Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

“Menjadi Ibu Kebanggaan Keluarga”_NHW2-Annisa M.Gumay

Assalamu’alaikum..

Alhamdulillah akhirnya kita perjalanan Matrikulasi IIP Batch 2 saya mulai memasuki materi yang pertama. Puzzle pertama dari rangkaian kelas “How to be Professional Mother” adalah materi “MENJADI IBU KEBANGGAN KELUARGA”.

home-is-mom

Materi yang disampaikan pada hari Selasa, 25 Oktober 2016 mencakup jawaban atas beberapa pertanyaan berikut ini :

a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

 

Mari kita simak resume materinya..

 

a. APA ITU IBU PROFESIONAL?

 

# Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya…

Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna :

1 perempuan yang telah melahirkan seseorang;

2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;

3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum;

4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya;

5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: — negeri; — kota;

 

# Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna :

1 bersangkutan dengan profesi;

2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, misalnya : ia seorang juru masak

# Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :

  1. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
  2. Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

 

b. APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

 

# MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi “change agent” (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

 

# VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

 

c. BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :

  1. Bunda Sayang
    Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
  1. Bunda Cekatan
    Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
  1. Bunda Produktif
    Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
  1. Bunda Shaleha
    Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

 

d. APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA

Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.

Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Demikianlah resume materi pertama matrikulasi IIP Batch 2 tentang Bagaimana menjadi Ibu Kebanggaan Keluarga. Semoga setiap Ibu yang ingin berproses menjadi Ibu Profesional dapat memahami dan  menikmati tahapan-tahapan belajar dalam program pendidikan yang diikuti dalam Matrikulasi IIP Batch 2 ini dengan segenap kesungguhan.

Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu yaitu sebagai berikut:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik”

-Dodik Mariyanto-

 

SUMBER BACAAN:

Resume materi Kulwap “Menjadi Ibu Kebanggan Keluarga”, tim Matrikulasi Ibu Profesional, 2016
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

homework-owl

Setelah resume materi diterima, dan didiskusikan bersama dalam kulwap (Kuliah lewat Whatsapp), tibalah saya untuk menyelesaikan PR pekan ini.

Pada kesempatan kali ini, saya dan teman-teman peserta matrikulasi belajar membuat “CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN” yang mencakup peran perempuan sebagai Individu, Istri, dan Ibu.

Kami diminta membuat indikator yg kami sendiri bisa menjalankannya. Untuk yang sudah berkeluarga, kami bisa menanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia. Lalu kami juga menanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia. Jawaban-jawaban mereka dapat kami jadikan sebagai referensi dalam pembuatan checklist indikator tersebut.

Adapun untuk peserta yang masih sendiri, maka indikator diri dibuat dengan menggunakan permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan?

“andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan?

Adapun salah satu teknik dalam membuat Indikator bisa disingkat menjadi SMART yaitu:
– SPECIFIK (unik/detil)
– MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
– ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
– REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
– TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

keep-calm-and-do-your-homework-1364.png

Indikator yang harus saya buat kali ini disesuaikan dengan kondisi. Karena peran saya sebagai istri berhenti sejak suami meninggal setahun lalu maka saya bisa fokus pada dua indikator yang lain, yaitu indikator peran Ibu dan Individu yang ideal, menurut saya dan anak-anak.

Ideal sekali mungkin belum, namun setidaknya ada beberapa target indikator “Ibu Kebanggan Keluarga” yang bisa saya uraikan, tetap realistis untuk dicapai, dan ada deadline waktunya sehingga Saya bisa “memaksa” diri untuk belajar mematuhi indikator yang saya buat sendiri.

Saya sempat bertanya pada anak-anak mengenai apa yang membuat mereka bahagia dengan saya. Tapi, ya.. begitu deh, jawabannya “khas anak-anak” bangett.

Haura bilang “Aku gak suka kalau disalahin terus!”.

Setelah Ayahnya meninggal, Saya memang sering mendelegasikan tanggung jawab menjaga adik pada Haura (9thn), juga melatih Haura untuk terbiasa membantu beberapa pekerjaan rumah. Namun adakalanya saat situasi di rumah “crowded”, saya lelah sepulang kerja, dan Haura melupakan tanggungjawabnya, jadilah Saya ngomel “tidak efektif”pada Haura, ternyata hal “rutin” itu membuat Haura merasa selalu disalahkan #NyeselModeOn

Salika bilang “Aku senang dengan bunda bidadari surga , bunda kan sayang sama kita, kalau Bunda marah, artinya Bunda sayang pada kita kan? Hmm…aku sih senang kalau Bunda membuat kejutan!”

Salika (5 thn) adalah anak yang paling dekat dengan Ayahnya. Jarak lahir Salika dan Farih terlalu dekat membuat Saya lebih sering fokus menjaga Farih, sementara Salika dengan Ayahnya. Itu lah sebabnya Ia minta kejutan. Sepertinya  Ia membutuhkan perhatian khusus dari Saya terlebih kini tak ada Ayah lagi di sisinya. Setelah Ayahnya meninggal, Salika selalu bilang bahwa saya adalah Bidadari surga Ayahnya, kadang suka mikir, mana ada Bidadari Surga tukang ngomel seperti saya #tutupmuka

Farih bilang “Aku senang kalau Ummi beliin aku mainan dinosaurus, baca cerita dinosaurus, mewarnai dinosaurus, jalan-jalan ke taman dinosaurus, trus.. aku juga mau memanah dan berkuda seperti Rasulullah”.

Kalau Farih yang berusia tiga tahun memang masih sangat membutuhkan perhatian Bundanya. Belakangan ini, Farih sering berubah-ubah dalam memberikan panggilan untuk saya, kadang memanggil Ummi, Bunda, dan lain-lain sesukanya. Setelah Ayahnya meninggal Ia tambah CaPer aka Cari Perhatian. Yang Ia inginkan adalah Bunda punya banyak waktu beraktivitas dengannya, terutama aktivitas di luar ruangan. Anak ini sangat aktif dan lama banget lowbatt-nya. Ia sering terinspirasi untuk melakukan aktivitas yang ada di buku-buku yang sering saya bacakan untuknya mau pun film yang ditontonnya.

Terakhir, Baby Fatih (3bln), kalau yang ini sih..gak bisa menjawab pertanyaan saya, tapi pastinya dia akan sangat senang saat dekat dengan Bundanya..terutama saat minum ASI.

Saya jadi nyengir sendiri dengan jawaban anak-anak. Baiklah, mari kita membuat indikator kalau begitu…

To-Do-List.jpg

INDIKATOR INDIVIDU PROFESIONAL VERSI ANNISA M.GUMAY

  1. Menyelesaikan checklist tugas sebagai Guru di setiap minggu nya.
  2. Menyelesaikan revisi tesis sebelum tahun ini berakhir.
  3. Mulai mencicil utang puasa setelah Fatih berusia 6 bulan.
  4. Baca 1 buku seminggu, meresume hikmahnya dan mempraktekkannya.

 

INDIKATOR IBU PROFESIONAL VERSI ANNISA M. GUMAY

  1. Setiap hari berusaha berkomunikasi efektif dengan anak-anak. Kalaupun harus marah, Marah lah dengan Bijak.
  2. Mengoptimalkan aktivitas 1821 setiap harinya, Bikin Matriks kegiatan!!
  3. Membuat program aktivitas mingguan dengan anak-anak. Yang simple aja, bisa dilakukan di rumah ataupun sambil mengurus bayi.
  4. Mempraktekan resep masakan baru setiap bulannya. (Mau nargetin tiap minggu takut gak terlaksana, secara gak jago masak ..)

 

Demikian checklist indikatornya,  Belajar dari pengalaman, sementara 4-4 dulu deh, karena satu hal terpenting dalam planning adalah BERSUNGGUH-SUNGGUH DAN BERGERAK UNTUK MEREALISASIKANNYA! 

Bismillah, sedikit-sedikit namun semoga bisa dilaksanakan, Aamiin..

Dengan sangat menyesal, PR ini baru bisa saya posting, lagi-lagi telat (hiks..hiks..). Maksud hati mau mengejar deadline tapi apadaya seminggu ini di sekolah kegiatan cukup padat dan qodarulloh sejak Sabtu malam Farih demam. Padahal mulai hari ini, Senin, 31 Oktober 2016 Saya harus mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru di Wisma Kinasih, Cimanggis Depok selama sepuluh hari. Merawat Farih, Persiapan LDBM (Long Distance Breastfeeding Mom) akhir pekan lalu dan Diklat yang cukup padat hari ini membuat saya baru sempat mengedit PR dan posting NHW2 di FB grup pukul 23.00 malam ini. Berharap masih bisa dapat “Homework Late Pass” kali ini.

late-assignment-pass

Sampai ketemu di NHW berikutnya.

-Annisa M. Gumay-

 

 

 

 

 

Advertisements
Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

NHW1_AnnisaMGumay_Matrikulasi IIP Batch 2

Pertengahan Oktober tahun ini saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch 2. Kelas Matrikulasi ini merupakan pra syarat untuk menjadi member resmi IIP (Institut Ibu Profesional).

Ibu Profesional adalah  komunitas para ibu dan calon ibu yang selalu meningkatkan kualitas diri dan keluarganya dengan ilmu yang bermanfaat. Sehingga bisa menjalankan aktivitas keluarga secara profesional. Komunitas ini dibentuk oleh Ibu Septi Peni Wulandani.

Institut Ibu profesional merupakan tempat belajarnya para ibu yang ingin menjadi profesional di bidang pendidikan anak dan keluarga. Kegiatannya meliputi :

  1. Kuliah rutin dengan kurikulum yang sudah disusun oleh tim IIP menjadi empat level yaitu Program Bunda Sayang(Ilmu Dasar Mendidik Anak), Program Bunda Cekatan (Ilmu Dasar Manajemen Rumah Tangga), Program Bunda Produktif (Ilmu Memahami Passion Diri sehingga menimbulkan 4E yaitu Easy, Excellent, Enjoy, Earn) dan Program Bunda Sholihah (ilmu tentang bagaimana kita bermanfaat untuk diri, keluarga dan lingkungan sekitar).
  2. Kuliah umum Ibu Profesional, dengan prinsip semua orang adalah guru. Sehingga di forum ini bisa belajar apa saja dengan siapa saja
  3. Family Gathering, untuk menjalin kehangatan keluarga dan menambah wawasan seluruh anggota keluarga, sehingga bisa melangkah dengan visi yang sama

Adapun beberapa kuliah yang diadakan oleh Institut Ibu Profesional yaitu:

  1. Kuliah Online Webinar
  2. Kuliah Whatsapp
  3. Kuliah Umum (offline)

Visi Ibu Profesional

Menjadi komunitas pendidikan perempuan yang paling unggul di Indonesia,wadah bagi seluruh Ibu Indonesia baik yang tinggal di dalam negeri maupun luar negeri untuk senantiasa berkembang meningkatkan kualitas diri dan keluarganya

 Misi Ibu Profesional

  • Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak­-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-­anaknya.
  • Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
  • Meningkatkan rasa percaya diri sang ibu, sehingga tetap bisa mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
  • Meningkatkan peran ibu menjadi Agent of Change (agen pembawa perubahan) yang senantiasa akan berbagi dan menularkan virus perubahan kepada masyarakat
  • kurikulum-iip

Sebenarnya saya telah bergabung dengan komunitas ini sejak akhir tahun 2014. Tergabung di grup whatsapp IIP Jakarta 01 dan sempat beberapa kali mengikuti kegiatan offline dengan teman-teman BunProf (Bunda Profesional) di Rumbel (Rumah Belajar) namun untuk masuk kelas matrikulasi seperti sekarang adalah yang pertama kali untuk saya. Saya mendapat kesempatan untuk ikut kelas Matrikulasi Batch 2 yang dimulai pada tanggal 17 Oktober 2016.

Secara umum kelas matrikulasi diselenggarakan dalam bentuk postingan materi mingguan dan diskusi di grup whatsapp bagi pendaftar yang telah memenuhi syarat dan dibagi per wilayah. Untuk Batch 2 insya Alloh akan berlangsung selama sembilan sesi. Setelah materi diposting pada setiap pekannya, peserta mendapatkan tugas berupa Nice Homework (NHW) yang jawabannya harus dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan PR ini adalah menguatkan ilmu yang telah didapatkan.

Berikut infografis mengenai Matrikulasi IIP :

matrikulasi-iip

#Apa saja yg dipelajari dalam MATRIKULASI IIP Batch 2 ??

  1. Prolog : Adab Menuntut Ilmu  ( Senin, 17 Oktober 2016)
  2. [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga
  3. [Bunda Sayang] Membangun Peradaban dari dalam Rumah
  4. [Bunda Sayang] Mendidik dengan Fitrah, berbasis Hati Nurani
  5. [Bunda Cekatan] Ibu Manajer Keluarga
  6. [Bunda Cekatan] Belajar Bagaimana Caranya Belajar
  7. [Bunda Produktif] Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus dicari
  8. [Bunda Produktif] Menemukan misi spesifik hidup
  9. [Bunda Shaleha] Ibu sebagai Agen Perubahan

Pembuka matrikulasi kali ini adalah materi yang SANGAT PENTING dan MENARIK, karena peserta diingatkan untuk Mendahulukan Adab sebelum Ilmu, dan Beramal setelah Berilmu sebab MENUNTUT ILMU ADALAH PROSES KITA UNTUK MENINGKATKAN KEMULIAAN HIDUP, MAKA ILMU HARUS DIDAPATKAN DENGAN CARA-CARA YANG MULIA.

adab-sebelum-ilmu

Pada sesi ini, peserta Matrikulasi diingatkan untuk mencari sumber ilmu yang kredibel, menghormati guru/pengajar dan sumber ilmu lain (buku, dsb), menyaring informasi yang diperoleh, menghindari penyebarluasan tulisan tanpa mencantumkan sumber, dan yang terpenting adalah mempersiapkan diri sendiri, di antaranya untuk ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Ada sebuah kutipan dalam materi yang sangat berkesan bagi saya : “Adab tidak bisa diajarkan, Adab hanya bisa ditularkan”. Sebagai seorang Ibu dan Guru, kutipan tersebut menjadi poin penting yang harus saya pegang, tentang menjadi teladan dan menjalankan adab tersebut saat menuntut ilmu. Namun jujur, kutipan itu pula lah yang membuat saya merasa bersalah di awal matrikulasi adalah karena ternyata saya sendiri masih belum beradab dan belum bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Terbukti dengan PR yang baru sempat saya kerjakan malam ini, 25 Oktober 2016 mulai pukul 01.35 padahal deadline nya tanggal 23 Oktober 2016 pukul 06.00.

Teringat hari-hari sibuk setelah NHW1 di posting di grup WA yang membuat saya hanya sempat memberi tanda bintang pada materi dan baru sempat membacanya di tengah malam sambil menyusui anak bungsu saya yang berusia tiga bulan.

Sepanjang pekan lalu, otak saya memikirkan apa yang harus saya tulis dalam Nice Homework 1 saya di sela-sela jam kerja di sekolah dan jam kerja di rumah sebagai single parent dengan empat orang anak tanpa ART.

Setiap saya berencana mengerjakan PR dini hari ternyata mata dan tubuh sudah tidak bisa kompromi, dan ketika melewati deadline, rasanya ingin menangis dan menyerah dari program matrikulasi ini.

Tapi.. setelah membaca review NHW1 malam ini, saya berusaha menguatkan tekad untuk menyelesaikan utang tugas ini. Malu rasanya melihat excuse di atas, teringat wajah-wajah siswa yang memohon maaf karena terlambat mengumpulkan tugas, ternyata kali ini malah Bu Guru yang telat bikin PR.

quotes about priority.jpg

Malam ini saya merenungi kembali prioritas-prioritas dalam hidup saya. Tersadar betapa kacaunya checklist hidup saya setahun belakangan ini. Serpihan planning hidup yang terburai  berantakan, semenjak suami meninggal setahun lalu, kini bagai puzzle-puzzle yang harus saya susun kembali.

Hati tergerak untuk menyalakan kembali api semangat yang setahun ini meredup. Semoga masih ada kesempatan bagi saya untuk belajar, dan menyelesaikan semua yang sudah di mulai.

Dan,.. salah satunya adalah this Belated Nice Homework, I hope it still be NICE.

# PR NOMOR 1

Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini !

# Ilmu menjadi Ibu dan Guru pendidik peradaban yang barokah.

# PR NOMOR 2

Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

# karena Alloh sudah menitipkan empat orang anak kandung yang harus diasuh sendiri sambil bekerja sebagai seorang Guru yang juga harus mendidik anak orang lain. Anak-anak kandung dan murid-murid saya di sekolah adalah amanah yang harus dijaga sa pol kemampuan agar amanah ini menjadi jalan saya untuk kembali kepada-Nya dalam keadaan husnul khotimah.

Alloh pasti punya alasan mengapa menempatkan saya pada peran ini. Alloh pula yang menempa saya dengan masalah dan memberi bonus kemudahan dalam kesulitan.

Peran ini dititipkan Alloh pada saya karena Alloh yakin saya mampu, dan karena itu lah Saya harus berusaha untuk memampukan diri dengan belajar dan berusaha mengamalkan ilmu dengan sebaik-baiknya.

# PR NOMOR 3

Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?

# Meluruskan niat, menjaga keikhlasan, dan berusaha bersungguh-sungguh dalam menekuni ilmu di Universitas Kehidupan.

# Mereset ulang prioritas hidup.

# Membuat check list planning setahun ke depan dan mencicil checklist nya setiap bulan.

# Semangat belajar ilmu-ilmu yang bisa mengantarkan saya menjadi pendidik peradaban yang Barokah dan dapat mendekatkan diri pada Alloh “Sumber dari Segala Sumber Ilmu”.

# Mencari sumber ilmu yang kredibel dan menjaga adab dalam menuntut ilmu agar memperoleh keberkahan dari ilmu tersebut.

# Berusaha untuk FOKUS!! Selesaikan Apa yang Sudah Saya Mulai!

Melakukan proses belajar secara bertahap namun bermakna. Kuasai satu ilmu, lalu Amalkan !

# Bersabar ketika kenyataan tidak sesuai rencana namun terus berusaha tidak menyerah untuk menjalaninya.

Doakan saya ya..

Semoga saya bisa lulus dari Universitas Kehidupan dengan predikat Cum Laude, menjadi pendidik peradaban yang barokah dan diridhoi Alloh.

Nitip Quotes untuk penyemangat ah.. Sampai ketemu di next NHW

path-to-paradise-easily

winner-never-give-up

Sumber :

* Website Ibu Profesional.

* Materi Matrikulasi IIP Batch 2 “Adab Menuntut Ilmu”.

* Review NHW1.

* Sumber Quotes : Terdapat dalam Watermark.