Posted in Writing Skills and Hand Lettering

Rahasia Charlie

Oleh : Efi Femiliyah, Rezky Ayu Andira, Shalikah, Yuliana Samad, Bebby Jovanka, Dwiagris Tiffania, Annisa M. Gumay, dan Yeptirani Syari

Sudah sepekan aku tinggal di rumah baru ini. Bang Udin memanggilku dengan Charlie. Ah, Charlie, nama yang mencerminkan kegantenganku. Jujur saja, dibeli oleh Bang Udin merupakan keberkahan untukku, karena sepertinya Bang Udin orang yang baik. Semoga saja harapanku menjadi kenyataan. Aku selalu melihat Bang Udin didatangi banyak orang, entah apa pekerjaannya. Masa bodoh, lah. Yang penting dari sejak aku datang, aku selalu makan enak.

Aku sebenarnya heran dengan penampakan diriku sebagai ayam ganteng saat ini. Aku mengingat dengan jelas sebelum dibeli Bang Udin, bulu-buluku berwarna merah kehitaman. Pola berwarna kuning ada di bagian punggungku, bulu hitam di bagian dada. Tapi setelah bang Udin memberiku ramuan yang entah apa gerangan, warna buluku berubah. Yang kuingat hanyalah aku diletakkan di dalam wadah besar yang diberi ramuan itu. Lalu bang Udin mengaduk-adukku dalam wadah tersebut dengan tangannnya, seperti mengaduk keripik yang dibumbui. Aku kini berubah dari jengger, paruh, bulu, kulit, kaki, bahkan pantatku menjadi hitam legam. Ada apa dengan diriku sebenarnya?

Pagi ini seperti biasa kulihat Bang Udin sibuk di ruang tengah. Ia mulai menata meja, botol-botol air minum, dan nampan besar berwarna emas yang baunya, duh, aneh sekali. Terkadang ia menunduk dan termenung sejenak sambil berbicara tak jelas. Ah, biarlah, yang penting hari ini aku tetap makan enak di rumah mewahku ini. Kemarin badanku rasanya habis diputar dan dibalik-balik di dalam wadah. Aku lelah dan ingin tidur. Eh, tapi tunggu dulu, siapa pria muda berbadan tegap yang menghampiri Bang Udin itu?

Pria itu datang dengan wajah kusut dan berminyak persis plastik bekas gorengan. Yaiks, aku tak suka bau orang itu! Firasatku tidak enak. Kugeser pantat legamku sedikit menjauh. Belum sempat mendarat sempurna, Bang Udin mengangkat dan memutar-mutar tubuhku di atas nampan emas hingga kepalaku terasa pusing. Sejurus kemudian, awwww! Sehelai buluku pun dicabutnya dan diberikan kepada pria asing itu. Kutatap Bang Udin tak percaya dan membatin teganya kau, Bang!

“Bulu ini… buluh perindu. Kilik sedikit ke perempuan itu dan dia akan jadi milikmu,” pesan Bang Udin dengan percaya diri.

Ah, Bang Udin ini ada-ada saja! Mana mungkin buluku punya kekuatan ajaib, aku kan hanya ayam biasa. Lihat saja nanti, pasti laki-laki itu akan kembali lagi untuk protes. Hari-hari pun berlalu, beberapa orang yang pernah kutemui berdatangan lagi. Namun, kali ini aku tidak diajak masuk ke ruangan Bang Udin. Tapi sayup-sayup kudengar, mereka merutuk padanya.

“Aam..puun, Bang, ada cara lebih jitu untuk mendapatkan perempuan yang Abang suka itu.” Bang Udin berbisik pada mereka.

Seketika pria itu mengeluarkan dompet tebalnya sambil tertawa, “Hahaha, Siti Maemunah, kau akan jadi milikku, Sayang.”

Mereka mendekat ke arahku dan tiba-tiba satu temannya mengambilku dengan paksa.

“Petookkk…petoookk!!” Aku tak dapat menghindar. Pria tegap ini memegangiku dengan kuat dan kami pergi dari rumah Bang Udin.

“Ingat, Bang … namanya Ki Manteb, di pengkolan Jalan Sawo, ya!” teriak Bang Udin sambil mengibaskan lembaran uang di tangannya.

“Kamu punya foto perempuan itu, nggak?” tanya lelaki tua berkumis yang tinggal di pengkolan Jalan Sawo.

Ada Ki, ini foto Siti Maemunah binti Rohadi,” jawab pria tegap tadi sambil tersenyum puas.

“Mantap … sebelum menyembelih si cemani, saya cuci tangan dulu ya..,” sahut Ki Manteb seraya menuju wastafel.

Hati ini mulai kacau karena sebentar lagi riwayatku tamat, tega betul Bang Udin mengirimku ke sini. Aku makin memelas saat tangan kiri Ki Manteb menggerayangi leher dan punggungku sementara tangan kanannya menggenggam golok.

“Lho.. jari saya kenapa jadi hitam begini?” sahut Ki Manteb keheranan ketika hampir menyembelihku. 

Ia kemudian menaruh golok dan menggosok-gosokkan serbet ke leher dan tubuhku. Sepertinya, tangan basah Ki Manteb melunturkan ramuan yang dilumurkan Bang Udin pada buluku tempo hari.

“Gunung gundul… Ini bukan ayam cemani!” Ki Manteb berteriak kesetanan.

Aku tahu apa itu ayam cemani, karena aku punya seekor teman yang berbulu cemani. Tapi aku hanya ayam kampung biasa, darahku merah kehitaman, buluku juga berwarna-warni, tidak seperti temanku itu. Ki Manteb melepaskan genggamannya dari tubuhku. Kesempatan ini kugunakan untuk menggeliat kabur. Masih terngiang rutukan dan cacian dari mulut Ki Manteb dan laki-laki yang membawaku tadi. Sekilas kulihat, laki-laki itu membawa golok sambil tergesa-gesa berjalan ke rumah Bang Udin.

***

#TantanganMenulisCerpenKeroyokan #RBMIPJakarta #NulisRamerameituAsyik #WarnaIndonesia

Posted in Cerita Rumah RaQueeFA, Uncategorized

Menimbang Homeschooling

 

 

 

 

 

 

 

-MENIMBANG HOMESCHOOLING-
@non_nheesa

Sebuah peradaban sejatinya dibangun dari dalam rumah. Orangtua adalah pendidik pertama dan utama untuk anak-anaknya.  Terlepas nantinya orangtua akan mendelegasikan pendidikan pada pihak ke-tiga, itu tidak akan mengubah amanah utama pendidikan anak yang diberikan Tuhan padanya.

Homeschooling sebagai pilihan pendidikan, sejujurnya, sudah lama saya inginkan dan pertimbangkan. Homeschooling memberi saya dan anak-anak peluang untuk merdeka dengan pilihan ilmu yang dipelajari dan bisa menyesuaikan fitrah masing-masing anak. Satu hal yang juga menantang dalam homeschooling adalah anak dan orangtua tumbuh bersama. Di sini yang belajar bukan hanya anak tetapi juga orangtua.

Seringnya keluarga kami bertemu dengan teman-teman komunitas, yang sudah duluan melaksanakan HS sebagai pilihan pendidikan keluarganya, ternyata membuat Salika tertarik dengan HS. Sementara Haura dan Farih masih memilih pendidikan formal. Adapun untuk Fatih, saya sih inginnya bisa menerapkan HS usia dini.

Namun sebagai seorang ibu tunggal yang juga bekerja di ranah publik, memilih HS tentu harus dengan pemikiran yang matang. Meski saya dan anak ingin HS, tidak serta merta kita memutuskan tanpa belajar, latihan, dan pertimbangan panjang. Karena apa pun pilihan terhadap pendidikan anak, kita wajib bertanggungjawab atasnya.

Masalah bisa atau tidak bisanya HS dilakukan oleh ibu tunggal, yang juga bekerja di ranah publik, pertanyaan kuncinya justru sejauh mana sang Ibu mampu menginvestasikan waktu untuk anak-anaknya?

Dan,..
Pandemi ini bagi saya seperti ajang mengamalkan ilmu Fitrah Based Education dan Manajemen waktu HS yang sedang dipelajari dari @fitrahbasededu dan @rumahinspirasi.

Alhamdulillah, bersyukur Alloh kasih kesempatan belajar dan melatihkan HS dalam keseharian ketika #dirumahaja meski saya masih rada oleng menyeimbangkan antara WFH dengan urusan domestik. 

