Posted in My Family Project

Aliran Rasa Kelas BunSay IIP Level 3

My Family, My Team ūüėć

1492283967869

Advertisements
Posted in My Family Project

My Family, My Team!

“We May Not Have It All Together, But Together We Have It All.”

Alhamdulillah, Memasuki hari ke-10 Tantangan My Family Project, begitu banyak kesan positif yang keluarga kami rasakan selama tantangan pembiasaan ini dilaksanakan.

Belajar bersama, bereksplorasi bersama, menghadapi masalah bersama, dan bersama pula dalam mensyukuri keberhasilan dan kebahagiaan yang Alloh selipkan lewat proyek keluarga ini.

Ternyata,.. kebersamaan ini menguatkan.

Kebersamaan ini memunculkan potensi-potensi terpendam.

Kebersamaan ini menebarkan bahagia bagi sekitar..

Keluarga adalah anugerah terbaik yang Alloh titipkan pada kita. Masing-masing personil memang tidak sempurna, namun pilihan Alloh untuk mempersatukannya tentu bukan tanpa alasan.

Proyek keluarga menyadarkan kami bahwa ketika setiap kami dibekali kekurangan dan kelebihan adalah untuk saling melengkapi dalam menyelesaikan misi hidup yang Alloh pilihkan. Maka, bersyukur lah memiliki sebuah team yang bernama : keluarga.

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari10

#Level3

#MyFamilyProject

#KuliahBunSayIIP

Posted in My Family Project

Family Project #3 ; Recycle Decaupage Art

Alhamdulillah, sampai juga kami pada hari belajar yang ditunggu-tunggu. Sejak pagi, Haura dan teman-teman sudah sibuk memilah-milah kaleng bekas dan toples kaca bekas untuk dijadikan bahan utama yang akan didaur ulang dengan teknik decaupage art.

Kami juga bersama-sama membersihkan panggung, menggelar tikar lipat dan menyiapkan konsumsi belajar. Alhamdulillah Bude Ana, tetangga kami yang rumahnya persis di depan panggung, ikut menyumbang donat dan air minum untuk kegiatan belajar kami pagi ini.

Kegiatan dimulai pukul 09.30, sebenarnya Tante Maria dan putrinya, Anne, sudah hadir pukul 09.00 namun kami mengobrol sebentar di rumah sebelum memulai acara di panggung.

Ohya.. berikut saya lampirkan tahapan membuat decaupage art yang dibuat oleh Kenia, penulis buku Celoteh Keni.

Sebenarnya ada beberapa link tutorial decaupage art, namun tips dari Keni yang berbentuk infografis handmade sangat menarik dan mudah dipahami.

IMG-20170313-WA0026.jpgAdapun dokumentasi kegiatan belajar kami pagi ini adalah sebagai berikut :

Kegiatan belajar hari ini sangat menarik dan berkesan. Kreativitas kami menjadi lebih terasah terutama ketika mengonsep layout gambar yang akan ditempel di media barang bekas.

Menggunting gambar tissue nya juga harus rapi lho.. Salika dan Farih kurang ahli di bagian ini, jadilah bunda yang melakukannya, sekalian belajar.

Begitu juga saat mengecat kaleng bekas dengan gesso, perlu ketelitian, kesabaran, dan kerapihan agar hasilnya maksimal.

Alhamdulillah, meski ini pengalaman pertama, namun hasil akhirnya tidak terlalu mengecewakan, barang lama jadi lebih bermanfaat deh..

Kreatif itu Asyik Lho !! Terimakasih tante Maria Marlin yang sudah membersamai kami belajar decaupage, semoga barokah ilmunya.

