Posted in Writing Skills and Hand Lettering

It’s About Someone You Can’t Live Without!

love is

Kalau menikah adalah untuk menemukan orang yang ideal, maka selamanya kita tidak akan pernah menemukannya.

“Right Man” pilihan Alloh terkadang bukan sosok yang sempurna bagi kita, namun di akhirnya kita akan menyadari bahwa pilihan Alloh adalah yang terbaik untuk kita.

Alloh menitipkan rahmat pada sosok yang memang dihadirkan-Nya untuk menemani kita “belajar” banyak hal dari kehidupan, menjadi cermin yang membantu kita mengenal diri sendiri, serta membuat kita memahami artinya sabar, syukur, berjuang, dan bahagia.

Terkadang kita terlalu jauh mencari.. hingga tak sadar bahwa cinta itu berada begitu dekat. Sebuah cinta yang seringkali tak terkatakan namun terefleksi dalam sekian banyak pengorbanan tanpa syarat.

Pertemuan pertama saya dengan Ayahnya anak-anak terjadi sekitar 16 tahun lalu. Kala itu kami mengawas UMPTN di wilayah yang sama. Tidak ada yang spesial waktu itu, terlebih, saya masih dekat dengan “orang lain”. Tetapi kenyataan akhirnya memaksa saya untuk melupakan “orang lain” tersebut karena Ia terlanjur menghancurkan hati.

Patah hati ini mengajarkan saya untuk jangan pernah  “terlalu” dalam segala hal. Jangan terlalu cinta, jangan terlalu benci,…yah..pokoknya jalani segala sesuatu sesuai porsi wajarnya saja. Patah hati ini juga memaksa saya membentengi diri dengan segala pertahanan hati agar tidak harus mengalaminya lagi!

Dan patah hati menyadarkan saya bahwa tidak ada yang lebih berhak dicintai selain Alloh.

Kemudian saya  membunuh kesedihan dengan kesibukan. Kesibukan apa pun. Saya ingin kelelahan menjadi obat tidur yang memaksa saya melupakan kesedihan. Kalau pun harus terbangun karena masih gelisah di tengah malam, saya memilih menghabiskan malam dengan curhat bebas hambatan di atas sajadah, atau tenggelam dalam berlembar-lembar kertas catatan harian.

Salah satu aktivitas melelahkan diri yang saya lakukan pada masa itu bernama jogging sore bersama beberapa teman di Unit Kegiatan Mahasiswa, yah..itung-itung ngurusin badan 🙂

Saya sendiri lupa bagaimana ceritanya sampai akhirnya suami saya terpilih menjadi instruktur kami. Aktivitas lari sore ini ternyata lumayan efektif membuat saya lari dari kenyataan. Meski niat pengen kurusnya gak kesampaian karena jogging selalu diakhiri dengan makan rawon di warung Surabaya depan kampus. Hadehh gimana mau kurus coba 😉

Momen mengobrol bersama di meja makan warung Surabaya adalah titik awal saya mulai mengenal lebih dekat sosok Mas Agus, orang yang dipilihkan Alloh untuk mengisi banyak ruang di hati dan hidup saya selanjutnya.

Sikapnya yang humoris, tenang dan selalu siap membantu membuat saya merasa nyaman berteman dengannya. Berada bersama teman-temannya di KMPA Eka Citra pun membuat saya menemukan kembali “feel” keluarga besar PATTUPALA yang dulu begitu intens mengisi hari-hari SMA saya.

Walau pun akhirnya kami berteman dekat namun saya tak kuasa memberikan kunci hati terdalam saya untuknya. Cerita patah hati tempo hari itu terlalu berkesan. Cukup lah saya mengalaminya satu kali saja ; jangan pernah lagi. Pengalaman pahit tentang cinta membuat hati saya terbagi dua ; sepenggal hati percaya cinta, sementara sisanya TAK PERCAYA CINTA.

Quotes favorit saya ketika itu adalah :

“Jika Ia memang untukmu maka sejauh apa pun kalian terpisah pasti akan bertemu. Namun bila Ia bukan untukmu maka sekuat apa pun engkau menggenggamnya pasti akan terlepas”.

Boleh dikatakan, saya tidak pernah menganggap hubungan kami “serius” hingga waktu yang kami lewati bersama membuktikan bahwa “Dia Orangnya”.

Berbekal Buku “Kupinang Engkau dengan Hamdalah” Mohammad Fauzil Adhim, Mas Agus memberanikan diri “meminta” saya secara resmi di depan Papa dan Mama. Dan sejak 1 Juli 2006, saya resmi menutup ruang tak percaya cinta dalam hati untuk diwarnai dengan kisah cinta kami yang baru dimulai.

IMG-20160802-WA0031[1]

Menjalani 9 tahun usia pernikahan tentu bukannya tanpa masalah. Airmata yang menetes dalam kurun waktu tersebut mungkin jauh lebih banyak dari sebelumnya. Namun proses ini merupakan rangkaian hikmah menuju pernikahan yang saling melengkapi ; saling mencintai di kala dekat, menjaga kehormatan di kala jauh, saling menghibur di kala duka, mengingatkan di kala bahagia, serta senantiasa mendoakan dalam kebaikan dan ketakwaan.

Love is not finding someone to live. It’s finding someone you can’t live without!

12 November 2015, Alloh memanggil “pulang” Mas Agus secara mendadak. Saya kemudian diamanahi 3 anak plus 1 janin dalam kandungan yang resmi menjadi yatim per hari itu. Agaknya, Alloh kembali mengingatkan saya untuk hanya memilih-Nya sebagai cinta sejati. Di saat saya merasa tidak bisa hidup tanpa Mas Agus, di situ lah Alloh menguji sekaligus membuktikan bahwa cukup lah Alloh sebagai pelindung.

Kabar baiknya : Alloh sudah memberi banyak latihan kecil sebelumnya. Rangkaian latihan ini ternyata berupa perasaaan yang saya kenal dengan istilah sedih, lelah, sakit, dan banyak hal pahit lainnya.

Kehilangan kali ini harusnya tidak terlalu menyakitkan asalkan saya menempatkan Alloh sebagai satu-satunya cinta tak tergantikan. Proses menerima kepergian partner hidup dengan ikhlas ini kemudian bermetamorfosis menjadi semangat menyiapkan bekal diri dan anak-anak menuju destinasi berikutnya.

“Waktu adalah ujian seberapa lama cinta bisa menunggu. Jarak adalah ujian seberapa jauh cinta bisa melewati perjalanan.” -Tere Liye-

IMG_20170518_082636_841’till We Meet Again, Love.. Tunggu Aku dan Anak-anak di Pintu Surga 🙂

#HowIMetMyHusband #LoveStory #TantanganMenulisOktober #RumbelMenulisIIPJakarta

 

Advertisements

Author:

# Economic Teacher at SMAN 71 Jakarta, # Single Parent Mom with 4 children, # Interest in reading and crafting, # Owner of RaQueeFA_House Bookstore,

9 thoughts on “It’s About Someone You Can’t Live Without!

  1. MasyaAllah, Mba Nisaaa. Banyak banget hikmah yang bisa dipetik dari tulisan ini. Barakallahu Mba, Mba Nisa wanita yang sangat kuat. Semoga Allah mengijabah doanya untuk berkumpul kembali dengan ayahnya anak-anak, di seindah-indahnya tempat berkumpul yaitu Surga FirdausNya. Amin Allahumma Amin ❤

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s