Posted in My Family Project

Aliran Rasa Kelas BunSay IIP Level 3

My Family, My Team 😍

1492283967869

Advertisements
Posted in RaQueeFA Cuisine Note

Rujak Kangkung pesanan Haura

Copas dari :
Jika melihat makanan satu ini pasti serasa pengen nyobain banget rasa rujaknya, karena rasanya yang sangat pedas dan asam juga dikombinasikan dengan aroma terasi dari adonan sambalnya.

Sebenernya kalau mendengar kata rujak kita pasti langsung tertuju ke rujak buah-buahan tapi kita malah di buat bingung kok rujak bahannya malah sayuran , bahan utama dari rukak ini adalaha sayur kangkung, yups kangkung salah satu jenis sayuran yang keberadaanya paling banyak di sekeliling kita, umumnya dijadikan berbagai macam olahan saat hendak memasaknya. Kangkung juga sangat mudah diperoleh dengan harga yang sangat murah. Mungkin kalau dikampung seharga 500-1000 per ikatnya, jadi cukup murah kan melihat harga cuma segitu.

Langsug saja saya akan tulis resep bumbu apa saja yang di perlukan dalampembuatan rujak yang aneh tapi enak enak ini, liat daftar bumbu dan caranya dibawah ini
Rujak Kangkung

Bahan-bahan

  • 2-3 ikat kangkung
  • Kerupuk
Bumbu sambal yang di haluskan
  • 15 buah cabai rawit
  • 10 buah cabai keriting
  • 15 buah cabai merah besar
  • 2 buah tomat segar
  • 3 buah batang asam
  • Terasi secukupnya
  • Gula merah secukupnya
  • Garam secukupnya
Cara pembuatan
  1. Kukus kangkung jangan terlalu matang supaya kandungan vitamin zat besi dan lainnya tidak hilang dari sayur
  2. Kukus bahan-bahan sambalnya seperti cabai rawit, cabai keriting, cabai merah, asam, tomat dan terasi sebelum di ulek
  3. Setelah bahan sambal layu setelah di kukus ulek bahan-bahan tersebut seperti membuat sambal pada umumnya
  4. Masukan garam, dan gula dan sesuaikan sambal dengan selera masing-masing
  5. Letakan kangkung yang sudah di kukus kedalam piring, dan siram dengan sambal yang sudah di buat di atas kangkung
  6. Rujak kangkung siap di hidangkan
Rujak kangkung sangat enak di nikmati saat siang hari atau makan siang, rasanya yang segar dengan minuman es kelapa muda menambah kenikmatan, biasanya dalam penyajian rujak ini di tambah beberapa gorengan dan kerupuk mie.
Posted in RaQueeFA Cuisine Note

Mozarella Cheese Stick

FB_IMG_1491749244127.jpg

Resep  Mba Erma Birantika (fb)

Bahan yang harus di siapkan :
– Keju Mozzarella (SAYA JUAL MOZARELA IMPOR EURIAL HALAL, 200 grm harga 30 rb)
– Telur + Air (dikocok lepas)
– Tepung Roti
– Minyak Goreng
– Saos Sambal

Cara Memasak :
1. Celupkan keju mozzarella yang sudah di potong kedalam campuran telur kemudian angkat dan baluri ke dalam tepung roti,
2. Ulangi lagi cara pertama, masukan keju mozzarella yang sudah di baluri tepung roti ke dalam campuran telur, dan kemudian baluri ke tepung roti lagi, simpan d dalam lemari es (15menit) terlebih dahulu agar saat di goreng tepung roti tidak lepas,
3. Panaskan Minyak dengan api sedang
4. Goreng Mozzarella Stick yang sudah di siapkan hingga kecoklatan, kemudian tiriskan,
5. Siapkan di hidangkan, dengan Saos sambal

Posted in Today's Insight

Belajar dari Ibu Pendidik Peradaban: “Ibunda Para Ulama”

Copas dari: https://sunnmoon.wordpress.com/tag/para-ibu-yang-melahirkan-generasi-hebat/

Seorang ibu adalah pintu pembuka bagi pendidikan seorang anak. Pertama kali seorang anak menerima pendidikan setelah lahir kedunia, bisa dipastikan seorang ibu-lah yang mengambil peran yang dominan. Pepatah Islam bahkan menyebutkan bahwa seorang ibu ibarat sebuah madrasah, sekolah buat buah hatinya.