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari9

#Level3

#MyFamilyProject

#KuliahBunSayIIP

Posted in My Family Project

MasterMind Family Project #2 dan Persiapan Family Project #3

creating together

Dua Proyek Eksplorasi Dapur yang kami lakukan beberapa hari belakangan sangat berkesan bagi kami. Belajar membuat sesuatu yang bermanfaat bersama-sama ternyata sangat mengasyikkan. Berikut beberapa insight yang kami dapatkan dari proyek ke-2 ; Membuat Puding Silky ala RaQueeFA :

  1. Anak-anak belajar ilmu membuat puding silky serta mengamalkan ilmunya langsung.
  2. Anak-anak belajar bereksperimen membuat dua jenis produk dari bahan baku yang berbeda dan mengevaluasi hasilnya.
  3. Puding yang dibuat dari susu kedele, secara tekstur lebih lembut namun bau langu nya cukup mengganggu, mungkin suatu saat kami perlu belajar lagi tehnik menghilangkan bau langu pada puding silky dari susu kedele.
  4. Puding dari susu murni lebih gurih rasanya jika dibandingkan dengan puding dari susu UHT yang sebelumnya pernah dibuat oleh Bunda RaQueeFA.
  5. Anak-anak belajar sabar mengaduk puding dan belajar hati-hati saat menuang puding ke dalam jar kaca imut.
  6. Bunda menyalurkan hobby fotografi dengan memotret proses belajar dan hasil masakan.

Alhamdulillah, masih menang banyak hari ini, he..he..

Selanjutnya, kami mulai merencanakan proyek berikutnya. Proyek ke-3 ini diluncurkan bersamaan dengan ulang tahun Haura ke-10. Sebenarnya, ulangtahun Haura jatuh pada hari Sabtu, 1 April 2017 namun karena hari Sabtu Salika ada lomba menari di taman mini, jadilah proyek ini kami mundurkan ke hari Minggu tanggal 2 April 2017.

Family Project #3 ini bernama : Recycle Decaupace Art

Sasarannya :

  1. Anak-anak bisa memanfaatkan barang bekas untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat.
  2. Anak-anak belajar seni decaupage bersama teman-temannya di komplek.
  3. Mengajarkan bahwa bersyukur dengan pertambahan usia lebih bermakna bila diwujudkan dengan berbagi ilmu bermanfaat pada lingkungan sekitar.

Alat : Kuas, Tissue Decaupage, Hairdryer.

Bahan : Kaleng bekas, Tabung plastik bekas, Toples kaca bekas, lem, varnish, gesso, tissue decaupage

Dana yang diperlukan : sekitar Rp 300,000 untuk alat dan bahan yang dipakai bersama sekitar 15 orang

Sumber Daya Manusia

Pimpro : Bunda
Pelaksana : RaQueeFA (HauRa_SalikaQueena_Farih).

Waktu

Jadwal Pelaksanaan : Minggu, 2 April 2017
Durasi : 31 Maret – 2 April 2017

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari7

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunSayIIP

Posted in My Family Project

Family Project #2 ; RaQueeFA’s Silky Pudding

Persiapan bahan baku di proyek ke-2 kami, Alhamdulillah tidak terlalu sulit. Bubuk puding dan jar memang sudah ready stok dari jauh hari. Adapun susu murni, kami pesan saat workshop pembuatan keju mozarella. Sementara susu kedele kami beli di pasar sehari sebelum pelaksanaan proyek.

Pada proyek ke-2 ini sudah ada perbaikan sikap dari Salika dan Haura, meski awalnya sempat rebutan mau pilih bikin puding susu murni atau susu kedele, juga rebutan pilih rasa bubble gum atau lychee. Akhirnya Haura mengalah. Dia pilih susu kedele tapi dapat rasa pilihannya ; Bubble Gum, sementara Salika dapat susu murni namun mengambil pilihan rasa yang tersisa yaitu lychee. Adapun Farih.. gak masalah dengan semua itu, yang penting dia bisa ikut terlibat membuat silky puding.

Tahapan pembuatan sliky pudding ala RaQueeFA :

  1. Tuang 1 lt susu ke dalam panci.
  2. Tambahkan 250ml air matang.
  3. Masukkan bubuk puding.
  4. Aduk susu, air, dan bubuk puding dalam panci diatas kompor dengan api sedang sampai hampir mendidih.
  5. Matikan kompor, tuang puding ke jar kaca imut.
  6. Dinginkan, saat sudah sesuai suhu ruang bisa dimasukkan ke kulkas.