Terus sadar belajar, dan berusaha menemukan model belajar paling sesuai dengan tujuan pendidikan keluarga kami menjadi poin penting bagi saya. Selama pandemi, saya baru mencoba unschooling. Untuk ini, saya harus banyak main bareng, ngobrol bareng, dan beraktivitas bareng anak agar bisa memahami kebutuhan belajar mereka.

Menyiapkan anak menjadi pembelajar mandiri, dan mengarahkan tim Rumah RaQueeFA, termasuk diri sendiri, untuk terbiasa memanfaatkan waktu dengan baik sungguh memerlukan komitmen yang luar biasa juga. Saya masih remedial terus di bagian ini 😂

Lalu, bagaimana ke depannya?
Ketika WFH, masih ada saya yang pasang badan. Nah, kalau saya sudah harus bekerja kembali di luar rumah, ini juga penting untuk dipikirkan..

Seberapa siap keluarga kami menjalani HS?
Apakah saya sudah mempersiapkan support system untuk mendampingi beberapa anak saya yang mungkin akan memilih HS sebagai pilihan pendidikan? Atau kembali mendelegasikan pendidikan ke pihak ke-3?

Sambil ikhtiar berlatih, doa pun menjadi hal utama. Semoga Alloh akan menunjukkan pilihan terbaiknya untuk saya dan keluarga. Karena apa pun pilihannya, kita harus bertanggungjawab dengan konsekuensi dari pilihan tersebut.

 

 

Posted in Stories of My Class

Video 3M e-news challenge, 71-20

Video ini dibuat oleh siswa SMAN 71 Jakarta kelas XI IPS 1-4, dan XI MIPA 1-2, pada semester genap TP. 2018-2019. Karya ini dibuat untuk memenuhi tugas mapel Ekonomi KD Perpajakan. Berikut karya terbaik video 3M e-news challenge seluruh katagori :

 

#1 Strategi Memaksimalkan Penerimaan Pajak dalam APBN

dengan link :

https://drive.google.com/open?id=1_ZqcXKfXDz5hSsbmgCDW3SS8TroIK5qc

 

#2 Tantangan Self Assesment System dalam Pemungutan Pajak di Indonesia

dengan link :

https://drive.google.com/open?id=1_qggBhlnn3j_Ji7dt8P14WM3Qi0SDb8-

https://drive.google.com/open?id=1WyMzEJ6SUXSt463iLqe4UT9AGDB3b7_U

 

#3 Peran Pajak Online di Era Industri 4.0

dengan link :

https://drive.google.com/open?id=1NMtTSJGHKWYkaQOpfQo7MrZGds41sGuN

https://drive.google.com/open?id=1L2JkA1pqClmkU_8AOYTSbSsjp3ZeLh7_

 

#4 Pro Kontra Pemberlakuan Pajak untuk Youtuber dan Selebgram

dengan link :

https://drive.google.com/open?id=1_9M4vUcONnUz1Ms1-G1Enam5zCCjTHEs

https://drive.google.com/open?id=13M9z7CLb3GkdJDHWfYmrGI7VQNxWUZdQ

 

#5 Solusi untuk para Pengemplang Pajak

dengan link :

https://drive.google.com/open?id=1UeSTMrInwShqFQQzlZIZ16dpFsKNH5Br

 

#6 Literasi Pajak untuk Pengusaha UKM dan UMKM

dengan link :

https://drive.google.com/open?id=1G3eY_JnjxJu8PROrKFIeHZYGEXe1fiqj

https://drive.google.com/open?id=1jkri84J1aefzjJU66gALqcSe-V76v_0z

Posted in Hijrah Nol Sampah IP Jakarta, Writing Skills and Hand Lettering

Kisah Tukang Jajan Kembali ke Jalan yang Benar

Kalau teman-teman menyangka tulisan ini akan berkisah tentang cerita yang mirip-mirip sinetron AZAB, berarti teman-teman harus siap kecewa. Karena kisah yang akan saya bahas pada sesi ini gak ada serem-seremnya 🙂

Meski begitu, saya berharap sharing pengalaman ini ada manfaatnya. Terutama untuk teman-teman yang hobi jajan junk food dan belum kepikiran untuk beralih ke pola makan yang baik dan benar.

Begini ceritanya :

Sebagai seorang picky eater, sayur dan buah termasuk jenis makanan yang kurang saya sukai. Padahal waktu kecil, Mama membiasakan kami makan makanan rumah yang sehat, termasuk sayuran. Seingat saya, Papa juga sering membuatkan jus buah untuk kami. Tapi saat itu, ritual makan sehat ini lebih seperti kewajiban bagi saya, yang harus dilaksanakan, suka atau pun tidak.

Tak ayal waktu makan pernah menjadi saat yang paling saya benci. Rasanya kesal harus menghabiskan makanan yang tidak saya sukai, banyak pula. Saya pun sempat terheran, “kok bisa yaa dulu saya gak merasa lapar?”

Aneh bukan?

Namun jangan ditanya kalau soal jajan. Beuh,.. gak bakal ditolak kalo ada kesempatan jajan mah,.. terutama jajan camilan. Itu sih saya doyan bener!

Pokoknya yang penting, jangan nyuruh saya makan berat aja deh 🙂

Hobi jajan ini ternyata makin parah saat saya sudah bisa cari uang sendiri. Bebas jajan apa aja yee kan pemirsa..

Pada masa itu, pilihan menu camilan saya kebanyakan makanan instan pabrikan, dan junk food. Aktivitas saya yang cukup padat pun menjadi salah satu latarbelakang pola konsumsi saya yang instant dan asal kenyang.

Kemudian hobi jajan junk food ini akhirnya terpaksa dikurangi sejak punya anak, terutama saat hamil dan menyusui. Tapi begitu fase ini kelar, yoo balik maning ke kebiasaan awal. Paksu sering banget mengingatkan bahwa makan itu kebutuhan  tubuh, bukan kebutuhan lidah. Jadi, harus ikhlas nelen makanan sehat meski gak enak. “Lagian lewat lidahnya juga cuma sebentar”, begitu katanya.

Alhamdulillah beberapa bulan belakangan, saya mulai insyaf terkait urusan jajan tidak sehat ini. Setelah banyak membaca buku terkait Eating Clean, menyimak postingan JSR nya dr. Zaidul Akbar, dan menyimak sharing teman-teman pegiat zerowaste yang telah lebih dulu beralih ke makan pintar makan benar, akhirnya otak saya mulai tercuci dan mulai sadar kalau pola makan selama ini udah salah banget.

Adapun nasehat paling mengena bagi saya itu adalah yang berasal dari diri sendiri. Ketika badan ngasih sinyal “full of toxin” dan minta didetox, saya jadi mikir.. “Apa jadinya kalau saya masih bertahan dengan pola makan tidak sehat begini..”

Memang sih, detoksifikasi tubuh bisa dilakukan salah satunya dengan berbekam. Kebetulan saya juga punya sahabat yang berprofesi sebagai terapis bekam sehingga lebih mudah berbekam pas badan berasa gak enak, Alhamdulillah..

Tapi kan yaa.. tetap saja akan lebih baik kalau setelah bekam dan seterusnya saya konsisten dengan pola makan yang baik, sehat, dan halal.

Ada sebuah prinsip, dalem banget, yang saya kutip dari buku “Panduan Mudah Eating Clean” karya Mba Inge Tumiwa-Bachrens, yaitu..

“Ingatlah selalu :

Makanan yang tidak sehat adalah R.A.C.U.N yang pelan-pelan akan merusak tubuh kita dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan serta penyakit kronis. Sedangkan makanan yang sehat (bergizi) adalah S.E.N.J.A.T.A yang pelan-pelan juga akan memberi kita kesehatan yang optimum, yaitu kesehatan badan, pikiran, dan jiwa.”

Saya berharap semoga di akhir hidup, saya diqodar meninggal tanpa sakit sebelumnya sehingga tidak menyusahkan anak-anak dalam perawatannya. Dan harapan ini tentunya harus dipersiapkan dengan pembiasaan makan benar dari sekarang. Jadilah kini saya mulai meminimalisir jajan tak berfaedah. Kalau pun harus jajan, diusahakan memilih produk teman sendiri yang sudah saya pahami benar kehalalan, kebersihan, dan kesehatannya.

Makan mie juga sudah mulai saya kurangi lhoo, meski jujur.. mie adalah godaan terberat, hu..hu.. 😦

Mohon doa, semoga ke depan, saya bisa konsisten makan bagus demi menjaga kesehatan yaa teman-teman…

Mari kita semangat beralih ke pola makan sehat !!