Berikut ini kisah heroik beberapa ibu yang telah melahirkan, mendidik, dan membina anak-nya sehingga menjadi generasi yang hebat, generasi yang selalu dikenang oleh jutaan umat manusia. Selamat membaca!

Ibu Yang Mendidik Dengan Segala Kekurangan
Imam  Syafi’i yang dilahirkan pada tahun 150 H di Jalur Gaza, Palestina terlahir dari keluarga yang tidak mampu. Saat lahir, ayahnya telah meninggal. Tinggal sang ibu yang hidup dalam kemiskinan. Tetapi miskin harta tidak pernah membuatnya miskin orientasi hidup, orientasi pendidikan dan miskin semangat. Karena ini yang sering kita jumpai. Orangtua yang miskin harta, mewariskan semangat dan orientasi yang juga miskin. Sehingga lahirnya anak-anak miskin yang semakin sulit untuk keluar dari kemiskinannya karena semangat dan orientasinya sudah hampir mati. Tidak untuk ibunda Imam Syafi’i. Bahkan walau telah ditinggal meninggal mati suaminya, tidak pernah ada kata: seperti burung yang patah sebelah sayapnya. Dia tetap tegar. Dalam sebuah tekad menjaga amanah yang ditinggalkan suaminya. Tidak ada amanah harta. Tetapi ada amanah anak. Ibunya yang miskin itu, mulai menyusun rencanya. Berikut rencana ibunda Imam Syafii dalam mendidik buah hatinya:

  1. Harus segera pindah ke Mekah untuk menyambung nasab Quraisy Syafi’i kecil.
  2. Harus belajar bahasa Arab yang baik dari suku yang dikenal paling fasih dan baik berbahasa Arab.
  3. Harus duduk belajar dengan para ulama di Masjidil Haram Mekah.
  4. Harus belajar dari para ulama di luar Mekah terutamanya Madinah.

Itulah yang bisa terbaca dari sejarah dari langkah yang direncakan oleh ibunda Syafi’i kecil. Maka dari usia 2 tahun, ibunda Syafi’i memboyong Syafi’i keluar dari negerinya. Ditinggalkan semua kenangan negeri itu untuk kebesaran anaknya di kemudian hari. Tujuannya ke Mekah. Syafi’i dipertemukan dengan keluarga Quraisy yang merupakan nasab ayahnya.

Selanjutnya Syafi’i belajar bahasa di Suku Hudzail yang memang dikenal paling fasih. Sehingga kelak Imam Syafi’i tidak saja dikenal sebagai ahli fikih tetapi juga sebagai ahli sastra terbukti dengan kumpulan puisi gubahannya.

Kemudian ia sudah menghapal al-Qur’an sejak usia 7 tahun di tangan para ulama besar Mekah. Sekaligus mulai belajar berbagai ilmu. Bgitulah hingga ia berangkat untuk melanjutkan perjalanan ilmunya di Madinah berguru kepada guru besar Madinah Imam Malik. Begitulah ibunda yang telah melahirkan seorang imam besar yang dikenang hingga hari akhir.