Berikut dokumentasi pembuatan RaQueeFA’s Silky Pudding :

Alhamdulilah, hari ini kulkas penuh dengan cemilan bergizi dan anak-anak juga mendapat ilmu dan pengalaman baru, belajar membuat puding silky.

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari6

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunSayIIP

Posted in My Family Project

MasterMind Family Project #1 dan Persiapan Family Project #2

biggest insight

Setelah menyelesaikan Family Project #1, esoknya kami membuat acara ngariung keluarga, ngobrol santai sambil menemukan insight dari proyek yang sudah kami lakukan, dan merencanakan proyek berikutnya.

Banyak kebahagiaan yang kami dapatkan dari proyek pertama ini, antara lain :

  1. Kami sekeluarga belajar ilmu membuat keju mozarella, pizza mozarella, dan baked rice serta mengamalkan ilmunya langsung.
  2. Anak-anak bisa berbagi makanan dengan teman-temannya.
  3.  Kami jadi lebih kompak dan saling melengkapi dalam penyelesaian proyek.
  4. Salika belajar untuk tidak cepat ngambek.
  5. Haura belajar untuk berbagi tugas dan melibatkan adik dalam penyelesaian tugas.
  6. Oven tangkring bunda yang lama tidak terpakai jadi bisa bermanfaat.
  7. Farih belajar mendampingi bunda berbelanja di pasar.
  8. Bunda menyalurkan hobby fotografi dengan memotret proses belajar dan hasil masakan.

Wah,.. ternyata banyak juga insight yang memberi kami kebahagiaan dalam proses penyelesaian proyek ini.

Selanjutnya, kami mulai merencanakan proyek berikutnya.

Family Project #2 ini bernama : RaQueeFA ‘s Silky Pudding

Sasarannya :

  1. Anak-anak bisa membuat puding silky dengan bahan dasar susu kedele dan susu sapi murni.
  2. Anak-anak dapat menemukan perbedaan antara kedua jenis puding tersebut dan memilih puding mana yang lebih enak.

Alat : Panci, Jar kaca imut

Bahan : Bubuk Puding Cielov, Susu Murni, Susu kedele, Air.

Dana yang diperlukan : sekitar Rp 50,000

Sumber Daya Manusia

Pimpro : Bunda
Pelaksana : RaQueeFA (HauRa_SalikaQueena_Farih).

Waktu

Jadwal Pelaksanaan : Kamis, 30 Maret 2017
Durasi : 29-30 Maret 2017

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari5

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunSayIIP

Posted in My Family Project

My Family Project #1 ; Pizza Mozarella ala RaQueeFA

Alhamdulillah, akhirnya kami sampai pada hari H eksekusi Pizza Mozarella. Pagi ini saya belanja beberapa kebutuhan pelengkap untuk bahan baku bersama Farih. Mempraktekan ilmu dari Bu Nur Chasanah, dalam kuliah offline BunSay Level 2, bahwa anak laki-laki perlu juga dilatih multi tasking termasuk melakukan pekerjaan perempuan seperti berbelanja.

Jadi ingat almarhum suami yang piawai urusan seluk beluk pasar tradisional, ternyata karena sering mendampingi Ibu mertua ke pasar. Ketrampilan berbelanja suami saya ini sangat membantu, terutama saat tidak ada ART, saya tinggal tulis list belanjaan dan terima beres, Alhamdulillah..

Adapun baby Fatih, sedang sowan di rumah Bude lumayan memberikan waktu bagi kami untuk belajar dan menyelesaikan proyek pizza mozarella yang sudah direncanakan sejak jauh hari.

Pembuatan pizza dimulai dengan menyiapkan bahan di meja kerja. Bahan baku yang sudah tertata rapi akan memudahkan proses penyelesaiannya.