“You don’t have to eat less, you just have to eat right.” -Unknown-

 

#Writober #RBMIPJakarta #IbuProfesionalJakarta #JajanMakananSampahvsMakanBagus #MakanPintarMakanBenar #EatingClean

Posted in Hijrah Nol Sampah IP Jakarta, Writing Skills and Hand Lettering

2R, Kunci Penting Memulai Hijrah Nol Sampah

Saat saya memulai Hijrah Nol Sampah setahun lalu, tahapan 5R termager (males gerak) versi saya adalah Rot (mengompos). Entah mengapa, membayangkan proses mengompos saja, sudah memunculkan banyak ide pemakluman bagi diri sendiri untuk menunda aktivitas ini. Ada aja excuse nya 😉

Tapi kemudian saya merasa bersalah karena masih menyumbang sampah organik dari rumah. Dan hal ini akhirnya menstimulus saya untuk mencari tips mudah menghindar cantik dari mengompos, meski tetap berusaha untuk belajar mengompos dan mengamalkan ilmunya.

Lalu saya menemukan bahwa, ternyata, kunci utama memulai Hijrah Nol Sampah bagi orang yang malas mengompos macam saya adalah dengan konsisten melakukan 2R (Refuse and Reduce). Karena cara efektif hidup minim sampah adalah dengan tidak memproduksi sampah.

Refuse adalah upaya kita mencegah diri memproduksi sampah. Sedangkan reduce merupakan upaya kita mengurangi timbunan sampah, bahkan sebelum sampah dihasilkan. Cara kerja 2R ini sebenarnya cukup sederhana :

  1. HANYA MEMBELI barang yang KITA BUTUHKAN.
  2. MENGURANGI pemakaian produk penghasil sampah yang KITA BUTUHKAN.

 

# Apa saja yang sudah saya lakukan terkait 2R dalam perjalanan Hijrah Nol Sampah?

  1. Mikir panjang sebelum belanja. Proses memutuskan barang yang akan dibeli harus melewati beberapa pertanyaan :
  • Apakah barang yang ingin saya beli KEINGINAN atau KEBUTUHAN?
  • Apakah saya memiliki barang dengan FUNGSI SEJENIS di rumah?
  • Apakah kemasan barang yang ingin saya beli MUDAH DIDAUR ULANG?
  • Apakah barang yang saya beli bisa diKONSUMSI secara BERKELANJUTAN?
  1. Belanja di rumah sendiri, membiasakan bebenah rumah secara berkala, dan mendonasikan barang yang jarang dipakai.
  2. Masak, jajan, makan, dan minum secukupnya. Berusaha untuk selalu menghabiskan makanan dan minuman.
  3. Membeli barang kebutuhan dalam jumlah besar (tetap ditakar sesuai kebutuhan) untuk mengurangi banyak sampah kemasan ukuran kecil.
  4. Belanja menggunakan wadah sendiri.
  5. Menyiapkan perlengkapan jalan jajan minim sampah kalau bepergian, seperti : tas belanja yang bisa dilipat, wadah camilan, sendok, garpu, sumpit, sedotan stainless, tumbler.
  6. Memilih makan di tempat menggunakan alat makan resto daripada membungkus makanan. Berusaha mengingatkan pramusaji untuk tidak menaruh sedotan plastik dalam minuman yang kita pesan.
  7. Lebih suka mix and match baju yang udah ada untuk meminimalisir pembelian pakaian. Tips agar gampang mix and match pakaian : membeli baju dengan warna yang netral, dan model yang klasik.
  8. Memilih serbet/sapu tangan daripada tissue. Memilih cotton pad daripada kapas. Memilih sikat gigi bambu daripada sikat gigi plastik. Memilih menggunakan cotton bud bambu daripada yang plastik. Memilih alat cukur jadul yang bisa dipakai berulang-ulang daripada alat cukur plastik.

 

Pernahkah merasa gagal dalam perjalanan Hijrah Nol Sampah?

Pernah.

# Saat kelaparan dan kehausan tapi perlengkapan jalan jajan minim sampah ketinggalan di rumah.

# Saat hasrat mengkonsumsi “barang lucu” membutakan hati 😦 Udah berusaha menghindar dari barang tersebut, tapi barangnya manggil-manggil terus akhirnya khilaf (alesan klise).

#Saat anak belum masuk fase toilet training dan mamak males nyuci clothdiapers. Alhamdulillah, bocahnya sekarang udah lepas pospak.

#Udah punya menscup tapi belum berani memakainya.

#Godaan konsumsi terbesar saya : buku dan mainan edukasi. Sering nyesel menumpuk buku tapi gak sempet baca.

 

Rencana Aksi Hijrah Nol Sampah berikutnya :

  1. Membuat sendiri produk perawatan diri yang alami dan perlengkapan pembersih rumah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi konsumsi produk sejenis dengan kemasan yang sulit didaur ulang.
  2. Membangun perpustakaan seru skala rumahan untuk membarokahkan koleksi buku.
  3. Bertukar buku, dan membaca buku di perpustakaan agar tidak selalu harus membeli buku baru.
  4. Bersahabat dengan aktivitas mengompos.
  5. Mencatat kegagalan HNS sebelumnya agar bisa melakukan perbaikan strategi minim sampah di kemudian hari.

 

Setiap orang memiliki milestone masing-masing dalam perjalanan Hijrah Nol Sampah. Bersyukur lah jika kita memiliki motivasi intrinsik untuk berusaha konsisten sebagai sahabat bumi.

Perjalanan 1000 langkah dimulai dari langkah pertama, termasuk proses hijrah menuju gaya hidup minim sampah. Pastikan kita bahagia memulainya dan menikmati perjalanannya.

Harta karun dari sebuah perjalanan adalah hikmah. Saat berhasil mempraktekkan hidup minim sampah mau pun terpaksa menyerah sesaat, pastikan kita memahami hikmah dibalik peristiwa tersebut.

Tetap semangat menjadi diri yang lebih baik dari sebelumnya. Selamat memulai perjalanan Hijrah Nol Sampah dengan bahagia !

 

#Writober #RBMIPJakarta #IbuProfesionalJakarta #MemulaiHNS #HijrahNolSampah #RumbelGnOIP Jakarta #RefuseandReduce

Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

# Cerita Level 5 : Presentasi Bisnis dan Penyerahan Dana Kelompok Usaha Siswa (KUS)

 

Cerita Level 5 ini adalah tentang kegiatan Presentasi Bisnis. Kami mengibaratkan kegiatan ini sebagai aktivitas “Meet the Investor” dimana para wirausahawan harus mampu meyakinkan Investor bahwa bisnis mereka memiliki prospek yang terbaik sebelum memperoleh dana investasi sebesar Rp 1,000,000.

Presentasi Bisnis ini berlangsung pada tanggal 30 dan 31 Agustus 2017. Kami membaginya menjadi 2 hari karena ada 40 tim yang harus di uji dengan waktu Presentasi masing-masing tim 15 menit. Agar tidak mengganggu proses belajar, panitia membuat jadwal presentasi yang disosialisasikan pada peserta, wali kelas, dan guru piket 2 hari sebelum kegiatan di mulai. Siswa yang belum mendapat giliran mengisi waktu menunggu dengan tetap belajar di kelas. Setiap tim bersiap di depan ruang AV 15 menit sebelum jadwal presentasinya. Adapun jadwal presentasinya sebagai berikut :

Jadwal Presentasi Bisnis, ok

Pointer yang wajib muncul dalam materi presentasi tim adalah Design thinking, Lean canvas, dan struktur serta company profile tim. Tim yang siap dengan prototype mau pun tester akan lebih disukai. Fokus penguji dalam presentasi bisnis ini adalah memberi evaluasi dan saran terhadap materi presentasi tim. Penguji akan melampirkan catatan di akhir kegiatan presentasi yang dapat menjadi masukan bagi tim untuk melakukan persiapan bisnis yang lebih baik lagi. Adapun rubrik evaluasi dan penilaian presentasi dan business plan sebagai berikut : RUBRIK EVALUASI PRESENTASI BISNIS,ok

Design thinking merupakan pendekatan yang perlu dilakukan dalam berinovasi. Inovasi tidak lah sekedar menciptakan produk baru, barang atau jasa baru. Inovasi lebih dari itu. Inovasi adalah keberhasilan, secara sosial dan ekonomi, karena diperkenalkannya cara baru atau kombinasi baru dari cara lama dalam mengubah proses produksi sehingga konsumen merasakan MANFAAT yang lebih besar dari HARGA atau pengorbanan yang ia keluarkan.

design thinking.jpg

 

Pendekatan pemikiran desain menuntut produsen innovator untuk melakukan proses inovasi secara bertahap dalam merubah keinginan menjadi permintaan. Adapun pada setiap tahapannya melibatkan pandangan, perspektif serta konteks lingkungan sosial ekonomi budaya di mana pelanggan berada.

https://www.linkedin.com/pulse/design-thinking-business-strategy-customer-centered-kosasih

Tahapan Design Thinking :

  1. Emphatize (Empati) ; Mempelajari dan mencoba memahami kebutuhan pelanggan dan konteks di mana kebutuhan itu muncul melalui observasi dan interview pada pelanggan.
  2. Define (Menetapkan) ; Mengamati bagaimana pelanggan biasa berperilaku dan menggunakan produk-produk yang sudah ada dan menetapkan solusi untuk permasalahan dan kebutuhan pelanggan berdasarkan hasil obeservasi sebelumnya.
  3. 3. Ideate (Bertukar pikiran/Ide) ; Menggali ide sebanyak mungkin yang bertujuan memberikan nilai manfaat sebesarnya untuk pelanggan yang sudah dipilih atau diputuskan. Brainstormingpenting dilakukan pada setiap tahap dalam proses inovasi, mulai dari penggalian inspirasi, pengumpulan ide hingga seleksi ide.
  4. Prototype (Membuat produk replika) ; Membuat produk replika yang merupakan solusi permasalahan pelanggan yang ditetapkan berdasarkan 3 tahapan sebelumnya.
  5. Test (Menguji replika produk) ; Menguji manfaat produk bagi pelanggan dengan cara menunjukkan replika produk pada pelanggan dan menganalisa tanggapan pelanggan sebelum mengambil keputusan produksi.

Bagi perusahaan-perusahaan baru, metode design thinking ini sangat membantu ketika mereka memutuskan untuk menjadi bagian dari produsen innovator. Design thinking ini merupakan gerbang awal produsen innovator sebelum merancang usaha mereka dengan model bisnis Lean Canvas.

Adapun fungsi dari sebuah Model bisnis adalah sebagai rancangan usaha yang akan dibuat oleh produsen. Dengan kata lain, kita bisa menganggap model bisnis sebagai alat pembangun dan penggali ide bisnis. Salah satu model bisnis yang paling disarankan dan banyak digunakan oleh para entrepreneur pada dasawarsa terakhir adalah model Lean Canvas.

Alexander Osterwalder, salah seorang pencipta Lean Canvas, mengoptimalkan model bisnis ini dalam bentuk visual yang sangat ringkas, mudah dibuat, mudah dikomunikasikan, dan terutama mudah dimodifikasi. Lean Canvas mendokumentasikan sembilan blok bangunan dasar yang memperlihatkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan mempertahankan pertumbuhan bisnis. Kesembilan blok tersebut mencakup empat bidang utama dalam suatu bisnis, yaitu: pelanggan, penawaran, infrastruktur dan kelangsungan finansial.

Gambar diagram model bisnis lean canvas, sumber : https://www.reppy.co/lean-canvas/

Canvasreppy.jpg

Sembilan blok bangunan dasar tersebut yaitu:

  1. Problem (Masalah)

Problem menggambarkan permasalahan yang akan dipenuhi oleh organisasi atau perusahaan.

Pada blok ini siswa dapat diminta meluangkan waktu untuk secara rinci merumuskan permasalahan yang ada di masyarakat. Permasalahan yang diangkat tidak harus permasalahan yang paling rumit di masyarakat, melainkan permasalahan yang dapat diatasi oleh perusahaan. Di bagian ini dapat juga dituliskan solusi yang sudah ada di masyarakat namun belum sepenuhnya dapat menyelesaikan permasalahan.

  1. Customer Segment (Segmen Pelanggan)

Menggambarkan kelompok orang yang memiliki permasalahan di bagian Problem di atas dan hendak dijangkau dan dilayani oleh perusahaan.

Siswa dapat memilih segmen ini dari kelompok perseorangan atau organisasi. Kelompok perseorangan dapat dipilih berdasar kelompok umur, wilayah geografis, kondisi sosial-ekonomi, profesi, agama, atau pilihan lain. Kelompok organisasi dapat dipilih berdasar jenis organisasi, jenis usaha, dan lain-lain.

  1. Solution (Pemecahan Masalah)

Menggambarkan satu atau beberapa pilihan pemecahan masalah yang diambil oleh perusahaan untuk mengatasi masalah yang dipilih pada segmen pelanggan yang dipilih.

Jika siswa belum dapat menemukan solusi yang tepat maka mereka diperkenankan mengubah masalah atau segmen pelanggan yang telah ditentukan sebelumnya.

  1. Unfair Advantage

Menggambarkan hal-hal yang dimiliki oleh perusahaan tetapi tidak dimiliki oleh perusahaan lainnya. Bagian ini menggambarkan kekuatan kompetitif perusahaan. Sebagai contoh, memiliki penguasaan atas pengetahuan yang unik, kepemilikan hak paten, hubungan yang baik (dan legal) dengan pihak lain, dan sebagainya.

  1. Unique Value Preposition

Menggambarkan bentuk bisnis, produk, atau jasa yang diusulkan; terutama berkait dengan nilai yang akan dirasakan oleh pelanggan dan masyarakat. Nilai dalam hal ini tidak harus berupa angka, namun dapat berupa pencapaian tujuan yang lain.

  1. Key Metrics

Menggambarkan metode evaluasi yang akan digunakan secara berkala untuk menentukan apakah bisnis ini sudah tepat dijalankan.

Siswa dapat mengisi key metric dengan misalnya pendapatan yang (diperkirakan) diperoleh, jumlah pelanggan, jumlah saluran distribusi yang mau bekerja sama, dan lain-lain. Pengukuran harus bersifat kuantitatif. Jika pengukuran tak tercapai, siswa harus melakukan re-evaluasi pada bisnisnya.

  1. Channels

Menggambarkan saluran distribusi yang akan digunakan untuk melakukan promosi dan pemasaran.

Pada blok ini siswa diarahkan untuk memiliki beberapa alternatif saluran pemasaran dan mengurutkan daftar saluran sesuai potensi yang dapat dicapai.

  1. Cost Structure

Menggambarkan semua pos-pos pembiayaan yang akan dikeluarkan untuk mengoperasikan bisnis.

  1. Revenue Stream

Menggambarkan semua pos-pos pemasukan yang akan dihasilkan dari bisnis.

Dokumentasi sebagian Design Thinking yang dibuat oleh tim KUS :

 

Dokumentasi contoh Lean Canvas tim KUS :

 

Dokumentasi beberapa Business Plan dan Prototype tim KUS saat presentasi Bisnis :

 

Dokumentasi presentasi bisnis hari pertama :

 

Dokumentasi Presentasi bisnis hari ke-2 :

 

Lembar evaluasi dan saran dari penilai :

DSC_0020_18.JPG

Beberapa contoh business plan dapat di lihat di :

ASTROFOOD MEMPERKENALKAN

joy’s (1)

Moonship Project Kewirausahaan

youcrocket

naninanidome real

Kerajinan Akrilik, kelp 2

Setelah kegiatan presentasi bisnis dilakukan maka tiba lah saatnya kami memberikan dana KUS pada siswa. Dana sebesar Rp 1,000,000 diberikan via CFO (Chief Financial Officer) masing-masing tim yang berjumlah 40 tim.

Berikut dokumentasi penyerahan dana Kelompok Usaha Siswa :

 

Serah terima dana KUS ini kami ibaratkan sebagai serah terima amanah, kepercayaan, support, dan harapan kami selaku panitia Sekolah Kewirausahaan pada siswa-siswa kami. Semoga dana tersebut dapat dimanfaatkan dengan amanah dan memberi keberkahan pada banyak pihak.

Di akhir cerita level 5, kami sisipkan quotes dan tips untuk memulai presentasi. Semoga bermanfaat.

 

#sekolahkewirausahaan71-17 #jurnalkewirausahaan2017 #thenextentrepreneur

 

Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

# Cerita Level 4 : Kelas Inspirasi Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta

Image-Inspirational-Quote-InspiringOthers

Salah satu hal yang paling kami syukuri dari program sekolah kewirausahaan adalah kesempatan mengadakan Kelas Inspirasi. Artinya, kami punya kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi yang ahli di bidangnya. Pengalaman belajar langsung dari praktisi ini membantu kami dalam memahami fakta real di lapangan dan mengaitkannya dengan materi yang biasa kami pelajari secara teoritis.

Belajar langsung dari ahlinya, membuat kami menyadari makna pembelajaran sekaligus merasakan manfaat dari ilmu yang kami pelajari. Mengutip ucapan Imam Syafi’i  : “Ilmu bukan lah hafalan. Ilmu adalah segala sesuatu yang memberi manfaat” maka belajar langsung dari ahlinya adalah salah satu metode untuk memperoleh pembelajaran yang bermakna.

Mengapa kami menamai sesi motivasi dari wirausaha ini sebagai Kelas Inspirasi?

Inspirasi adalah suatu proses yang mendorong atau merangsang pikiran untuk melakukan sesuatu tindakan terutama melakukan sesuatu yang kreatif. Inspirasi merupakan suatu proses dimana mental dirangsang untuk melakukan tindakan setelah melihat atau mempelajari sesuatu yang ada di sekitar.
Inspirasi berbeda dengan motivasi. Motivasi adalah proses yang mendorong atau mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya. Sedangkan inspirasi merupakan ide-ide kreatif yang muncul dari dalam diri setelah ada rangsangan dari luar. Namun inspirasi dapat menjadikan sebuah motivasi bagi seseorang untuk mencapai tujuannya.
Dalam beberapa catatan disebutkan bahwa inspirasi sudah ada pada setiap manusia dan lebih dikenal dengan istilah ilham (suatu makna, fikiran atau hakikat di dalam jiwa atau hati). Manusia sudah dibekali oleh Pencipta yang bukan didapat dengan cara dipelajari atau atas kemauannya sendiri, melainkan telah dilimpahkan ke dalam jiwanya. Namun untuk memunculkan inspirasi dibutuhkan rangsangan dari luar yang setiap orang memiliki perbedaan kepekaan dan kepentingan atas rangsangan tersebut.
Banyak orang percaya bahwa untuk menciptakan inspirasi mereka perlu ide unik yang belum pernah dipikirkan sebelumnya. Namun, tidak ada satupun cara untuk mengatur atau membuat setiap orang merasa terinspirasi. Hal ini disebabkan kemampuan atau kepekaan orang berbeda terhadap stimulus yang dapat menciptakan inspirasi.
Sebagai contoh, setelah diperdengarkan sebuah lagu, seorang pencipta musik akan terinspirasi membuat lagu, seorang produser film bisa memiliki inspirasi untuk mem-film-kan lagu itu, bagi orang yang kurang suka musik tentu tidak memiliki inspirasi apapun setelah mendengarkan lagu tersebut.

Berikut beberapa situasi yang dapat merangsang atau memicu terciptanya inspirasi kreatif:

  • Beberapa orang menemukan inspirasi dari buku.
  • Beberapa menemukan inspirasi dari musik.
  • Beberapa orang yang terinspirasi ketika melihat alam.
  • Beberapa orang mengambil kertas dan beberapa pensil warna dan mulai mencoret-coret .
  • Beberapa orang menemukan inspirasi mendengar pembicaraan orang.
  • Beberapa orang menemukan inspirasi ketika mereka melakukan beberapa jenis aktivitas fisik.
  • Beberapa menemukan inspirasi dalam kegiatan sehari-hari.
  • Dan masih banyak situasi yang dapat menciptakan inspirasi mulai dari hal-hal kecil hingga besar.

Dalam Kelas Inspirasi Program Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta, kami menghadirkan 2 orang wirausaha bidang pengolahan makanan awetan dalam kemasan, dan kerajinan berbahan dasar akrilik resin.

Karena kapasitas ruangan yang kurang memadai untuk menampung 288 siswa kelas X maka kami membagi Kelas Inspirasi bersama wirausahawan menjadi dua sesi. Berdasarkan aspek yang dipilih oleh Kelompok Usaha Siswa, peserta sekolah kewirausahaan terbagi menjadi 2 kelompok besar ; 30 tim memilih aspek pengolahan dan 10 tim memilih aspek kerajinan.

Sesi pertama oleh Bapak Krisdiantoro, Owner Kepochips, awalnya akan dilaksanakan pukul 08.00-10.00 di Ruang AV SMAN 71 dengan peserta 30 Kelompok Usaha Siswa (180 orang) namun karena narasumber mengalami kendala di perjalanan, kegiatan kelas inspirasi sesi 1 diundur menjadi pukul 13.00-15.00, adapun sesi pagi hari diisi dengan sharing produk yang ingin dibuat oleh siswa.

Materi Kelas Inspirasi sesi 1 dapat dilihat di : Kepo Chips SMA

Adapun dokumentasi kegiatannya adalah sebagai berikut :

Sementara untuk sesi ke-2 oleh Warung karya lebih difokuskan dalam bentuk workshop agar para siswa yang tergabung dalam Kelompok Usaha Siswa yang memilih aspek kerajinan akrilik bisa lebih memahami karakter bahan akrilik resin dan implementasinya pada sebuah produk inovatif.

Dalam sesi ke-2 ini dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari sebagian siswa kelas X MIPA yang memilih aspek kerajinan. Karena resin termasuk zat kimia yang cukup menyengat bau nya maka workshop kami lakukan di luar ruangan namun sesi materi kerajinan dilaksanakan di ruang AV bergantian dengan siswa yang memilih aspek pengolahan. Sesi 2 ini dilaksanakan pukul 10.00-11.30 di halaman SMAN 71 Jakarta.

Berikut dokumentasinya :

Setelah, melaksanakan Kelas Inspirasi bersama Wirausaha pada tanggal 21 Agustus 2017, kami melanjutkan sharing session bersama studentpreneur yang merupakan siswa SMAN 71 kelas XI. Para siswa ini sudah memulai bisnis di bidang kerajinan dan pengolahan Makanan.

Studentpreneur tersebut adalah :

A. Tim kerajinan akrilik : Arsa Maradinata, Aisyah Silvie Gunawan, dan Michelle Manuela Bernasty. Materinya dapat dilihat di studentpreneur kerajinan akrilik resin

Berikut dokumentasinya :

B. Tim pengolahan makanan : M. Hilmy Uwais Q., Kenia Alvita Soburany, Putri Naila, dan Nadhirah Az Zahrah. Materi dapat dilihat di prakarya bayam

Berikut dokumentasinya :

Kelas Inspirasi bersama studentpreneur ini juga menginspirasi. Karena format acaranya sharing tutor sebaya, peserta dan narasumber terlihat lebih “cair” saat melakukan aktivitas tersebut.

Pada akhir kelas inspirasi bersama studentpreneur (aspek kerajinan), panitia sekolah kewirausahaan memberikan tantangan menulis review kegiatan pada siswa. Tantangan ini adalah stimulus dari panitia agar Kelompok Usaha Siswa memulai Jurnal Kewirausahaannya.

Pemenang tantangan tersebut adalah :

Juara 1 : Tim Suvarnadvipa dengan link review sesi studentpreneur Tim Suvarnadvipa

dan Juara 2 : Tim Agelada dengan link review sesi studentpreneur tim agelada

Demikian cerita Level 4 kami, semoga menginspirasi.

#sekolahkewirausahaan71-17 #jurnalkewirausahaan71-17 #thenextentrepreneur

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Rumbel Sew and Craft IIP Jakarta

Rumah Belajar Sew and Craft IIP Jakarta

IMG-20170530-WA0084

Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta awalnya bernama Rumbel Menjahit IIP Jakarta. Namun, karena banyak member IIP yang juga memiliki passion crafting  akhirnya rumbel ini berubah menjadi rumbel Sew&Craft IIP Jakarta demi mengakomodir kebutuhan anggota.

Rumbel menjahit IIP Jakarta resmi berganti nama menjadi rumbel Sew&Craft IIP Jakarta sejak kepengurusan baru periode Mei 2017. Mengusung tagline “Crafting is SEWmuch Fun” kami berharap rumbel ini mampu menjadi wadah positif dan produktif bagi para bunprof, khususnya yang memiliki passion menjahit dan craft.

Adapun logo dan Tagline Rumbel Sew and Craft IIP Jakarta ini, adalah hasil karya member rumbel. Pengurus membuat lomba design logo dan tagline rumbel pada pertengahan tahun 2017.

Pemenang lomba design logo rumbel adalah mba Febby, sementara pemenang  lomba membuat tagline rumbel adalah Mba Edefika. Berikut hadiah kecil yang diberikan pengurus sebagai tanda cinta dan ucapan terimakasih atas ide kerennya teman-teman.

VISI MISI RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA
Menjadi komunitas belajar menjahit dan crafting, wadah bagi seluruh Ibu di Jakarta untuk meningkatkan skill menjahit dan crafting nya

MISI RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA
1.Meningkatkan skill ibu dalam menjahit dan Crafting

2.Meningkatkan kualitas ibu dalam menjadi ibu produktif

3. Meningkatkan rasa percaya diri sang ibu, sehingga bisa mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.

4. Meningkatkan peran ibu menjadi Agent of Change (agen pembawa perubahan) yang senantiasa akan berbagi dan menularkan kebaikan kepada masyarakat luas

TATIB RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA 

IIP/ Ibu Profesional adalah komunitas para ibu yang selalu ingin meningkatkan kualitas dirinya baik sbg ibu, istri dan perempuan. Rumah virtual kita ada di FB: Rumbel Menjahit IIP Jakarta
https://m.facebook.com/profile.php?id=119217171774200&tsid=0.12207720568403602&source=typeahead

Rumbel Sew&Craft IIP merupakan bagian dari IIP dalam rangka mengembangkan sisi Bunda Produktif.

DO and DON’TS
a. Di grup ini kita akan berbicara  HANYA seputar dunia menjahit dan craft. Untuk topik parenting dan pengembangan diri Bunda lainnya bisa di grup inti masing2 (IIP Jakarta Foundation dan IIP Jakarta All Member)

b. Tiap member diminta aktif sharing ilmu kepada member lain

c. Market Day hanya setiap Jumat, untuk barang seputar kebutuhan menjahit dan craft saja. Diluar ketentuan poin c ini tidak diijinkan berjualan di rumbel Sew&Craft.

KURIKULUM RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA

Kurikulum disusun berdasar kebutuhan member, jadi bisa berubah di kemudian hari.

SKILL MENJAHIT

LEVEL DASAR
Kriteria:
– Belum pernah pegang mesin jahit
Jenis WS:
– simple tote bag
– mukena
– khimar
– rok model simpel

LEVEL MEDIUM
Kriteria:
– Sudah bisa menjahit salah satu item di level dasar
– Atau tercatat sudah pernah mengikuti salah satu WS level dasar
Jenis WS:
– Simple Backpack
– Tote bag ritsleting
– Aneka model tas lain (bisa refer ke buku Umi Fidh)

LEVEL ADVANCE
Kriteria:
– sudah bisa menjahit lengkung, ritsleting, dan aneka tantangan dalam menjahit
– tercatat sudah mengikuti salah satu WS level medium
Jenis WS:
– Backpack model rumit
– Mengukur dan membuat pola pakaian
– Menjahit pakaian dengan model sederhana
– Menjahit pakaian dengan model rumit

SKILL CRAFTING
Secara umum, Workshop  (WS) craft yang akan diselenggarakan dalam 1 tahun ke depan meliputi kompetensi dasar crafting. Adapun Jadwal WS menyusul.

PROSEDUR WORKSHOP RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA

Setiap member berhak mengusulkan WS yg dibutuhkan. Usul akan ditampung oleh pengurus (dicatat oleh sekretaris), dibuat skala prioritas dan jadwal WS.

Adapun SOP untuk WS adalah sebagai berikut:
1⃣. Humas menghubungi mentor yang bersedia memberikan WS.
Humas akan meminta rincian berupa:
a. Foto produk yang akan di WS kan
b. Detail bahan, ukuran dan biaya WS
c. Usulan waktu dan tempat WS
2⃣. 1 mentor maksimal untuk 6 peserta. Bila ada lebih dr 6 peserta maka diperlukan lebih dari 1 mentor
3⃣. Bila poin 1 sudah LENGKAP, barulah sekretaris membuka pendaftaran di rumbel (WA dan FB)
4⃣. Peserta yang mendaftar wajib transfer biaya WS maks 2x 24 jam sejak mendaftar ke Bendahara.
Lewat dari 2 x 24 jam, Waiting List naik menggantikan peserta yang belum transfer
5⃣. peserta boleh membatalkan keikutsertaan maksimal 1x 24 jam sebelum WS. Uang akan dikembalikan oleh bendahara.
❌ Lewat dari batas tsb maka uang hangus dan menjadi milik rumbel.
✔ Peserta boleh mencari sendiri peserta pengganti WS (sesama member IIP)
6⃣. MENTOR wajib memberikan pola dalam salah satu bentuk:
– gambar pola difotokopi utk masing2 peserta
– atau memberikan pola di karton utk masing2 peserta
7⃣. Sekretaris merapikan data2 WS di FB dan di pencatatan pribadi:
– Detail WS yang sudah berjalan, nama mentor dan peserta
– update foto kegiatan WS di FB (perlu untuk dokumentasi kegiatan rumbel Sew&Craft IIP Jakarta)
– Dokumentasi WS: minimal pola difoto dan diupload ke album WS di FB Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta.  Lebih baik lagi bila dilengkapi tutorial WS

STRUKTUR DAN JOBDESC KEPENGURUSAN RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA

🅰. PENGURUS:
👤 Kriteria:
– punya passion Sew&Craft
– BUKAN mentor
– bisa bekerjasama dalam team dan sistem yang terstruktur
– tidak merangkap jabatan di kegiatan IIP lainnya, supaya fokus dengan tanggungjawab masing-masing dan lebih banyak waktu untuk keluarga

Terdiri dari posisi Ketua, Sekretaris, Bendahara, Humas, dll jika perlu.

1⃣. KETUA
👤 Kriteria khusus:
– pny skill leadership: tegas, mengayomi, bijak menyikapi dinamika kelompok
📇 Jobdesc:
– penanggungjawab kegiatan rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– berkoordinasi dengan Koordinator IIP jakarta
– menyusun visi misi dan kurikulum rumbel Sew&Craft bersama dengan teamnya
– sistematisasi rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– dll

2⃣. SEKRETARIS
👤 Kriteria khusus:
– senang bekerja dengan data dan membuat resume
– senang merapikan tulisan/ artikel supaya enak dibaca dan minim typo
📇 Jobdesc:
– merapikan data member
– mengelola FB rumbel Sew&Craft
– posting RESUME kegiatan offline dan online rumbel Sew&Craft di FB
– mengingatkan jadwal kegiatan yang seharusnya berjalan
– menyusun e flyer kegiatan IIP Jakarta
– dll

3⃣. BENDAHARA
👤 Kriteria khusus:
– amanah mengelola uang member rumbel jahit
– mampu membuat pembukuan sederhana
📇 Jobdesc:
– mengumpulkan dana kas dari rumbel Sew&Craft (bila ada)
– menyusun estimasi biaya untuk kegiatan offline (workshop) rumbel Sew&Craft
– membuat laporan keuangan sederhana
– dll

4⃣. HUMAS
👤 Kriteria khusus:
– pny social skill yang baik
– bersedia menjadi CP rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
📇 Jobdesc:
– membantu menghubungi mentor utk kegiatan rumbel Sew&Craft
– menjadi CP rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– sosialisasi kegiatan rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– dll

🅱. MENTOR
👥 Kriteria:
– bersedia sharing ilmu menjahit secara online dan offline
– berkenan materinya dibuat menjadi resume di grup WA dan FB Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
📇 Jobdesc:
– sharing ilmu menjahit dan craft secara online dan offline di rumbel IIP Jakarta
– merinci kebutuhan dan biaya (bila ada) pada setiap kegiatan rumbel
– memberikan materi yang sesuai dengan kurikulum rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– Berkoordinasi dengan pengurus Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta pada setiap kegiatan rumbel yang akan berlangsung

Pengurus Rumbel Sew and Craft IIP Jakarta periode 2017-2019

Ketua : Annisa Miranty Gumay

Sekretaris : Indah P. Sari

Bendahara : Siti Cholidah

PJ Workshop : Nita Lis Widiana

Humas : Febry Jessicha

Proker Rumbel Sew and Craft periode Mei 2017 – Mei 2018

1. Pendataan dan pemetaan minat dan keahlian anggota rumbel.
Mei-Juni 2017

2. Rumbel Sew n Craft Leadership Program
Pembentukan Panitia WS dari anggota rumbel dengan tujuan memberi kesempatan anggota rumbel untuk berbagi dan melayani.
Setiap tim panitia kegiatan rumbel akan diberi sertifikat, setiap anggota minimal pny 1 sertifikat dlm 1 thn.
*Mei-Juni 2017*

3. Sew n’ Craft 4E Online Class (Enjoy, Easy, Excellent, Earn)

Sew n’ Craft 4E Class ini adalah kulwap materi pengantar Sew n Craft dng target 4E

#E1 (Enjoy)
Materi :
“Crafting is SEWmuch Fun”

#E2 (Easy)
Materi :
“Shop n’ Learn”
“MJ Explorer”

#E3 (Excellent)
“Made Your Own Masterpiece”

#E4 (Earn)
“Sew n Craft ; Business Opportunities “

4. *Sew n Craft Offline Workshop*

*Juli 2017*:

16 Juli
MJ Explorer dan WS tempat tissue katun jepang

22 Juli
WS pencil case & simple pouch (dengan rits)

*Agt 2017*: WS Tudung Saji

*Sept 2017*: WS Handmade bag

*Okt 2017*: WS Buzy Bag

*Nov 2017*: WS Sulam pita

*Des 2017*: Recycle DIY (online), Masterpiece Challange

*Jan 2018*: WS Khimar

*Feb 2018*: WS Sprei sarban

*Maret 2018*: WS mukena

*April 2018*: WS Handlettering

*Mei 2018*: WS Quilting tingkat dasar

#jadwal dan materi WS msh fleksibel sesuai sikon.

Tindak lanjut WS offline adalah *Masterpiece Challange*
Tantangan membuat karya Handmade yg dipublikasikan di fb grup Rumbel Sew n Craft IIP Jakarta. Jika fb grup sudah termaintance dng baik, Sekretaris bs membuat FanPage FB dan akun IG rumbel Sew n’ Craft utk ajang promosi dan sharing tutorial/tips seputar sew n craft. Promosi produk rumbel jg bs lewat sini.

*Ada sertifikat utk Crafter of the Month* alias pembuat karya terbaik

5. *3B (Belanja Bahan Barengan)*
Belajar mengenali berbagai bahan craft bersama2 di pasar / toko / supplier tertentu. Waktu dan tempat ditentukan kemudian. Pilihan tempat dan supplier melihat minat dan usulan anggota.
*Desember 2017*

6. *Crafter Business Sharing*
Belajar untuk membangun bisnis start up untuk para crafter di Rumbel Sew n Craft IIP Jakarta.
*Februari 2018*

7. *CSR (Craft n Sew Social Responsibility)*
Program berbagi ilmu Craft&Sew utk pemberdayaan umat, bisa ke panti asuhan, lembaga rehabilitasi, rmh dhuafa, Bekerjasama dng sejuta cinta.
*situasional*

8. *Rumbel Sew&Craft Spirit Time*

Sharing antar member deng tujuan mengenal, menginspirasi, dan memotivasi.

Berikut Pengurus Rumbel Sew & Craft IIP Jakarta 2017-2019

Ketua : Annisa Miranty Gumay

Sekretaris : Indah P. Sari

Bendahara : Siti Cholidah

PJ WS offline : Nita Lis Widiana

Humas : Febry Jessicha

Dalam rumbel ini, kami saling berbagi dan melayani.

Alhamdulillah tahun ini, banyak Bunprof yang berkenan berbagi ilmu di rumbel Sew&Craft IIP Jakarta.

Dan para *MENTOR* tersebut adalah..

1. Wytha Natalisia Suverina
2. Faizatul Lutfiyah (Sewing Lab)
3. Azizah Juniarti (Nazhifah Clothing)
4. Siti Munawaroh (Hasanah Centre)
5. Galuh theSEMUT
6. Nony NONINO

Seiring berjalannya waktu, kami dari tim pengurus berencana merekrut beberapa personil dari member untuk membantu kepengurusan rumbel. Tujuannya adalah kaderisasi dan membudayakan untuk saling berbagi dan melayani.

Bismillah.. Semoga Kami bisa bersinergi dalam kebermanfaatan, aamiin..

Posted in Writing Skills and Hand Lettering

It’s About Someone You Can’t Live Without!

love is

Kalau menikah adalah untuk menemukan orang yang ideal, maka selamanya kita tidak akan pernah menemukannya.

“Right Man” pilihan Alloh terkadang bukan sosok yang sempurna bagi kita, namun di akhirnya kita akan menyadari bahwa pilihan Alloh adalah yang terbaik untuk kita.

Alloh menitipkan rahmat pada sosok yang memang dihadirkan-Nya untuk menemani kita “belajar” banyak hal dari kehidupan, menjadi cermin yang membantu kita mengenal diri sendiri, serta membuat kita memahami artinya sabar, syukur, berjuang, dan bahagia.

Terkadang kita terlalu jauh mencari.. hingga tak sadar bahwa cinta itu berada begitu dekat. Sebuah cinta yang seringkali tak terkatakan namun terefleksi dalam sekian banyak pengorbanan tanpa syarat.

Pertemuan pertama saya dengan Ayahnya anak-anak terjadi sekitar 16 tahun lalu. Kala itu kami mengawas UMPTN di wilayah yang sama. Tidak ada yang spesial waktu itu, terlebih, saya masih dekat dengan “orang lain”. Tetapi kenyataan akhirnya memaksa saya untuk melupakan “orang lain” tersebut karena Ia terlanjur menghancurkan hati.

Patah hati ini mengajarkan saya untuk jangan pernah  “terlalu” dalam segala hal. Jangan terlalu cinta, jangan terlalu benci,…yah..pokoknya jalani segala sesuatu sesuai porsi wajarnya saja. Patah hati ini juga memaksa saya membentengi diri dengan segala pertahanan hati agar tidak harus mengalaminya lagi!

Dan patah hati menyadarkan saya bahwa tidak ada yang lebih berhak dicintai selain Alloh.

Kemudian saya  membunuh kesedihan dengan kesibukan. Kesibukan apa pun. Saya ingin kelelahan menjadi obat tidur yang memaksa saya melupakan kesedihan. Kalau pun harus terbangun karena masih gelisah di tengah malam, saya memilih menghabiskan malam dengan curhat bebas hambatan di atas sajadah, atau tenggelam dalam berlembar-lembar kertas catatan harian.

Salah satu aktivitas melelahkan diri yang saya lakukan pada masa itu bernama jogging sore bersama beberapa teman di Unit Kegiatan Mahasiswa, yah..itung-itung ngurusin badan 🙂

Saya sendiri lupa bagaimana ceritanya sampai akhirnya suami saya terpilih menjadi instruktur kami. Aktivitas lari sore ini ternyata lumayan efektif membuat saya lari dari kenyataan. Meski niat pengen kurusnya gak kesampaian karena jogging selalu diakhiri dengan makan rawon di warung Surabaya depan kampus. Hadehh gimana mau kurus coba 😉

Momen mengobrol bersama di meja makan warung Surabaya adalah titik awal saya mulai mengenal lebih dekat sosok Mas Agus, orang yang dipilihkan Alloh untuk mengisi banyak ruang di hati dan hidup saya selanjutnya.

Sikapnya yang humoris, tenang dan selalu siap membantu membuat saya merasa nyaman berteman dengannya. Berada bersama teman-temannya di KMPA Eka Citra pun membuat saya menemukan kembali “feel” keluarga besar PATTUPALA yang dulu begitu intens mengisi hari-hari SMA saya.

Walau pun akhirnya kami berteman dekat namun saya tak kuasa memberikan kunci hati terdalam saya untuknya. Cerita patah hati tempo hari itu terlalu berkesan. Cukup lah saya mengalaminya satu kali saja ; jangan pernah lagi. Pengalaman pahit tentang cinta membuat hati saya terbagi dua ; sepenggal hati percaya cinta, sementara sisanya TAK PERCAYA CINTA.

Quotes favorit saya ketika itu adalah :

“Jika Ia memang untukmu maka sejauh apa pun kalian terpisah pasti akan bertemu. Namun bila Ia bukan untukmu maka sekuat apa pun engkau menggenggamnya pasti akan terlepas”.

Boleh dikatakan, saya tidak pernah menganggap hubungan kami “serius” hingga waktu yang kami lewati bersama membuktikan bahwa “Dia Orangnya”.

Berbekal Buku “Kupinang Engkau dengan Hamdalah” Mohammad Fauzil Adhim, Mas Agus memberanikan diri “meminta” saya secara resmi di depan Papa dan Mama. Dan sejak 1 Juli 2006, saya resmi menutup ruang tak percaya cinta dalam hati untuk diwarnai dengan kisah cinta kami yang baru dimulai.

IMG-20160802-WA0031[1]

Menjalani 9 tahun usia pernikahan tentu bukannya tanpa masalah. Airmata yang menetes dalam kurun waktu tersebut mungkin jauh lebih banyak dari sebelumnya. Namun proses ini merupakan rangkaian hikmah menuju pernikahan yang saling melengkapi ; saling mencintai di kala dekat, menjaga kehormatan di kala jauh, saling menghibur di kala duka, mengingatkan di kala bahagia, serta senantiasa mendoakan dalam kebaikan dan ketakwaan.

Love is not finding someone to live. It’s finding someone you can’t live without!

12 November 2015, Alloh memanggil “pulang” Mas Agus secara mendadak. Saya kemudian diamanahi 3 anak plus 1 janin dalam kandungan yang resmi menjadi yatim per hari itu. Agaknya, Alloh kembali mengingatkan saya untuk hanya memilih-Nya sebagai cinta sejati. Di saat saya merasa tidak bisa hidup tanpa Mas Agus, di situ lah Alloh menguji sekaligus membuktikan bahwa cukup lah Alloh sebagai pelindung.

Kabar baiknya : Alloh sudah memberi banyak latihan kecil sebelumnya. Rangkaian latihan ini ternyata berupa perasaaan yang saya kenal dengan istilah sedih, lelah, sakit, dan banyak hal pahit lainnya.

Kehilangan kali ini harusnya tidak terlalu menyakitkan asalkan saya menempatkan Alloh sebagai satu-satunya cinta tak tergantikan. Proses menerima kepergian partner hidup dengan ikhlas ini kemudian bermetamorfosis menjadi semangat menyiapkan bekal diri dan anak-anak menuju destinasi berikutnya.

“Waktu adalah ujian seberapa lama cinta bisa menunggu. Jarak adalah ujian seberapa jauh cinta bisa melewati perjalanan.” -Tere Liye-

IMG_20170518_082636_841’till We Meet Again, Love.. Tunggu Aku dan Anak-anak di Pintu Surga 🙂

#HowIMetMyHusband #LoveStory #TantanganMenulisOktober #RumbelMenulisIIPJakarta

 

Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

#Cerita Level 3 : Sosialisasi Sekolah Kewirausahaan pada Warga Sekolah & Sekolah Sekitar

“In learning you will teach, in teaching you will learn” -Phil Collins-

Level ke-3 dari kegiatan sekolah kewirausahaan sman 71 Jakarta adalah cerita tentang sosialisasi program sekolah kewirausahaan pada warga sekolah dan sekolah sekitar. Dalam kegiatan ini, kami mengundang pengusaha muda yang juga merupakan alumni SMAN 71, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Pengawas SMAN 71, Komite Sekolah, Guru dan Pegawai SMAN 71, Perwakilan siswa kelas X peserta program Sekolah Kewirausahaan, serta Perwakilan Sekolah Imbas.

Mengapa perlu sosialisasi kegiatan?

Secara garis besar, sosialisasi dapat dikatagorikan sebagai proses belajar mengajar. Melalui sosialisasi, individu belajar menjadi anggota masyarakat, dimana prosesnya tidak semata-mata mengajarkan pola-pola perilaku sosial kepada individu tetapi juga individu tersebut mengembangkan dirinya atau melakukan proses pendewasaan dirinya.
Berikut beberapa catatan penting terkait sosialisasi yang dikutip dari http://hariannetral.com/2015/06/pengertian-sosialisasi-dan-tujuan-sosialiasi-menurut-ahli.html :
1. Sosialisasi berjalan melalui proses belajar untuk memahami, menghayati, menyesuaikan dan melaksanakan tindakan sosial yang sesuai dengan pola perilaku masyarakatnya (behavioral patterns of society).
2. Sosialisasi berjalan bertahap dan berkesinambungan (kontinu), mulai dari sejak individu dilahirkan hingga dia mati.
3. Sosialisasi berhubungan erat dengan enkulturasi atau proses pembudayaan, yaitu proses belajar dari seorang individu untuk belajar, mengenal, menghayati, dan menyesuaikan alam pikiran serta cara dia bersikap terhadap sistem adat, bahasa, seni, norma, agama dan seluruh peraturan dan pendirian yang ada dalam lingkungan kebudayaan masyarakat
Adapun beberapa tujuan proses sosialisasi diantaranya:
a. Memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang dalam peran hidupnya sebagai anggota masyarakat.
b. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien serta mengembangkan kemampuannya untuk membaca, menulis, dan bercerita. Dengan melakukan komunikasi, berbagai informasi mengenai masyarakat akan diperoleh demi kelangsungan hidup manusia sebagi individu sekaligus bagian dari masyarakat.
c. Mengembangkan kemampuan seseorang mengendalikan diri dalam melaksanakan perannya dalam masyarakat. Dengan adanya proses sosialisasi, seorang individu dapat memahami hal-hal yang baik yang diajurkan, dan menghindari melakukan hal-hal buruk.
d. Menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat karena sosialisasi merupakan proses penularan nilai dan norma yang menjadi kepercayaan pokok masyarakat dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup bermasyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung 2 hari. Awalnya ingin dibuat satu hari, qodarullah saat waktu sudah ditentukan, ternyata sosialisasi harus diundur karena beberapa narasumber mendadak tidak bisa hadir pada tanggal yang sudah ditentukan. Namun karena Nuraini Pahlawati, narasumber wirausaha, hanya bisa hadir di tanggal yang disepakati semula, akhirnya kami mengadakan 2 sesi sosialisasi.
Sosialisasi pertama hanya dihadiri beberapa siswa kelas X yang merupakan CEO tim KUS (Kelompok Usaha Siswa) , beberapa guru, dan narasumber wirausaha. Sosialisasi pertama kami lakukan pada tanggal 11 Agustus 2017 pukul 13.00-15.00 di Ruang AV SMAN 71 Jakarta.
Berikut dokumentasi kegiatannya :
Fokus kegiatan ini adalah open mind. Kak Nuraini Pahlawati Aziza, salah seorang alumni terbaik SMAN 71 Jakarta, berbagi cerita tentang pentingnya menjadi studentpreneur demi kemajuan bangsa. Ia pun menceritakan kisah perjalanan bisnisnya yang sudah mulai dilatihkan sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
materi Kak Nuraini bisa dilihat di :
Jumlah pengusaha itu sendiri merupakan tolok ukur majunya sebuah negara. Dalam sebuah berita yang dirilis situs http://ekonomi.kompas.com/read/2016/03/30/192821726/Menggenjot.Jumlah.Ideal.Pelaku.Wirausaha.Indonesia, terungkap jumlah pelaku wirausaha di Indonesia hingga kini masih belum mencapai angka ideal, yakni 2%, dari jumlah penduduk Indonesia. Data terkini dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM) menunjukkan bahwa Indonesia baru mempunyai sekitar 1,65 persen pelaku wirausaha dari total jumlah penduduk 250 juta jiwa.

 

Data itu juga menunjukkan bahwa jumlah yang dimiliki Indonesia tertinggal ketimbang tiga negara di kawasan Asia Tenggara yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand. Ketiganya mencatatkan angka 7 persen, 5 persen, dan 3 persen dari total jumlah penduduk masing-masing. Meski berita baiknya, GEM memaparkan bahwa hasrat rakyat Indonesia untuk menjadi pelaku wirausaha menduduki posisi kedua. Posisi yang hanya satu level di bawah Filipina.

Inilah sebabnya, mengapa program sekolah kewirausahaan ini begitu strategis untuk menaikkan rasio pengusaha di Indonesia, terutama pengusaha muda. Ini lah saatnya Indonesia bangkit. Generasi muda jangan hanya menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Rencanakan masa depan bangsa yang gemilang sejak usia dini. Tumbuhkan sikap cinta belajar, fokus pada kebermanfaatan diri sesuai potensi masing-masing, dan membangun peradaban masyarakat terbaik.

Sementara sesi sosialisasi program yang ke-2, berlangsung hari Selasa, 15 Agustus 2017 di Ruang AV SMAN 71 Jakarta, pukul 13.00-15.00.

Meski Kasudin Jakarta Timur berhalangan hadir, namun poin-poin penting mengenai program ini, Alhamdulillah, tersampaikan dengan baik oleh Kepala SMAN 71 Jakarta, Ibu Wilin Murtanti dan beberapa hal teknis terkait rangkaian kegiatan Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 diperjelas kembali oleh Ketua Panitia, Annisa Miranty Gumay.

Motivasi dari Pengawas Paket SMAN 71 Jakarta, Bapak Nanang Gunadi, juga mmenambah semangat peserta program sekolah kewirausahaan dan para undangan untuk mulai menanamkan karakter wirausaha pada diri masing-masing karena kita sudah berada di era baru, abad 21. Ketua Komite SMAN 71, Bpk. I Wayan Sentana, pun menanggapi positif kegiatan ini dan mendukungnya.

Adapun undangan yang berasal dari sekolah imbas yang dapat menghadiri kegiatan ini berjumlah 5 orang dari 6 undangan yang dikirimkan. Kelima orang undangan tersebut berasal dari 3 sekolah imbas yang ditunjuk Kemendikbud dalam program ini, yaitu : SMAN 81 Jakarta, SMAN 91 Jakarta, dan SMA Pusaka.

Berikut dokumentasi kegiatan sosialisasi sekolah kewirausahaan SMAN 71 Jakarta :

Demikian cerita level 3 kami. Selamat BELAJAR dan BERBAGI, See You at the Top !

 

#sekolahkewirausahaan71 #jurnalkewirausahaan2017 #thenextentrepreneur