Ibu Yang Mendidik Anaknya Sendirian
Farrukh ayah dari Rabiah ar-Ra’yi. Rabiah adalah salah seorang guru tempat Imam Malik belajar lama. Suatu saat Farrukh termasuk salah satu dalam pasukan yang dikirim ke Khurasan pada masa Bani Umayyah. Saat itu, istri Farrukh sedang hamil Rabiah. Ia meninggalkan untuk bekal istri harta sejumlah 30.000 dinar. Lama sekali ia menghilang sejak tugas itu. Sangat lama. Tidak ada kabar beritanya. 27 tahun ia baru kembali. Dengan mengendarai kuda dan dengan tombak di tangannya, ia memasuki Madinah kota tempat anak dan istrinya berada. Begitu sampai di depan rumahnya, Farrukh turun dari kuda dan mendorong pintu dengan tombaknya. Rabiah yang sudah dewasa keluar dari rumah itu. Rabiah langsung meneriaki orang yang sesungguhny ayahnya itu, “Hai musuh Allah apakah kamu akan memaksa masuk ke rumah saya?”. Farrukh menjawab, “Tidak.” Kini Farrukh justru yang menyerang balik, “Hai musuh Allah, kamu laki-laki masuk dengan tidak sah ke istri saya.” Tidak lama kemudian keduanya terlibat pergumulan dan saling mencoba mengalahkan lawannya. Hingga para tetangga berdatangan untuk melerai. Malik bin Anas dan beberapa syekh lainnya juga datang membantu Rabiah. Rabiah berkata, “Demi Allah saya tidak akan biarkan. Akan saya adukan ke negara.” Farrukh pun menjawab, “Saya juga akan lakukan hal yang sama.” Perang mulut terjadi. Ketika mereka melihat Malik, semuanya terdiam. Malik berkata, “Wahai bapak tua, engkau bisa memilih selain rumah ini.” Farrukh menjawab, “Ini rumah saya! Saya Farrukh.” Istri Farrukh yang ada di dalam rumah bergegas keluar, dia berkata, “Ini suami saya.” Ia kemudian berkata kepada Farrukh, “Ini adalah anakku yang kau tinggalkan saat aku hamil dulu.” Akhirnya ayah anak itu pun berpelukan erat sekali. Air mata tak tertahankan. Dalam pertemuan yang sangat mengharukan dan dramatik. Farrukh masuk ke dalam rumah, sambil tidak percaya melihat anaknya yang sudah dewasa, “Ini anakku itu?” Istrinya menjawab, “Ya.” Farrukh, “Terus mana uang yang dulu aku berikan kepadamu? Ini aku membawa 4000 dinar.” Istri, “Uang itu aku pendam, aku berikan beberapa hari lagi.” Rabiah kemudian berangkat menuju masjid. Di duduk di halaqah ilmu yang diajarnya. Anas bin Malik datang, Hasan bin Zaid, Ibnu Abi Ali, al-Masahiqi, para penduduk Madinah pun berdatangan untuk duduk mendengarkan Rabiah mengajarkan ilmu. Istri Farrukh berkata kepada suaminya, “Keluarlah ke masjid untuk shalat di masjid Rasulullah. Farrukh berangkat ke masjid untuk shalat. Di masjid ia melihat sebuah majlis ilmu yang dihadiri banyak sekali jamaah. Dia berhenti dan mengamati majlis ilmu itu. Rabiah sang guru menundukkan kepalanya seakan dia tidak melihat kehadiran ayahnya. Ayahnya ragu apakah yang ada di depan itu benar-benar Rabiah, maka ia bertanya kepada seorang jamaah: siapa guru itu? Orang itu menjawab: Rabiah bin Abu Abdurahman. Farrukh berkata, “Allah telah mengangkat anakku.” Farrukh kemudian kembali ke rumah menemui istrinya dan berkata, “Sungguh aku melihat anakmu ada di majlis ilmu dengan ilmu yang luar biasa.” Istrinya kemudian berkata, “Mana yang lebih engkau sukai: 30.000 dinar atau keadaan putramu yang mulia itu?” Farrukh, “Tidak demi Allah. Keadaan dia seperti ini yang lebih aku sukai.” Istri, “Aku sudah habiskan harta itu untuk mendidiknya.” Farrukh, “Demi Allah, engkau tidak menghamburkannya.

Ibu Yang Berorentasi Surga
Anas bin Malik bercerita: Pada waktu perang Badar, Haritsah termasuk yang menjadi menjadi korban. Ibunya Haritsah datang ke Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulullah, engkau tahu betapa tingginya posisi Haritsah di sisiku, kalau dia berada di surga maka aku bisa bersabar (kehilangan dia). Jika kalau tidak, entah apa yang akan aku lakukan.” Rasul menjawab, “Satu surga saja buat dia?! Tidak, untuknya surga-surga yang banyak. Dia ada di Firdaus yang tinggi.”

