, ditempat arisan tadi teman temannya sibuk membanggakan prestasi anak anak mereka. Seperti Rayhan anak bu Yuli yang baru saja menyabet medali emas cabang taekwondo di Porda kemaren. Juga Agnes yang yang baru saja lolos audisi pemilihan bintang tarik suara. Atau Bagas yang mewakili sekolah dalam olimpiade matematika.

Si ibu merasa sedih mengapa anaknya, Doni tidak seprti anak anak lain? Mengapa anakanya tidak memiliki prestasi apapun? Jangankan meraih medali emas, mengikuti perlombaan pun Doni segan. Tidak suka memilki bakat, begitu yang dikatakan temannya untuk menyindir Doni.
Benarkah anak semata wayangnya itu tidak memiliki bakat? Pentingkah bakat? Lalu jika iya bagaimna dengan masa depan Doni?
Benarkah Allah hanya memberi bakat pada orang orang tertentu saja? Atau orang tuanyalah yang belum mengenal bakat anaknya?

Sesungguhnya Allah maha adil. Jika satu orang diberikan bakat, maka begitu juga yang lain. Bakat adalah salah satu dari fitrah yang diberikan oleh Allah pada setiap manusia dalam awal penciptaaanya. Bakat itu fitur unik, fitrah yg telah terinstal sebelum seorang manusia dilahirkan. Ada dua sumber yang bisa didefinisikan sebagai bakat. Yaitu potensi fisik/panca indera(ini yang biasa kita kenal sebagai bakat selama ini) misalnya melukis, menari, acting, olahraga, dsb.  Dan ada pula potensi berupa sifat produktif.

Inilah mengapa selama ini kita menganggap hanya orang tertentu saja yang memiliki bakat. Karena kita selama ini mengenal bakat hanya dari kelebihan fisik atau inderwi saja. Sedangkan sifat produktif tidak kita anggap sebagai bagian dari bakat. Inilah yang disebut dengan Potensi kekuatan

Rumus yang paling mudah  untuk menemukan bakat anak adalah dengan 4E. Easy, Enjoy, Excellent, dan Earn.

Lalu bagaimana cara mengetahui bakat anak?

  1.  Memahami bakat yang dimiliki orang tuanya.
  2. Memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan.
    Ada beberapa anak yang cepat menemukan AHA nya, ada beberapa yang membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk itu. Ini berhubungan dengan pengalaman dan pengetahuan tadi. Maka memberikan banyak pengalaman akan sangat membantu anak untuk mnemukan passion, minat, dan bakatnya. Bu Septi memperkanalkannya dengan Pandu 45. Memberikan banyak ragam kegiatan, akan membantunya menemukan apa yang paling dia sukai.
  3. Emisol
    Empati (Menyerap)
    Imajinasi (Mengolah)
    Solusi (Menyajikan)

    Menyerap adalah bagian dari proses mengamati anak, bisa dilakukan dengan mengamati saat melakukan kegiatan bersama, dokumentasi kegiatan, juga dengan banyak bertanya. Kemudian diolah/dipikirkan kemungkinan kemungkinan terbaiknya, dan terakhir disajikan sebagai sebuah solusi kegiatan. Ulangi proses secara berputar (melingkar) dan selalu dipikirkan untuk mekar. Mekar di sini adalah usaha untuk mempertajam/mengasah bakat anaknya.

  4. Membuat catatan atau portofolio.
    Catatan2 khusus ini akan kita perlukan untuk akhirnya dapat mengelompokkan mana yang sebetulnya bagian dari 4E yang dimiliki anak. Dan mana yang tidak.
  5. Memfasilitasi
    Memfasilitasi disini bukan berarti kita harus siap dengan segala fasilitas dan kemewahan yang memudahkan.

🌀 Memberi fasilitas disini artinya memberikan ruang, kebebasan bagi anak untuk mengekspresikan apa yang menjadi bakat yang dimilikinya.
🌀 Memberikan apresiasi atas kelebihan yang dilimilikinya, sehingga anak akan merasa percaya diri dengan kelebihan yang dimilikinya
🌀 Memberi tantangan
🌀 Merancang kegiatan bersama dalam rangka mengembangka talents anak.

  1. Selalu siap untuk memulai kembali
    Try and trial itu sangat dibutuhkan dalam menemukan passion. Jadi ketika anak kehilangan passion dalam satu hal, tidak perlu terlalu rendah diri dan merasa gagal.  Maka bersiap siaplah ketika mereka menawarkan sebuah minat yang baru.
    Tidak perlu merasa khawatir ketika minat anak cenderung berubah ubah dan sering berganti. Karena passion yang sesungguhnya tidak akan pernah berganti. Passion itu akan selalu sama, dan dia akan terus ‘nagih’ sepanjang hidupnya.

Menemukan bakat anak anak dan membantu mereka mengembangkan bakatnya menjadi sebuah kekuatan
“The real task of parenting is not to prepare the path of our children – rather , to prepare them for the path they will inevitably need to walk”

Wayne Hammond

Sesi Tanya – Jawab :

  1. Suci – Pekanbaru

1. Kapan bakat anak bisa terlihat, apa sejak bayi bisa terlihat bakat nya?
2. Bagaimana kita memetakan bakat anak yang belum bisa menentukan kesenangan nya sendiri (terlalu banyak di”setir” dari kecil) hingga pasif dalam suatu hal.
Jawaban :

  1. Ada beberapa sifat atau karakter asli yang memang sudah dapat teelihat sejak bayi. Misalnya ada bayi yang ketika meminta ASI dia gak sabaran, cenderung memaksa. Tapi sebaliknya ada yang cenderung tenang juga. Hal hal seperti ini baiknya ditulis dalam lembar pengamatan dan portofolio untuk diamati apakah memang karakter ibu berlanjut pada  si anak atau tidak.
  2. Yang pertama harus kita lakukan adalah hentikan tindakan  yang terlalu banyak mengintervensi si anak. Tumbuhkan kembali kepercayaan dirinya, biarkan dia mencoba untuk memilih apa yang diinginkannya. Proses ini biasanya gak sebentar tergantung sejauh mana ketergantungan anak sebelumnya akan intervensi orang tua. Kemudian lanjutkan terus mengamati dan mencatat semua perubahan yang terjadi.
  1. Arum – Lampung

Dari ciri2 TM yg sudah dipaparkan, kalau hp dan youtube masuk kedalam 5 kriteria tsb, bagaimana seharusnya sikap kita? Berhubung ada kekhawatiran efek negative dari penggunaan smartphone pada anak usia dini

Jawaban :

Anak anak sekarang memang terlahir di generasi C. Mereka dilahirkan pada zaman dimana segala sesuatu sudah saling terhubung dengan dunia maya. Generasi C/click era. Kebanyakan anak anak yang lahir pada zaman ini adalah mereka yang kreatif, lebih tertarik dengan visual, dan cenderung kurang suka bergerak atau bekerja keras secara fisik.  Dunia maya adalah sebuah keniscayaan. Sebuah zaman yang memang berbeda dengan zaman kita dulu. Disini kita harus bijak bersikap sebagai orang tua.
Karena yang namanya komputer, internet, dlsb mau tidka mau akan dihadapi jiga oleh anak anak kita. Serapat apa pun kita menjauhkan mereka dari dunia maya, mereka tetap akan menghadapinya juga. Karena memang merek ditakdirkan lahir pada era ini.
Nah alangkah bijak nya jika kita mengenalkan mereka akan dunia digital secara bijak. Agar mereka bisa memilah mana kebutuhan aman keinginan.  Tidak menghalanginya serta merta secara frontal.
Jika ternyata hal tersebut menarik perhatian anak anak, wajar. Itu dunia mereka. Zaman nya.
Tinggal bagaimana kita mengajak mereka bijak dalam penggunaannya. Bijak berinternet, bijak memilah tontonan, bijak mengatur waktu.

Dan jika usia dini, ada baiknya jangan dlu lah dikenalkan dengan smartphone. Karena smartphone itu buat usia segitu belum banyak gunanya. Selain main game.

Perbanyak aktifitas fisik, bermain secara sungguhan, tentu akan membuat mereka tidak lagi tertarik akan adanya gadget.  Karena nonton youtobe sama main game mah gak bisa masuk sebagai aktifitas produktif. Tidak menghasilkan kan? Kecuali jika dia nonton hanya untuk mencari referensi saja. Misal senang akan wayang, tidak ada pertunjukan wayang, si anak nonton satu atau dua pertunjukkan lewat youtube. Kemudian mempraktekannya. Nah itu lain lagi. Hanya sebagai referensi dengan waktu yang terbatas. Dan ditemani orang tua.

Sekali lagi bijaklah dalam menggunakan media internet

3. Amalia – Singapura

Bagaimana kah kita membedakan antara Bakat dengan Minat seorang anak? Bgmn bila anak yg merasa jenuh dengan bakat yang kita asah dalam program latihan rutin?

Jawaban :
Sedikit catatan jika jenuh, maka bisa dipastikan itu bukan bakatnya. Karena definisi bakat itu sendiri, tidka mengenal yang namanya jenuh dan bosan. Selamanya seumur hidupnya. Dia akan menemukan cara cara lain dan cara baru agar selalu bersemangat melakukan apa yang menjadi bakatnya tersebut.
Jika bosan atau jenuh, maka hal tersebut bisa menjadi catatan.
Bakat adalah hal natural yang ada di dalam jiwa seseorang. Itu tumbuh alami.
Sedangkan passsion, atau minat biasanya lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan, keadaan dan kebutuhan.

Passion biasanya akan menemukan titik jenuh, lelah, dan bosan.
Sedangkan bakat, dia akan terus menerus minta untuk dilakukan. Seumur hidupnya.

4. Dieni – Singapura

Tentang memberikan banyak pengalaman dan memperkaya kegiatan, apa yg tercakup dalam Pandu 45 itu?
Bagaimana kiatnya menjaga supaya tidak berlebihan ya, antara memperkaya kegiatan dengan malah terlalu banyak diikutkan les ini itu?
Misalnya saja kalau saya ingin mengenalkan anak saya dengan melukis/menggambar, ketrampilan menulis, bela diri, berenang, craft (merajut, menjahit), coding, dll, sedangkan tidak mungkin saya/suami yg mengajarkan semuanya.
Sedangkan kalau tidak ‘disengaja’ diikutkan kegiatan dengan komunitas di luar, apakah nanti si anak malah kurang kaya wawasan?

Jawaban :

Mengenalkan banyak wawasan itu bukan artinya semua ke 45 kegiatan kita cobakan pada anak. Cara mengenalkan itu banyak. Bisa lewat pengamatan, misal mengajak anak mengamati suatu kegiatan. Baik secara langsung ke lapangan atau lewat media lain.
Mengenalkannya pada orang-orang yang melakukan hal tsb dan mengajak mereka berinteraksi dengan orang orang itu. Tour the talents.

Yang dicobakan cukup kegiatan kegiatan yang memang anak inginkan untuk mencobanya. Kegiatan kegiatan yang memang si anak tertarik sungguh sungguh ingin mencoba.

Berkomunitas akan sangat membantu dalam hal ini. Saat memiliki komunitas, kita bisa sama sama dengan komunitas mengajak anak  tour the talents, mencoba sesuatu tanpa perlu memasukan mereka pada lembaga kursus terlebih dahulu sebelum si anak betul betul ingin melakukan sebuah hal.
Dalm tour the talents minimal anak bisa melihat, dan mencoba. Jika itu bagian dari bakatnya, si anak secara natural akan tertarik untuk melakukan hal tersebut

5. Fahma Nurdiana M – Cilacap

Bakat anak itu sangat beragam, pertanyaan saya:
1. Bagaimana caranya menjadi ibu yang bisa jeli memilah kebiasaan anak, manakah yang termasuk bibit bakat dan manakah yang hanya aktifitas biasa ( ikut ikutan )?
2. Bagaimana cara menstimulasi bakat anak jika disesuaikan dengan karakter anak itu sendiri?
Misalnya:
Menstimulasi anak aktif
Menstimulasi anak pendiam
Menstimulasi anak yang selalu banyak bertanya
3. Kesalahan yang dapat berakibat fatal yang sering dilakukan orang tua adalah tanpa sengaja mengucapkan kata yang keras kepada anak / marah ( karena banyak faktor )
Dan biasanya reaksi anakpun beragam…
Bagaimana cara mengembalikan kondisi psikologis anak setelah keadaan tersebut agar proses perkembangannya tidak mandek dan terhambat.

Selain kami orang tua selalu berusaha untuk menghindari kejadian seperti ini.

Terima kasih bunda….
Jawaban :

Bakat dalam talents mapping ada 34 tema bakat yang berupa sifat produktif, dan ada 11 yang berupa kelebihan fisik.

Pertama memang orang tua baiknya memahami terlebih dahulu tentang tema tema bakat yang ada. Kemudian, orang tua pun baiknya mengobservasi diri sendiri untuk menemukan bakatnya. Menemukan panggilan hidupnya. Dengan demikian, orang tua memiliki pengalaman dalam hal ini. Sehingga lebih mudah saat saat mengobservasi bakat anak.
Kemudian saat mengobservasi bakat anak, hindarilah rasa tergesa gesa dan ingin segera menemukan bakat anak. Rileks tidak perlu terburu buru menyimpulkan. Anak anak masih akan terus berkembang sesuai dengan lingkungan dan pengetahuannya.

Tetap catat segala perubahan yang terjadi. Disana kita akan menemukan sebuah pola pengulangan pengulangan sifat produktif atau kelebihan fisik. Terus observasi sampai nanti akan ketemu  benang merahnya.
Proses observasi dan pencatatan  inilah yang paling penting dlam menemukan bakat anak.
Disini nanti akan terlihat mana yang hanya sekedar ikut ikutan, dan mana yang betul betul keluar dari dalam dirinya.Bahkan sifat suka ikut ikutan pun bisa dikarenakan oleh bakatnya. Kita perlu observasi mengapa si anak senang ikut ikutan, apa yang dia cari, dan bagaimana jika ia  tidak melakukan hal tersebut. Ini bahkan jika digali kita bisa saja menemukan sebuah bakat atau kekuatan disana.
Misal ada anak senang ikut ikutan karena dia seorang learner, seornag pembelajar, yang selalu mudah tertarik akan sesuatu yang baru. Yang seperti ini biasanya dia hanya akan ikut ikutan untuk sesuatu yang menurutnya baru, mudah juga tertarik dengan hal.lain lagi, akan bosan jika sudah tidak ada lagi tantangannya, begitu seterusnya.
Disinilah perlunya emphaty dari ornag tua saat mengobservasi. Belajar menempatkan diri kita di posisi si anak. Belajar mendengarkan apa yang sebetulnya menjadi rujuan atau keinginan si anak.
Observasi dengan emphaty. Tidak hanya sekedar mencatat. Tapi juga mendengarkan…

6. Alienda Sophia – Bandung

Mulai umur berapakah kita sudah bisa mengobservasi talent pada anak ?
Untuk anak usia 2,5tahun, apa sudah bisa disebut talent apabila dia terlihat menggandrungi sesuatu?