DSC_1679

Berikut tahapan pembuatan pizza mozarella :

  1. Keluarkan dough dari freezer, biarkan dalam susu ruang sekitar 15-20 menit.
  2. Membuat saus pizza (1 bh bawang bombay ditumis dengan Saus Bolognese dan ditaburi parutan keju cheddar).
  3. Menyiapkan topping pizza (Irisan sosis goreng, paprika merah yang diiris kotak kecil, keju mozarella, irisan keju quickmelt).
  4. Mengoleskan saus pizza diatas pizza dough.
  5. Menata topping pizza.
  6. Panggang dalam oven sekitar 25-30 menit dengan api sedang.
  7. Oleskan mayonese.

Berikut dokumentasi proses pembuatan Pizza Mozarella bersama RaQueeFA

Berhubung saat pembuatan pizza Mozarella ada sisa nasi di rice cooker yang sayang kalau tidak diolah maka sekalian lah kami membuat nasi panggang memanfaatkan saus bolognese dan sisaan bahan topping pizza. berikut tahapan pembuatan nasi panggang a la RaQueeFA :

  1. Tumis saus pizza dengan sosis goreng.
  2. Masukan sisa nasi dan goreng seperti membuat nasi goreng.
  3. Masukkan nasi goreng bolognese ke dalam alumunium cup.
  4. Taburi irisan keju Quick Melt.
  5. Panggang dalam oven sekitar 25-30 menit.

Adapun dokumentasi pembuatan Baked Rice a la RaQueeFA adalah sebagai berikut :

Ada beberapa kejadian menarik saat pembuatan Pizza Mozarella dan Baked Rice. Kejadian pertama adalah saat Salika rebutan dengan Haura dalam urusan memarut keju, awalnya Salika sempat ngambek dan masuk ke kamar padah Haura sudah sepakat bahwa keju akan dibagi dua dan mereka bergiliran memarutnya, namun Salika udah kadung Baper. Alhamdulillah setelah diajang diskusi Ia pun akhirnya mau terlibat lagi dalam proyek keluarga ini.

Sementara kejadian ke-dua adalah saat Farih juga heboh ingin ikut terlibat mengiris bawang bombay. Awalnya kami belum mau memberikan tugas ini pada Farih karena khawatir Ia malah teriris pisau namun karena Farih agak memaksa akhirnya, saya memberinya kesempatan untuk mengiris bawang bombay sebentar saja. Tapi ternyata akhirnya Farih menyerah juga karena matanya kepedesan, he..he..

Berikut dokumentasi yang dibuang, sayang..

Alhamdulillah, akhirnya proyek ini terselesaikan juga. Meski belum sempurna secara penampilan dan rasa, namun anak-anak sangat bahagia. Setelah masakannya jadi, mereka membawa makanan hasil karyanya ke panggung komplek dan makan bersama teman-teman kecil mereka usai sholat Dzuhur berjamaah di Masjid.

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari4

#Level3

#MyFamilyProject

#KuliahBunSayIIP

Posted in My Family Project

H-1 Persiapan Proyek Pizza Mozarella

siera's pizza

Salah satu keuntungan hidup di era digital adalah kemudahan dalam mendapatkan informasi dan bertransaksi. H-1 Pizza Mozarella Project sebenarnya hari yang cukup menyibukkan untuk saya di sekolah, padahal jabatan pimpro dan bagian pengadaan bahan di proyek keluarga menuntut saya untuk mempersiapkan segala kebutuhan proyek dengan baik.

Alhamdulillah, hasil surfing internet siang ini mempertemukan saya dengan Mba Pipit Siera’s cake, teman di NCC (Natural Cooking Club) yang menyediakan bahan dan peralatan untuk membuat pizza dengan kualitas oke, harga yang terjangkau, dan support pengiriman yang cepat dan murah (karena jaraknya deket banget dari rumah, he..he..)

Setelah sebelumnya, Saya dan Haura banyak mencari informasi tentang membuat pizza yang paling mudah dan enak.. akhirnya tiba saat saya harus mengeksekusi pilihan bahan baku dan peralatan. Asli, ini lumayan menguras otak, terutama untuk saya yang jarang eksplorasi di dapur.

Setelah sempat searcing resep di resep pizza 1 dan di resep pizza 2, akhirnya, saya memutuskan untuk membeli pizza dough saja, dan memilih pronas saus bolognese untuk saus pizzanya karena saya ingin pengalaman pertama anak-anak membuat pizza bisa berkesan dan tidak menyulitkan bagi mereka.

Oven tangkring yang sudah lama nganggur pun Alhamdulillah jadi bisa bermanfaat..

Pulang ngajar sore ini, Abang Gojek sudah mengantar pesanan bahan dan peralatan membuat pizza yang kami butuhkan, saya dan anak-anak hanya tinggal menatanya saja.

Dan,..nikmat Alloh yang mana yang hendak Engkau dustakan?

 

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari3

#Level3

#MyFamilyProject

#KuliahBunSayIIP

Posted in My Family Project

Workshop Membuat Keju Mozarella bersama Janna Community

FB_IMG_1489728861790

Ahad pagi tanggal 26 Maret 2017 adalah hari yang kami nantikan. Petualangan Keju Mozarella kami dimulai hari ini. Alhamdulillah ada Janna Community yang memfasilitasi kami untuk belajar mengenal dan membuat keju mozzarella bersama Ms. Ines Setiawan dari SHINE, Social Entrepreneurial Organization.

Pagi ini kami berangkat lebih awal menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan menuju Grand Depok City. Pada kesempatan ini, tim kami hanya diwakili 3 orang. Saya, Haura dan Salika. Alhamdulillah ada Bude yang bersedia ketitipan Farih dan Baby Fatih sehingga kami bertiga bisa lebih fokus untuk belajar. Workshop ini memang diarahkan untuk peserta anak dengan usia minimal 5 tahun.

Aktivitas kali ini mengajarkan anak-anak untuk memanage perjalanan juga. Sejak semalam mereka sudah mempersiapkan pakaian, alat sholat, dan perlengkapan lainnya yang harus mereka bawa, seperti kotak plastik, sendok logam, dan air minum. Kami memperkirakan paling telat berangkat dari rumah adalah pukul 07.00 menuju stasiun kereta api Tebet. Alhamdulillah kami bisa berangkat naik gocar pukul 06.45 dan tiba di Stasiun Tebet pukul 07.00. Karena kami langsung dapet kereta, jadinya tiba di stasiun Depok Lama pukul 07.35.

Sebenarnya, masih terlalu pagi untuk Workshop yang dijadwalkan pukul 09.00. Namun karena tempat workshopnya bukan ‚Äúwilayah main‚ÄĚ kami, jadi lebih baik kecepetan daripada terlambat. Mengingat adanya Car Free Day di daerah Grand Depok City, panitia workshop memang sudah mengingatkan agar kami tiba lebih awal. Untungnya anak-anak sudah sarapan terlebih dahulu.

Worshop dimulai tepat pukul 09.00, dan anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok. Di awal workshop, Ms Ines menjelaskan sedikit tentang jenis dan sejarah keju dengan metode Tanya jawab. Seru juga ternyata. Hari ini kami baru tau kalau Keju itu ada sekitar 3000an jenis, namun berdasarkan fermentasinya, bisa dibagi lagi menjadi 3 kelompok besar ;

  1. Keju lunak (fermentasi dalam hitungan jam, sekitar 8 jam), contoh : Keju Mozarella.
  2. Keju semi keras (fermentasi dalam hitungan bulan, sekitar 2 bulan), contoh : Keju Cheddar.
  3. Keju keras (fermentasi dalam hitungan tahun), contoh : keju parmesan.

Adapun fermentasi dapat dilakukan dengan bakteri atau menggunakan jamur. Tapi bakterinya tentu saja bakteri baik, bukan bakteri pembusuk.

Adapun, menurut sejarah, keju berasal dari Mesopotamia (Irak). Di daerah Timur Tengah, orang sulit menemukan air sehingga mereka sering meminum susu yang diperah langsung dari hewan ternak. Sementara untuk mereka yang melakukan perjalanan pada masa itu, susu biasa disimpan dalam tempat minum yang berasal dari perut domba karena zaman itu belum ada Tupperware (#eh..iklan). Nah,.. perut domba ini mengandung Bakteri dan Enzim Rennin. Enzim Renin ini adalah enzim yang mengubah susu menjadi Kasein. Ms Ines menjelaskan Kasein itu padatan yang berasal dari susu, bentuknya mirip gumoh dede bayi setelah minum susu. Jadi,.. kalau zaman dulu orang bepergian dengan bekal susu dalam tempat minum dari kulit domba, makin lama bepergian..susu yang tersimpan bisa berubah menjadi yoghurt dan keju.

Menurut Ms Ines, di Turki, bakteri untuk fermentasi susu menjadi produk olahan keju mudah ditemui di pasar. Karena kebiasaan penduduk setempat, makan keju itu seperti makan sambel yang dicampur dengan makanan pokok lainnya.  Sebenarnya, keju yang kita buat sendiri memungkinkan bisa lebih banyak proteinnya lho..

Salah satu cara mendeteksi keju asli kaya protein itu dengan mudah adalah dengan melihat ingredientnya. Keju asli hanya dibuat dari 4 bahan : Susu murni (harus yang benar-benar diperah langsung tanpa tambahan apa pun), Garam non yodium (Garam Himalaya), Bakteri fermentasi, dan Enzim Rennin. Ms Ines membawa salah satu produk keju yang dijual di pasar. Dalam kemasannya tertera ingredient lebih dari 4, artinya tidak full protein, melainkan ada kandungan karbohidratnya juga. Tapi perusahaan keju tersebut jujur kok, mereka menuliskan jenis produknya bukan keju cheddar tapi keju dalam proses cheddar. Karena memang ada alasan ekonomis untuk menekan biaya produksi agar lebih terjangkau.

Ms Ines juga memotivasi anak-anak untuk menjadi pengusaha keju karena peluangnya masih terbuka lebar. Banyak produk olahan makanan yang memerlukan keju sebagai bahan baku padahal UKM yang memproduksi keju masih sangat sedikit.

Seneng sekali ikutan workshop membuat keju mozzarella dengan Ms Ines. Belajar science jadi lebih menyenangkan dan ilmunya juga langsung bisa diaplikasikan. Beliau juga menjelaskan substitusi bahan baku jika kita tidak memperoleh bahan baku yang seharusnya, seperti misalnya kita bisa mensubstitusi citrun acid dengan perasan air jeruk nipis.  Ohya,.. alasan kenapa workshop kali ini memilih jenis keju mozzarella adalah karena fermentasinya cuma dalam hitungan jam. Itu saja, anak-anak sudah penasaran dengan hasil fermentasi keju mereka yang harus ditunggu selama kurang lebih 8 jam. Gimana kalau bikin cheddar atau parmesan ya? pasti anak-anak lebih tidak sabar menunggu, he..he..

Dalam workshop ini, setiap peserta mendapatkan kit membuat keju mozzarella, juga souvenir pensil dan penghapus pensil lucu. Peserta juga bisa memesan susu murni untuk bahan membuat keju mozzarella di rumah. 1 WS kit bisa dipergunakan untuk 25 liter susu.

Adapun isi kit, serts tutorial membuat keju mozarella dan cream cheese oleh Ms Ines Setiawan bisa dilihat di sini (1) dan di sini (2).

Berikut saya lampirkan dokumentasi kegiatan workshop membuat keju mozzarella.

Alhamdulillah. Terimakasih untuk Janna Community yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Terimakasih juga untuk Ms Ines atas ilmunya. Dan terimakasih untuk Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang Level 3 IIP Jakarta untuk tantangan menariknya.

IMG_20170327_115234

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari2

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunSayIIP