Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

# Cerita Level 5 : Presentasi Bisnis dan Penyerahan Dana Kelompok Usaha Siswa (KUS)

 

Cerita Level 5 ini adalah tentang kegiatan Presentasi Bisnis. Kami mengibaratkan kegiatan ini sebagai aktivitas “Meet the Investor” dimana para wirausahawan harus mampu meyakinkan Investor bahwa bisnis mereka memiliki prospek yang terbaik sebelum memperoleh dana investasi sebesar Rp 1,000,000.

Presentasi Bisnis ini berlangsung pada tanggal 30 dan 31 Agustus 2017. Kami membaginya menjadi 2 hari karena ada 40 tim yang harus di uji dengan waktu Presentasi masing-masing tim 15 menit. Agar tidak mengganggu proses belajar, panitia membuat jadwal presentasi yang disosialisasikan pada peserta, wali kelas, dan guru piket 2 hari sebelum kegiatan di mulai. Siswa yang belum mendapat giliran mengisi waktu menunggu dengan tetap belajar di kelas. Setiap tim bersiap di depan ruang AV 15 menit sebelum jadwal presentasinya. Adapun jadwal presentasinya sebagai berikut :

Jadwal Presentasi Bisnis, ok

Pointer yang wajib muncul dalam materi presentasi tim adalah Design thinking, Lean canvas, dan struktur serta company profile tim. Tim yang siap dengan prototype mau pun tester akan lebih disukai. Fokus penguji dalam presentasi bisnis ini adalah memberi evaluasi dan saran terhadap materi presentasi tim. Penguji akan melampirkan catatan di akhir kegiatan presentasi yang dapat menjadi masukan bagi tim untuk melakukan persiapan bisnis yang lebih baik lagi. Adapun rubrik evaluasi dan penilaian presentasi dan business plan sebagai berikut : RUBRIK EVALUASI PRESENTASI BISNIS,ok

Design thinking merupakan pendekatan yang perlu dilakukan dalam berinovasi. Inovasi tidak lah sekedar menciptakan produk baru, barang atau jasa baru. Inovasi lebih dari itu. Inovasi adalah keberhasilan, secara sosial dan ekonomi, karena diperkenalkannya cara baru atau kombinasi baru dari cara lama dalam mengubah proses produksi sehingga konsumen merasakan MANFAAT yang lebih besar dari HARGA atau pengorbanan yang ia keluarkan.

design thinking.jpg

 

Pendekatan pemikiran desain menuntut produsen innovator untuk melakukan proses inovasi secara bertahap dalam merubah keinginan menjadi permintaan. Adapun pada setiap tahapannya melibatkan pandangan, perspektif serta konteks lingkungan sosial ekonomi budaya di mana pelanggan berada.

https://www.linkedin.com/pulse/design-thinking-business-strategy-customer-centered-kosasih

Tahapan Design Thinking :

  1. Emphatize (Empati) ; Mempelajari dan mencoba memahami kebutuhan pelanggan dan konteks di mana kebutuhan itu muncul melalui observasi dan interview pada pelanggan.
  2. Define (Menetapkan) ; Mengamati bagaimana pelanggan biasa berperilaku dan menggunakan produk-produk yang sudah ada dan menetapkan solusi untuk permasalahan dan kebutuhan pelanggan berdasarkan hasil obeservasi sebelumnya.
  3. 3. Ideate (Bertukar pikiran/Ide) ; Menggali ide sebanyak mungkin yang bertujuan memberikan nilai manfaat sebesarnya untuk pelanggan yang sudah dipilih atau diputuskan. Brainstormingpenting dilakukan pada setiap tahap dalam proses inovasi, mulai dari penggalian inspirasi, pengumpulan ide hingga seleksi ide.
  4. Prototype (Membuat produk replika) ; Membuat produk replika yang merupakan solusi permasalahan pelanggan yang ditetapkan berdasarkan 3 tahapan sebelumnya.
  5. Test (Menguji replika produk) ; Menguji manfaat produk bagi pelanggan dengan cara menunjukkan replika produk pada pelanggan dan menganalisa tanggapan pelanggan sebelum mengambil keputusan produksi.

Bagi perusahaan-perusahaan baru, metode design thinking ini sangat membantu ketika mereka memutuskan untuk menjadi bagian dari produsen innovator. Design thinking ini merupakan gerbang awal produsen innovator sebelum merancang usaha mereka dengan model bisnis Lean Canvas.

Adapun fungsi dari sebuah Model bisnis adalah sebagai rancangan usaha yang akan dibuat oleh produsen. Dengan kata lain, kita bisa menganggap model bisnis sebagai alat pembangun dan penggali ide bisnis. Salah satu model bisnis yang paling disarankan dan banyak digunakan oleh para entrepreneur pada dasawarsa terakhir adalah model Lean Canvas.

Alexander Osterwalder, salah seorang pencipta Lean Canvas, mengoptimalkan model bisnis ini dalam bentuk visual yang sangat ringkas, mudah dibuat, mudah dikomunikasikan, dan terutama mudah dimodifikasi. Lean Canvas mendokumentasikan sembilan blok bangunan dasar yang memperlihatkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan mempertahankan pertumbuhan bisnis. Kesembilan blok tersebut mencakup empat bidang utama dalam suatu bisnis, yaitu: pelanggan, penawaran, infrastruktur dan kelangsungan finansial.

Gambar diagram model bisnis lean canvas, sumber : https://www.reppy.co/lean-canvas/

Canvasreppy.jpg

Sembilan blok bangunan dasar tersebut yaitu:

  1. Problem (Masalah)

Problem menggambarkan permasalahan yang akan dipenuhi oleh organisasi atau perusahaan.

Pada blok ini siswa dapat diminta meluangkan waktu untuk secara rinci merumuskan permasalahan yang ada di masyarakat. Permasalahan yang diangkat tidak harus permasalahan yang paling rumit di masyarakat, melainkan permasalahan yang dapat diatasi oleh perusahaan. Di bagian ini dapat juga dituliskan solusi yang sudah ada di masyarakat namun belum sepenuhnya dapat menyelesaikan permasalahan.

  1. Customer Segment (Segmen Pelanggan)

Menggambarkan kelompok orang yang memiliki permasalahan di bagian Problem di atas dan hendak dijangkau dan dilayani oleh perusahaan.

Siswa dapat memilih segmen ini dari kelompok perseorangan atau organisasi. Kelompok perseorangan dapat dipilih berdasar kelompok umur, wilayah geografis, kondisi sosial-ekonomi, profesi, agama, atau pilihan lain. Kelompok organisasi dapat dipilih berdasar jenis organisasi, jenis usaha, dan lain-lain.

  1. Solution (Pemecahan Masalah)

Menggambarkan satu atau beberapa pilihan pemecahan masalah yang diambil oleh perusahaan untuk mengatasi masalah yang dipilih pada segmen pelanggan yang dipilih.

Jika siswa belum dapat menemukan solusi yang tepat maka mereka diperkenankan mengubah masalah atau segmen pelanggan yang telah ditentukan sebelumnya.

  1. Unfair Advantage

Menggambarkan hal-hal yang dimiliki oleh perusahaan tetapi tidak dimiliki oleh perusahaan lainnya. Bagian ini menggambarkan kekuatan kompetitif perusahaan. Sebagai contoh, memiliki penguasaan atas pengetahuan yang unik, kepemilikan hak paten, hubungan yang baik (dan legal) dengan pihak lain, dan sebagainya.

  1. Unique Value Preposition

Menggambarkan bentuk bisnis, produk, atau jasa yang diusulkan; terutama berkait dengan nilai yang akan dirasakan oleh pelanggan dan masyarakat. Nilai dalam hal ini tidak harus berupa angka, namun dapat berupa pencapaian tujuan yang lain.

  1. Key Metrics

Menggambarkan metode evaluasi yang akan digunakan secara berkala untuk menentukan apakah bisnis ini sudah tepat dijalankan.

Siswa dapat mengisi key metric dengan misalnya pendapatan yang (diperkirakan) diperoleh, jumlah pelanggan, jumlah saluran distribusi yang mau bekerja sama, dan lain-lain. Pengukuran harus bersifat kuantitatif. Jika pengukuran tak tercapai, siswa harus melakukan re-evaluasi pada bisnisnya.

  1. Channels

Menggambarkan saluran distribusi yang akan digunakan untuk melakukan promosi dan pemasaran.

Pada blok ini siswa diarahkan untuk memiliki beberapa alternatif saluran pemasaran dan mengurutkan daftar saluran sesuai potensi yang dapat dicapai.

  1. Cost Structure

Menggambarkan semua pos-pos pembiayaan yang akan dikeluarkan untuk mengoperasikan bisnis.

  1. Revenue Stream

Menggambarkan semua pos-pos pemasukan yang akan dihasilkan dari bisnis.

Dokumentasi sebagian Design Thinking yang dibuat oleh tim KUS :

 

Dokumentasi contoh Lean Canvas tim KUS :

 

Dokumentasi beberapa Business Plan dan Prototype tim KUS saat presentasi Bisnis :

 

Dokumentasi presentasi bisnis hari pertama :

 

Dokumentasi Presentasi bisnis hari ke-2 :

 

Lembar evaluasi dan saran dari penilai :

DSC_0020_18.JPG

Beberapa contoh business plan dapat di lihat di :

ASTROFOOD MEMPERKENALKAN

joy’s (1)

Moonship Project Kewirausahaan

youcrocket

naninanidome real

Kerajinan Akrilik, kelp 2

Setelah kegiatan presentasi bisnis dilakukan maka tiba lah saatnya kami memberikan dana KUS pada siswa. Dana sebesar Rp 1,000,000 diberikan via CFO (Chief Financial Officer) masing-masing tim yang berjumlah 40 tim.

Berikut dokumentasi penyerahan dana Kelompok Usaha Siswa :

 

Serah terima dana KUS ini kami ibaratkan sebagai serah terima amanah, kepercayaan, support, dan harapan kami selaku panitia Sekolah Kewirausahaan pada siswa-siswa kami. Semoga dana tersebut dapat dimanfaatkan dengan amanah dan memberi keberkahan pada banyak pihak.

Di akhir cerita level 5, kami sisipkan quotes dan tips untuk memulai presentasi. Semoga bermanfaat.

 

#sekolahkewirausahaan71-17 #jurnalkewirausahaan2017 #thenextentrepreneur

 

Advertisements
Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

# Cerita Level 4 : Kelas Inspirasi Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta

Image-Inspirational-Quote-InspiringOthers

Salah satu hal yang paling kami syukuri dari program sekolah kewirausahaan adalah kesempatan mengadakan Kelas Inspirasi. Artinya, kami punya kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi yang ahli di bidangnya. Pengalaman belajar langsung dari praktisi ini membantu kami dalam memahami fakta real di lapangan dan mengaitkannya dengan materi yang biasa kami pelajari secara teoritis.

Belajar langsung dari ahlinya, membuat kami menyadari makna pembelajaran sekaligus merasakan manfaat dari ilmu yang kami pelajari. Mengutip ucapan Imam Syafi’i  : “Ilmu bukan lah hafalan. Ilmu adalah segala sesuatu yang memberi manfaat” maka belajar langsung dari ahlinya adalah salah satu metode untuk memperoleh pembelajaran yang bermakna.

Mengapa kami menamai sesi motivasi dari wirausaha ini sebagai Kelas Inspirasi?

Inspirasi adalah suatu proses yang mendorong atau merangsang pikiran untuk melakukan sesuatu tindakan terutama melakukan sesuatu yang kreatif. Inspirasi merupakan suatu proses dimana mental dirangsang untuk melakukan tindakan setelah melihat atau mempelajari sesuatu yang ada di sekitar.
Inspirasi berbeda dengan motivasi. Motivasi adalah proses yang mendorong atau mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya. Sedangkan inspirasi merupakan ide-ide kreatif yang muncul dari dalam diri setelah ada rangsangan dari luar. Namun inspirasi dapat menjadikan sebuah motivasi bagi seseorang untuk mencapai tujuannya.
Dalam beberapa catatan disebutkan bahwa inspirasi sudah ada pada setiap manusia dan lebih dikenal dengan istilah ilham (suatu makna, fikiran atau hakikat di dalam jiwa atau hati). Manusia sudah dibekali oleh Pencipta yang bukan didapat dengan cara dipelajari atau atas kemauannya sendiri, melainkan telah dilimpahkan ke dalam jiwanya. Namun untuk memunculkan inspirasi dibutuhkan rangsangan dari luar yang setiap orang memiliki perbedaan kepekaan dan kepentingan atas rangsangan tersebut.
Banyak orang percaya bahwa untuk menciptakan inspirasi mereka perlu ide unik yang belum pernah dipikirkan sebelumnya. Namun, tidak ada satupun cara untuk mengatur atau membuat setiap orang merasa terinspirasi. Hal ini disebabkan kemampuan atau kepekaan orang berbeda terhadap stimulus yang dapat menciptakan inspirasi.
Sebagai contoh, setelah diperdengarkan sebuah lagu, seorang pencipta musik akan terinspirasi membuat lagu, seorang produser film bisa memiliki inspirasi untuk mem-film-kan lagu itu, bagi orang yang kurang suka musik tentu tidak memiliki inspirasi apapun setelah mendengarkan lagu tersebut.

Berikut beberapa situasi yang dapat merangsang atau memicu terciptanya inspirasi kreatif:

  • Beberapa orang menemukan inspirasi dari buku.
  • Beberapa menemukan inspirasi dari musik.
  • Beberapa orang yang terinspirasi ketika melihat alam.
  • Beberapa orang mengambil kertas dan beberapa pensil warna dan mulai mencoret-coret .
  • Beberapa orang menemukan inspirasi mendengar pembicaraan orang.
  • Beberapa orang menemukan inspirasi ketika mereka melakukan beberapa jenis aktivitas fisik.
  • Beberapa menemukan inspirasi dalam kegiatan sehari-hari.
  • Dan masih banyak situasi yang dapat menciptakan inspirasi mulai dari hal-hal kecil hingga besar.

Dalam Kelas Inspirasi Program Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta, kami menghadirkan 2 orang wirausaha bidang pengolahan makanan awetan dalam kemasan, dan kerajinan berbahan dasar akrilik resin.

Karena kapasitas ruangan yang kurang memadai untuk menampung 288 siswa kelas X maka kami membagi Kelas Inspirasi bersama wirausahawan menjadi dua sesi. Berdasarkan aspek yang dipilih oleh Kelompok Usaha Siswa, peserta sekolah kewirausahaan terbagi menjadi 2 kelompok besar ; 30 tim memilih aspek pengolahan dan 10 tim memilih aspek kerajinan.

Sesi pertama oleh Bapak Krisdiantoro, Owner Kepochips, awalnya akan dilaksanakan pukul 08.00-10.00 di Ruang AV SMAN 71 dengan peserta 30 Kelompok Usaha Siswa (180 orang) namun karena narasumber mengalami kendala di perjalanan, kegiatan kelas inspirasi sesi 1 diundur menjadi pukul 13.00-15.00, adapun sesi pagi hari diisi dengan sharing produk yang ingin dibuat oleh siswa.

Materi Kelas Inspirasi sesi 1 dapat dilihat di : Kepo Chips SMA

Adapun dokumentasi kegiatannya adalah sebagai berikut :

Sementara untuk sesi ke-2 oleh Warung karya lebih difokuskan dalam bentuk workshop agar para siswa yang tergabung dalam Kelompok Usaha Siswa yang memilih aspek kerajinan akrilik bisa lebih memahami karakter bahan akrilik resin dan implementasinya pada sebuah produk inovatif.

Dalam sesi ke-2 ini dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari sebagian siswa kelas X MIPA yang memilih aspek kerajinan. Karena resin termasuk zat kimia yang cukup menyengat bau nya maka workshop kami lakukan di luar ruangan namun sesi materi kerajinan dilaksanakan di ruang AV bergantian dengan siswa yang memilih aspek pengolahan. Sesi 2 ini dilaksanakan pukul 10.00-11.30 di halaman SMAN 71 Jakarta.

Berikut dokumentasinya :

Setelah, melaksanakan Kelas Inspirasi bersama Wirausaha pada tanggal 21 Agustus 2017, kami melanjutkan sharing session bersama studentpreneur yang merupakan siswa SMAN 71 kelas XI. Para siswa ini sudah memulai bisnis di bidang kerajinan dan pengolahan Makanan.