Ibu Yang Meneguhkan Anaknya Dalam Kebenaran
Seorang ibu yang sudah tua dan buta, hari itu mendengarkan keluhan anaknya. Kata-kata sang anak jelas mengambarkan suasana rasa takut yang sedang menyelimuti hati anaknya. Sang ibu pun bisa merasakannya, walau matanya tak lagi bisa melihat. Ibu yang dimaksud adalah Asma putri Abu Bakar dan putranya adalah Abdullah bin Zubair. Dialog itu terjadi ketika Abdullah bin Zubair dikepung pasukan Hajjaj di Mekah. Dialog yang harus menjadi pelajaran untuk keluarga muslim, terutama para ibu. Berikut dialog itu: Abdullah “Bunda, orang-orang merendahkanku termasuk anak dan keluargaku, tidak ada yang tinggal bersama kecuali sedikit saja dari mereka yang kesabarannya hanya sesaat dan mereka yang memberiku kesenangan dunia. Apa pendapatmu, bunda?” Asma’ “Kamu lebih tahu tentang dirimu sendiri. Kalau kamu yakin berada dalam kebenaran dan menyeru kepadanya maka lanjutkan, teman-temanmu telah terbunuh karenanya maka jangan memberi kesempatan untuk dipermainkan oleh anak-anak Bani Umayyah. Tetapi jika kamu hanya ingin dunia, maka kamu seburuk-buruk hamba, kamu hancurkan dirimu dan siapa saja yang telah terbunuh bersamamu. Jika kamu katakan  bahwa kamu berada dalam kebenaran, ketika teman-temanku lemah aku pun menjadi lemah, maka itu bukanlah perbuatan orang-orang merdeka dan ahli agama. Berapa lama kamu berada di dunia ini! Terbunuh lebih baik!” Abdullah “Bunda, saya takut jika penduduk Syam membunuhku mereka akan memutilasi mayatku dan menyalibku.” Asma “Anakku, seekor kambing tidak lagi merasakan sakit dikuliti setelah disembelih. Maka bergeraklah di atas petunjuk dan memohonlah pertolongan kepada Allah.” Abdullah mencium kepala ibunya dan berkata “Inilah pendapatku, yang selama ini aku pegang kuat sampai hari ini adalah ketidakinginan untuk tinggal dan mencintai kehidupan dunia. Tidak ada yang mendorongku mengadakan perlawanan kecuali kemarahan karena Allah. Aku ingin mengetahui pendapat bunda dan sungguh bunda telah menambahi jalan terang. Maka bunda, hari ini mungkin aku akan terbunuh, jangan sampai kesedihanmu berlebihan dan serahkan seluruh urusan kepada Allah. Putramu ini belum pernah sengaja melakukan kemungkaran dan kekejian, tidak lari dari hukum Allah, tidak khianat saat aman, tidak sengaja mendzalimi seorang muslim atau non muslim yang damai, tidaklah aku mendengar ada kedzaliman yang dilakukan oleh para pejabatku kecuali pasti aku menghilangkannya, tidak ada yang paling aku dahulukan kecuali keridhaan tuhanku. Ya Allah aku tidak mengatakan ini untuk menyatakan bahwa diriku bersih, tetapi aku katakan ini untuk menghibur bundaku hingga beliau terhibur!” Asma’ ” Cukuplah, aku berharap kehilanganku atas dirimu sangat baik. Jika kamu mendahuluiku aku mohon pahala dari Allah, jika kamu menang aku bahagia dengan kemenanganmu. Keluarlah, agar aku lihat apa akhir dari urusanmu.” Abdullah “Jazakallahu khairan, jangan lupa berdoa untukku.” Asma’ “Aku tidak akan pernah lupa selamanya. Ya Allah rahmatilah shalat pada malam panjang itu, menahan dahaga di teriknya Makah dan Madinah dan baktinya kepada ayah bundanya! Ya Allah aku sudah serahkan kepada-Mu, aku ridha dengan keputusan-Mu, maka berilah aku pahala orang-orang yang sabar dan bersyukur!” Abdullah mengambil kedua tangan bundanya dan menciumnya. Asma’ memeluknya dan menciumnya. Hari itu adalah hari gugurnya putra Asma’.

Ibu Yang Selalu Hadir Pada Setiap Masalah Anaknya
Saat Aisyah sedang tertimpa tuduhan dusta, ia kembali ke rumah orangtuanya untuk menenangkan diri. Sudah dua malam satu hari, Aisyah tidak henti-hentinya menangis. Terus menangis. Matanya tak kunjung bisa dipejamkan. Ia menahan rasa perih di hati karena tersebar isu dusta tentang dirinya di masyarakat. Aisyah berkata, “Ibuku selalu ada di sampingku. Beliau berkata: sabarlah, nak. Kalau ada wanita yang disayangi suaminya dan dia adalah salah seorang dari sekian istrinya, pasti banyak perbincangan tentang dia. Pada suatu saat Rasul hadir menjenguk Aisyah yang sedang sakit di rumah orangtuanya. Rasul berkata, “Aku sudah mendengar tentang kamu di luar. Jika kamu bersih Allah akan membersihkanmu. Tetapi jika kamu salah, minta ampunlah dan bertaubatlah. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun.”
Aisyah berkata kepada ayahnya, “Jawablah, yah.” Ayahnya berkata, “Aku tidak tahu harus berkata apa.” Aisyah berkata kepada ibunya, “Jawablah, bu.” Ibunnya menjawab, “Aku tidak tahu harus berkata apa.”

Sumber: http://www.cahayasiroh.com/index.php?option=com_content&view=article&id=123:ibu-orang-besar-ibu-2&catid=38:untukmu-muslimah&Itemid=69

Posted in Happy and Healthy

Healthy Lifestyle wih Nakedpress Juice

http://addicts.nakedpress.co/6-manfaat-lemon-shot-untuk-kesehatan-kamu/

http://addicts.nakedpress.co/manfaat-green-juice-kale-horenzo/

http://addicts.nakedpress.co/cold-pressed-juice-vs-blender/

http://addicts.nakedpress.co/pengalaman-detox-naked-press/

http://addicts.nakedpress.co/enjoy-lemon-shot/

http://addicts.nakedpress.co/best-superfood-straight-home/

http://addicts.nakedpress.co/manfaat-nut-milk-cashew-kacang-mede-almond/

http://addicts.nakedpress.co/3-resep-seru-dengan-nut-milk-jade/

http://addicts.nakedpress.co/manfaat-smoothies-resep-sehat-sarapan/

http://addicts.nakedpress.co/manfaat-juice-green-grenade-kale-horenzo-parsley-romaine/

 

 

 

Posted in Melatih Kemandirian Anak

My Exchange Student Stories ; BunSay Level#2

Resume Sesi Pertukaran Pelajar Kelas BunSay Level 2 IIP Jakarta ke IIP Bandung

Waktu: 3 April 2017, pukul 13.00-13.30 WIB

Host: Astarina (IIP Bandung)

Guest: Annisa Miranty Gumay (IIP Jakarta)

Profil Tamu :

# Seorang single Parent dari 4 orang anak ; Haura (10t), Salika (5t), Farih (4t), dan Fatih (8bln) karena suami sudah lebih dulu meninggal sekitar 1,5 tahun lalu.
#Guru Ekonomi di SMAN 71 Jakarta.

🌟 Aliran rasa selama mengikuti perkuliahan kelas Bunda Sayang Level 2 IIP Jakarta

Sebagai seorang single parent, yang juga bekerja dari Senin-Jumat, sering sekali saya pun mengalami kesulitan dalam penyelesaian tugas kuliah Bunda Sayang IIP. Rencana penyelesaian tugas yang sudah tertata manis pada awalnya sering juga mengalami perombakan-perombakan karena hal-hal darurat yang terjadi di luar perkiraan.

Saya failed di materi level 1 itu adalah fakta. Satu hal yang paling saya sesali dari kegagalan di level 1 adalah karena saya merasa kurang “fight” menyelesaikan tantangan ini. Memang ada beberapa kendala yang saya alami, seperti padatnya kegiatan di sekolah, ART yang tiba-tiba sakit, anak sakit, dsb yang membuat penyelesaian tugas jadi tertunda namun yang lebih saya sesalkan adalah mood saya untuk menulis saat itu mendadak hilang, dan tetiba jadi menyerah begitu saja. “Menyerah” ini yang membuat saya makin merasa KALAH.

Jujur, kegagalan ini hampir terulang di level 2. Tapi quote “Berubah atau Kalah” yang terlanjur saya pilih sebagai tagline penyemangat belajar, saat mood sedang turun, terngiang-ngiang di telinga saya. Kalau sampai gagal lagi, rasanya saya malu pada diri sendiri. Akhirnya saya memberikan jeda bagi diri sendiri untuk mengevaluasi proses belajar saya di IIP mulai dari kelas matrikulasi hingga lanjut ke kelas BunSay IIP. Dan, tiba-tiba muncul quotes seperti ini di timeline Fb saya :

“Semua orang di dunia ini merugi, kecuali orang-orang yang berilmu.”

“Orang yang berilmu pun merugi, kecuali mereka yang beramal.”

“Dan yang beramal tetap dalam kerugian, kecuali mereka yang ikhlas.”

Jleb. Kelas Matrikulasi dan Bunsay IIP kan dirancang untuk mereka yang ingin berilmu, beramal, dan bermanfaat dengan ikhlas. Kelas ini bukanlah perlombaan tentang siapa yang paling hebat dalam materi pengasuhan anak, namun ini tentang seberapa jauh ilmu yang diterima di kelas bisa bermanfaat bagi kita dan keluarga kita. Aplikasi ilmu yang diterima pun tentunya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap keluarga yang pasti berbeda-beda.

Akhirnya, Saya merasa harus menyelesaikan tantangan materi level 2, bukan karena ingin jadi yang terbaik di kelas, melainkan karena saya harus mengikat ilmu dengan menulis dan mengamalkannya. Dan sejatinya, 10 hari tantangan adalah latihan pembiasaan, mengamalkan ilmu pada hari-hari setelahnya justru tantangan yang sebenarnya. Bismillah, akhirnya saya berusaha menyelesaikan rapel 4 tugas terakhir di ujung deadline, ditengah-tengah begadang menenangkan Baby Fatih yang demam.

“Berubah atau Kalah!”.
Dan Alhamdulillah terselesaikan juga.

🌟 Sesi Tanya Jawab

1. Astarina IIP Bandung: Bagaimana mengatasi tantangan penyelesaian tugas kuliah BunSay Level 2?

✅Kalau diminta sharing tips manajemen waktu, sebenarnya saya malu.. wong saya saja belum tertib memanage waktu.
Namun ada beberapa hal yang saya catat dalam evaluasi pembelajaran saya, tentang tips mengelola waktu, seperti berikut ini :

1. Inventarisir rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam 1 minggu ke depan.

2. Kelompokkan kegiatan yang sesuai prioritas : (1) Penting mendesak, (2) Penting tidak mendesak, (3) Tidak penting tapi mendesak, (4) Tidak penting dan tidak mendesak.

3. Breakdown kegiatan dalam to do list harian. Utamakan prioritas 1 dan 2.

4. Patuhi rencana yang sudah dibuat. Ini yang paling menantang 😬

5. Berhati-hati dengan pencuri waktu (Medsos, TV, Ngobrol tidak bermanfaat)

6. Selalu ingat komitmen awal, punya tagline motivator saat komitmen mulai kendor.

✅Tips Menulis Tantangan 10Hari yang sedang saya coba praktekan juga :

1. Buat resume materi kuliah, garisbawahi indikator kompetensi yang diharapkan dapat dicapai dalam perkuliahan materi tersebut.

2. Cermati tantangan 10 hari yang diberikan, dan buat konsep umum ide aktivitas dan tema tulisan yang akan kita buat sesuai dengan kebutuhan serta keadaan keluarga kita. Kalau bisa, rencanakan 10 tema tulisan sekalian, secara umum saja dulu gak perlu detail.

3. Ingat-ingat setiap indikator kompetensi yang ingin kita capai dalam materi kuliah, setiap kali melihat kejadian yang berhubungan dengan indikator ketercapaian materi segera tulis di notes hp atau di booknote atau rekam kejadian dalam foto.

4. Buat kerangka tulisan, dan segera kirim link ke kolom setoran tugas, setelah ada waktu longgar bisa disempurnakan lagi. Ini tips dari Bu Septi 😘

5. Pilih judul tulisan yang antimainstream, tujuannya sih untuk memudahkan lahirnya ilham dalam proses menulis dan dapet feelnya.