Jawaban :

Observasi bisa dimulai dari sejak bayi bahkan. Karena beberapa sifat sudah mulai terlihat di usia tersebut. Jangan terlalu terburu buru memberi label bakat pada anak di bawah umur. Kesukaann anak akan sesuatu memang alamiah di usianya yang belia. Mereka akan mudha tertarik pada sesuatu yang baru yang menarik menurut mereka. Tetapi itu belum bisa menjadi jaminan akan bakatnya. Lebih baik difasilitasi saja sambil mengobsevasi dan dilihat sampai sejauh mana kesukaannya tersebut. Akan lebih jauh kita lihat apa yang membuatnya tertarik, jika diganti dengan objek serupa apakah ketertarikannya akan tetap sama?
Misal anak senang menyanyi. Disini kita observasi lagi apa yang disukai nya dari menyanyi, apakah suaranya memang merdu, menyanyi seperti apa yabg disukainya? Dihadapan banyak orang, saat tampil kedepan kah, atau menyanyi beramai ramai dengan ornag lain, atau apa..
Ini disini dari satu objek saja akan sangat banyak yang perlu kita observasi pada akhirnya.
Tidak perlu terburu buru, ikuti saja alurnya, berikan kesempatan, dan tidak perlu terlalu banyak mengintervensi.

7. Dinda – Depok

Anak-anak kami sekarang sedang transisi homeschooling setelah 4 tahun bersekolah formal. Kami beberapa minggu ini sedang menguatkan adab dan akhlak mereka utk siap magang beberapa bulan kedepan. Betulkah yang sudah kami lakukan? Ada kah contoh jurnal pencatatan kegiatan anak2 yg bisa kami buat yang dapat merecord 4E mereka di setiap kegiatan?
Jawaban :

Insyaallah teh Dinda tau apa yang paling tepat buat ananda. Saya percaya dengan kekuatan fitrah ayah bunda. Insting orang tua m, fitrah yang dimiliki akan menuntun setiap orang tua agar dapat mendidik anak anak nya sesuai fitrah.
Setiap keluarga spesial, setiap keluarga memiliki keunikan masing masing.
Apa yang Dinda lakukan itulah yang terbaik.
Insyaallah…
8. Fadhila Rahma Pinasthika – Purbalingga

Bagaimana menemukan bakat untuk orang dewasa yang sudah menjadi orang tua namun merasa belum menemukan bakatnya sendiri sehingga kebingungan dalam menemukan bakat anaknya?
Jawaban :

Banyak mengenal diri sendiri. Perbanyak pengetahuan  dan ragam aktivitas agar lebih membuka wawasan.
Kenali 34 tema bakat dan 11 aktifitas fisik dalam TM. Kemudian observasi diri sendiri. Kenali mana saja dari tema tema bakat itu yang paling sesuai dengan diri kita dengan ciri ciri bakat yang telah saya sampaikan di atas.
Dan yang paling penting adalah banyak memohon tuntunan pada Allah.
Memohon padaNya untuk ditunjukkan jalan untuk menemukan misi hidup kita.

9. Ainun Muharomah – Purwokerto

Pertama, Sebelum kita menemukan bakat anak, tentunya kita sebagai orang tua harus tau dulu apa bakat kita. Tapi bagaimana kalo kita sebagai orang tua belum paham apa bakat kita? Apakah terlambat untuk kita belajar menemukan bakat diri kita sendiri? Nah, bagaimana caranya kita menemukan bakat kita terlebih dahulu?

Kedua, Apakah sama antara passion, bakat dan juga hobi? Trimakasih 🙏

Jawaban :

Jawaban hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya. Tidak ada kata terlambat dlaam menemukan bakat. Bukankah lebih baik terlambat dari pada tersesat seumur hidup.😁

Bakat adalah sifat produktif, karakter  yang menjadi bawaan sejak lahir. Yang akan terus menerus seumur hidup tidak berubah dan akan terus meminta untuk dikerjakan. Sebuah ketertarikan dan keterampilan alami dari seseorang.

Minat adalah hal yang membuat seseorang tertarik akan sesuatu. Bisa jadi karena pengaruh lingkungan, keadaan, atau kebutuhan.  Hobi adalah aktifitas  yang disukai seseorang. Biasanya ini berhubungan dengan aktifitas fisik.  Bakat akan selalu menarik minat seseorang untuk melakukannya. Tapi minat belum tentu bakat.

10. Anya – Singapura

Sejak umur berapa hasil talent mapping dianggap sudah cukup akurat untuk diobservasi?

Jawaban :

Idealnya usia minimal 15 tahun baru seseorang untuk mengikuti tes TM.
Pada usia tersebut diharapkan seseorang telah memiliki cukup wawasan pengetahuan dan kedewasaan dalam menentukan pilihannya

Akan tetapi Abah Rama, penemu TM pernah meng assessment anak usia dibawah  itu dan hasilnya sudah ajeg dan bagus serta sudah mengarah. Hal ini karena anak tersebut sudah memiliki banyak wawasan, dan pengalaman.

Dan sering juga kejadian orang orang  yang sudah dewasa dengan usia di atas itu tapi masih bingung dan blm bisa menemukan dirinya. Dan masih kesulitan saat mengisi assessment

Jadi sekali lagi tergantung pada personalnya lagi akhirnya

11. Myra – Kuala Lumpur

Bisa dijelaskan apa itu checklist Pandu 45 dan contoh penerapannya untuk anak usia 4 tahun? Bagaimana cara mengetahui bakat anak usia balita yang masih moody (mudah bosan)?

Jawaban :

Pandu 45 adalah panduan  aktifitas2 yang bisa dilakukan oleh anak untuk menemukan kekuatannya. Aktivitas produktifnya.

Balita memang masih akan berubah ubah. Masih akan terus mengeksplorasi sekitar. Termasuk dengan minatnya juga yg tentu akan terus berubah. Yang perlu orang tua lakukan adalah mengobservasi, melakukan pencatatan rutin terhadap aktivitas anaknya.
Sekali lagi, jangan terburu buru, tidak usah tergesa gesa menemukan bakat anak. Biarkan tumbuh sesuai fitrahnya. Jangan terlalu banyak menggegas. Just relax…

45 aktivitas dlm pandu 45 yg perlu diperkenalkan ke anak-anak (Sumber: Bu Septi Peni)

1. Mengendalikan orang
2. Menengahi konflik
3. Mengatur Orang
4. Berjualan
5. Menyeleksi orang
6. Mengkomunikasikan
7. Mewakili
8. Memotovasi
9. Mendidik
10. Merawat
11. Melayani
12. Merancang
13. Mencipta
14. Mensistesis
15. Memasarkan
16. Membuat strategi
17. Membuat visi
18. Menganalisis
19. Menata Keuangan
20. Memulihkan
21. Mengevaluasi
22. Meneliti
23. Menulis
24. Menginterpretasi
25. Menata administrasi
26. Memproduksi
27. Menjaga mutu
28. Menjaga keselamatan
29. Mendistribusikan
30. Mengoperasikan
31. Akting
32. Menata kecantikan
33. Seni lukis
34. Seni musik
35. Menyanyi
36. Memperagakan busana
37. Menari
38. Memasak
39. Memelihara lingkungan
40. Keterampilan tangan
41. Kerajinan tangan
42. Keterampilan fisik
43. Bercocok tanam
44. Berolahraga
45. Berternak
12. Husna – Bogor

1. Bagaimanakah hubungan antara minat dengan bakat? apakah selalu ada kolerasi antara keduanya?
2. Apabila ada hal yang diperkirakan itu adalah bakat, namun dalam waktu tertentu ada rasa bosan melakukannya, apakah masih dikategorikan bahwa itu bakat atau itu hanya sebuah minat saja?
Terimakasih banyak

Jawaban :

Kalo bakat, secara alami akan memacu minat. Tapi minat, belum tentu bakat.
Kalo bosen pasti bukan bakat. Karena bakat gak akan pernah menimbulkan kebosanan
Secara alami bakat akan terus menarik bagi org tersebut.

13. Sakinah Luthfi – Singapura

Bagaimana jika ortu melihat potensi pada anak lalu memasukkannya ke activity itu tapi anak merasa tidak suka?
Misalnya saya lihat anak saya jago renang tapi dia ga suka dimasukkan ke ekskul renang disekolahnya.

Apakah ekskulnya perlu distop mengikuti keinginan anak atau tetap dilanjutkan walaupun anak terpaksa?

Jawaban :

Baiknya tidak dipaksa. Karena kursus bukan satu satunya cara untuk belajar. Bahkan cara belajar anka pun berbeda beda. Ada yang cocok dengan gaya belajar formal seprti di sekolah atau kurus, tapi ada yang lebih cocok belajar sendiri.
Dan sebenarnya perlu dicari tau juga apa alasan anak menolak kursus. Apakah karena tempatnya, gurunya, sistem pembelajarannya atau alasan lain

14. Sukma – Jepang

Anak saya perempuan umur 6 tahun Dia sangat suka sekali menggambar dan segala macam yg berhubungan dengan dinosaurus. Saat dia bereksplorasi sesuai kegemarannya, apabila ada pertemuan dengan anak yg memiliki hobi yang sama, temannya ini selalu laki-laki, semoga kedepannya betemu dengan anak perempuan juga. Pertanyaan saya, bagaimana memahamkan bahwa perempuan dan laki-laki sama saja, karena sering kali anak saya jadi menarik diri saat dia merasa ada sesuatu yg tidak bisa dia lakukan karena dia anak perempuan.

Jawaban :

Wah ananda seneng Dinosaurus ya?

Pertama coba dimulai dari lingkungan keluarga dlu bun. Berikan pemahaman dan pengalaman bahwa hal seperti itu wajar. Mulai dari keluarga yang menerima ananda apa adanya. Karena menyukai dinosaurus mah wajar wajar saja. Banyak paleontolog yang seorang wanita. Keren keren lo. Salah satunya adalah Marry Anning. Seorang paleontolog wanita yang terkenal meneliti disnosaurus.
Mulai dari keluarga, berikan dukungan, kepercayaan, dan tumbuhkan keberanian ananda agar tumbuh kepercayaan dirinya

15. Linda Dwihapsari – Lampung

1. Bagaimana cara kita membantu jika ada seorang anak laki – laki usia 11 tahun , tapi belum terlihat bakatnya?
2. Adakah tips tertentu yang harus dilakukan orangtua juga saudara dekat yang ada di sekitar si anak agar tidak tertinggal jauh dalam menemukan bakatnya?

Jawaban :

Pertama kita perlu memahami dahulu tentang pengertian bakat. Bahwa bakat bukan hanya kelebihan fisik, tapi juga sifat sifat yang produktif.

Anak belum terlihat kecenderungannya biasanya karena kepercayaan dirinya terkikis. Oleh karena itu tumbuhkan kembali kepercayaan dirinya. Berikan kesenpatan dna kepercayaan pada ananda untuk menentukan sendiri apa yang diinginkannya.

Dan mulai kembali dengan 3 B
Banyak  ragam kegiatan
Banyak wawasan, dan
Banyak bertemu orang

Jangan lupa terus mendampingi dan terus mengobservasi perkembangan perkembangannya. Ulangi semua langkah dari awal
16. Yuna Tresna – Karawang

Bagaimana cara memberikan pengalaman atau pengetahuan baru kepada anak (usia 9 tahun) yang belum apa-apa sudah menolak/tidak mau mencoba? Contohnya: anak sangat suka main bola kemudian ikut sekolah sepak bola (SSB). Lalu orang tua mau mengajak untuk mencoba kegiatan yang lain seperti berenang, panahan, wushu, dll namun anak belum juga mencoba sudah menolak. Apakah bakatnya memang hanya di sepak bola? Terima kasih banyak.

Jawaban:

Perlu didengarkan dahulu alasan penolakan dari ananda. Apa yang membuat ananda menolak kegiatan lain.

Kemudian jika ananda memang belum mau mencoba kegiatan kegiatan tersebut, ya gak apa apa. Minimal kita sudah memberi pengetahuan dan wawasan tentang kegiatan lain. Kalo memang ananda tidak tertarik lebih baik tidak perlu dipaksa. Berarti memang tidak tertarik akan hal itu.

17. Siti Maesaroh – Purwokerto

1 . apakah bakat bisa diturunkan dari orangtua?
2. bagaimna cara mengetahui kalau anak berbinar binar matanya ?
3. apakah berbeda antara hobi dan bakat dan apakah saling berkaitan ?

Jawaban :

1. Belum ada penelitian yang membuktikan hubungan antara gen dan bakat.
2.  Amati, observasi, dan dengarkan anak dari hati. Emphati
3. Sudah ada jawaban di pertanyaan sebelumnya
18. Anonim – Jogjakarta

Bagaimana jika kita sudah menemukan hal yang disukai dan enjoy ketika menjalankannya, namun jika dibandingkan dgn orang lain (yang menyukai hal yg sama), prestasi kita jauh dibawah org lain tsb. Apakah yang namanya bakat itu harus ditunjukkan dgn kegemilangan prestasi dan kejuaraan? Bagaimana mengukur bahwa kita sukses dalam bakat kita? Trims

Jawaban :

4E diukur oleh diri sendiri. Termasuk dalam hal excellent. Tidak bisa serta merta secara sederhana dibandingkan dengan orang lain. Uang mengukur adalah diri sendiri. Excelent adalah saat diri kita puas dengan hasil yang kita buat. Puas saat setelah melakukannya.
19. Dessy_Singapura

Apakah ada hubungannya pencarian bakat dgn sifat seseorang (kolerik/melankolis/sanguin/phlagmatis?)

Jawaban :

Secara tidak langsung ada juga. Tapi saya belum bisa membuktikan hal ini. Hanya dari pengamatan sekitar saja.
Misalnya seorang sanguin biasanya communicator. Dan kuat di bagian berhubungan dengan orang lain, biasanya relator. Dan begitu selanjutnya
Selalu ada hubungan hubungannya dengan ke 34 tema bakat

19. Ratih Indah Puji – Subang

Adakah aplikasi/tes online untuk mengetahui bakat yang dimiliki anak?

Jawaban :

Anak masih berkembang, masih perlu banyak pengetahuan, wawasan, dan pengalaman. Apa yang mereka sukai, minati dan geluti saat ini tidak menjadi jaminan akan menjadi bakatnya kelak sampai dewasa.
Baiknya tidak perlu memggegas. Observasi aja terlebih dahulu oleh orang tua. Dicatat dan diamati perkembangannya.
Saya ada assessment untuk isian orang tua dalam membantu pengamatan anak. Tapi tidak untuk diisi oleh anak
20. Laily – Pekanbaru

1. Saya sering melihat banyak orang yang mulanya hobi menjadi bakat,karena hobi yang diasah terus menerus akan membuat orang tersebut ahli di bidangnya, misal hobi komputer, lama2 memiliki kemampuan lebih dr sekedar meng-operasikan komputer. Apakah bs dibilang bakat berawal dari hobi?

2. Ketika ada orang dewasa mudah stres dan beberapa tidak tahu bakat yg dimiliki, darimana diperbaikinya bu? Terima kasih

Jawaban :

Jika bakat pasti akan selalu menimbulkan minat. Dan akan mudah untuk dipelajari. Hingga pasti akan mudah menjadi hebat pada hal tersebut.
Untuk orang dewasa yang ingin mengetahui bakatnya bisa mengikuti assessment sebagai alat  bantu menemukan diri. Lanjutkan dengan lebih memahami diri dengan observasi dan pemahaman diri.