Studentpreneur tersebut adalah :

A. Tim kerajinan akrilik : Arsa Maradinata, Aisyah Silvie Gunawan, dan Michelle Manuela Bernasty. Materinya dapat dilihat di studentpreneur kerajinan akrilik resin

Berikut dokumentasinya :

B. Tim pengolahan makanan : M. Hilmy Uwais Q., Kenia Alvita Soburany, Putri Naila, dan Nadhirah Az Zahrah. Materi dapat dilihat di prakarya bayam

Berikut dokumentasinya :

Kelas Inspirasi bersama studentpreneur ini juga menginspirasi. Karena format acaranya sharing tutor sebaya, peserta dan narasumber terlihat lebih “cair” saat melakukan aktivitas tersebut.

Pada akhir kelas inspirasi bersama studentpreneur (aspek kerajinan), panitia sekolah kewirausahaan memberikan tantangan menulis review kegiatan pada siswa. Tantangan ini adalah stimulus dari panitia agar Kelompok Usaha Siswa memulai Jurnal Kewirausahaannya.

Pemenang tantangan tersebut adalah :

Juara 1 : Tim Suvarnadvipa dengan link review sesi studentpreneur Tim Suvarnadvipa

dan Juara 2 : Tim Agelada dengan link review sesi studentpreneur tim agelada

Demikian cerita Level 4 kami, semoga menginspirasi.

#sekolahkewirausahaan71-17 #jurnalkewirausahaan71-17 #thenextentrepreneur

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Rumbel Sew and Craft IIP Jakarta

Rumah Belajar Sew and Craft IIP Jakarta

IMG-20170530-WA0084

Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta awalnya bernama Rumbel Menjahit IIP Jakarta. Namun, karena banyak member IIP yang juga memiliki passion crafting  akhirnya rumbel ini berubah menjadi rumbel Sew&Craft IIP Jakarta demi mengakomodir kebutuhan anggota.

Rumbel menjahit IIP Jakarta resmi berganti nama menjadi rumbel Sew&Craft IIP Jakarta sejak kepengurusan baru periode Mei 2017. Mengusung tagline “Crafting is SEWmuch Fun” kami berharap rumbel ini mampu menjadi wadah positif dan produktif bagi para bunprof, khususnya yang memiliki passion menjahit dan craft.

Adapun logo dan Tagline Rumbel Sew and Craft IIP Jakarta ini, adalah hasil karya member rumbel. Pengurus membuat lomba design logo dan tagline rumbel pada pertengahan tahun 2017.

Pemenang lomba design logo rumbel adalah mba Febby, sementara pemenang  lomba membuat tagline rumbel adalah Mba Edefika. Berikut hadiah kecil yang diberikan pengurus sebagai tanda cinta dan ucapan terimakasih atas ide kerennya teman-teman.

VISI MISI RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA
Menjadi komunitas belajar menjahit dan crafting, wadah bagi seluruh Ibu di Jakarta untuk meningkatkan skill menjahit dan crafting nya

MISI RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA
1.Meningkatkan skill ibu dalam menjahit dan Crafting

2.Meningkatkan kualitas ibu dalam menjadi ibu produktif

3. Meningkatkan rasa percaya diri sang ibu, sehingga bisa mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.

4. Meningkatkan peran ibu menjadi Agent of Change (agen pembawa perubahan) yang senantiasa akan berbagi dan menularkan kebaikan kepada masyarakat luas

TATIB RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA 

IIP/ Ibu Profesional adalah komunitas para ibu yang selalu ingin meningkatkan kualitas dirinya baik sbg ibu, istri dan perempuan. Rumah virtual kita ada di FB: Rumbel Menjahit IIP Jakarta
https://m.facebook.com/profile.php?id=119217171774200&tsid=0.12207720568403602&source=typeahead

Rumbel Sew&Craft IIP merupakan bagian dari IIP dalam rangka mengembangkan sisi Bunda Produktif.

DO and DON’TS
a. Di grup ini kita akan berbicara  HANYA seputar dunia menjahit dan craft. Untuk topik parenting dan pengembangan diri Bunda lainnya bisa di grup inti masing2 (IIP Jakarta Foundation dan IIP Jakarta All Member)

b. Tiap member diminta aktif sharing ilmu kepada member lain

c. Market Day hanya setiap Jumat, untuk barang seputar kebutuhan menjahit dan craft saja. Diluar ketentuan poin c ini tidak diijinkan berjualan di rumbel Sew&Craft.

KURIKULUM RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA

Kurikulum disusun berdasar kebutuhan member, jadi bisa berubah di kemudian hari.

SKILL MENJAHIT

LEVEL DASAR
Kriteria:
– Belum pernah pegang mesin jahit
Jenis WS:
– simple tote bag
– mukena
– khimar
– rok model simpel

LEVEL MEDIUM
Kriteria:
– Sudah bisa menjahit salah satu item di level dasar
– Atau tercatat sudah pernah mengikuti salah satu WS level dasar
Jenis WS:
– Simple Backpack
– Tote bag ritsleting
– Aneka model tas lain (bisa refer ke buku Umi Fidh)

LEVEL ADVANCE
Kriteria:
– sudah bisa menjahit lengkung, ritsleting, dan aneka tantangan dalam menjahit
– tercatat sudah mengikuti salah satu WS level medium
Jenis WS:
– Backpack model rumit
– Mengukur dan membuat pola pakaian
– Menjahit pakaian dengan model sederhana
– Menjahit pakaian dengan model rumit

SKILL CRAFTING
Secara umum, Workshop  (WS) craft yang akan diselenggarakan dalam 1 tahun ke depan meliputi kompetensi dasar crafting. Adapun Jadwal WS menyusul.

PROSEDUR WORKSHOP RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA

Setiap member berhak mengusulkan WS yg dibutuhkan. Usul akan ditampung oleh pengurus (dicatat oleh sekretaris), dibuat skala prioritas dan jadwal WS.

Adapun SOP untuk WS adalah sebagai berikut:
1⃣. Humas menghubungi mentor yang bersedia memberikan WS.
Humas akan meminta rincian berupa:
a. Foto produk yang akan di WS kan
b. Detail bahan, ukuran dan biaya WS
c. Usulan waktu dan tempat WS
2⃣. 1 mentor maksimal untuk 6 peserta. Bila ada lebih dr 6 peserta maka diperlukan lebih dari 1 mentor
3⃣. Bila poin 1 sudah LENGKAP, barulah sekretaris membuka pendaftaran di rumbel (WA dan FB)
4⃣. Peserta yang mendaftar wajib transfer biaya WS maks 2x 24 jam sejak mendaftar ke Bendahara.
Lewat dari 2 x 24 jam, Waiting List naik menggantikan peserta yang belum transfer
5⃣. peserta boleh membatalkan keikutsertaan maksimal 1x 24 jam sebelum WS. Uang akan dikembalikan oleh bendahara.
❌ Lewat dari batas tsb maka uang hangus dan menjadi milik rumbel.
✔ Peserta boleh mencari sendiri peserta pengganti WS (sesama member IIP)
6⃣. MENTOR wajib memberikan pola dalam salah satu bentuk:
– gambar pola difotokopi utk masing2 peserta
– atau memberikan pola di karton utk masing2 peserta
7⃣. Sekretaris merapikan data2 WS di FB dan di pencatatan pribadi:
– Detail WS yang sudah berjalan, nama mentor dan peserta
– update foto kegiatan WS di FB (perlu untuk dokumentasi kegiatan rumbel Sew&Craft IIP Jakarta)
– Dokumentasi WS: minimal pola difoto dan diupload ke album WS di FB Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta.  Lebih baik lagi bila dilengkapi tutorial WS

STRUKTUR DAN JOBDESC KEPENGURUSAN RUMBEL SEW&CRAFT IIP JAKARTA

🅰. PENGURUS:
👤 Kriteria:
– punya passion Sew&Craft
– BUKAN mentor
– bisa bekerjasama dalam team dan sistem yang terstruktur
– tidak merangkap jabatan di kegiatan IIP lainnya, supaya fokus dengan tanggungjawab masing-masing dan lebih banyak waktu untuk keluarga

Terdiri dari posisi Ketua, Sekretaris, Bendahara, Humas, dll jika perlu.

1⃣. KETUA
👤 Kriteria khusus:
– pny skill leadership: tegas, mengayomi, bijak menyikapi dinamika kelompok
📇 Jobdesc:
– penanggungjawab kegiatan rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– berkoordinasi dengan Koordinator IIP jakarta
– menyusun visi misi dan kurikulum rumbel Sew&Craft bersama dengan teamnya
– sistematisasi rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– dll

2⃣. SEKRETARIS
👤 Kriteria khusus:
– senang bekerja dengan data dan membuat resume
– senang merapikan tulisan/ artikel supaya enak dibaca dan minim typo
📇 Jobdesc:
– merapikan data member
– mengelola FB rumbel Sew&Craft
– posting RESUME kegiatan offline dan online rumbel Sew&Craft di FB
– mengingatkan jadwal kegiatan yang seharusnya berjalan
– menyusun e flyer kegiatan IIP Jakarta
– dll

3⃣. BENDAHARA
👤 Kriteria khusus:
– amanah mengelola uang member rumbel jahit
– mampu membuat pembukuan sederhana
📇 Jobdesc:
– mengumpulkan dana kas dari rumbel Sew&Craft (bila ada)
– menyusun estimasi biaya untuk kegiatan offline (workshop) rumbel Sew&Craft
– membuat laporan keuangan sederhana
– dll

4⃣. HUMAS
👤 Kriteria khusus:
– pny social skill yang baik
– bersedia menjadi CP rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
📇 Jobdesc:
– membantu menghubungi mentor utk kegiatan rumbel Sew&Craft
– menjadi CP rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– sosialisasi kegiatan rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– dll

🅱. MENTOR
👥 Kriteria:
– bersedia sharing ilmu menjahit secara online dan offline
– berkenan materinya dibuat menjadi resume di grup WA dan FB Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
📇 Jobdesc:
– sharing ilmu menjahit dan craft secara online dan offline di rumbel IIP Jakarta
– merinci kebutuhan dan biaya (bila ada) pada setiap kegiatan rumbel
– memberikan materi yang sesuai dengan kurikulum rumbel Sew&Craft IIP Jakarta
– Berkoordinasi dengan pengurus Rumbel Sew&Craft IIP Jakarta pada setiap kegiatan rumbel yang akan berlangsung

Pengurus Rumbel Sew and Craft IIP Jakarta periode 2017-2019

Ketua : Annisa Miranty Gumay

Sekretaris : Indah P. Sari

Bendahara : Siti Cholidah

PJ Workshop : Nita Lis Widiana

Humas : Febry Jessicha

Proker Rumbel Sew and Craft periode Mei 2017 – Mei 2018

1. Pendataan dan pemetaan minat dan keahlian anggota rumbel.
Mei-Juni 2017

2. Rumbel Sew n Craft Leadership Program
Pembentukan Panitia WS dari anggota rumbel dengan tujuan memberi kesempatan anggota rumbel untuk berbagi dan melayani.
Setiap tim panitia kegiatan rumbel akan diberi sertifikat, setiap anggota minimal pny 1 sertifikat dlm 1 thn.
*Mei-Juni 2017*

3. Sew n’ Craft 4E Online Class (Enjoy, Easy, Excellent, Earn)

Sew n’ Craft 4E Class ini adalah kulwap materi pengantar Sew n Craft dng target 4E

#E1 (Enjoy)
Materi :
“Crafting is SEWmuch Fun”

#E2 (Easy)
Materi :
“Shop n’ Learn”
“MJ Explorer”

#E3 (Excellent)
“Made Your Own Masterpiece”

#E4 (Earn)
“Sew n Craft ; Business Opportunities “

4. *Sew n Craft Offline Workshop*

*Juli 2017*:

16 Juli
MJ Explorer dan WS tempat tissue katun jepang

22 Juli
WS pencil case & simple pouch (dengan rits)

*Agt 2017*: WS Tudung Saji

*Sept 2017*: WS Handmade bag

*Okt 2017*: WS Buzy Bag

*Nov 2017*: WS Sulam pita

*Des 2017*: Recycle DIY (online), Masterpiece Challange

*Jan 2018*: WS Khimar

*Feb 2018*: WS Sprei sarban

*Maret 2018*: WS mukena

*April 2018*: WS Handlettering

*Mei 2018*: WS Quilting tingkat dasar

#jadwal dan materi WS msh fleksibel sesuai sikon.

Tindak lanjut WS offline adalah *Masterpiece Challange*
Tantangan membuat karya Handmade yg dipublikasikan di fb grup Rumbel Sew n Craft IIP Jakarta. Jika fb grup sudah termaintance dng baik, Sekretaris bs membuat FanPage FB dan akun IG rumbel Sew n’ Craft utk ajang promosi dan sharing tutorial/tips seputar sew n craft. Promosi produk rumbel jg bs lewat sini.

*Ada sertifikat utk Crafter of the Month* alias pembuat karya terbaik

5. *3B (Belanja Bahan Barengan)*
Belajar mengenali berbagai bahan craft bersama2 di pasar / toko / supplier tertentu. Waktu dan tempat ditentukan kemudian. Pilihan tempat dan supplier melihat minat dan usulan anggota.
*Desember 2017*

6. *Crafter Business Sharing*
Belajar untuk membangun bisnis start up untuk para crafter di Rumbel Sew n Craft IIP Jakarta.
*Februari 2018*

7. *CSR (Craft n Sew Social Responsibility)*
Program berbagi ilmu Craft&Sew utk pemberdayaan umat, bisa ke panti asuhan, lembaga rehabilitasi, rmh dhuafa, Bekerjasama dng sejuta cinta.
*situasional*

8. *Rumbel Sew&Craft Spirit Time*

Sharing antar member deng tujuan mengenal, menginspirasi, dan memotivasi.

Berikut Pengurus Rumbel Sew & Craft IIP Jakarta 2017-2019

Ketua : Annisa Miranty Gumay

Sekretaris : Indah P. Sari

Bendahara : Siti Cholidah

PJ WS offline : Nita Lis Widiana

Humas : Febry Jessicha

Dalam rumbel ini, kami saling berbagi dan melayani.

Alhamdulillah tahun ini, banyak Bunprof yang berkenan berbagi ilmu di rumbel Sew&Craft IIP Jakarta.

Dan para *MENTOR* tersebut adalah..

1. Wytha Natalisia Suverina
2. Faizatul Lutfiyah (Sewing Lab)
3. Azizah Juniarti (Nazhifah Clothing)
4. Siti Munawaroh (Hasanah Centre)
5. Galuh theSEMUT
6. Nony NONINO

Seiring berjalannya waktu, kami dari tim pengurus berencana merekrut beberapa personil dari member untuk membantu kepengurusan rumbel. Tujuannya adalah kaderisasi dan membudayakan untuk saling berbagi dan melayani.

Bismillah.. Semoga Kami bisa bersinergi dalam kebermanfaatan, aamiin..

Posted in Writing Skills and Hand Lettering

It’s About Someone You Can’t Live Without!

love is

Kalau menikah adalah untuk menemukan orang yang ideal, maka selamanya kita tidak akan pernah menemukannya.

“Right Man” pilihan Alloh terkadang bukan sosok yang sempurna bagi kita, namun di akhirnya kita akan menyadari bahwa pilihan Alloh adalah yang terbaik untuk kita.

Alloh menitipkan rahmat pada sosok yang memang dihadirkan-Nya untuk menemani kita “belajar” banyak hal dari kehidupan, menjadi cermin yang membantu kita mengenal diri sendiri, serta membuat kita memahami artinya sabar, syukur, berjuang, dan bahagia.

Terkadang kita terlalu jauh mencari.. hingga tak sadar bahwa cinta itu berada begitu dekat. Sebuah cinta yang seringkali tak terkatakan namun terefleksi dalam sekian banyak pengorbanan tanpa syarat.

Pertemuan pertama saya dengan Ayahnya anak-anak terjadi sekitar 16 tahun lalu. Kala itu kami mengawas UMPTN di wilayah yang sama. Tidak ada yang spesial waktu itu, terlebih, saya masih dekat dengan “orang lain”. Tetapi kenyataan akhirnya memaksa saya untuk melupakan “orang lain” tersebut karena Ia terlanjur menghancurkan hati.

Patah hati ini mengajarkan saya untuk jangan pernah  “terlalu” dalam segala hal. Jangan terlalu cinta, jangan terlalu benci,…yah..pokoknya jalani segala sesuatu sesuai porsi wajarnya saja. Patah hati ini juga memaksa saya membentengi diri dengan segala pertahanan hati agar tidak harus mengalaminya lagi!

Dan patah hati menyadarkan saya bahwa tidak ada yang lebih berhak dicintai selain Alloh.

Kemudian saya  membunuh kesedihan dengan kesibukan. Kesibukan apa pun. Saya ingin kelelahan menjadi obat tidur yang memaksa saya melupakan kesedihan. Kalau pun harus terbangun karena masih gelisah di tengah malam, saya memilih menghabiskan malam dengan curhat bebas hambatan di atas sajadah, atau tenggelam dalam berlembar-lembar kertas catatan harian.

Salah satu aktivitas melelahkan diri yang saya lakukan pada masa itu bernama jogging sore bersama beberapa teman di Unit Kegiatan Mahasiswa, yah..itung-itung ngurusin badan 🙂

Saya sendiri lupa bagaimana ceritanya sampai akhirnya suami saya terpilih menjadi instruktur kami. Aktivitas lari sore ini ternyata lumayan efektif membuat saya lari dari kenyataan. Meski niat pengen kurusnya gak kesampaian karena jogging selalu diakhiri dengan makan rawon di warung Surabaya depan kampus. Hadehh gimana mau kurus coba 😉

Momen mengobrol bersama di meja makan warung Surabaya adalah titik awal saya mulai mengenal lebih dekat sosok Mas Agus, orang yang dipilihkan Alloh untuk mengisi banyak ruang di hati dan hidup saya selanjutnya.

Sikapnya yang humoris, tenang dan selalu siap membantu membuat saya merasa nyaman berteman dengannya. Berada bersama teman-temannya di KMPA Eka Citra pun membuat saya menemukan kembali “feel” keluarga besar PATTUPALA yang dulu begitu intens mengisi hari-hari SMA saya.

Walau pun akhirnya kami berteman dekat namun saya tak kuasa memberikan kunci hati terdalam saya untuknya. Cerita patah hati tempo hari itu terlalu berkesan. Cukup lah saya mengalaminya satu kali saja ; jangan pernah lagi. Pengalaman pahit tentang cinta membuat hati saya terbagi dua ; sepenggal hati percaya cinta, sementara sisanya TAK PERCAYA CINTA.

Quotes favorit saya ketika itu adalah :

“Jika Ia memang untukmu maka sejauh apa pun kalian terpisah pasti akan bertemu. Namun bila Ia bukan untukmu maka sekuat apa pun engkau menggenggamnya pasti akan terlepas”.

Boleh dikatakan, saya tidak pernah menganggap hubungan kami “serius” hingga waktu yang kami lewati bersama membuktikan bahwa “Dia Orangnya”.

Berbekal Buku “Kupinang Engkau dengan Hamdalah” Mohammad Fauzil Adhim, Mas Agus memberanikan diri “meminta” saya secara resmi di depan Papa dan Mama. Dan sejak 1 Juli 2006, saya resmi menutup ruang tak percaya cinta dalam hati untuk diwarnai dengan kisah cinta kami yang baru dimulai.

IMG-20160802-WA0031[1]

Menjalani 9 tahun usia pernikahan tentu bukannya tanpa masalah. Airmata yang menetes dalam kurun waktu tersebut mungkin jauh lebih banyak dari sebelumnya. Namun proses ini merupakan rangkaian hikmah menuju pernikahan yang saling melengkapi ; saling mencintai di kala dekat, menjaga kehormatan di kala jauh, saling menghibur di kala duka, mengingatkan di kala bahagia, serta senantiasa mendoakan dalam kebaikan dan ketakwaan.

Love is not finding someone to live. It’s finding someone you can’t live without!

12 November 2015, Alloh memanggil “pulang” Mas Agus secara mendadak. Saya kemudian diamanahi 3 anak plus 1 janin dalam kandungan yang resmi menjadi yatim per hari itu. Agaknya, Alloh kembali mengingatkan saya untuk hanya memilih-Nya sebagai cinta sejati. Di saat saya merasa tidak bisa hidup tanpa Mas Agus, di situ lah Alloh menguji sekaligus membuktikan bahwa cukup lah Alloh sebagai pelindung.

Kabar baiknya : Alloh sudah memberi banyak latihan kecil sebelumnya. Rangkaian latihan ini ternyata berupa perasaaan yang saya kenal dengan istilah sedih, lelah, sakit, dan banyak hal pahit lainnya.

Kehilangan kali ini harusnya tidak terlalu menyakitkan asalkan saya menempatkan Alloh sebagai satu-satunya cinta tak tergantikan. Proses menerima kepergian partner hidup dengan ikhlas ini kemudian bermetamorfosis menjadi semangat menyiapkan bekal diri dan anak-anak menuju destinasi berikutnya.

“Waktu adalah ujian seberapa lama cinta bisa menunggu. Jarak adalah ujian seberapa jauh cinta bisa melewati perjalanan.” -Tere Liye-

IMG_20170518_082636_841’till We Meet Again, Love.. Tunggu Aku dan Anak-anak di Pintu Surga 🙂

#HowIMetMyHusband #LoveStory #TantanganMenulisOktober #RumbelMenulisIIPJakarta

 

Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

#Cerita Level 3 : Sosialisasi Sekolah Kewirausahaan pada Warga Sekolah & Sekolah Sekitar

“In learning you will teach, in teaching you will learn” -Phil Collins-

Level ke-3 dari kegiatan sekolah kewirausahaan sman 71 Jakarta adalah cerita tentang sosialisasi program sekolah kewirausahaan pada warga sekolah dan sekolah sekitar. Dalam kegiatan ini, kami mengundang pengusaha muda yang juga merupakan alumni SMAN 71, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Pengawas SMAN 71, Komite Sekolah, Guru dan Pegawai SMAN 71, Perwakilan siswa kelas X peserta program Sekolah Kewirausahaan, serta Perwakilan Sekolah Imbas.

Mengapa perlu sosialisasi kegiatan?

Secara garis besar, sosialisasi dapat dikatagorikan sebagai proses belajar mengajar. Melalui sosialisasi, individu belajar menjadi anggota masyarakat, dimana prosesnya tidak semata-mata mengajarkan pola-pola perilaku sosial kepada individu tetapi juga individu tersebut mengembangkan dirinya atau melakukan proses pendewasaan dirinya.
Berikut beberapa catatan penting terkait sosialisasi yang dikutip dari http://hariannetral.com/2015/06/pengertian-sosialisasi-dan-tujuan-sosialiasi-menurut-ahli.html :
1. Sosialisasi berjalan melalui proses belajar untuk memahami, menghayati, menyesuaikan dan melaksanakan tindakan sosial yang sesuai dengan pola perilaku masyarakatnya (behavioral patterns of society).
2. Sosialisasi berjalan bertahap dan berkesinambungan (kontinu), mulai dari sejak individu dilahirkan hingga dia mati.
3. Sosialisasi berhubungan erat dengan enkulturasi atau proses pembudayaan, yaitu proses belajar dari seorang individu untuk belajar, mengenal, menghayati, dan menyesuaikan alam pikiran serta cara dia bersikap terhadap sistem adat, bahasa, seni, norma, agama dan seluruh peraturan dan pendirian yang ada dalam lingkungan kebudayaan masyarakat
Adapun beberapa tujuan proses sosialisasi diantaranya:
a. Memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang dalam peran hidupnya sebagai anggota masyarakat.
b. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien serta mengembangkan kemampuannya untuk membaca, menulis, dan bercerita. Dengan melakukan komunikasi, berbagai informasi mengenai masyarakat akan diperoleh demi kelangsungan hidup manusia sebagi individu sekaligus bagian dari masyarakat.
c. Mengembangkan kemampuan seseorang mengendalikan diri dalam melaksanakan perannya dalam masyarakat. Dengan adanya proses sosialisasi, seorang individu dapat memahami hal-hal yang baik yang diajurkan, dan menghindari melakukan hal-hal buruk.
d. Menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat karena sosialisasi merupakan proses penularan nilai dan norma yang menjadi kepercayaan pokok masyarakat dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup bermasyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung 2 hari. Awalnya ingin dibuat satu hari, qodarullah saat waktu sudah ditentukan, ternyata sosialisasi harus diundur karena beberapa narasumber mendadak tidak bisa hadir pada tanggal yang sudah ditentukan. Namun karena Nuraini Pahlawati, narasumber wirausaha, hanya bisa hadir di tanggal yang disepakati semula, akhirnya kami mengadakan 2 sesi sosialisasi.
Sosialisasi pertama hanya dihadiri beberapa siswa kelas X yang merupakan CEO tim KUS (Kelompok Usaha Siswa) , beberapa guru, dan narasumber wirausaha. Sosialisasi pertama kami lakukan pada tanggal 11 Agustus 2017 pukul 13.00-15.00 di Ruang AV SMAN 71 Jakarta.
Berikut dokumentasi kegiatannya :
Fokus kegiatan ini adalah open mind. Kak Nuraini Pahlawati Aziza, salah seorang alumni terbaik SMAN 71 Jakarta, berbagi cerita tentang pentingnya menjadi studentpreneur demi kemajuan bangsa. Ia pun menceritakan kisah perjalanan bisnisnya yang sudah mulai dilatihkan sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
materi Kak Nuraini bisa dilihat di :
Jumlah pengusaha itu sendiri merupakan tolok ukur majunya sebuah negara. Dalam sebuah berita yang dirilis situs http://ekonomi.kompas.com/read/2016/03/30/192821726/Menggenjot.Jumlah.Ideal.Pelaku.Wirausaha.Indonesia, terungkap jumlah pelaku wirausaha di Indonesia hingga kini masih belum mencapai angka ideal, yakni 2%, dari jumlah penduduk Indonesia. Data terkini dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM) menunjukkan bahwa Indonesia baru mempunyai sekitar 1,65 persen pelaku wirausaha dari total jumlah penduduk 250 juta jiwa.

 

Data itu juga menunjukkan bahwa jumlah yang dimiliki Indonesia tertinggal ketimbang tiga negara di kawasan Asia Tenggara yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand. Ketiganya mencatatkan angka 7 persen, 5 persen, dan 3 persen dari total jumlah penduduk masing-masing. Meski berita baiknya, GEM memaparkan bahwa hasrat rakyat Indonesia untuk menjadi pelaku wirausaha menduduki posisi kedua. Posisi yang hanya satu level di bawah Filipina.

Inilah sebabnya, mengapa program sekolah kewirausahaan ini begitu strategis untuk menaikkan rasio pengusaha di Indonesia, terutama pengusaha muda. Ini lah saatnya Indonesia bangkit. Generasi muda jangan hanya menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Rencanakan masa depan bangsa yang gemilang sejak usia dini. Tumbuhkan sikap cinta belajar, fokus pada kebermanfaatan diri sesuai potensi masing-masing, dan membangun peradaban masyarakat terbaik.

Sementara sesi sosialisasi program yang ke-2, berlangsung hari Selasa, 15 Agustus 2017 di Ruang AV SMAN 71 Jakarta, pukul 13.00-15.00.

Meski Kasudin Jakarta Timur berhalangan hadir, namun poin-poin penting mengenai program ini, Alhamdulillah, tersampaikan dengan baik oleh Kepala SMAN 71 Jakarta, Ibu Wilin Murtanti dan beberapa hal teknis terkait rangkaian kegiatan Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 diperjelas kembali oleh Ketua Panitia, Annisa Miranty Gumay.

Motivasi dari Pengawas Paket SMAN 71 Jakarta, Bapak Nanang Gunadi, juga mmenambah semangat peserta program sekolah kewirausahaan dan para undangan untuk mulai menanamkan karakter wirausaha pada diri masing-masing karena kita sudah berada di era baru, abad 21. Ketua Komite SMAN 71, Bpk. I Wayan Sentana, pun menanggapi positif kegiatan ini dan mendukungnya.

Adapun undangan yang berasal dari sekolah imbas yang dapat menghadiri kegiatan ini berjumlah 5 orang dari 6 undangan yang dikirimkan. Kelima orang undangan tersebut berasal dari 3 sekolah imbas yang ditunjuk Kemendikbud dalam program ini, yaitu : SMAN 81 Jakarta, SMAN 91 Jakarta, dan SMA Pusaka.

Berikut dokumentasi kegiatan sosialisasi sekolah kewirausahaan SMAN 71 Jakarta :

Demikian cerita level 3 kami. Selamat BELAJAR dan BERBAGI, See You at the Top !

 

#sekolahkewirausahaan71 #jurnalkewirausahaan2017 #thenextentrepreneur

Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

# Cerita level 2 : Pengembangan Kewirausahaan pada Kurikulum Sekolah

21st-century-curriculum quotes--21 Century Quotes from Justin Crawford-

Kurikulum, Menurut UU RI no.20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Ada beberapa prinsip yang dijadikan sebagai acuan agar kurikulum yang dihasilkan memenuhi harapan stakeholders pendidikan yang meliputi siswa, pihak sekolah, orangtua, masyarakat pengguna lulusan dan pemerintah. Prinsip-prinsip tersebut adalah :

  • Prinsip berorientasi pada tujuan

Prinsip dasar menegaskan bahwa tujuan atau kompetensi merupakan arah bagi pengembangan komponen – komponen lainnya dalam pengembangan kurikulum. Tujuan kurikulum / kompetensi yang diharapkan harus jelas dan dapat dipahami oleh para pelaksana kurikulum serta dijabarkan menjadi tujuan – tujuan yang lebih spesifik dan operasional. Tujuan kurikulum juga harus komprehensif yakni meliputi berbagai aspek domain tujuan / kompetensi yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

  • Prinsip relevansi

Kurikulum dipandang relevan bila hasil yang diperoleh dari kurikulum berguna atau fungsional bagi kehidupan.

  • Prinsip efektivitas dan efisiensi

Efektivitas dalam suatu kurikulum berkenaan dengan seberapa jauh hal yang direncanakan atau diinginkan dapat dilaksanakan atau dicapai. Efektivitas dan efesiensi dalam kurikulum dapat terjadi jika kurikulum mampu mengusahakan agar kegiatan pembelajaran membuahkan hasil serta dilaksanakan dengan waktu, biaya dan sumber lain secara cermat dan tepat sehingga dapat memenuhi harapan pembelajaran.

  • Kontinuitas

Yaitu saling berhubungan antara berbagai tingkat. Artinya kurikulum mengusahakan agar setiap kegiatan pembelajaran merupakan bagian yang berkesinambungan dengan kegiatan pembelajaran lainnya baik secara vertikal maupun horizontal.

  • Fleksibilitas

Yaitu memberi sedikit kebebasan dan kelonggaran dalam melakukan atau mengambil suatu keputusan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pelaksana kurikulum. Maksudnya, kurikulum mengusahakan agar kegiatan pembelajaran bersifat luas, dan disesuaikan dengan kondisi setempat.

  • Prinsip integrasi

Prinsip ini menekankan bahwa kurikulum harus dirancang untuk mampu mengembangkan manusia yang utuh dan pribadi yang terintegrasi, yaitu manusia yang mampu selaras dengan kehidupan disekitarnya. Inilah sebabnya, kurikulum harus dapat mengembangkan berbagai kecakapan hidup.

Berdasarkan prinsip di atas maka kurikulum sejatinya harus dinamis, berkembang mengikuti perkembangan zaman. Pengembangan kurikulum harus mampu menjawab kemajuan ilmu tekhnologi, memenuhi kebutuhan yang ada dalam masyarakat, meningkatkan kemajuan peradaban masyarakat, dan memenuhi kebutuhan peserta didik.

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan suatu kurikulum tersebut perlu dirubah adalah sebagai berikut :

  1. Adanya perkembangan dan perubahan bangsa yang satu dengan yang lain.
  2. Industri dan produksi
  3. Orientasi politik dan praktek kenegaraan
  4. Pandangan kalangan intelektual yang berubah
  5. Pemikiran baru mengenai proses belajar mengajar
  6. Eksploitasi ilmu pengetahuan
  7. Perubahan dalam masyarakat

Proses pengembangan kurikulum, yang berkesinambungan ini, harus di lakukan dengan baik, teliti serta mempertimbangkan faktor -faktor pendukung dan penghambatnya karena apabila perubahan kurikulum tidak mengarah kepada tujuan maka akan mengakibatkan kekacauan.

Kurikulum 2013 sekarang ini telah mengalami revisi terbaru di tahun 2017. Sebenarnya, revisi K13 Tahun 2017 tidak terlalu signifikan. Perubahan di fokuskan untuk meningkatkan hubungan atau keterkaitan antara kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD).

Sedangkan dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) K13 revisi 2017, yang dibuat harus muncul empat macam hal yaitu; PPK, Literasi, 4C, dan HOTS sehingga perlu kreativitas guru dalam meramunya.

Berikut resume revisi Kurikulum 2013 tahun 2017 yang saya kutip dari http://www.pediapendidikan.com/2017/05/rpp-k13-revisi-2017.html :

  1. Mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
  2. Mengintegrasikan literasi; keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative);
  3. Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill).

Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.

Pengintegrasian dapat berupa :

  • Pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);
  • Pemaduan kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler;
  • Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;

Perdalaman dan perluasan dapat berupa:

  • Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa,
  • Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;
  • Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.

Sementara Pengertian Literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi ;

  1. Literasi Dini (Early Literacy),
  2. Literasi Dasar (Basic Literacy),
  3. Literasi Perpustakaan (Library Literacy),
  4. Literasi Media (Media Literacy),
  5. Literasi Teknologi (Technology Literacy),
  6. Literasi Visual (Visual Literacy).

Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting. 4 C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.

Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu ; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi ; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide.

Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar atau 8 jam sehari sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.

Landasan umum pelaksanaan kurikulum K13 Revisi 2017 dapat dilihat di :

1.1. Dinamika Perkembangan Kur-2013_2017

1.2. Penguatan Pendidikan Karakter Kur-13 Dr. Arie Budhiman, M.SI_2017

1.3. Penerapan Literasi Dalam Pembelajaran

Setelah kita membaca sedikit pengantar tentang pengembangan kurikulum, pembahasan selanjutnya adalah mengenai RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

blackboard_le

RPP adalah satu keharusan bagi semua guru. Kenapa? karena RPP membantu guru merencanakan pembelajaran sesuai dengan standar kurikulum dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Evaluasi RPP secara berkala oleh guru akan membuat guru tersebut memahami kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran yang dilakukannya sehingga Ia dapat terus belajar dan bereksplorasi untuk menemukan metode terbaik dalam pembelajarannya. Sebuah RPP harusnya membantu seorang guru menjadi produktif.

productivity

Faktanya, ada beberapa guru kesulitan membuat RPP, dan ada pula yang mengalami  membuat RPP tapi tidak terpakai. Memang terkadang apa yang dibutuhkan peserta didik justru tidak ada hubungannya dengan rencana yang kita buat. Namun, justru di situ tantangannya.

your student need most

Ketika seorang guru mendapat kejutan, karena apa yang dialami di kelas ternyata tidak seperti yang dituliskan dalam RPP, maka situasi tersebut seyogyanya menstimulus guru untuk makin tertantang belajar dan bereksplorasi.

Seorang guru yang cinta mengajar, dan menyayangi siswanya dengan sepenuh hati akan terus berusaha menemukan cara agar pembelajaran yang dilakukannya selalu bermakna. Para guru yang menginspirasi ini akan selalu punya tempat di hati siswanya.

Berikut beberapa tips membuat RPP :

Lesson-Plans-tips

Kadang kita merasa membuat RPP itu sulit justru karena kita terlalu rumit memikirkan formatnya. Padahal tujuan perumusan format-format, yang dilakukan beberapa tim guru melalui forum MGMP, adalah untuk mempermudah penyusunan RPP  oleh guru. Sederhananya, penyusunan RPP bisa kita mulai dari pertanyaan-pertanyan yang mendasar seperti :

  1. Apa tujuan pembelajaran hari ini ? (manfaat pembelajaran bagi siswa)
  2. Berapa waktu tatap muka yang saya punya hari ini? (alokasi waktu sesuai program pembelajaran)
  3. Bagaimana membuat siswa bisa mendapat makna pembelajaran hari ini dengan mudah? (Pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran yang dipakai)
  4. Referensi apa saja yang harus saya punya? (sumber materi)
  5. Media belajar apa yang akan saya pakai? (alat bantu pembelajaran)
  6. Rundown nya bagaimana? (kegiatan pendahuluan-inti-penutup)
  7. Bagaimana cara mengevaluasi pembelajaran hari ini? (sistem penilaian, refleksi pembelajaran)
  8. Apa follow up pembelajaran untuk siswa? (penugasan selanjutnya)

Sekali lagi, penyusunan RPP bisa jadi menyenangkan kalau kita membayangkan diri kita sebagai peserta didik. Jika kita jadi siswa, dengan cara apa kita bisa lebih mudah memahami materi yang diajarkan? apa korelasinya ilmu yang dipelajari dengan fakta aktual di sekitar kita? apa manfaat mempelajari ilmu ini untuk kita?

Ketika seorang guru mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan rancangan aktivitas pembelajaran yang tepat maka Ia sedang merencanakan sebuah proses pembelajaran yang bermakna.

Terkait dengan pengembangan kewirausahaan pada kurikulum sekolah yang kami lakukan dalam program sekolah kewirausahaan, output yang kami produksi adalah  RPP berbasis keterampilan abad 21 (4C). Adapun beberapa hal utama yang kami perhatikan dalam proses penyusunannya adalah :

  1. Apa kebutuhan masyarakat dunia di abad 21?
  2. Bagaimana karakter siswa yang kami hadapi, yang notabene termasuk generasi Z?
  3. Strategi dan metode apa yang paling efektif untuk membangun karakter wirausaha berbasis keterampilan abad 21 pada siswa?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pengantar kami dalam mengeksplorasi informasi terkait wirausaha abad 21 dan juga menjadi alasan kami untuk berkolaborasi dengan banyak pihak yang terintegrasi sebelum membuat rancangan program pembelajaran yang tepat bagi siswa kami.

Dalam materi pelajaran PKWU tingkat SMA, ada 4 aspek yang bisa dipilih yaitu : Kerajinan, Pengolahan, Budidaya, dan Rekayasa. Adapun aspek yang kami pilih dalam program Sekolah Kewirausahaan kali ini hanya 2 ; Pengolahan makanan awetan dalam kemasan, dan Kerajinan berdasarkan inspirasi budaya lokal non benda berbahan dasar akrilik. Sebagian besar siswa kelas X MIPA memilih aspek kerajinan, sementara siswa kelas X IPS memilih aspek pengolahan.

Kolaborasi dengan guru mata pelajaran yang terintegrasi dengan pelajaran PKWU, seperti fisika, biologi, kimia, ekonomi, dan seni budaya, tentu menjadi keharusan karena kita menginginkan output kegiatan pembelajaran menjadi otentik dan bermanfaat. Oleh karena itu, tak jarang kami saling berdiskusi lintas mapel disela-sela waktu mengajar untuk mendapatkan inspirasi rancangan pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa sekaligus mampu menjawab kebutuhan zaman.

Salah satu contoh cuplikan RPP mapel PKWU yang kami susun bisa dilihat di :

RPP Pengolahan KD 3 1

Berikut dokumentasi koordinasi pembuatan RPP, buku rujukan, dan penampakan RPP yang kami buat :

Demikian lah cerita Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 #2017 – Level 2, yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Di akhir cerita, kami titipkan sebuah quotes penutup :

Orang-orang HEBAT di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu INSPIRASI.

SELAMAT MENJADI GURU YANG MENGINSPIRASI, KARENA SESUNGGUHNYA GURU ADALAH KURIKULUM YANG TERSEMBUNYI !!

#sekolahkewirausahaan71 #jurnalkewirausahaan2017 #thenextentrepreneur

 

Referensi :

http://yuliernawati07.blogs.uny.ac.id/2015/10/15/alasan-alasan-perlunya-pengembangan-kurikulum/

http://inservice.ascd.org/plan-and-prepare-four-lesson-planning-tips-to-improve-student-achievement/

Posted in Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017

#Cerita Level 1 : Kisah Pembuka “Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 tahun 2017”

IMG-20170820-WA0077Kisah ini dimulai sejak terpilihnya SMAN 71 sebagai penerima bantuan pemerintah untuk program kewirausahaan di SMA dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada pertengahan tahun 2017.

Program ini merupakan jawaban dari kegelisahan pemerintah terhadap fakta bahwa sampai saat ini sebagian lulusan SMA tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi dan tidak memiliki keterampilan yang memadai dalam menghadapi tantangan hidup untuk terjun ke masyarakat. Hal ini antara lain disebabkan karena mereka tidak memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan berwirausaha.

Struktur kurikulum 2013 SMA memuat mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Dengan demikian SMA merupakan tempat yang strategis untuk mengembangkan bakat wirausaha yang mandiri dan berkepribadian. Pola pikir yang selama ini berorientasi menjadi pegawai/pencari kerja harus diubah berorientasi menjadi wirausahawan yang dapat menciptakan tenaga kerja. Melalui pendidikan kewirausahaan diharapkan peserta didik akan menjadi kreatif dan mandiri, serta mulai tergerak dan berani membuka usaha sendiri.

Setiap sekolah penerima Bantuan Pemerintah (BanTah) Kemendikbud RI tahun 2017 akan menerima dana sebesar Rp 100,000,000 yang harus dimanfaatkan dan dipertanggungjawabkan sesuai juknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Adapun tema yang diangkat oleh SMAN 71 sebagai salah satu sekolah penerima BanTah Program Sekolah Kewirausahaan Kemendikbud RI tahun 2017 adalah “Membangun Karakter Wirausaha Berbasis Keterampilan Abad 21 pada Siswa”.

Gambaran umum mengenai program Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta #2017 dapat dilihat pada slide berikut ini :

Hand Out Sosialisasi Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta, oke

Penyusunan program kegiatan ini dilakukan oleh tim panitia yang terdiri dari Kepala SMAN 71, Seluruh Wakasek dan Staf, Pegawai TU, Guru PKWU, Wali Kelas X, dan beberapa Guru yang mengampu mata pelajaran yang terintegrasi dengan program sekolah kewirausahaan.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan koordinasi panitia :

 

Action Plan Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 dapat dilihat dibawah ini :

 

Di akhir kisah pembuka ini, kami ingin menitipkan sebuah pesan yang dikutip dari Eric Hoffer (25 Juli 1898 – 21 Mei 1983), seorang filsuf moral dan sosial Amerika. Beliau adalah penulis sepuluh buku dan dianugerahi Presidential Medal of Freedom pada bulan Februari 1983. Berikut pesannya :

“Tugas utama pendidikan adalah untuk menanamkan sebuah keinginan dan fasilitas untuk belajar ; bukan untuk menghasilkan orang-orang terpelajar melainkan orang-orang yang terus belajar. Peradaban sejati manusia adalah peradaban pembelajaran ketika kakek-nenek, orangtua, dan anak-anak sama-sama menjadi murid.”

Kami berharap, Program Sekolah Kewirausahaan SMAN 71 Jakarta tahun 2017 menjadi salah satu fasilitas yang akan menyalakan semangat banyak orang untuk cinta belajar sepanjang hayat. Sehingga, bukan hanya para siswa yang belajar melalui program ini, tapi juga para guru dan masyarakat, semoga dapat mengambil manfaatnya.

Sampai bertemu di postingan berikutnya ya..

quotes by eric hoffer.jpg

 

#sekolahkewirausahaan71 #jurnalkewirausahaan2017 #thenextentrepreneur

 

 

 

 

 

Posted in Resume Kuliah/Diskusi Whatsapp

RESUME KULWHAP TALENTS MAPPING FOR CHILDREN

Pelaksanaan :
Hari, tanggal : Jum’at, 22 September 2017

Waktu : 20.30 SGT atau 19.30 WIB

Moderator :

1. Dieni Rachmawaty

2. Ramadhany Agatha

Notulen :

Ita Utami Aidid

Pemateri :
Nama : Rima Melanie Puspitasari
Tanggal Lahir : 22 Agustus
Nama Suami : Herdi Paputungan
Nama Anak :
1. Ghazy Kharisma Paputungan (12 tahun)
2. M. Al Fawwaz Sinathrya Paputungan (4 tahun 10bulan)

Aktivitas
1. Home educator
2. Rumah konsultasi bakat
3. Santri Abah Rama
4. Konsultan Talent Mapping

Alamat :
Jalan Pertabatan 1 Gg.1 no.125 RT 03 RW 01 Kelurahan Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas 53147

Materi :

1.Pemahaman diri
Pernahkah kita berfikir mengapa kita sampai terlahir di dunia ini?
Apakah hanya karena semata Ayah dan Bunda kita menikah saja?
Pernah terpikirkah apa tujuan kita terlahir di dunia ini?

Untuk beribadah pada Allah SWT. Tentu saja.

Tetapi pernahkah kita berfikir, Mengapa saya, mengapa dilahirkan saat ini, dan di sini ?
Karena kita semua yakin bahwa Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia sia. Termasuk kita tentunya.

Adakah maksud-maksud tertentu akan kehadiran kita di muka bumi ini?

Adakah misi spesifik, tujuan khusus atas kelahiran kita disini?

Lalu kemudian beralih pada fitrah yang kita miliki.
Mengapa tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang memiliki sifat, karakter, dan kebiasaan yang sama?
Apakah tujuannya?
Jika kita menelaah dan memahami lebih jauh surat Al Israa ayat 84. ”Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

Disana dijelaskan bahwa tiap manusia akan berbuat sesuai dengan pembawaannya. Syakillah, fitrah, bawaan.

Mengapa?Lebih lanjut lagi…
Bahwa tiap manusia ketika dilahirkan ke dunia, mereka mempunyai misi spesifik yang harus ditunaikan.

Untuk membantu menyelesaikan misi tersebut, Allah memberikan potensi2 kekuatan yang berupa fitur unik atau lebih kita kenal sebagai FITRAH.

Definisi bakat dalam Talents Mapping diambil dari sana. Yaitu sebuah sifat (personality) yang produktif. Yang apabila digunakan akan memberikan manfaat sebesar besarnya untuk menghasilan sesuatu.

Lalu bagaimana kita memahami bakat kita?
Tentu saja kita perlu lebih memahami, memperhatikan, dan menyelami diri kita sendiri. Agar kita lebih mengenal siapa diri kita, apa saja yang menjadi potensi kekuatan2 dalam diri kita, dan apa yang menjadi kelemahan dalam diri.

Ada rumus dalam TM untuk memahami apakah sesuatu itu bakat/kekuatan kita atau bukan.

Ciri ciri bakat:

  1. Yearning (nagih). Hasrat ingin terus melakukan suatu aktivitas tertentu yang membuat sering lupa waktu.
  2. Rapid Learning. Saat mempelajari sesuatu jadi terasa begitu mudah.
  3. Flow. Menjalankan sesuatu mengalir begitu saja. Persiapan minimal, hasilnya maksimal.
  4. Glimpses of excellent. Aktivitas tertentu memperlihatkan sekelebat keunggulan anda.
  5. Satisfication. Kepuasan hati dalam menjalankan sebuah aktivitas yang membuat anda ingin segera melakukannya kembali.

Jadi mengapa memahami bakat itu penting?

Karena bakat berhubungan dengan misi spesifik hidup kita. Karena dengan bakatlah kita akan dapat menyelesaikan dan menuntaskan misi hidup kita. Apakah misi kita yang menjadi alasan keberadaan kita di muka bumi ini akan tercapai, sukses, atau bahkan gagal, failed.

Memahami bakat, artinya memahami diri kita sendiri.

Sebuah petuah bijak menyebutkan : “`Man ‘Arafa Nafsahu Faqad ‘Arafa Rabbahu.“` Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya

2. Bakat anak

“Setiap Anak Pasti Berbakat”

Seorang ibu merenung di sudut ruang tamu. Hatinya gundah, kecewa, dan sedih. Bagaimana tidak, ditempat arisan tadi teman temannya sibuk membanggakan prestasi anak anak mereka. Seperti Rayhan anak bu Yuli yang baru saja menyabet medali emas cabang taekwondo di Porda kemaren. Juga Agnes yang yang baru saja lolos audisi pemilihan bintang tarik suara. Atau Bagas yang mewakili sekolah dalam olimpiade matematika.

Si ibu merasa sedih mengapa anaknya, Doni tidak seprti anak anak lain? Mengapa anakanya tidak memiliki prestasi apapun? Jangankan meraih medali emas, mengikuti perlombaan pun Doni segan. Tidak suka memilki bakat, begitu yang dikatakan temannya untuk menyindir Doni.
Benarkah anak semata wayangnya itu tidak memiliki bakat? Pentingkah bakat? Lalu jika iya bagaimna dengan masa depan Doni?
Benarkah Allah hanya memberi bakat pada orang orang tertentu saja? Atau orang tuanyalah yang belum mengenal bakat anaknya?

Sesungguhnya Allah maha adil. Jika satu orang diberikan bakat, maka begitu juga yang lain. Bakat adalah salah satu dari fitrah yang diberikan oleh Allah pada setiap manusia dalam awal penciptaaanya. Bakat itu fitur unik, fitrah yg telah terinstal sebelum seorang manusia dilahirkan. Ada dua sumber yang bisa didefinisikan sebagai bakat. Yaitu potensi fisik/panca indera(ini yang biasa kita kenal sebagai bakat selama ini) misalnya melukis, menari, acting, olahraga, dsb.  Dan ada pula potensi berupa sifat produktif.

Inilah mengapa selama ini kita menganggap hanya orang tertentu saja yang memiliki bakat. Karena kita selama ini mengenal bakat hanya dari kelebihan fisik atau inderwi saja. Sedangkan sifat produktif tidak kita anggap sebagai bagian dari bakat. Inilah yang disebut dengan Potensi kekuatan

Rumus yang paling mudah  untuk menemukan bakat anak adalah dengan 4E. Easy, Enjoy, Excellent, dan Earn.

Lalu bagaimana cara mengetahui bakat anak?

  1.  Memahami bakat yang dimiliki orang tuanya.
  2. Memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan.
    Ada beberapa anak yang cepat menemukan AHA nya, ada beberapa yang membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk itu. Ini berhubungan dengan pengalaman dan pengetahuan tadi. Maka memberikan banyak pengalaman akan sangat membantu anak untuk mnemukan passion, minat, dan bakatnya. Bu Septi memperkanalkannya dengan Pandu 45. Memberikan banyak ragam kegiatan, akan membantunya menemukan apa yang paling dia sukai.
  3. Emisol
    Empati (Menyerap)
    Imajinasi (Mengolah)
    Solusi (Menyajikan)

    Menyerap adalah bagian dari proses mengamati anak, bisa dilakukan dengan mengamati saat melakukan kegiatan bersama, dokumentasi kegiatan, juga dengan banyak bertanya. Kemudian diolah/dipikirkan kemungkinan kemungkinan terbaiknya, dan terakhir disajikan sebagai sebuah solusi kegiatan. Ulangi proses secara berputar (melingkar) dan selalu dipikirkan untuk mekar. Mekar di sini adalah usaha untuk mempertajam/mengasah bakat anaknya.

  4. Membuat catatan atau portofolio.
    Catatan2 khusus ini akan kita perlukan untuk akhirnya dapat mengelompokkan mana yang sebetulnya bagian dari 4E yang dimiliki anak. Dan mana yang tidak.
  5. Memfasilitasi
    Memfasilitasi disini bukan berarti kita harus siap dengan segala fasilitas dan kemewahan yang memudahkan.

🌀 Memberi fasilitas disini artinya memberikan ruang, kebebasan bagi anak untuk mengekspresikan apa yang menjadi bakat yang dimilikinya.
🌀 Memberikan apresiasi atas kelebihan yang dilimilikinya, sehingga anak akan merasa percaya diri dengan kelebihan yang dimilikinya
🌀 Memberi tantangan
🌀 Merancang kegiatan bersama dalam rangka mengembangka talents anak.

  1. Selalu siap untuk memulai kembali
    Try and trial itu sangat dibutuhkan dalam menemukan passion. Jadi ketika anak kehilangan passion dalam satu hal, tidak perlu terlalu rendah diri dan merasa gagal.  Maka bersiap siaplah ketika mereka menawarkan sebuah minat yang baru.
    Tidak perlu merasa khawatir ketika minat anak cenderung berubah ubah dan sering berganti. Karena passion yang sesungguhnya tidak akan pernah berganti. Passion itu akan selalu sama, dan dia akan terus ‘nagih’ sepanjang hidupnya.

Menemukan bakat anak anak dan membantu mereka mengembangkan bakatnya menjadi sebuah kekuatan
“The real task of parenting is not to prepare the path of our children – rather , to prepare them for the path they will inevitably need to walk”

Wayne Hammond

Sesi Tanya – Jawab :

  1. Suci – Pekanbaru

1. Kapan bakat anak bisa terlihat, apa sejak bayi bisa terlihat bakat nya?
2. Bagaimana kita memetakan bakat anak yang belum bisa menentukan kesenangan nya sendiri (terlalu banyak di”setir” dari kecil) hingga pasif dalam suatu hal.
Jawaban :

  1. Ada beberapa sifat atau karakter asli yang memang sudah dapat teelihat sejak bayi. Misalnya ada bayi yang ketika meminta ASI dia gak sabaran, cenderung memaksa. Tapi sebaliknya ada yang cenderung tenang juga. Hal hal seperti ini baiknya ditulis dalam lembar pengamatan dan portofolio untuk diamati apakah memang karakter ibu berlanjut pada  si anak atau tidak.
  2. Yang pertama harus kita lakukan adalah hentikan tindakan  yang terlalu banyak mengintervensi si anak. Tumbuhkan kembali kepercayaan dirinya, biarkan dia mencoba untuk memilih apa yang diinginkannya. Proses ini biasanya gak sebentar tergantung sejauh mana ketergantungan anak sebelumnya akan intervensi orang tua. Kemudian lanjutkan terus mengamati dan mencatat semua perubahan yang terjadi.
  1. Arum – Lampung

Dari ciri2 TM yg sudah dipaparkan, kalau hp dan youtube masuk kedalam 5 kriteria tsb, bagaimana seharusnya sikap kita? Berhubung ada kekhawatiran efek negative dari penggunaan smartphone pada anak usia dini

Jawaban :

Anak anak sekarang memang terlahir di generasi C. Mereka dilahirkan pada zaman dimana segala sesuatu sudah saling terhubung dengan dunia maya. Generasi C/click era. Kebanyakan anak anak yang lahir pada zaman ini adalah mereka yang kreatif, lebih tertarik dengan visual, dan cenderung kurang suka bergerak atau bekerja keras secara fisik.  Dunia maya adalah sebuah keniscayaan. Sebuah zaman yang memang berbeda dengan zaman kita dulu. Disini kita harus bijak bersikap sebagai orang tua.
Karena yang namanya komputer, internet, dlsb mau tidka mau akan dihadapi jiga oleh anak anak kita. Serapat apa pun kita menjauhkan mereka dari dunia maya, mereka tetap akan menghadapinya juga. Karena memang merek ditakdirkan lahir pada era ini.
Nah alangkah bijak nya jika kita mengenalkan mereka akan dunia digital secara bijak. Agar mereka bisa memilah mana kebutuhan aman keinginan.  Tidak menghalanginya serta merta secara frontal.
Jika ternyata hal tersebut menarik perhatian anak anak, wajar. Itu dunia mereka. Zaman nya.
Tinggal bagaimana kita mengajak mereka bijak dalam penggunaannya. Bijak berinternet, bijak memilah tontonan, bijak mengatur waktu.

Dan jika usia dini, ada baiknya jangan dlu lah dikenalkan dengan smartphone. Karena smartphone itu buat usia segitu belum banyak gunanya. Selain main game.

Perbanyak aktifitas fisik, bermain secara sungguhan, tentu akan membuat mereka tidak lagi tertarik akan adanya gadget.  Karena nonton youtobe sama main game mah gak bisa masuk sebagai aktifitas produktif. Tidak menghasilkan kan? Kecuali jika dia nonton hanya untuk mencari referensi saja. Misal senang akan wayang, tidak ada pertunjukan wayang, si anak nonton satu atau dua pertunjukkan lewat youtube. Kemudian mempraktekannya. Nah itu lain lagi. Hanya sebagai referensi dengan waktu yang terbatas. Dan ditemani orang tua.

Sekali lagi bijaklah dalam menggunakan media internet

3. Amalia – Singapura

Bagaimana kah kita membedakan antara Bakat dengan Minat seorang anak? Bgmn bila anak yg merasa jenuh dengan bakat yang kita asah dalam program latihan rutin?

Jawaban :
Sedikit catatan jika jenuh, maka bisa dipastikan itu bukan bakatnya. Karena definisi bakat itu sendiri, tidka mengenal yang namanya jenuh dan bosan. Selamanya seumur hidupnya. Dia akan menemukan cara cara lain dan cara baru agar selalu bersemangat melakukan apa yang menjadi bakatnya tersebut.
Jika bosan atau jenuh, maka hal tersebut bisa menjadi catatan.
Bakat adalah hal natural yang ada di dalam jiwa seseorang. Itu tumbuh alami.
Sedangkan passsion, atau minat biasanya lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan, keadaan dan kebutuhan.

Passion biasanya akan menemukan titik jenuh, lelah, dan bosan.
Sedangkan bakat, dia akan terus menerus minta untuk dilakukan. Seumur hidupnya.

4. Dieni – Singapura

Tentang memberikan banyak pengalaman dan memperkaya kegiatan, apa yg tercakup dalam Pandu 45 itu?
Bagaimana kiatnya menjaga supaya tidak berlebihan ya, antara memperkaya kegiatan dengan malah terlalu banyak diikutkan les ini itu?
Misalnya saja kalau saya ingin mengenalkan anak saya dengan melukis/menggambar, ketrampilan menulis, bela diri, berenang, craft (merajut, menjahit), coding, dll, sedangkan tidak mungkin saya/suami yg mengajarkan semuanya.
Sedangkan kalau tidak ‘disengaja’ diikutkan kegiatan dengan komunitas di luar, apakah nanti si anak malah kurang kaya wawasan?

Jawaban :

Mengenalkan banyak wawasan itu bukan artinya semua ke 45 kegiatan kita cobakan pada anak. Cara mengenalkan itu banyak. Bisa lewat pengamatan, misal mengajak anak mengamati suatu kegiatan. Baik secara langsung ke lapangan atau lewat media lain.
Mengenalkannya pada orang-orang yang melakukan hal tsb dan mengajak mereka berinteraksi dengan orang orang itu. Tour the talents.

Yang dicobakan cukup kegiatan kegiatan yang memang anak inginkan untuk mencobanya. Kegiatan kegiatan yang memang si anak tertarik sungguh sungguh ingin mencoba.

Berkomunitas akan sangat membantu dalam hal ini. Saat memiliki komunitas, kita bisa sama sama dengan komunitas mengajak anak  tour the talents, mencoba sesuatu tanpa perlu memasukan mereka pada lembaga kursus terlebih dahulu sebelum si anak betul betul ingin melakukan sebuah hal.
Dalm tour the talents minimal anak bisa melihat, dan mencoba. Jika itu bagian dari bakatnya, si anak secara natural akan tertarik untuk melakukan hal tersebut

5. Fahma Nurdiana M – Cilacap

Bakat anak itu sangat beragam, pertanyaan saya:
1. Bagaimana caranya menjadi ibu yang bisa jeli memilah kebiasaan anak, manakah yang termasuk bibit bakat dan manakah yang hanya aktifitas biasa ( ikut ikutan )?
2. Bagaimana cara menstimulasi bakat anak jika disesuaikan dengan karakter anak itu sendiri?
Misalnya:
Menstimulasi anak aktif
Menstimulasi anak pendiam
Menstimulasi anak yang selalu banyak bertanya
3. Kesalahan yang dapat berakibat fatal yang sering dilakukan orang tua adalah tanpa sengaja mengucapkan kata yang keras kepada anak / marah ( karena banyak faktor )
Dan biasanya reaksi anakpun beragam…
Bagaimana cara mengembalikan kondisi psikologis anak setelah keadaan tersebut agar proses perkembangannya tidak mandek dan terhambat.

Selain kami orang tua selalu berusaha untuk menghindari kejadian seperti ini.

Terima kasih bunda….
Jawaban :

Bakat dalam talents mapping ada 34 tema bakat yang berupa sifat produktif, dan ada 11 yang berupa kelebihan fisik.

Pertama memang orang tua baiknya memahami terlebih dahulu tentang tema tema bakat yang ada. Kemudian, orang tua pun baiknya mengobservasi diri sendiri untuk menemukan bakatnya. Menemukan panggilan hidupnya. Dengan demikian, orang tua memiliki pengalaman dalam hal ini. Sehingga lebih mudah saat saat mengobservasi bakat anak.
Kemudian saat mengobservasi bakat anak, hindarilah rasa tergesa gesa dan ingin segera menemukan bakat anak. Rileks tidak perlu terburu buru menyimpulkan. Anak anak masih akan terus berkembang sesuai dengan lingkungan dan pengetahuannya.

Tetap catat segala perubahan yang terjadi. Disana kita akan menemukan sebuah pola pengulangan pengulangan sifat produktif atau kelebihan fisik. Terus observasi sampai nanti akan ketemu  benang merahnya.
Proses observasi dan pencatatan  inilah yang paling penting dlam menemukan bakat anak.
Disini nanti akan terlihat mana yang hanya sekedar ikut ikutan, dan mana yang betul betul keluar dari dalam dirinya.Bahkan sifat suka ikut ikutan pun bisa dikarenakan oleh bakatnya. Kita perlu observasi mengapa si anak senang ikut ikutan, apa yang dia cari, dan bagaimana jika ia  tidak melakukan hal tersebut. Ini bahkan jika digali kita bisa saja menemukan sebuah bakat atau kekuatan disana.
Misal ada anak senang ikut ikutan karena dia seorang learner, seornag pembelajar, yang selalu mudah tertarik akan sesuatu yang baru. Yang seperti ini biasanya dia hanya akan ikut ikutan untuk sesuatu yang menurutnya baru, mudah juga tertarik dengan hal.lain lagi, akan bosan jika sudah tidak ada lagi tantangannya, begitu seterusnya.
Disinilah perlunya emphaty dari ornag tua saat mengobservasi. Belajar menempatkan diri kita di posisi si anak. Belajar mendengarkan apa yang sebetulnya menjadi rujuan atau keinginan si anak.
Observasi dengan emphaty. Tidak hanya sekedar mencatat. Tapi juga mendengarkan…

6. Alienda Sophia – Bandung

Mulai umur berapakah kita sudah bisa mengobservasi talent pada anak ?
Untuk anak usia 2,5tahun, apa sudah bisa disebut talent apabila dia terlihat menggandrungi sesuatu?

Jawaban :

Observasi bisa dimulai dari sejak bayi bahkan. Karena beberapa sifat sudah mulai terlihat di usia tersebut. Jangan terlalu terburu buru memberi label bakat pada anak di bawah umur. Kesukaann anak akan sesuatu memang alamiah di usianya yang belia. Mereka akan mudha tertarik pada sesuatu yang baru yang menarik menurut mereka. Tetapi itu belum bisa menjadi jaminan akan bakatnya. Lebih baik difasilitasi saja sambil mengobsevasi dan dilihat sampai sejauh mana kesukaannya tersebut. Akan lebih jauh kita lihat apa yang membuatnya tertarik, jika diganti dengan objek serupa apakah ketertarikannya akan tetap sama?
Misal anak senang menyanyi. Disini kita observasi lagi apa yang disukai nya dari menyanyi, apakah suaranya memang merdu, menyanyi seperti apa yabg disukainya? Dihadapan banyak orang, saat tampil kedepan kah, atau menyanyi beramai ramai dengan ornag lain, atau apa..
Ini disini dari satu objek saja akan sangat banyak yang perlu kita observasi pada akhirnya.
Tidak perlu terburu buru, ikuti saja alurnya, berikan kesempatan, dan tidak perlu terlalu banyak mengintervensi.

7. Dinda – Depok

Anak-anak kami sekarang sedang transisi homeschooling setelah 4 tahun bersekolah formal. Kami beberapa minggu ini sedang menguatkan adab dan akhlak mereka utk siap magang beberapa bulan kedepan. Betulkah yang sudah kami lakukan? Ada kah contoh jurnal pencatatan kegiatan anak2 yg bisa kami buat yang dapat merecord 4E mereka di setiap kegiatan?
Jawaban :

Insyaallah teh Dinda tau apa yang paling tepat buat ananda. Saya percaya dengan kekuatan fitrah ayah bunda. Insting orang tua m, fitrah yang dimiliki akan menuntun setiap orang tua agar dapat mendidik anak anak nya sesuai fitrah.
Setiap keluarga spesial, setiap keluarga memiliki keunikan masing masing.
Apa yang Dinda lakukan itulah yang terbaik.
Insyaallah…
8. Fadhila Rahma Pinasthika – Purbalingga

Bagaimana menemukan bakat untuk orang dewasa yang sudah menjadi orang tua namun merasa belum menemukan bakatnya sendiri sehingga kebingungan dalam menemukan bakat anaknya?
Jawaban :

Banyak mengenal diri sendiri. Perbanyak pengetahuan  dan ragam aktivitas agar lebih membuka wawasan.
Kenali 34 tema bakat dan 11 aktifitas fisik dalam TM. Kemudian observasi diri sendiri. Kenali mana saja dari tema tema bakat itu yang paling sesuai dengan diri kita dengan ciri ciri bakat yang telah saya sampaikan di atas.
Dan yang paling penting adalah banyak memohon tuntunan pada Allah.
Memohon padaNya untuk ditunjukkan jalan untuk menemukan misi hidup kita.

9. Ainun Muharomah – Purwokerto

Pertama, Sebelum kita menemukan bakat anak, tentunya kita sebagai orang tua harus tau dulu apa bakat kita. Tapi bagaimana kalo kita sebagai orang tua belum paham apa bakat kita? Apakah terlambat untuk kita belajar menemukan bakat diri kita sendiri? Nah, bagaimana caranya kita menemukan bakat kita terlebih dahulu?

Kedua, Apakah sama antara passion, bakat dan juga hobi? Trimakasih 🙏

Jawaban :

Jawaban hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya. Tidak ada kata terlambat dlaam menemukan bakat. Bukankah lebih baik terlambat dari pada tersesat seumur hidup.😁

Bakat adalah sifat produktif, karakter  yang menjadi bawaan sejak lahir. Yang akan terus menerus seumur hidup tidak berubah dan akan terus meminta untuk dikerjakan. Sebuah ketertarikan dan keterampilan alami dari seseorang.

Minat adalah hal yang membuat seseorang tertarik akan sesuatu. Bisa jadi karena pengaruh lingkungan, keadaan, atau kebutuhan.  Hobi adalah aktifitas  yang disukai seseorang. Biasanya ini berhubungan dengan aktifitas fisik.  Bakat akan selalu menarik minat seseorang untuk melakukannya. Tapi minat belum tentu bakat.

10. Anya – Singapura

Sejak umur berapa hasil talent mapping dianggap sudah cukup akurat untuk diobservasi?

Jawaban :

Idealnya usia minimal 15 tahun baru seseorang untuk mengikuti tes TM.
Pada usia tersebut diharapkan seseorang telah memiliki cukup wawasan pengetahuan dan kedewasaan dalam menentukan pilihannya

Akan tetapi Abah Rama, penemu TM pernah meng assessment anak usia dibawah  itu dan hasilnya sudah ajeg dan bagus serta sudah mengarah. Hal ini karena anak tersebut sudah memiliki banyak wawasan, dan pengalaman.

Dan sering juga kejadian orang orang  yang sudah dewasa dengan usia di atas itu tapi masih bingung dan blm bisa menemukan dirinya. Dan masih kesulitan saat mengisi assessment

Jadi sekali lagi tergantung pada personalnya lagi akhirnya

11. Myra – Kuala Lumpur

Bisa dijelaskan apa itu checklist Pandu 45 dan contoh penerapannya untuk anak usia 4 tahun? Bagaimana cara mengetahui bakat anak usia balita yang masih moody (mudah bosan)?

Jawaban :

Pandu 45 adalah panduan  aktifitas2 yang bisa dilakukan oleh anak untuk menemukan kekuatannya. Aktivitas produktifnya.

Balita memang masih akan berubah ubah. Masih akan terus mengeksplorasi sekitar. Termasuk dengan minatnya juga yg tentu akan terus berubah. Yang perlu orang tua lakukan adalah mengobservasi, melakukan pencatatan rutin terhadap aktivitas anaknya.
Sekali lagi, jangan terburu buru, tidak usah tergesa gesa menemukan bakat anak. Biarkan tumbuh sesuai fitrahnya. Jangan terlalu banyak menggegas. Just relax…

45 aktivitas dlm pandu 45 yg perlu diperkenalkan ke anak-anak (Sumber: Bu Septi Peni)

1. Mengendalikan orang
2. Menengahi konflik
3. Mengatur Orang
4. Berjualan
5. Menyeleksi orang
6. Mengkomunikasikan
7. Mewakili
8. Memotovasi
9. Mendidik
10. Merawat
11. Melayani
12. Merancang
13. Mencipta
14. Mensistesis
15. Memasarkan
16. Membuat strategi
17. Membuat visi
18. Menganalisis
19. Menata Keuangan
20. Memulihkan
21. Mengevaluasi
22. Meneliti
23. Menulis
24. Menginterpretasi
25. Menata administrasi
26. Memproduksi
27. Menjaga mutu
28. Menjaga keselamatan
29. Mendistribusikan
30. Mengoperasikan
31. Akting
32. Menata kecantikan
33. Seni lukis
34. Seni musik
35. Menyanyi
36. Memperagakan busana
37. Menari
38. Memasak
39. Memelihara lingkungan
40. Keterampilan tangan
41. Kerajinan tangan
42. Keterampilan fisik
43. Bercocok tanam
44. Berolahraga
45. Berternak
12. Husna – Bogor

1. Bagaimanakah hubungan antara minat dengan bakat? apakah selalu ada kolerasi antara keduanya?
2. Apabila ada hal yang diperkirakan itu adalah bakat, namun dalam waktu tertentu ada rasa bosan melakukannya, apakah masih dikategorikan bahwa itu bakat atau itu hanya sebuah minat saja?
Terimakasih banyak

Jawaban :

Kalo bakat, secara alami akan memacu minat. Tapi minat, belum tentu bakat.
Kalo bosen pasti bukan bakat. Karena bakat gak akan pernah menimbulkan kebosanan
Secara alami bakat akan terus menarik bagi org tersebut.

13. Sakinah Luthfi – Singapura

Bagaimana jika ortu melihat potensi pada anak lalu memasukkannya ke activity itu tapi anak merasa tidak suka?
Misalnya saya lihat anak saya jago renang tapi dia ga suka dimasukkan ke ekskul renang disekolahnya.

Apakah ekskulnya perlu distop mengikuti keinginan anak atau tetap dilanjutkan walaupun anak terpaksa?

Jawaban :

Baiknya tidak dipaksa. Karena kursus bukan satu satunya cara untuk belajar. Bahkan cara belajar anka pun berbeda beda. Ada yang cocok dengan gaya belajar formal seprti di sekolah atau kurus, tapi ada yang lebih cocok belajar sendiri.
Dan sebenarnya perlu dicari tau juga apa alasan anak menolak kursus. Apakah karena tempatnya, gurunya, sistem pembelajarannya atau alasan lain

14. Sukma – Jepang

Anak saya perempuan umur 6 tahun Dia sangat suka sekali menggambar dan segala macam yg berhubungan dengan dinosaurus. Saat dia bereksplorasi sesuai kegemarannya, apabila ada pertemuan dengan anak yg memiliki hobi yang sama, temannya ini selalu laki-laki, semoga kedepannya betemu dengan anak perempuan juga. Pertanyaan saya, bagaimana memahamkan bahwa perempuan dan laki-laki sama saja, karena sering kali anak saya jadi menarik diri saat dia merasa ada sesuatu yg tidak bisa dia lakukan karena dia anak perempuan.

Jawaban :

Wah ananda seneng Dinosaurus ya?

Pertama coba dimulai dari lingkungan keluarga dlu bun. Berikan pemahaman dan pengalaman bahwa hal seperti itu wajar. Mulai dari keluarga yang menerima ananda apa adanya. Karena menyukai dinosaurus mah wajar wajar saja. Banyak paleontolog yang seorang wanita. Keren keren lo. Salah satunya adalah Marry Anning. Seorang paleontolog wanita yang terkenal meneliti disnosaurus.
Mulai dari keluarga, berikan dukungan, kepercayaan, dan tumbuhkan keberanian ananda agar tumbuh kepercayaan dirinya

15. Linda Dwihapsari – Lampung

1. Bagaimana cara kita membantu jika ada seorang anak laki – laki usia 11 tahun , tapi belum terlihat bakatnya?
2. Adakah tips tertentu yang harus dilakukan orangtua juga saudara dekat yang ada di sekitar si anak agar tidak tertinggal jauh dalam menemukan bakatnya?

Jawaban :

Pertama kita perlu memahami dahulu tentang pengertian bakat. Bahwa bakat bukan hanya kelebihan fisik, tapi juga sifat sifat yang produktif.

Anak belum terlihat kecenderungannya biasanya karena kepercayaan dirinya terkikis. Oleh karena itu tumbuhkan kembali kepercayaan dirinya. Berikan kesenpatan dna kepercayaan pada ananda untuk menentukan sendiri apa yang diinginkannya.

Dan mulai kembali dengan 3 B
Banyak  ragam kegiatan
Banyak wawasan, dan
Banyak bertemu orang

Jangan lupa terus mendampingi dan terus mengobservasi perkembangan perkembangannya. Ulangi semua langkah dari awal
16. Yuna Tresna – Karawang

Bagaimana cara memberikan pengalaman atau pengetahuan baru kepada anak (usia 9 tahun) yang belum apa-apa sudah menolak/tidak mau mencoba? Contohnya: anak sangat suka main bola kemudian ikut sekolah sepak bola (SSB). Lalu orang tua mau mengajak untuk mencoba kegiatan yang lain seperti berenang, panahan, wushu, dll namun anak belum juga mencoba sudah menolak. Apakah bakatnya memang hanya di sepak bola? Terima kasih banyak.

Jawaban:

Perlu didengarkan dahulu alasan penolakan dari ananda. Apa yang membuat ananda menolak kegiatan lain.

Kemudian jika ananda memang belum mau mencoba kegiatan kegiatan tersebut, ya gak apa apa. Minimal kita sudah memberi pengetahuan dan wawasan tentang kegiatan lain. Kalo memang ananda tidak tertarik lebih baik tidak perlu dipaksa. Berarti memang tidak tertarik akan hal itu.

17. Siti Maesaroh – Purwokerto

1 . apakah bakat bisa diturunkan dari orangtua?
2. bagaimna cara mengetahui kalau anak berbinar binar matanya ?
3. apakah berbeda antara hobi dan bakat dan apakah saling berkaitan ?

Jawaban :

1. Belum ada penelitian yang membuktikan hubungan antara gen dan bakat.
2.  Amati, observasi, dan dengarkan anak dari hati. Emphati
3. Sudah ada jawaban di pertanyaan sebelumnya
18. Anonim – Jogjakarta

Bagaimana jika kita sudah menemukan hal yang disukai dan enjoy ketika menjalankannya, namun jika dibandingkan dgn orang lain (yang menyukai hal yg sama), prestasi kita jauh dibawah org lain tsb. Apakah yang namanya bakat itu harus ditunjukkan dgn kegemilangan prestasi dan kejuaraan? Bagaimana mengukur bahwa kita sukses dalam bakat kita? Trims

Jawaban :

4E diukur oleh diri sendiri. Termasuk dalam hal excellent. Tidak bisa serta merta secara sederhana dibandingkan dengan orang lain. Uang mengukur adalah diri sendiri. Excelent adalah saat diri kita puas dengan hasil yang kita buat. Puas saat setelah melakukannya.
19. Dessy_Singapura

Apakah ada hubungannya pencarian bakat dgn sifat seseorang (kolerik/melankolis/sanguin/phlagmatis?)

Jawaban :

Secara tidak langsung ada juga. Tapi saya belum bisa membuktikan hal ini. Hanya dari pengamatan sekitar saja.
Misalnya seorang sanguin biasanya communicator. Dan kuat di bagian berhubungan dengan orang lain, biasanya relator. Dan begitu selanjutnya
Selalu ada hubungan hubungannya dengan ke 34 tema bakat

19. Ratih Indah Puji – Subang

Adakah aplikasi/tes online untuk mengetahui bakat yang dimiliki anak?

Jawaban :

Anak masih berkembang, masih perlu banyak pengetahuan, wawasan, dan pengalaman. Apa yang mereka sukai, minati dan geluti saat ini tidak menjadi jaminan akan menjadi bakatnya kelak sampai dewasa.
Baiknya tidak perlu memggegas. Observasi aja terlebih dahulu oleh orang tua. Dicatat dan diamati perkembangannya.
Saya ada assessment untuk isian orang tua dalam membantu pengamatan anak. Tapi tidak untuk diisi oleh anak
20. Laily – Pekanbaru

1. Saya sering melihat banyak orang yang mulanya hobi menjadi bakat,karena hobi yang diasah terus menerus akan membuat orang tersebut ahli di bidangnya, misal hobi komputer, lama2 memiliki kemampuan lebih dr sekedar meng-operasikan komputer. Apakah bs dibilang bakat berawal dari hobi?

2. Ketika ada orang dewasa mudah stres dan beberapa tidak tahu bakat yg dimiliki, darimana diperbaikinya bu? Terima kasih

Jawaban :

Jika bakat pasti akan selalu menimbulkan minat. Dan akan mudah untuk dipelajari. Hingga pasti akan mudah menjadi hebat pada hal tersebut.
Untuk orang dewasa yang ingin mengetahui bakatnya bisa mengikuti assessment sebagai alat  bantu menemukan diri. Lanjutkan dengan lebih memahami diri dengan observasi dan pemahaman diri.

Posted in Resume Materi Kuliah Bunda Sayang IIP Jkt #2

Catatan Level 8 “Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini”

Materi level 8 :

_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang sesi #8_

*MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI*

*_Apa itu Cerdas Finansial?_*

Menurut para ahli cerdas finansial adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mengelola keuangan.

Apabila disesuaikan dengan konsep di Ibu Profesional bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, sehingga dengan belajar mengelola uang artinya kita belajar bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang kita dapatkan di dalam kehidupan ini.

*_Apa pentingnya cerdas finansial ini bagi anak-anak?_*

Di dalam Ibu Profesional kita memahami satu prinsip dasar dalam hal rejeki yaitu,

_Rejeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari_

Ketika anak sudah paham konsep dirinya, maka kita perlu menstimulus kecerdasan finansialnya agar :

_Kemuliaan Anak Meningkat_

dengan cara :

a. Anak paham konsep harta, bagaimana memperolehnya dan memanfaatkannya sesuai dengan kewajiban agama atas harta tersebut.

b. Anak bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan sendiri.

c. Anak terbiasa merencanakan (membuat budget) berdasarkan skala prioritas.

d. Anak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

e. Anak memiliki rasa percaya diri dengan pilihan “gaya hidup” sesuai dengan fitrahnya, tidak terpengaruh dengan gaya hidup orang lain.

f. Anak paham dan punya pilihan hidup untuk menjadi employee, self employee, bussiness owner atau investor.

_Bagaimana Cara Menstimulus Cerdas Finansial pada Anak_?”

1.Anak-anak perlu dipahamkan terlebih dahulu bahwa rejeki itu datang dari Sang Maha Pemberi Rejeki, sangat luas dan banyak, uang/gaji orangtua itu hanya sebagian kecil dari rejeki.

Sehingga jangan batasi mimpi anak, dengan kadar rejeki orangtuanya saat ini.

_Karena sejatinya Anak-anak adalah milik Dia Yang Maha Kaya, bukan milik kita_

Sehingga kalau akan minta sesuatu yang diperlukan anak, mimpi sesuatu, mintalah ke Dia Yang Maha Kaya, bukan ke manusia, meski itu orangtuanya.

2. Ajak anak berdialog tentang arti KEBUTUHAN dan KEINGINAN

Kebutuhan adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda

Keinginan adalah sesuatu yang bisa ditunda.

Bantu anak-anak membuat skala prioritas kebutuhan hidupnya berdasarkan dua hal tersebut di atas.

3. Setelah paham dengan prioritas kebutuhan hidupnya, maka latih anak untuk membuat “mini budget”, sebagai bentuk latihan merencanakan berdasarkan skala prioriitas

Mini budget ini bisa dibuat 3 harian, 1 minggu atau 1 bulan bergantung pada kemampuan dan usia anak.

Dengan adanya mini budget ini anak akan berkomitmen untuk mematuhi apa yang sudah disepakati, kemudian bertanggung jawab menerima konsekuensi apapun atas kesepakatan yang sudah dibuatnya

4. Anak dilatih mengelola pendapatan berdasarkan ketentuan yang diyakini oleh keluarga kita.

Contoh : Apabila mini budget sudah disetujui oleh orangtua, dana sudah keluar, anak-anak akan belajar memakai ketentuan yang sudah disepakati keluarga misal kita ambil contoh sbb:

Hak Allah : 2,5 – 10% pendapatan
Hak orang lain : max 30% pendapatan
Hak masa depan : min 20% pendapatan
Hak diri sendiri : 40-60% pendapatan

5. Lakukan apresiasi setiap anak menceritakan bagaimana dia menjalankan mini budget sesuai kesepakatan.

Latih lagi anak-anak untuk membuat mini budget berikutnya dengan lebih baik.

Prinsipnya adalah : Latih – percayai-jalani-supervisi-latih lagi.

Ingat sekali lagi prinsip di Ibu Profesional

_for things to CHANGE, I MUST CHANGE FIRST_

Apabila kita menginginkan perubahan maka mulailah dari diri kita terlebih dahulu.

Maka sejatinya materi ini adalah proses kita sebagai orangtua agar cerdas finansial dengan cara _learning by teaching_ belajar mengajar bersama anak-anak. Jadi yang utama harus belajar tentang cerdas finansial ini adalah kita, orangtuanya, kemudian pandu kecerdasan finansial anak-anak kita sesuai tahapan umurnya.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

📚Sumber bacaan

_Ahmad Gozali, Cashflow for muslim, 2016_

_Septi Peni Wulandani, Mendidik Anak Cerdas Finansial, bunda sayang, 2015_

_Eko P Pratomo, Cerdas Finansial, artikel Kontan, 2015_

______________________________________

*Tantangan 10 Hari*
*Level #8*
Periode 14 – 30 September 2017

*MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI*

Memahamkan anak-anak bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, itu dimulai dari ibu. Termasuk pengelolaan uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan juga dimulai dari ibu.

Yuk bertumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini.

🎎Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak:

👶🏻 *Anak usia dini (<7th)*
Buatlah proyek pengenalan menabung, proses menabung dan membelanjakan tabungan. Perkuat bahwa semua rejeki berasal dari Allah. Ceritakan pengalaman bunda dalam mengenalkan konsep rejeki pada si kecil melalui tulisan dan atau foto.

👦🏻 *Usia pra baligh (7-14th)*
Jika anak mulai mengerti uang/ memasuki usia SD ajarkan anak untuk mulai memilah antara keinginan dan kebutuhan. Buatlah tabel keuangan sederhana dan dampingi anak saat melakukan pencatatan. Ceritakan pengalaman bunda dan ananda dalam pengelolaan keuangan ananda. Bunda juga bisa membuat proyek sederhana untuk memperkuat konsep kepemilikan dan pengelolaan uang bagi ananda.

👱🏻 *Usia baligh (>14 tahun)*
Jika anak sudah baligh atau sudah mulai mempunyai mimpi ajak anak menuliskan vision board dan mewujudkan mimpinya dengan membuat financial planning. Dampingi dan beri semangat dalam menjalankan strategi dalam mendapatkan dan mengelola keuangan. Bunda juga dapat menyertakan ananda dalam pengelolaan keuangan keluarga sebagai bagian pembelajaran bersama.

👩🏻‍💻 *Bagi yang sudah menikah belum memiliki anak serta bagi yang belum menikah:*
Ceritakan pengalaman anda dalam mengelola keuangan. Catatlah proses belajar membuat pencatatan keuangan dan membaginya ke dalam kantong belanja, infaq, dan tabungan. Identifikasi catatan keuangan Anda apakah sudah baik, perlu review ulang ataupun ada bocor halus dalam pengelolaannya.

💻 Bagi anda yang menggunakan blog, gunakan label:
Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 8
Tantangan 10 Hari

🖥 Gunakan hashtag berikut saat pengumpulan tugas:
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Setorkan tugas anda dengan menggunakan link berikut:

http://bit.ly/TantanganLevel8Jakarta2

*Latih – percayakan – jalani – supervisi – latih lagi*

_________________________________________
🍓🍎🍐 Cemilan Rabu #8.1 🍉

*Melatih Anak Berdagang*

Perhatian Rasulullah dalam membentuk anak dalam hal sosial maupun ekonomi terlihat jelas dalam bimbingan beliau. Sebab kegiatan berdagang akan memberikan gerakan sosial kemasyarakatan yang kuat pada anak.

Manfaatnya bagi anak,
🌷Anak belajar berinteraksi dengan teman sebaya
🌷Membiasakan diri terus berkembang
🌷Memanfaatkan waktu untuk hal-hal berguna
🌷 Memperoleh kepercayaan diri
🌷 Belajar bersusah payah, terbiasa memberi dan menerima serta memahami kehidupan dengan baik dan benar.

Rasulullah bahkan mendoakan anak kecil agar Allah memberikan berkah dalam usahanya untuk berdagang. Abu Ya’la dan Tabrani meriwayatkan dari Amru Bin Hutais bahwa “Rasulullah melewati Abdullah Bin Ja’far yang ketika itu sedang melakukan transaksi jual beli dengan anak-anak yang lain. Lalu berdoa,

_”Ya Allah, berkahilah transaksi jual belinya.”_

Anak yang mulia ini adalah anak dari paman Rasulullah. Rasulullah tidak merasa malu, namun justru mendoakan keberkahan untuknya.

 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang Nasional

📚Sumber bacaan:
(Cara Nabi Mendidik Anak, Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid, 2013)

_________________________________________

🍟🍷 *Cemilan Rabu #8.2* 🍫🍨

*Melatih Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Dapat Menjadi Bekal Yang Berharga di Masa Depannya.*

Di tengah arus kompleksitas perubahan zaman dan gemuruh publikasi korupsi negeri ini, orang tua dituntut lebih cerdas mendidik anaknya. Tentunya kita tidak sudi melihat anak tumbuh sebagai koruptor yang menyengsarakan.

Dari situ, selain membesarkan anak yang sehat secara fisik dan emosional, orang tua juga wajib mendidik anak secara benar.

Karena, mendidik anak bukan berarti mengabulkan setiap keinginannya. Tetapi, bagaimana orang tua mampu memberi teladan dan mengenalkan anak segala akhlak terpuji, terutama pengajaran kecerdasan finansial.

Maraknya lalu lintas rayuan iklan di segala media bisa mendikte anak menjadi pribadi yang konsumtif dan hedonis.

Namun, orang tua tak perlu khawatir, ketika anak sejak dini sudah dilatih kecerdasan finansialnya. Maka hasilnya, anak akan menjadi pribadi yang tangguh dan cermat dalam mengelola uang.

Di sinilah, peran orang tua sangat vital, mengingat “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, sehingga *teladan orang tua menjadi pelajaran pertama bagi anak.*

Hal ini terbukti efektif menciptakan perubahan perilaku anak-anak agar tak terlena dengan uang. Karena, *mengajarkan anak tentang uang secara benar dapat membentuknya menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kewirausahaan.*

Mulai dari cara mengenalkan uang, menabung, berhemat, dan mengajarkan bertanggung jawab dengan uang saku, dengan menggunakan panduan akan konsep *spesifik ( _specific_), terukur ( _measurable_), dapat dicapai ( _atainable_), realistis ( _realistic_) dan jangka waktu ( _time bound_).*

Perpaduan konsep itu akan meninggikan mentalitas dan spirit anak dalam mengelola uang demi hasilnya bagi masa depan.

Selain itu, Kak Seto dan Kak Lutfi memberi gambaran metode:
*”10/10/10/70 ( _Pay yours first_).”*

Arti angka tersebut menggambarkan besaran persentase pembagian dari total uang saku yang diperoleh anak.

Semisal, 10 % untuk beramal ( _pay your soul first_),
10 % menabung ( _pay your safe first_),
10 % investasi ( _pay your self first_),
dan 70 % untuk pengeluaran kebutuhan mendasar.

Lewat pelaksanaan konsep ini akan mendorong penguatan akhlak anak menyadari bahwa uang bukanlah alat tukar untuk membeli barang semata. Lebih dari itu, uang bisa dimanfaatkan sebagai relasi penguatan penentram jiwa dan nilai spiritual ketika disedekahkan secara ikhlas.

 

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang Nasional/

📚Sumber bacaan:
“Financial Parenting” penerbit Nourabooks, Jakarta.
Penulis: Kak Seto Mulyadi dan Kak Lutfi Trizki.

 

Posted in Resume Materi Kuliah Bunda Sayang IIP Jkt #2

Catatan Level 7 “Semua Anak adalah Bintang”

Materi Level 7
IIP, Kelas Bunda Sayang

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering “membanding-bandingkan” pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.

BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN

Jadi kalimat yang harus sering anda keluarkan adalah,

 “ Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu dengan kakak yang sekarang?”

bukan dengan kalimat

 “Mengapa kamu tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?”

 ”Mengapa kamu tidak seperti adikmu?”

Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan “ mental jawara” anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya.

MEMBUAT GUNUNG, BUKAN MERATAKAN LEMBAH

Ikan itu jago berenang, jangan habiskan hari-harinya dengan belajar terbang dan berharap terbangnya sepintar burung

Seringkali kalau ada anak-anak yang tidak menyukai matematika, kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika. Ini namanya meratakan lembah. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.

Burung itu jago terbang, apabila sebagian besar waktunya habis untuk belajar terbang, maka dalam beberapa waktu ia akan menjadi maestro terbang

Anak yang terlihat berbinar-binar mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengijinkan anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari hal tersebut, maka kita sedang mengijinkan lahirnya maestro baru. Ini namanya membuat gunung. Anak akan memahami misi spesifiknya untuk hidup di muka bumi ini.

ENJOY, EASY, EXCELLENT, EARN

Kita sebagai orangtua harus sering melakukan “ discovering ability” agar anak menemukan dirinya, dengan cara mengajak anak kaya akan wawasan, kaya akan gagasan, dan kaya akan aktivitas.

Sehingga anak dengan cepat menemukan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar(enjoy) tak pernah berhenti untuk mengejar kesempurnaan ilmu seberapapun beratnya (easy)dan menjadi hebat di bidangnya (Excellent).

Setelah ketiga hal tersebut di atas tercapai pasti akan muncul produktivitas dan apreasiasi karya di bidangnya (earn).

ALLAH TIDAK PERNAH MEMBUAT PRODUK GAGAL

Tidak ada anak yang bodoh di muka bumi ini, yang ada hanya anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari orangtua/guru yang baik, yang senantiasa tak pernah berhenti menuntut ilmu demi anak-anaknya, dan memahami metode yang tepat sesuai dengan gaya belajar anaknya.

ANAK-ANAK TERLAHIR HEBAT, KITALAH YANG HARUS SELALU MEMANTASKAN DIRI AGAR SELALU LAYAK DI MATA ALLAH, MEMEGANG AMANAH ANAK-ANAK YANG LUAR BIASA

Salam Ibu Profesional,

Tim Fasilitator Bunda Sayang

📚Sumber bacaan

1. Septi Peni Wulandani, Semua Anak adalah Bintang, artikel IIP, 2016

2. Abah Rama, Talents Mapping, Jakarta, 2016

3. Dodik Mariyanto, Belajar Cara Belajar, paparan seminar, 2016

#DiskusiTanyaJawabMateri7

*Dari mba Fina
*Pertanyaan ke-1 :
Jalur pendidikan selama ini meminta anak2 untuk bisa semua hal. Misal di sd minimal 3 pelajaran yg hrs anak kuasai. Misal anak tdk bisa matematika, namun utk mengejar UN anak hrs bgmn?

*Jawab :
Menurut mba Fina, kalau anak sudah enjoy belajar matematika, dengan cara menyenangkan, apakah dia akan mempunyai rasa ingin tahu utk belajar lagi dan belajar lagi, bahkan utk materi matematika yang di un kan pun?

*Tanggapan dari mba Kartini :
Klo mnrt sy, materi di bunsay level 6, knpa judulnya i love math. Krn tnpa kita sadari matematika ada disekitar kita. Jd mgkn mengenalkan yg hrs diubah. Hrs menyenangkan 😁. Tp klo sy memang lbh suka hitungan drpd hapalan😅

*Tanggapan dari mba Ani :
Klo dari pengalaman belajar saya selama ini, saya akan lebih semangat belajar sesuatu klo tahu AMBAK. “Apa Manfaatnya BagiKu”

Dari sini saya jadi berfikir untuk mengenalkan tujuan belajar terlebih dulu ke anak.

*Pertanyaan ke-2 :
Terlahir sebagai anak berkebutuhan khusus. Namun utk bisa survive minimal 2 hal bisa dikuasai yaitu dr bahasa & matematika. Sampai tahap bgmn anak dianggap sdh cukup mampu menguasai bahasa & matematika?

*Jawab :
Sepengetahuan saya, utk ABK ini standar bisa nya berbeda dg standar umum. Harus dengan terapis khusus ya supaya lebih optimal…

Ada yang lebih cerdas dari anak kebanyakan, ada juga yg sebaliknya. Maka penyikapan dan terapinya juga berbeda

*Pertanyaan ke-3 :
Untuk memaparkan anak pada semua kegiatan dan dilihat mana yg dia sukai tidaklah mudah. Bkn hanya dari kegiatannya tp jg cara penyamapaiannya maupun waktu saat anak diperkenalkan. Bgmn cara yg tepat utk memaparkan kegiatan utk melihat kelebihan anak agar sesuai dgn fitrahnya?

*Jawab :
Sesuaikan kegiatan dengan usianya mba. Dibawah 7 tahun, beri anak kesempatan mengenal segala.jenis kegiatan… Diatas 7 tahun bisa dengan tour d talent, mendatangi ahli.ahli di bidangnya. Bisa juga dari komunitas ini, saling berbagi ilmu dg playdate bareng. Misal satu hari, jika ada orangtuanya yang ahli memasak dan menulis, bisa barter, satu hari mengenal dua kegiatan sekaligus

*Pertanyaan ke- 4 :
*Dari mba Kartini
Mba.. Nanya smpe skrg msh susah berdamai dg ortu yg suka membandingkan, bgmn kiatnya supaya sy ga seperti ortu sy yg suka bngt membandingkan dan menganggap remeh kemampuan anaknya, jadilah sy yg merasa tdk istimewa. 😅😬

*Jawab :
Pertama maafkan dulu orangtua, dengan berbagai keterbatasan ilmu dan kondisi, kita yang harus memahami.

Selesaikan dulu masalah inner child ini…

Kalau kita sudah merasakan tidak nyaman saat dibandingkan, maka itu artinya kita tak boleh melakukan itu pada anak anak kita.

Saya juga pernah mba kesal dg orangtua yang sering marah, tapi trus saya merenung, orangtua saya dengan 5 anak hrs cari nafkah, merintis bisnis, difitnah sana sini…
Maka kita yg lebih muda yang harus memahami dan memaafkan

*Tanggapan dari mba Ani :
Iyaa teh, kadang perlu disyukuri juga, kesalahan pengasuhan ortu yang kurang sreg dan berdampak secara psikologis ke kita, bisa dijadikan bahan pembelajaran untuk tidak melakukan hal yang sama ke anak.

Dan ini pasti akan kita ingat terus. Menjadi bahan belajar yang lebih ditekankan…

*Tanggapan dari Teh Novi :
Betul sekali, bisa jadi family forum dengan suami, analisa pola asuh di keluarga kita dg keluarga suami, mana yang harus dihilangkan, mana yg perlu dipertahankan, kan ga semua pola asuh ortu kita negatif

______________________________________________________________________________________

Tantangan 10 Hari
Level 7

Periode 17 Agustus – 2 September 2017


*_SEMUA ANAK ADALAH BINTANG_*

Semua orangtua setuju bahwa anak-anak didesain dengan membawa keunikan tersendiri. Namun seiring berjalannya waktu kadang keyakinan orangtua atas kemampuan anaknya terdistraksi oleh lingkungan sekitar.

Yuk, sama-sama belajar menjadi orangtua yang istimewa dan menjadikan rumah tempat anak-anak menjadi bintang.
Asah kemampuan menjelajah potensi anak-anak. Jelajahi 4 area kehidupannya:
🌟 Ranah hubungan intra personal (konsep diri)
🌟 Ranah hubungan inter personal (hubungan sesama)
🌟 Ranah hubungan dengan change factor (melek perubahan)
🌟 Ranah hubungan dengan Tuhan-nya (melek spiritual)

👪 Bagi anda yang sudah menikah dan mempunyai anak
📌 Amati aktivitas anak yang membuat matanya berbinar-binar dalam kehidupan sehari-hari.
📌 Temukan dan catat kekuatan anak-anak dalam aktivitas tersebut.
📌Ajak ananda membuat proyek terkait kegiatan yang membuatnya berbinar.

👫 Bagi anda yang sudah menikah dan belum mempunyai anak
📌 Catat aktivitas yang membuat anda dan pasangan anda berbinar binar
📌 Ceritakan proses menemukan aktivitas tersebut serta proyek apa saja yang telah dan akan anda lakukan untuk mengasah aktivitas tersebut.
📌Temukan & catat kekuatan anda dan pasangan dalam aktivitas tersebut.

👩‍💼 Bagi anda yang belum menikah
📌Catat aktivitas yang membuat anda berbinar binar
📌 Ceritakan proses menemukan aktivitas tersebut serta proyek apa saja yang telah dan akan anda lakukan untuk mengasah aktivitas tersebut.
📌Temukan dan catat kekuatan anda dalam setiap aktivitas tersebut.
📌Tulislah rencana project selanjutnya

💻 Bagi anda yang menggunakan blog gunakan label:
 Semua anak adalah bintang
 IIP
 Bunda sayang

📋 Gunakan hashtag
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Jangan lupa untuk isi Gform juga dengan link :

http://bit.ly/TantanganLevel7BunSayJakarta2

Selamat mengerjakan Tantangan Bunprof semua 😘

________________________________________________________________________________________

Cemilan Rabu

*Materi 7*
🌊 *Kemampuan Anak Kita Seluas Samudra*🌊

🎀Dengan meyakini anak kita adalah bintang, maka kita pun yakin kemampuan anak itu seluas samudra. Sayangnya, orangtua, guru sekolah,atau sistem pendidikan lah yang mereduksi atau menyempitkan kemampuan anak hingga samudra itu berubah menjadi selokan-selokan kecil.

🎀Menurut psikologi perkembangan,kemampuan anak yang sangat luas terbagi menjadi tiga bagian besar, yaitu psikoafektif, psikomotorik, dan psikokognitif.

Prof.Dr.Nasution,M.A menjelaskan bahwa kemampuan belajar anak atau peserta didik dikatakan sempurna jika memenuhi tiga aspek kemampuan berikut ini :

1⃣ *Aspek kemampuan afektif*
Aspek kemampuan yang berkaitan dengan nilai dan sikap. Penilaian pada aspek ini dapat terlihat antara lain pada kedisiplinan atau sikap hormat terhadap guru. Aspek afektif ini berkaitan erat dengan kecerdasan emosi (EQ) anak.

2⃣ *Aspek kemampuan psikomotorik*
Aspek kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan gerak fisik yang mempengaruhi sikap mental. Aspek ini menunjukan kemampuan atau keterampilan ( _skill_) anak setelah menerima sebuah pengetahuan.

3⃣ *Aspek kemampuan kognitif*
Aspek kemampuan yang berkaitan dengan kegiatan berpikir. Aspek ini sangat berkaitan dengan intelegensia (IQ) atau kemampuan berpikir anak. Sejak dahulu,aspek kognitif selalu menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan formal. Ini dapat dilihat dari metode penilaian pada sekolah- sekolah di negeri kita dewasa ini yang sangat mengedepankan kesempurnaan aspek kognitif.

Mestinya, orang tua memandang kemampuan anak dengan landasan paradigma bahwa *kemampuan anak kita seluas samudra*. Artinya, anak memiliki tiga aspek kemampuan, yaitu afektif,psikomotorik,dan kognitif.
💛Jika anak memiliki kekuatan pada salah satu aspek kemampuan tersebut, sudah cukup untuk dikatakan sebagai anak yang MAMPU, PANDAI, PINTAR, atau CERDAS.

Salam Ibu Profesional

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

🔸Sumber Bacaan:
Munif Chatib, Orangtuanya Manusia: Melejitkan Potensi dan Kecerdasan dengan Menghargai Fitrah Setiap Anak

_______________________________________________________________________________________

*Cemilan Rabu*
*Materi 7 : Semua Anak adalah Bintang*

*Menumbuhkan Fitrah Bakat Anak*

👑 Setiap anak terlahir unik dan membawa peran hidup masing-masing (fitrah bakat).

🌟 Abah Rama Royani, yang mengembangkan _talents mapping_, secara sederhana menyebut fitrah bakat adalah fitur unik, yaitu potensi produktif seseorang, dan dapat dilihat secara sederhana pada aktivitas yang dikerjakan dengan _easy, enjoy, excellent, earn_ (4E).

👨‍👩‍👧‍👦 Tugas orang tua adalah menjadi fasilitator dan partner yang menumbuhkan dan mengapresiasi fitrah yang mereka miliki.
Fitrah anak bisa jadi akan cedera jika orang tua menitipkan mimpi mereka kepada anak-anak mereka. Misalnya, orang tua mengharuskan anak mengikuti jejak orang tua menjadi dokter, memimpikan anak mereka menjadi pegawai negeri karena mendapatkan tunjangan pensiun, dan harapan-harapan yang lain yang sejatinya itu bukan “diri” mereka. Bisa jadi anak-anak tersebut memang hebat dalam bidang tersebut ( _easy_ dan _excellent_), akan tetapi mereka belum _enjoy_ dalam menjalaninya.

🏆 Bakat bukan hanya keistimewaan fisik seperti olahraga, memasak, menari, dsb, akan tetapi bakat juga terkait keistimewaan sifat seperti suka mengatur suka meneliti, suka berkomunikasi, suka memimpin, dan sebagainya.

📝 Usia 0-7 tahun
Bagaimana menemukan bakat anak? Caranya adalah dengan terus mengamati dan mendokumentasikannya. Dalam tahapan usia ini, berikan ragam aktivitas dan wawasan.

🗒 Usia 7-10tahun
Pada tahapan usia ini anak perlu memetakan bakat dan membuat _visioning board_. Serta memperbanyak gagasan dan aktivitas pada klub, proyek maupun _visiting_ agar dapat ditemukan bakatnya ketika usia 10 tahun

💡Usia 10-14 tahun
Usia ini merupakan _golden age_ bagi fitrah bakat karena anak berada pada masa pra-aqilbaligh agar mandiri dan berkarya ketika mereka berusia 14-15 tahun. Untuk membangkitkan fitrah bakatnya adalah dengan disiplin dan konsisten. Bimbing anak agar menemukan bakat yang merupakan panggilan hidupnya dengan magang, belajar bersama maestro atau _projects based talents_.

💫 Usia >15tahun
Diharapkan pada usia ini sudah menemukan peran spesifik peradaban.

 Semua anak adalah bintang, biarkan anak bersinar terang dengan cahaya mereka sendiri. 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

Sumber Bacaan:
Fitrah Based Education, 2016, Harry Santosa, Millenial Learning Center

________________________________________________________________________________________

*Cemilan Rabu*

*Hebat Belum Tentu Fitrah Bakat*

💁🏻 Kita semua percaya bahwa keistimewaan seseorang adalah apabila mereka mampu melakukan sesuatu dengan hebat.

👩‍👧‍👦Lalu bagaimana dengan anak-anak kita?
Hati-hati jika anak kita terlihat hebat dalam sebuah bidang atau peran,sesungguhnya itu belum tentu keistimewaan atau kekuatan dirinya.

👼🏻👼🏻Ciri anak yang melakukan aktivitas dengan penuh bahagia:
 Aktifitas itu dinanti-nanti kedatangannya,ditunggu-tunggu dengan suka cita dan tidak sabar.
Ketika tiba waktunya maka aktitas itu dijalaninya dengan penuh semangat dan kegembiraan seolah jamberhenti bergerak dan dia tenggelam dalamkeasyikannya.
ketika berakhir,maka mereka tidak mengatakan “Ahhh…akhirnya selesai juga…” tetapi tergambar di wajahnya kepuasan dan kebahagiaan yang luar biasa.

👨‍👩‍👧‍👦Tugas orang tua adalah:

💁🏻‍♂Fasilitasi anak-anak kita dengan beragam aktivitas, pilihlah 3 atau 4 saja yang terbaik lakukanlah hanya dua kali dalam sepekan, lengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan pendukung maka fitrah bakat ini akan tumbuh subur.

💁🏻‍♂Ketika anak kita mengalaminya catat saat itu juga.

💁🏻‍♂Hebat belum tentu cukup tetapi fitrah bakat harus memenuhi empat hal yaitu _*Easy,Enjoy,Excellent, Earn*_

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/
📚Sumber Bacaan:

Fitrah Based Education, 2016, Harry Santosa

__________________________________________________________________________________

_Review Tantangan 10 hari Sesi #7_

_Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional_

 

*DISCOVERING ABILITY*

Tantangan 10 hari yang sudah bunda lakukan di game level #7, kali ini berjaitan dengan “Discovering Ability”.

Dua kata dalam bahasa inggris di atas, apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi panjang yaitu, kemampuan daya jelajah para orangtua dan guru selaku pendidik anak-anak untuk menemukan harta karun potensi-potensi yang ada dalam diri anak-anak.

Ada empat ranah yang sudah dilakukan oleh para Ibu Profesional di kelas bunda sayang ini  untuk melakukan proses pencarian potensi kecerdasan anak yaitu :

a. *Ranah intrapersonal (Konsep Diri)*

b. *Ranah Interpersonal (Hubungan dengan sesama)*

c. *Ranah Change Factor (Hubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan perubahan)*

d. *Ranah spiritual : (Hubungan dengan Sang PenciptaNya)*

Mari kita bahas satu persatu

1⃣ *Ranah Intrapersonal : KONSEP DIRI ANAK*

Konsep diri pada anak adalah suatu persepsi tentang diri dan kemampuan anak yang merupakan suatu kenyataan bagaimana mereka memandang dan menilai diri mereka sendiri .

Hal ini  berpengaruh pada sikap yang mereka tampilkan.

Konsep diri anak terbentuk melalui perasaan anak tentang dirinya sendiri sebagai hasil dari :

a.Interaksi dan pengalaman dengan lingkungan terdekat

b.Kualitas hubungan yang signifikan dengan orangtua dan keluarga terdekat

c.Atribut yang diberikan lingkungan terhadap dirinya.

Langkah-langlah yang wajib dikenalkan oleh orangtua dalam rangka proses mengenal konsep diri anak adalah sbb:

a. *Mengenal Allah dan ciptaanNya*

Anak yang makin mengenal dirinya pasti akan makin mengenal siapa penciptaNya

b. *Dilatih untuk membaca diri*

Dua fase penting dalam hidup  anak kita adalah ketika mereka  dilahirkan dan ketika mereka  menemukan jawaban mengapa mereka dilahirkan. Maka bantu anak-anak untuk meyakinkan dirinya sebagai ciptaan Allah yang terindah dan khalifah di muka bumi ini.

c. *Dilatih untuk membaca alam*

Anak-anak dilatih untuk memahami mengapa mereka ditempatkan Allah di alam dimana mereka tinggal saat ini. Memahami kearifan lokal dimana mereka dibesarkan.

d. *Dilatih membaca jaman*

Anak-anak bukanlah milik kita, mereka adalah milik jamannya. maka didiklah anak-anak kita sesuai jamannya. Mereka akan belajar mengapa mereka dilahirkan di jaman seperti ini dan tantangan jaman apa saja yang harus mereka hadapi.

Bantu anak-anak untuk mempersiapkan dirinya sehingga percaya diri menghadapi jamannya.

e. *Membaca Kehendak Allah*

Anak-anak yang sudah diilatihkan segala macam konsep diri dengan metode Iqra’ seperti yang sudah dijelaskan di atas (membaca diri, membaca alam, membaca jaman) maka akan menjadi orang yang ikhlas dengan segala kehendak Allah padanya.

Cara memahami konsep diri di atas akan menguatkan anak di ranah

*IMAN Dan AKHLAK*

Dua hal inilah yang perlu dikuatkan ke anak-anak di ranah konsep diri.

2⃣ *Ranah Interpersonal: HUBUNGAN DENGAN SESAMA*

Setelah anak memahami konsep dirinya dengan baik, saatnya mereka kita latih untuk menguatkan kecerdasan interpersonalnya (hubungan dengan sesama) lewat konsep diri yang sudah didapatkannya dengan menguatkan IMAN dan AKHLAK.

Dengan demikian diharapkan ketika berinteraksi dengan orang lain anak tetap kuat imannya, makin baik akhlaknya, makin mengenal jati dirinya dan tidak mudah terpengaruh.

Dua fase penting dalam hidup seseorang adalah ketika bertemu dengan jodohnya ( jodoh ini bisa pasangan hidup, bisa partner kerja, bisa tetangga, bisa pekerjaan, bisa komunitas dll) dan fase di saat kita menemukan jawaban mengapa kita dipertemukan.

Kecerdasan hubungan dengan sesama ini menjadi hal yang sangat penting bagi anak, karena akan menguatkan peran hidupnya dalam menjaga amanah berikutnya, yaitu amanahnya sebagai khalifah di muka bumi ini.

Ketika sudah masuk usia aqil baligh mau tidak mau anak  harus berhubungan dengan orang lain, minimal jodoh hidupnya dan keluarganya.

Dua senjata utama yang perlu dilatihkan ke anak-anak untuk meningkatkan kecerdasan hubungan dengan sesama adalah

*ADAB dan BICARA*

 

ADAB  akan membuka tabir ilmu yang tertutup, BICARA akan memudahkan seseorang untuk menyampaikan ilmu yang dimilikinya.

Untuk itu anak-anak perlu :

a. Belajar berbagai ADAB dalam hidup ini, agar bisa diterima  oleh lingkungan dimana mereka akan ditempatkan.

 

b Belajar mengkomunikasikan semua gagasan dan ilmunya dalam berbagai cara.

 

3⃣ *Ranah Perubahan: FAKTOR PERUBAHAN*

Sebagai Khalifah di muka bumi ini, salah satu tugas anak-anak ketika aqil baligh nanti adalah membawa perubahan ke arah yang lebih baik terhadap apa yang dipimpinnya. Perubahan itu minimal adalah perubahan pada dirinya sendiri, karena sejatinya semua orang adalah pemimpin untuk dirinya sendiri.

 

Anak yang sudah paham konsep diri, memiliki kecerdasan berhubungan dengan sesama, akan selalu membandingkan dirinya hari ini dengan dirinya kemarin. Hal ini memicu perubahan pada dirinya sebelum melakukan perubahan pada orang lain.

Seseorang yang sudah bisa memimpin dirinya, membawa perubahan untuk dirinya akan bisa membawa perubahan untuk keluarganya.

Seseorang yang bisa memimpin dirinya dan keluarganya, akan dengan mudah membawa perubahan untuk masyarakat/komunitas sekitarnya.

Dengan pola ini insya Allah kita bisa mengantarkan anak-anak menuju peran peradabannya, mampu memikul kewajiban baik secara individu maupun secara sosial.

 

4⃣ *Ranah Spiritual : HUBUNGAN dengan PENCIPTANYA*

Ketika anak-anak memahami peran peradabannya di muka bumi ini, maka mereka akan tumbuh menjadi individu yang meletakkan ranah spiritual sebagai yang utama dan pertama dalam kehidupannya. Mereka akan kembali ke fitrah sebagai makhluk spiritual, yaitu makhluk yang   pada dasarnya menerima siapa dirinya, mampu menjadi diri sendiri sesuai dengan peran hidup dari penciptaNya, dan mampu menyelaraskan dengan kebenaran yang hakiki.

Spiritualitas yang sesungguhnya adalah kemampuan setiap jiwa untuk hidup selaras dengan Sang Pencipta, hidup sesuai dengan kehendakNya.

 

Dari penjelasan di atas, Semakin yakin kita bahwa “discovering ability” yang dilakukan orangtua pada anak menjadi hal penting yang harus kita lakukan dalam membersamai anak-anak. Karena hal tersebut tidak hanya berpengaruh dalam peran hidup anak secara individu saja, melainkan sangat berpengaruh terhadap perubahan peradaban umat manusia di saat anak-anak kita aqil baligh dan menjalankan peran kekhalifahannya  di muka bumi ini.

 

 

_Salam Ibu Profesional_

 

/Tim Fasilitator Bunda Sayang/

 

📚 *Sumber Bacaan* :

_Howard Gardner, Multiple Intellegences, ISBN : 9789791208642, 2006_

 

_Septi Peni Wulandani,  Pola Pendidikan di Padepokan Margosari, makalah ilmiah, 2017_

🍯 *Cemilan Rabu* 🍯
*Materi 7 : Semua Anak adalah Bintang*

 

Apa yang ada dibenak kita saat mendengar nama “Hellen Keller”?

Helen sebenarnya tidak terlahir buta dan tuli (sekaligus bisu),  hingga saat usianya 19 bulan keterbatasan tersebut datang.
Bagaimana dengan masa depannya? Ia lulus dengan gelar _magna cum laude_ , menjadi orang buta pertama yang lulus dari universitas. Ia juga menjadi pembicara, penulis dan aktivis kemanusiaan yang terkenal di dunia.
Helen bisa melakukan banyak hal dibandingkan dengan orang-orang yang justru bisa melihat dan mendengar. Gadis yang seolah terputus dari dunia dan seisinya, bisa melakukan banyak hal!

Dibalik kesuksesan tersebut, tentu ada proses  tak mudah yang telah dilaluinya. Selain kesungguhan dari dirinya, ada orang-orang “dibalik layar” yang mendukung tapak langkah kakinya menemukan “dirinya” dan potensinya. Mereka adalah keluarga dan gurunya.

Helen Keller adalah satu dari sekian banyak orang yang mampu meninggikan gunung, bukan meratakan lembah. _”Everybody is a genius. But, if you judge a fish by its ability to climb a tree it will live its whole life believing that it is stupid”_. (Albert Einstein)

Sungguh, semua anak adalah bintang. Sepenggal kisah dan tulisan diatas untuk mengingatkan dan menguatkan kita, orang tua, agar membersamai anak-anak kita untuk menemukan potensi unik dalam diri mereka, memfasilitasi mereka agar bisa menjadi cahaya bagi peradaban, serta menjadi pribadi mulia yang tunduk kepada Tuhannya.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

 

Sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Helen_Keller