2. Astarina IIP Bandung:
Dgn kondisi seperti skrg, pernahkah mengalami mood swing teh? Bgaimana mengatasinya?
Krn yg sy rasa sbg perempuan mood itu ngaruh k bnyk hal ☺

✅Wah..mood swing mah sering,.. Tapi setelah suami meninggal saya merasa lebih ada rem ketika mulai gak mood..

Setiap sedang down, saya berusaha bersyukur diberi ujian seperti ini, mungkin Alloh tau saya moody, jadi dikasih ujian begini supaya belajar profesional memisahkan mood negatif saat sedang bekerja di ranah domestik maupun non domestik.

Saya selalu tanamkan, kalau sekarang saya yg harus bertanggung jawab thd diri sendiri dan anak-anak, kalau saya moody, yang rugi bukan cm saya tp jg anak-anak.

Saya gak tau saya hidup sampai kapan, jadi harus berusaha melakukan yg terbaik.

Satu hari bener, eh besok khilaf, itu mah biasa, yg penting tetap kembali pada komitmen awal, yang penting jangan sampai saat kita kembali “pulang” dicatat sebagai org yg berputus asa dari rahmat Alloh.

#Closing Statement

Kesempurnaan hanya lah milik Alloh.. Ketika kita tampak baik di hadapan manusia, sesungguhnya itu karena Alloh yang menutupi aib kita, maka bersyukur lah.

-AnnisaM.Gumay-

# Hadiah Tantangan 10Hari Bunda Sayang Level 2 dari Tim Fasil BunSay. Boleh dimanfaatkan untuk mengevaluasi progress latihan kemandirian anak, namun bukan untuk tujuan komersil. Semoga Alloh memberi keberkahan bagi pembuatnya.

IMG_20170406_233922

Posted in My Family Project

My Family, My Team!

“We May Not Have It All Together, But Together We Have It All.”

Alhamdulillah, Memasuki hari ke-10 Tantangan My Family Project, begitu banyak kesan positif yang keluarga kami rasakan selama tantangan pembiasaan ini dilaksanakan.

Belajar bersama, bereksplorasi bersama, menghadapi masalah bersama, dan bersama pula dalam mensyukuri keberhasilan dan kebahagiaan yang Alloh selipkan lewat proyek keluarga ini.

Ternyata,.. kebersamaan ini menguatkan.

Kebersamaan ini memunculkan potensi-potensi terpendam.

Kebersamaan ini menebarkan bahagia bagi sekitar..

Keluarga adalah anugerah terbaik yang Alloh titipkan pada kita. Masing-masing personil memang tidak sempurna, namun pilihan Alloh untuk mempersatukannya tentu bukan tanpa alasan.

Proyek keluarga menyadarkan kami bahwa ketika setiap kami dibekali kekurangan dan kelebihan adalah untuk saling melengkapi dalam menyelesaikan misi hidup yang Alloh pilihkan. Maka, bersyukur lah memiliki sebuah team yang bernama : keluarga.

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari10

#Level3

#MyFamilyProject

#KuliahBunSayIIP

Posted in My Family Project

Family Project #3 ; Recycle Decaupage Art

Alhamdulillah, sampai juga kami pada hari belajar yang ditunggu-tunggu. Sejak pagi, Haura dan teman-teman sudah sibuk memilah-milah kaleng bekas dan toples kaca bekas untuk dijadikan bahan utama yang akan didaur ulang dengan teknik decaupage art.

Kami juga bersama-sama membersihkan panggung, menggelar tikar lipat dan menyiapkan konsumsi belajar. Alhamdulillah Bude Ana, tetangga kami yang rumahnya persis di depan panggung, ikut menyumbang donat dan air minum untuk kegiatan belajar kami pagi ini.

Kegiatan dimulai pukul 09.30, sebenarnya Tante Maria dan putrinya, Anne, sudah hadir pukul 09.00 namun kami mengobrol sebentar di rumah sebelum memulai acara di panggung.

Ohya.. berikut saya lampirkan tahapan membuat decaupage art yang dibuat oleh Kenia, penulis buku Celoteh Keni.

Sebenarnya ada beberapa link tutorial decaupage art, namun tips dari Keni yang berbentuk infografis handmade sangat menarik dan mudah dipahami.

IMG-20170313-WA0026.jpgAdapun dokumentasi kegiatan belajar kami pagi ini adalah sebagai berikut :

Kegiatan belajar hari ini sangat menarik dan berkesan. Kreativitas kami menjadi lebih terasah terutama ketika mengonsep layout gambar yang akan ditempel di media barang bekas.

Menggunting gambar tissue nya juga harus rapi lho.. Salika dan Farih kurang ahli di bagian ini, jadilah bunda yang melakukannya, sekalian belajar.

Begitu juga saat mengecat kaleng bekas dengan gesso, perlu ketelitian, kesabaran, dan kerapihan agar hasilnya maksimal.

Alhamdulillah, meski ini pengalaman pertama, namun hasil akhirnya tidak terlalu mengecewakan, barang lama jadi lebih bermanfaat deh..

Kreatif itu Asyik Lho !! Terimakasih tante Maria Marlin yang sudah membersamai kami belajar decaupage, semoga barokah ilmunya.

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari9

#Level3

#MyFamilyProject

#KuliahBunSayIIP

Posted in My Family Project

MasterMind Family Project #2 dan Persiapan Family Project #3

creating together

Dua Proyek Eksplorasi Dapur yang kami lakukan beberapa hari belakangan sangat berkesan bagi kami. Belajar membuat sesuatu yang bermanfaat bersama-sama ternyata sangat mengasyikkan. Berikut beberapa insight yang kami dapatkan dari proyek ke-2 ; Membuat Puding Silky ala RaQueeFA :

  1. Anak-anak belajar ilmu membuat puding silky serta mengamalkan ilmunya langsung.
  2. Anak-anak belajar bereksperimen membuat dua jenis produk dari bahan baku yang berbeda dan mengevaluasi hasilnya.
  3. Puding yang dibuat dari susu kedele, secara tekstur lebih lembut namun bau langu nya cukup mengganggu, mungkin suatu saat kami perlu belajar lagi tehnik menghilangkan bau langu pada puding silky dari susu kedele.
  4. Puding dari susu murni lebih gurih rasanya jika dibandingkan dengan puding dari susu UHT yang sebelumnya pernah dibuat oleh Bunda RaQueeFA.
  5. Anak-anak belajar sabar mengaduk puding dan belajar hati-hati saat menuang puding ke dalam jar kaca imut.
  6. Bunda menyalurkan hobby fotografi dengan memotret proses belajar dan hasil masakan.

Alhamdulillah, masih menang banyak hari ini, he..he..

Selanjutnya, kami mulai merencanakan proyek berikutnya. Proyek ke-3 ini diluncurkan bersamaan dengan ulang tahun Haura ke-10. Sebenarnya, ulangtahun Haura jatuh pada hari Sabtu, 1 April 2017 namun karena hari Sabtu Salika ada lomba menari di taman mini, jadilah proyek ini kami mundurkan ke hari Minggu tanggal 2 April 2017.

Family Project #3 ini bernama : Recycle Decaupace Art

Sasarannya :

  1. Anak-anak bisa memanfaatkan barang bekas untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat.
  2. Anak-anak belajar seni decaupage bersama teman-temannya di komplek.
  3. Mengajarkan bahwa bersyukur dengan pertambahan usia lebih bermakna bila diwujudkan dengan berbagi ilmu bermanfaat pada lingkungan sekitar.

Alat : Kuas, Tissue Decaupage, Hairdryer.

Bahan : Kaleng bekas, Tabung plastik bekas, Toples kaca bekas, lem, varnish, gesso, tissue decaupage

Dana yang diperlukan : sekitar Rp 300,000 untuk alat dan bahan yang dipakai bersama sekitar 15 orang

Sumber Daya Manusia

Pimpro : Bunda
Pelaksana : RaQueeFA (HauRa_SalikaQueena_Farih).

Waktu

Jadwal Pelaksanaan : Minggu, 2 April 2017
Durasi : 31 Maret – 2 April 2017

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari7

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunSayIIP