Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Annisa M. Gumay_NHW#5_Matrikulasi IIP Batch#2

never stop learning because life never stops teaching.jpg

Semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar. Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit. Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa.

Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan

Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah. Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali. Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.

Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal :

  1. Belajar hal berbeda
  2. Cara belajar yang berbeda
  3. Semangat Belajar yang berbeda

# Belajar Hal Berbeda

Belajar lah apa saja yang bisa:

  1. Menguatkan Iman,
    Ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya
  2. Menumbuhkan karakter yang baik.
  3. Menemukan passionnya (panggilan hatinya)

# Cara Belajar Berbeda

Jika dulu kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.

Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya

Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.

Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik. Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.

# Semangat Belajar Yang berbeda

what u learn today.jpg

Semangat belajar yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :

  1. Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.
  2. Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita. Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu). Yang harus dipahami : Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita.

# Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah

Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal-hal yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin. Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Jangan meratakan lembah maksudnya adalah menutupi kekurangannya.Apabila anak kita tidak pandai matematika dan kita justru berusaha menjadikannya pandai dengan menambah porsi belajar matematikanya (memberi les) malah akan menjadikan anak menjadi semakin stress.

Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira. Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.

# Bagaimanakah membuat anak menjadi suka belajar ?

  1. Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati
  2. Mengetahui tujuannya, cita-citanya
  3. Mengetahui passionnya

Jika sudah mengerjakan semua itu maka anak kita sedang meninggikan gunung dan Ia melakukannya dengan senang hati.

Good is not enough anymore we have to be different.

Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).

coco chanel.jpg

# Peran kita sebagai orang tua :

  1. Sebagai pemandu : usia 0-8 tahun.
  2. Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun. Kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya.
  3. Sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.

# Cara mengetahui passion anak adalah :

  1. Observation_ ( pengamatan)
  2. Engage_(terlibat)
  3. Watch and listen_ ( lihat dan dengarkan suara anak)

Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain sementara kita belajar telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu. Kemudian ajaklah anak berdiskusi tentang kesenanganya agar kita bisa mensupport anak sesuai minat bakatnya .

# Adapun cara mengolah kemampuan berfikir Anak :

  1. Melatih anak untuk belajar bertanya, caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.
  2. Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya
  3. Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari
  4. Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.

Setelah mempelajari tentang “Learning How to Learn” peserta Matrikkulasi IIP Batch#2 kali ini ditugaskan untuk praktek membuat Customized Curriculum atau Design Pembelajaran ala kita.

Saat mengerjakan NHW#5, saya belajar membuat desain pembelajaran yang ala saya sendiri yang diukur dari rasa ingin tahu saya dan anak-anak terhadap sesuatu, membuat road map perjalanannya, mencari support system untuk hal tersebut, dan menentukan “exit procedure” andaikata di tengah perjalanan ternyata kami ingin ganti haluan.

Dan untuk menyelesaikan tantangan NHW pekan ini, saya mengadaptasi model desain pembelajaran ADDIE (Pribadi, 2010:127). ADDIE Model adalah model desain pembelajaran yang menggunakan 5 tahap/ langkah sederhana dalam pengaplikasinnya. Ini merupakan desain pembelajaran yang mudah dipelajari.

Sesuai dengan namanya model desain pembelajaran ADDIE ada 5 tahap/ langkah dalam pembelajarannya yaitu Analysis, Desain, Development, Implementation, dan Evaluation. Ada lima langkah yang dikemukakan dalam model ini sesuai dengan akronimnya  yaitu:

  • Analysis:  menganalisis kebutuhan untuk menentukan masalah dan solusi yang  tepat dan menentukan kompetensi siswa.
  • Design: menentukan  kompetensi khusus, metode, bahan ajar, dan pembelajaran.
  • Development: memproduksi program dan bahan ajar yang akan digunakan dalam program pembelajaran.
  • Implementation: melaksanakan program pembelajaran dengan menerapkan desain atau spesifikasi program pembelajaran.
  • Evaluation: melakukan evaluasi program pembelajaran dan evaluasi hasil belajar.

# A nalysis ; Mengidentifikasi kebutuhan belajar Bunda dan Anak-anak

Kebutuhan Bunda : Ilmu tentang Ibu, Pendidik Peradaban

Kebutuhan Haura-Salika-Farih-Fatih secara umum terangkum dalam framework          operasional pendidikan berbasis fitrah dan ahlak berikut ini :

 

framework-fbe-1

# D esign ; Menentukan  kompetensi khusus, metode, bahan ajar, dan pembelajaran

fbe-dodik

# evelopment ; memproduksi program dan bahan ajar yang akan digunakan dalam program pembelajaran.

Matriks Program secara umum dan bahan ajar rencananya akan dibuat saat Bunda liburan sekolah. Penyesuaian program dan pembuatan portofolio anak-anak dibuat secara bertahap dan diperbaharui setiap bulannya. Bahan ajar dipersiapkan setiap minggu.

Untuk tahap awal, program belajar anak-anak difokusnya pada Aktivitas RaQueeFA_1821 (Family Bonding Time pukul 18.00-21.00) yang disesuaikan dengan fitrah anak-anak. Adapun program belajar Bunda difokuskan pada Aktivitas Merajut Cahaya (Ibadah dan Belajar pukul 02.00-04.00)

# mplementation ; melaksanakan program pembelajaran dengan menerapkan desain atau spesifikasi program pembelajaran. Dilakukan mulai awal tahun 2017

# valuation ; melakukan evaluasi program pembelajaran dan evaluasi hasil belajar. Dilakukan setelah implementasi dilaksanakan.

Pada akhirnya, Bunda HaSaFA akan berusaha mendokumentasikan customized Curriculum ini dan mendokumentasikannya dalam sebuah Buku Parenting.

Insya Alloh, selanjutnya apabila customized kurikulum ini dapat diadaptasi oleh anak-anak tetangga di sekitar rumah, keluarga kami bisa membuka Rumah Kreativitas RaQueeFA, sebuah Rumah Baca Sederhana dan Rumah Kreativitas yang berkegiatan di akhir minggu.

Untuk pelaksanaan kegiatannya bisa melibatkan anak-anak sebagai tutor sebaya untuk teman-temannya ataupun bekerjasama dengan teman-teman di komunitas parenting sebagai narasumber dalam event-event Rumah Kreativitas kami.

Intinya : semangat belajar ini tidak boleh putus selama misi hidup di dunia ini belum selesai. Karena sejatinya belajar adalah proses untuk membaca alam beserta tanda-tanda-Nya sebagai amunisi kita menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi ini.

Setelah saya menemukan pola belajar saya dan anak-anak, tahapan selanjutnya adalah segera fokus mempraktekkan kemampuan tersebut tanpa melupakan ADAB MENCARI ILMU karena sejatinya, belajar ilmu itu mempunyai 3 tingkatan:

tahapan ilmu.jpg

1. Barangsiapa yang sampai ke tingkatan pertama, dia akan menjadi seorang yang sombong. Yaitu mereka yang katanya telah mengetahui segala sesuatu, merasa angkuh akan ilmu yang dimiliki. Tak mau menerima nasehat orang lain karena dia telah merasa lebih tinggi. Bahkan dia juga menganggap pendapat orang yang memberikan nasehat kepadanya, disalahkannya. Selalu mau menang sendiri, tidak mau mengalah meskipun pendapat orang lain itu benar dan pendapatnya yang salah. Terkadang mengatakan sudah berpengalaman karena usianya yang lebih lama namun sikapnya masih seperti kekanak-kanakan. Terkadang ada yang berpendidikan tinggi, namun tak mengerti akan ilmu yang dia miliki. Dia malah semakin menyombongkan diri, congkak di hadapan orang banyak. Merasa dia yang paling pintar dan ingin diakui kepintarannya oleh manusia. Hanya nafsu yang diutamakan sehingga emosi tak dapat dikendalikan maka ucapannyapun mengandung kekejian.

2. Barangsiapa yang sampai ke tingkatan kedua, dia akan menjadi seorang yang tawadhu’. Seorang yang tawadhu’ akan membuat semua orang mencintanya karena Ia memiliki pribadi yang mulia. Meski telah banyak ilmu yang tersimpan di dalam dadanya, ia tetap merendah hati tiada meninggi. Semakin dia rendah hati, semakin tinggi derajat kemuliaan yang dia peroleh. Sesungguhnya karena ilmu yang banyak itulah yang mampu menjadikannya faham akan hakikat dirinya. Dia tak mudah merendahkan orang lain. Senantiasa santun dan ramah, bijaksana dalam menentukan keputusan suatu perkara. Dia dengan semuanya itu membuatnya semakin dicinta manusia dan insya Allah, Allah pun mencintainya.

3⃣Barangsiapa yang sampai ke tingkatan ketiga, dia akan merasakan bahwa dia tidak tahu apa-apa (stay foolish, stay hungry). Tingkatan terakhir ini adalah yang teristimewa. Selalu merasa dirinya haus ilmu tetap tidak mengetahui apa-apa (stay foolish, stay hungry) meskipun ilmu yang dimilikinya telah memenuhi tiap ruang di dalam dadanya. Karena dia telah mengetahui hakikat ilmu dengan sempurna, semakin jelas di hadapan mata dan hatinya. Semakin banyak pintu dan jendela ilmu yang dibuka, semakin banyak didapati pintu dan jendela ilmu yang belum dibuka. Justru, dia bukan hanya tawadhu`, bahkan lebih mulia dari itu. Dia selalu merasakan tidak tahu apa-apa, mereka bisa tak berdaya di dalamnya lantaran terlalu luasnya ilmu.

Sampai dimanakah posisi kita? Hanya kita yang tahu.

Referensi :

_Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014

_Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009

_Hasil Nice Homework #5, Peserta matrikulasi IIP Batch #2,2016

_Materi Matrikulasi IIPbatch #2, Belajar cara Belajar, 2016

_Materi Matrikulasi IIP batch #2, Adab Menuntut Ilmu, 2016,

__http://buahatikusurgaku.blogspot.co.id/2014/05/materi-kuliah-bunda-cekatan-learn-how.html

_http://mastugino.blogspot.co.id/2013/06/model-model-desain-pembelajaran.html?m=1

 

 

 

 

 

 

Advertisements
Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

Bunda sebagai Agen Perubahan

agent-of-positive-change

Annisa M. Gumay_NHW#9

Menjadi agen perubahan adalah hak semua orang, tidak berbatas gender. Karena, setiap orang memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Namun perempuan, khususnya Ibu, adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan.

Ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga dan masyarakat. Akan sangat baik apabila seorang Ibu mampu menjalankan perannya dalam dua lingkup tersebut secara proporsional karena keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali dalam komunitas Ibu Profesional, kita selalu mengatakan :

“Betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu karena Mendidik 1 Perempuan sama dengan mendidik 1 Generasi maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita.”

Lalu untuk menjadi Agen Perubahan, harus kita mulai darimana ?

Kita bisa memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi MISI SPESIFIK HIDUP KITA. Kita harus memahami jalan hidup sebelum menentukan STRATEGI MENUJU SUKSES.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lah melihat keluarga sebagai lingkaran 1 kita. Perubahan- perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi CHANGEMAKER FAMILY. Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Kita juga bisa menggunakan pola KAIZEN ( Kai = perubahan , Zen = baik). Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

kai-and-zen

Kaizen merupakan aktivitas harian yang pada prinsipnya memiliki dasar “Berorientasi pada proses dan hasil. Berpikir secara sistematis pada seluruh proses.Tidak menyalahkan, tetapi terus belajar dari kesalahan yang terjadi di lapangan.”

Beberapa point penting dalam materi proses penerapan KAIZEN, yang lengkapnya terdapat dalam buku Bunda Cekatan, adalah sebagai berikut :

# Konsep 3M (Muda, Mura, dan Muri) dalam istilah Jepang.

Konsep ini dibentuk untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan mutu, mempersingkat waktu dan mengurangi atau efsiensi biaya. Muda diartikan sebagai mengurangi pemborosan, Mura diartikan sebagai mengurangi perbedaan dan Muri diartikan sebagai mengurangi ketegangan.

murimuramuda

# Gerakkan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) atau 5R.

Seiri artinya membereskan tempat kerja. Seiton berarti menyimpan dengan teratur. Seiso berarti memelihara tempat kerja supaya tetap bersih. Seiketsu berarti kebersihan pribadi. Seiketsu berarti disiplin, dengan selalu mentaati prosedur ditempat kerja. Di Indonesia 5S diterjemahkan menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin.

5s-explanation_kaizen

# Konsep PDCA dalam KAIZEN.

Setiap aktivitas usaha yang kita lakukan perlu dilakukan dengan prosedur yang benar guna mencapai tujuan yang kita harapkan. Maka PDCA (Plan, Do, Check dan Action) harus dilakukan terus menerus.

kaizen-your-life

# Konsep 5W + 1H.

Salah satu alat pola pikir untuk menjalankan roda PDCA dalam kegiatan KAIZEN adalah dengan teknik bertanya dengan pertanyaan dasar 5W + 1H ( What, Who, Why, Where, When dan How).

the-5w-1h

Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal kecil yang kita bisa.

Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.

KELUARGA tetap nomor 1. Ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarakat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan rasa TENTRAM.

Adapun penerapan ilmu dalam materi Bunda sebagai Agen Perubahan pada Matrikulasi IIP Batch 2 ini adalah membuat Social Venture.

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang Social Enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sementara Social Enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Berikut rumus membuat Social Venture :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

social venture.jpg

Bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa empati. Inilah kuncinya. Mulailah dari yg sederhana : lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena, mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita. Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Setelah  berempati dengan isu sosial di sekitar, selanjutnya kita membutuhkan PASSION untuk menciptakan Social Venture.

Sebuah usaha berkelanjutan yang diawali dengan menemukan passion akan mengantar kita menjadi orang yang merdeka dalam menentukan nasib hidup kita sendiri. Hal ini pun akan membuat kita mampu menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

change_agent-characters

Adapun Social Venture saya :

# Minat/Hobi/Ketertarikan : Menulis

# Hard and Soft Skill : Menulis, Mengajar, Event Organizing

# Isu Sosial : Kurangnya minat baca dan semangat belajar anak

# Masyarakat : Anak-anak

# Ide Sosial : Rumah Kreativitas RaQueeFA_House (Rumah Baca yang juga menyelenggarakan event workshop menulis dan membuat buku, craft, dsb untuk mengembangkan minat bakat anak)

ar-rad-littering

Referensi :

-Resume Materi & Tanya Jawab Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch#2 sesi#9, 13 Desember 2016
– Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012
– Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty, 2010
– Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari, 2016

Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

IBU,.. Manajer Keluarga Handal

super-woman-multitasking-illustration

Annisa M. Gumay_NHW#6*

Pekan ini, peserta Matrikulasi IIP Batch 2 belajar menjadi Manajer keluarga handal. Pelajaran dimulai dengan merefleksi Motivasi Bekerja Ibu.

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik.

Padahal sejatinya, Semua Ibu adalah IBU BEKERJA yang WAJIB profesional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik. Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu tetap harus SELESAI dengan manaJemen rumah tangganya.

Ibu harus merasa rumah lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga jika Ia memilih menjadi ibu yang bekerja di ranah domestik maka akan berusaha lebih profesional dalam melaksanakan pekerjaan rumah bersama anak-anak. Sama halnya dengan Ibu yang bekerja di ranah publik, pun tidak akan menjadikan bekerja di ranah publik tersebut sebagai pelarian ketidakmampuannya di ranah domestik.

mothers-strengths

Seorang Ibu hendaknya menanyakan pada diri sendiri :  Apa motivasinya dalam bekerja?

# Apakah masih ASAL KERJA, menggugurkan kewajiban saja?

# Apakah didasari sebuah KOMPETISI sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?

#Apakah karena PANGGILAN HATI sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?

Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita
.
# Kalau motivasinya masih ASAL KERJA maka akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, menganggap pekerjaan sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.

# Kalau didasari KOMPETISI maka yang terjadi adalah stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses.

# Namun kalau bekerja karena PANGGILAN HATI, maka kita akan sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.

Peran Ibu sejatinya adalah Manager Keluarga. Bagaimana sebaiknya sikap kita sebagai seorang manajer profesional ?

  1. Masukkan dulu dalam pikiran kita : Saya Manager Keluarga, kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.
  2. Hargai diri kita sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.
  3. Rencanakan segala aktivitas yang akan kita kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, dan patuhi.
  4. Buatlah skala prioritas
  5. Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.

Lalu, bagaimana menangani kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi?

being-super-mom

Maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

  1. PUT FIRST THINGS FIRST

Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. – Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini – aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

2. ONE BITE AT A TIME

Lakukan setahap demi setahap. Lakukan sekarang. Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

3. DELEGATING

Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita. Namun ingat : Anda adalah MANAGER, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda.

4. LATIH-PERCAYAKAN-KERJAKAN-DITINGKATKAN-LATIH LAGI-PERCAYAKAN LAGI begitu seterusnya.

Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

Kapan kita menjadi IBU PROFESIONAL? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Tetapi jika belum ahli juga, biasanya itu karena selama ini kita masih SEKEDAR MENJADI IBU.

Adapun beberapa hal yang bisa seorang Bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas diri agar tidak sekedar menjadi ibu saja, antara lain:

  1. Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang. Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “managjer keuangan keluarga.
  2. Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak.Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur. Mari kita cari ilmu tentang manajer gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.
  3. Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu –ibu yang seprofesi antar jemput anak sekolah. Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi “manajer pendidikan anak”. Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.
  4. Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dan seterusnya. Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun. Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi. Jika hal itu yang kita alami, Maka meskipun sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.

Hanya ada satu kata BERUBAH atau KALAH. Dan sekarang saatnya saya masuk dalam tahap “Belajar menjadi Manajer Keluarga Handal karena hal ini akan mempermudah saya untuk menemukan peran hidup saya serta mempermudah saya saat mendampingi anak-anak dalam menemukan peran hidupnya.

Namun ada beberapa halyang kadang mengganggu proses kita dalam menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Solusi untuk itu adalah mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut :

  1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting.
  2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
  3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
  4. Kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
  5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
  6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
  7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak, segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Time Management Concept

# 3 Aktivitas Penting Saya : 

  1. Ibadah
  2. Mengurus rumah tangga
  3. Menyelesaikan tugas sebagai Guru di sekolah

# 3 Aktivitas tidak penting Saya :

  1. Berinteraksi dengan HP dan medsos untuk hal yang tidak penting
  2. Menonton TV
  3. Ngobrol tidak penting

# Waktu saya paling banyak habis di aktivitas Mengurus Rumah Tangga.

skala-prioritas-waktu

important-things-for-arrange-time

Jadwal Bunda HasaFA (Weekdays)

02.00-04.30 Ibadah, belajar

04.30-06.15 Menyiapkan sarapan, bersiap berangkat ke sekolah

06.15-15.30 Menjadi Guru di sekolah

15.30-16.00 Mandi, sholat, bersiap dengan tugas domestik

16.00-18.00 Bebenah rumah, menyiapkan makan malam dan aktivitas 1821

18.00-21.00 Aktivitas 1821 / mengaji

21.00-02.00 Tidur (Tapi selalu siap menyusui Baby Fatih)

Jadwal Bunda HasaFA (Weekend)

02.00-04.30 Ibadah, belajar

04.30-06.30 Menyiapkan sarapan

06.30-15.30 Aktivitas mingguan dengan anak-anak (Bebersih rumah bersama, belanja bersama, outing class dengan komunitas, silaturahim dengan keluarga besar, mengikuti pengajian, refreshing dengan anak-anak)

15.30-16.00 Mandi, sholat, bersiap dengan tugas domestik

16.00-18.00 Bebenah rumah, menyiapkan makan malam dan aktivitas 1821

18.00-21.00 Aktivitas 1821

21.00-02.00 Tidur (Tapi selalu siap menyusui Baby Fatih)

Referensi :

_Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP, 2015_

_Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #1, 2016_

_Hasil diskusi NHW#6 Matrikulasi IIP Batch #2, 2016_

_Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom’s Story: Zainab Yusuf As’ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009_

Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

Misi Hidup dan Produktivitas

Annisa M.Gumay_NHW#8_

productivity

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas).

Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).

Maka sekarang, jalankan saja yang kita BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan,.. itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tersebut apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

  1. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
  2. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
  3. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
  4. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

 

choice-and-priorities

Untuk menerapkan ilmu dalam materi misi hidup dan produktivitas maka saya akan memilih satu aktivitas di ranah BISA dan SUKA yang akan saya fokuskan. Dan saya memilih aktivitas MENULIS. Menulis bagi saya adalah aktivitas Mengikat Ilmu, Membangun Peradaban.

Setelah menentukan hal yang ingin saya fokuskan, selanjutnya saya menentukan 3 elemen yang harus saya ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas saya, 3 elemen tersebut adalah :

  1. Kita ingin menjadi apa (be)
  2. Kita ingin melakukan apa (do)
  3. kita ingin memiliki apa (have)

be-do-have-ziglar

be-do-have

 

 

  1. Be = Saya ingin jadi Penulis buku
  2. Do = Saya ingin menulis buku
  3. Have = Saya ingin memiliki buku yang saya tulis sendiri

Adapun berdasarkan dimensi waktu, ada 3 periode yang perlu saya perhatikan :

  1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
  2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
  3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Berikutnya, saya mulai menyusun tahapan usaha yang dapat saya lakukan untuk menunjang produktivitas hidup. Saya memulainya dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang saya lakukan.

Membuat prioritas untuk memilih hal-hal yang memang kita perlukan menjadi SANGAT PENTING. Untuk itu, usahakan TIDAK membuat daftar yang terlalu panjang agar tidak GAGAL FOKUS.

determine-priority-and-focus

My Lifetime Purpose :

Menjadi Ibu, Pendidik Peradaban. Dan saya akan menulis untuk mengikat ilmu, membangun peradaban.

privilage being who am i.jpg

My Life Plan 5-10 tahun ke depan :

life-plan.jpg

 

  1. Mengkhatamkan kajian Quran Hadist (Fokus Bukhori, Muslim, Ibnu Majah, Abu Daud terlebih dahulu)
  2. Pergi Haji, Allohumma..Aamiin…
  3. Bisa memanage keluarga dengan baik (mengaplikasikan ilmu Bunda Sayang, Bunda Cekatan)
  4. Punya Customized Curriculum yang Fitrah Based Education untuk anak-anak dan mengaplikasikannya.
  5. Membuat e-scrap book “FamilyTree dan RaqueeFA_House”
  6. Menulis “CatatanBuGuru” sebagai refleksi pengalaman mengajar, dan “RaQueeFA_House” sebagai refleksi pengalaman parenting.
  7. Membuat portofolio anak-anak, terinspirasi dari buku “Celoteh Keni”.
  8. Home Library yang bisa jadi Taman Baca untuk lingkungan sekitar.

My New Year Resolution :

2014-new-years-resolution-be-more-awesome

  1. Rajin ngaji terutama saat ada asrama hadist.
  2. Revisi Tesis, dan bayar utang puasa.
  3. Konsisten dengan scheadule belajar 2 jam sehari (02.00-04.00), sekalian membiasakan sholat malam sebelum mulai belajar.
  4. Bebenah Home Library.
  5. Mulai membuat e scrap book keluarga, terutama scrap book tentang Ayahnya anak-anak supaya Baby Fatih bisa mengenal sosok Ayah yang belum pernah ditemuinya sekali pun.
  6. Mulai mengumpulkan bahan untuk portofolio anak-anak.
  7. Mendokumentasikan inovasi pembelajaran yang pernah dilakukan sebagai bahan penulisan buku “CatatanBuGuru”.

Setelah melewati berbagai tahapan di atas, maka saya HARUS mulai berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang saya pikir memang harus diubah. Serta berusaha konsisten melakukan rencana yang sudah saya tulis.

Karena pilihannya cuma satu : BERUBAH atau KALAH.

new-day-chance       you-change-nothing

big-change

Referensi:

_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_

_Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2016_

_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_

 

Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

4-fitrah-anak

NHW#4_Annisa M. Gumay_

 Setelah peserta Matrikulasi IIP Batch 2 memahami bahwa salah satu alasan kami melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah, maka semakin jelas di depan mata kami, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kami kuasai seiring dengan misi hidup kami di muka bumi ini.

Minimal, sekarang kami akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus dikuasai pada tahap awal, segera jalankan, dan setelah itu tambah ilmu baru lagi.

Bukan teman belajar kami di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus kami kuasai, melainkan DIRI KAMI SENDIRI.

Apakah mudah? TIDAK.

Tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan.

Jadilah diri sendiri, jangan hiraukan pendapat orang lain.

Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain.

bee ur self.jpg

Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan kita tanpa rasa “galau”.

milestone-india

Salah satu sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup adalah karena kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa “misi hidup” kita sebagai individu dan apa “misi keluarga” kita sebagai sebuah komunitas terkecil. Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta, dan tidak ada yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.

Bagi yang sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga serta sudah menuliskannya besar-besar di dinding kamar, janganlah anda biarkan Ia menjadi jadi pajangan saja. Agar tidak terjadi “tsunami informasi” yang akan menambah ketidakyakinan kita kepada “kemampuan fitrah” kita dalam mendidik anak-anak. JUST DO IT. Lakukan saja meskipun belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita.

just do it.jpg

 NHW#4 membantu saya meresume tahapan yang harus saya lakukan sebelum membuat Costumized Curriculum untuk anak-anak.

success-milestone-positive-graph-blank-blackboard

Berikut detailnya :

1. Jurusan Ilmu yang ingin di kuasai : Ibu, Pendidik Peradaban

2. KM 0 dimulai 24 Desember 2016.

3. Investasi waktu 2 jam/hari (pukul 02.00-04.00)

  1. Ada planning bulanan dengan checklist yang dicicil harian
  2. 02.00-02.30 refleksi aktivitas, membuat jurnal harian dan men-check list pencapaian yang sudah terlaksana
  3. 02.30-03.30 membaca (sumber bacaan sudah disiapkan)
  4. 03.30-04.00 membuat planning kegiatan esok hari

4. Perjalanan waktu belajar yang akan saya tempuh :

  • KM 0 – KM 1 = Bunda Sayang ( 5 tahun)
  • KM 1 – KM 2 = Bunda Cekatan (5 tahun)
  • KM 3 – KM 4 = Bunda Produktif ( 5 tahun)
  • KM 4 – KM 5 = Bunda Shaleha ( 5 tahun)

5. Detail materi dalam 1 KM

# KM 0 – KM 1 = Bunda Sayang

  1. Komunikasi produktif
  2. Memandu kemandirian anak di rumah
  3. Melejitkan kecerdasan emosi dan spiritual anak
  4. Memahami gaya belajar anak
  5. Mendidik anak suka membaca dan menulis
  6. Mendidik anak menyukai matematika
  7. Semua anak adalah bintang
  8. Mendidik anak cerdas finansial sejak dini
  9. Memacu kreativitas anak sejak dini
  10. Membangun karakter anak lewat dongeng
  11. Mengenalkan pendidikan seks secara tepat dan benar sejak dini
  12. Keluarga multimedia, menbangun kebersamaan melalui teknologi.

# KM 1 – KM 2 = Bunda Cekatan

  1. Learn how to learn
  2. Mind Mapping
  3. Manajemen waktu
  4. Manajemen menu 10 hari
  5. Menata rumah dengan konsep 5R (Membuat rumah serasa hotel bintang 5)
  6. Emergency first
  7. Safety walking, riding and driving
  8. A Home Team
  9. Meraih mimpi menata masa depan
  10. Public speaking
  11. Personal Grooming
  12. Table manners for kids

# KM 2 – KM 3 = Bunda Produktif :

Menjadi bermanfaat tanpa mengabaikan peran Ibu sebagai Pendidik Pertama dan Utama Keluarga.

 # KM 3 – KM 4 = Bunda Sholehah

Menjadi Agent of CHANGE

6. Sumber belajar :

  1. Buku Bunda Sayang, IIP
  2. Buku Bunda Cekatan, IIP
  3. Buku Bunda Produktif, IIP
  4. Buku FBE, Harry Santosa
  5. Buku Teh Patra
  6. Buku Teh Kiki Barkiah
  7. Buku Bunda Kaska
  8. Buku ELMM, Tazkia

7. PROGRAM AKSELERASI

  1. Menambah Jam Terbang

# Fokus mengaplikasikan ilmu yang telah didapat secara One Bite at a Time secara KONSISTEN.

  1. Membeli jam terbang ;

# Mengikuti workshop dan pelatihan yang berkaitan dengan ilmu “Ibu, Pendidik peradaban” 

   Disesuaikan waktu dan tempat agar tidak mengganggu aktivitas pengasuhan anak.

  1. Mencari Mentor Hidup yang bersedia memandu dengan konsisten agar anda mencapai sukses dengan lebih cepat lagi.

# Bergabung dengan komunitas-komunitas yang menginspirasi kebaikan dalam hidup saya, memberi saya ilmu, pengalaman, support, dan role model untuk berubah kearah yang lebih baik.

Tentang Customized Curriculum…

 Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir zaman, yaitu

PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN FITRAH

fitrah-and-guilt

  1. Bersihkan hati nurani anda, karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.children-learn-more
  2. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak-anak. Karena sejatinya sejak lahir anak-anak sudah memiliki misi spesifik hidupnya, tugas kita adalah membantu menemukannya sehingga anak-anak tidak akan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi spesifik hidupnya.maya-angelou_care-for-someone-else.jpg
  3. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja. Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah Perkembangan, Fitrah Seksualitas dll.fitrah-fbe
  4. Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia. Analogkan diri anda dengan seorang petani organik.

fitrah2

5.  Selanjutnya tugas kita adalah MENEMANI, sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya, seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar atas proses. Semua riset tentang pendidikan ternyata menunjukkan bahwa semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh mendominasi dsbnya hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak anak kita rusak.

happiness is a journey.JPG

Manfaatkan momen bersama anak-anak, bedakan antara WAKTU BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK. Bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi. Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda “very limited special edition”

MENDIDIK bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dan sebagainya tetapi PENDIDIKAN, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.

Lebih penting mana : Membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran?

Lebih penting mana Membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca?

 Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya.

roots-and-wings

 Saat ini saya sedang berusaha menyusun Customized Curriculum untuk keempat anak saya. Rujukan saya adalah Framework Fitrah Based Education yang saya adopsi dari buku FBE Pak Harry Santosa. Semoga Alloh mudahkan proses penyelesaiannya.

buku-fbe-harry-santosa

framework-fbe-2

Referensi  :

_Irawati Istadi, Mendidik dengan Cinta, Jogjakarta, 2013_

_Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016_

_Antologi, Komunitas Ibu Profesional, Bunda Sayang, Surakarta, 2014_

_Materi Matrikulasi sesi #3, Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, 2016_

_REVIEW NICE HOMEWORK #4_ Tim Matrikulasi IIP Batch 2, 2016_

 

Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

Rezeki itu pasti, Kemuliaan HARUS di cari !

allah-menjamin-rizki

Annisa M. Gumay_#NHW7

Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.

Para Ibu di kelas Bunda Produktif memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki. Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada. Sang Maha Memberi Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita.

“Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya, demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar”

Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah :

bunda-produktif-ibu-profesional-iip-depok-quote-1

Semua pengalaman para Ibu Profesional di Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah  KEMULIAAN hidup.

“ Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI “

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Maka…

bunda-produktif-bukan-dengan-angka

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita. Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita. Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya. Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya. Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa. Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya.

Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).

ke-surga-dengan-karya

Seorang ibu yang produktif itu agar bisa :

1⃣menambah syukur, 2⃣menegakkan taat 3⃣berbagi manfaat.

Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

http://www.rumahnisrin.com/tugas-bunda-produktif

Lalu, Bagaimana  tahapan menuju Bunda Produktif?

Salah satu tahapannya adalah menemukan MISI PENCIPTAAN dengan memahami potensi diri sendiri. Dengan memahami potensi diri, kita bisa mengarahkan  produktivitas yang kita lakukan agar sejalan dengan minat bakat. Harapannya adalah agar kita memiliki motivasi internal untuk menyelesaikan MISI PENCIPTAAN dengan BERBINAR-BINAR dalam segala kondisi.Atau dengan kata lain :

“Memahami Potensi diri dan Misi Penciptaan ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.”

Setelah berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini peserta Matrikulasi IIP Batch 2 akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping. Tools ini bisa kita dapatkan dalam Strength Typologi – http://temubakat.com

Berikut hasil tes tallents mapping saya :

st30_annisa-miranty-gumay-tallents-mapping

bakat-peran

#Potensi Kekuatan saya ialah :

1. ANA – ANALYST ; Suka dengan data dan angka, kurang yakin terhadap sesuatu yang sifatnya intuitif.
2. EDU – EDUCATOR ; Ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang lain.
3. MAR – MARKETER ; Berpikiran strategic, senang mengkomunikasikan sesuatu, banyak ide dan senang menonjolkan kelebihan.
4. MED – MEDIATOR ; Keras menghadapi orang namun tidak menyukai konflik.
5. MOT – MOTIVATOR ; Senang memotivasi dengan berbagai cara karena ingin memajukan orang lain.
6. SYN – SYNTHESIZER ; Senang menggabungkan teori-teori / temuan-temuan untuk menjadi temuan baru.
7. TRE – TREASURY ; Selain analitis, rapih teratur dan bertanggungjawab.

#Potensi Kelemahan saya ialah :
1. DES – DESIGNER ; Aktivitas merancang produk.
2. DIS – DISTRIBUTOR ; Aktivitas mendistribusikan produk.
3. OPE – OPERATOR ; Aktivitas mengoperasikan sesuatu.
4. PRO – PRODUCER ; Aktivitas memproduksi sesuatu.

Strength Cluster (%) :
1. Thinking 29%
2. Networking 29%
3. Generating Idea 29%
4. Headman 14%

Menemukan diri bukan berarti hanya menemukan potensi kekuatan saja, tetapi juga sama pentingnya untuk menemukan keterbatasan (potensi kelemahan). Setiap orang diciptakan dengan kelebihan dan kelemahan sehingga bisa fokus pada kekuatan dan menyiasati kelemahan.

fokus-pada-kekuatan
FOKUS pada KEKUATAN dan SIASATI KETERBATASAN

Fokus pada kekuatan artinya ke depan,saya harus meluangkan waktu untuk belajar dan berlatih hanya pada hal-hal yang merupakan potensi kekuatan. Siasati keterbatasan artinya saya harus mencari cara lain dalam mengatasi keterbatasan yang ada. Bisa dengan cara menghindarinya, mendelegasikannya, bersinergi dengan orang lain ataupun menggunakan peralatan/sistem.

Untuk itu, saya memetakan aktivitas sesuai kekuatan dan kelemahan agar dapat menyelesaikan MISI PENCIPTAAN dengan lebih optimal.

bagan-nhw7

AREA 1 BISA dan SUKA

  1. Mengajar dan merencanakan bahan ajar
  2. Fotografi amatir
  3. Menulis
  4. Event Organizing

AREA 2 TIDAK BISA tapi SUKA

  1. Membuat desain komunikasi visual
  2. Menjahit baju, crafting
  3. Jualan
  4. Berkebun

AREA 3 BISA tapi TIDAK SUKA

  1. Akuntansi
  2. Memainkan alat musik
  3. Administrasi
  4. Memasak standar

AREA 4 TIDAK BISA dan TIDAK SUKA

  1. Menari
  2. Pertukangan, elektronik dan otomotif

Referensi :

_Materi Matrikulasi Ibu Profesional Batch 2_

_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_

_Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010_

_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_

_Resume Materi & Tanya Jawab Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #2, sesi #7_selasa, 29 november 2016_

Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

Membangun Peradaban dari dalam Rumah

membangun-peradaban-dari-dalam-rumah

#NHW3_Annisa M. Gumay

“Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya”

 Rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu, sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh. Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita. Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “Misi spesifiknya”, tugas kita memahami kehendak-Nya.

Pada materi pekan ke-3 ini, Kami, peserta matrikulasi IIP Batch 2, diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang menggiring kami untuk merefleksi diri, memahami diri sendiri, dan menyibak setiap hikmah dari skenario Alloh pada hidup kami. Kami juga diarahkan untuk menemukan misi serta peran pribadi dan keluarga dalam kehidupan ini.

viktor-e-frank

“Dalam hidup, setiap orang punya misi dan perannya sendiri ; Setiap orang harus menjalankan tugas yang memerlukan kesungguhan tersebut. Hidup setiap orang tidak bisa digantikan, dan tidak juga bisa diulang. Jadi, tugas setiap orang itu unik, dan hidup adalah kesempatan untuk melaksanakan tugas khususnya tersebut.”

 

there_are_two_great-day

Hari saat saya dilahirkan selalu saya ingat. Hari lahir itu menjadi penting dalam hidup karena saat itu lah Alloh memberikan misi dan peran yang harus saya selesaikan. Namun, setelah lebih dari seperempat abad saya menapaki jalan kehidupan, saya belum benar-benar memahami “apa misi dan peran itu?” dan tugas kali ini membantu saya untuk menemukan satu hari terpenting lagi dalam hidup saya ; Hari dimana saya memahami untuk apa saya dilahirkan…

Bagaimana cara saya menemukannya??

“Kalau kamu ingin berbincang-bincang dengan DIA, maka temuilah DIA dengan caramu. Tetapi apabila kamu ingin mendengar DIA berbicara, memahami apa kehendak-Nya padamu, maka IQRA’, bacalah semua tanda cintaNya untuk kita, mulai dari surat cinta-Nya sampai dengan orang-orang dan lingkungan di sekeliling kita”

Lalu,.. ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, itu pun bukan karena sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu ; Kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “Peran Spesifik Keluarga” kita di muka bumi ini.

reason-behind-everything

“Alloh mempertemukan untuk suatu alasan.

Entah untuk belajar atau mengajarkan.

Entah untuk sesaat atau untuk selamanya.

Entah akan menjadi bagian yang penting atau hanya sekedarnya.

Akan tetapi, tetaplah menjadi yang terbaik di waktu tersebut.

Lakukan dengan tulus meski tidak menjadi seperti apa yang diinginkan.

Tidak ada yang sia-sia karena Alloh yang mempertemukan.”

–Anonim-

Saat ini Alloh meminta saya untuk berperan sebagai single parent. Qodarullah suami tercinta yang mendampingi saya selama hampir 10 tahun dalam mengarungi bahtera rumah tangga harus menghadap-Nya setahun lalu. Alloh yang mempertemukan, Alloh juga yang memisahkan. Semoga kelak kami akan dipertemukan kembali di rumah abadi, di surga nanti.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Almarhum suami saya adalah Suami dan Ayah terbaik, khususnya bagi keluarga kecil kami. Meski kini kami sudah tidak bersama beliau lagi,  namun nilai-nilai kebaikannya selalu terkenang dalam diri kami. Sosok yang selalu menghadapi masalah dengan tenang, berfikir positif dan tidak mudah putus asa. Beliau juga pribadi yang hangat, humoris, dan senang membantu orang lain. Dan yang terpenting adalah Beliau mencintai kami TANPA SYARAT.

thankyou-love

Selanjutnya, bagaimana dengan anak-anak? Apa peran mereka dalam peradaban?

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya harus mengidentifikasi potensi kekuatan diri mereka masing-masing terlebih dahulu.

about-the-light

“Mulailah selalu dari sisi cahaya anak-anak kita, bukan sisi gelapnya.

Karena, jika cahaya telah melebar menerangi semua sisi,

maka kegelapan menjadi tidak relevan.

Bukankah kegelapan hanya ada ketika cahaya tiada?”

-My Insight- (dari Buku FBE-Harry Santosa)

 Awalnya saya masih bingung harus memulai dari mata, dengan alat ukur apa untuk mendeskripsikan potensi anak-anak. Sampai pada suatu hari, teman mengajar saya meminjamkan buku Mas Bukik Setiawan dan Bang Andrie Firdaus “Bakat bukan Takdir”. Tiba-tiba saja dia menghampiri meja saya dan berkata “Ada buku bagus nih!” Hmm.. sepertinya teman saya dikirim Alloh untuk membantu saya menyelesaikan PR ini.. 🙂

Dalam buku tersebut, Bang Andrie Firdaus menyampaikan bahwa “Bakat bukan sesuatu yang ada dalam diri anak. Tapi sesuatu yang dihasilkan oleh anak.” Teori multiple intelegence juga dikemas menarik dalam buku tersebut sehingga memudahkan pembaca mengingat 8 kecerdasan yang menjadi potensi seseorang.

8 Kecerdasan ini yang saya jadikan acuan dalam melihat potensi anak-anak saya.

multiple-intelligence

Multiple Intelligence

  1. KATANYA = Kecerdasan aksara
  2. ANKA = Kecerdasan logika
  3. ALATA = Kecerdasan alam
  4. KREVI = Kecerdasan diri
  5. RADA = Kecerdasan music
  6. GERADI = Kecerdasan tubuh
  7. AKSO = kecerdasan relasi
  8. SIVISI = Kecerdasan imaji

#BakatBukanTakdir, halaman 138-139

Haura

Salika

Farih

1 Menulis Diary.

2 Selalu bertanya dan
menyelidiki fakta yang        Ia temui

3 Penyayang binatang,
    Senang berkebun.

5 Menyanyi, menari.

6 Lari, rollerblade, naik
    Sepeda, berenang,
Permainan kecil.

7 Mudah berteman, peduli
Dengan teman.

8 Membuat Card machine
“Aikatsu” Membuat
panahan, Squishy,                 Slime.

1 Senang bercerita
Memiliki banyak                   kosakata.2 Selalu bertanya dan
menyelidiki fakta yang        Ia temui.

4 Senang merenung,
Perasaan halus

5 Menyanyi, menari

7 Penyayang keluarga
Peduli pada orang lain

8 Menggambar dan
mewarnai

1 Senang bercerita

2 Selalu bertanya dan
menyelidiki fakta yang        Ia temui.

3 Penyayang binatang,
    Suka dinosaurus

5 Senang menyanyi

6 Lari, memanjat,                    meloncat

7 Mudah berteman

 

Saat ini, saya hanya bisa mengidentifikasi potensi tiga orang anak saya karena Baby Fatih baru berusia 4 bulan dan saya masih belum expert untuk mengidentifikasi potensi bayi berusia 4 bulan  🙂

Berikutnya, saya juga diminta melihat kekuatan potensi diri saya untuk kemudian dikolaborasikan dengan potensi anak-anak. Lalu saya diminta membaca kehendak Allah, menguak hikmah dibalik alasan mengapa saya dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasia-Nya sehingga kita diberi ujian tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yg kita miliki.

Bunda HaSaFA

1 Senang menulis

2 Senang mengamati dan menganalisa fakta

4 Senang merefleksi diri dan menulis diary

5 Bisa memainkan alat musik

7 Senang berinteraksi dan aktif dalam organisasi

8 Membuat desain dan media pembelajaran

Menjadi guru adalah kebahagiaan untuk saya, ketika saya harus mempersiapkan dan menyampaikan materi pada siswa hal ini adalah tantangan menarik bagi saya ; bagaimana membuat siswa tertarik dan memahami ilmu yang saya berikan. Begitu juga saat melakukan pembinaan siswa dalam peran saya sebagai wali kelas dan Pembina ekstrakurikuler, seringkali saya bersyukur bisa belajar banyak dari masalah yang dihadapi anak didik di sekolah.

Menjadi Guru membuat saya merasa bermanfaat.

Namun..dengan segala tuntutan Guru profesional yang semaksimal mungkin saya laksanakan dengan penuh tanggungjawab, Saya sedih dan malu pada diri sendiri ; Bagaimana bisa saya mendidik anak orang dengan profesional namun untuk anak sendiri hanya di sisa waktu. Berkali-kali proposal mundur dari posisi guru PNS saya ajukan pada suami, tujuannya adalah agar saya bisa fokus belajar ilmu menjadi Ibu profesional, terutama Bunda Sayang dan Bunda Cekatan. Sebab tugas guru PNS sekarang menuntut waktu dan konsentrasi penuh dalam melaksanakannya, saya masih sangat kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga.

Hal yang juga menambah miris hati saya adalah ketika saya mampu membuat rencana pokok pembelajaran untuk siswa namun saya belum sempat membuat kurikulum untuk anak sendiri 😦

Berkali-kali proposal mengundurkan diri sebagai Guru PNS saya ajukan, berkali-kali pula ditolak oleh suami. Dengan segala kegalauan akibat penolakan tersebut, saya akhirnya berusaha meubah diri saya sendiri sebelum suami merubah keputusannya untuk saya. Saya berusaha belajar banyak dari komunitas Ibu Profesional, Fitrah Based Education, komunitas Book Advisor dan pejuang siroh “Spirit Nabawiyah Community”. Saat belajar adalah “me time” dan refreshing untuk saya. Banyak informasi dan ilmu dari komunitas tersebut yang bisa saya tularkan juga pada anak didik saya di sekolah.

buku-inspirasi-rumah-cahaya

Terinsiprasi dari buku Ustadz Budi Ashari, Lc, visi saya adalah membangun keluarga yang akan bisa menjadi cahaya peradaban Islam. Hal ini sering saya diskusikan dengan suami, berkali-kali saya mengajak suami ikut belajar ilmu parenting bersama, namun beliau selalu menolak.

Meski sedih tapi saya masih bersyukur beliau tidak melarang saya belajar, bahkan setiap kali saya belajar, suami lah yang mengantarjemput saya. Saya selalu ingat kata-kata Bu Septi : For things to change, I MUST change first. Saya yang harus belajar lebih dahulu, mengamalkan ilmu dengan One bite at a time sampai satu saat dimana suami mau bersama membangun Home Team demi visi tersebut. Berusaha membuat visi saya menjadi visi keluarga kami. Membangun sebuah “Rumah Cahaya” yang menerangi peradaban di dunia dan mampu mengantar kami sekeluarga untuk menempati rumah abadi di surga nanti.

it-takes-whole-village-to-raise-a-child

Sebuah pepatah Afrika menyatakan :

“Diperlukan orang sekampung untuk membesarkan seorang anak”,

Saya sangat  bersyukur dengan rahmat Alloh berupa keluarga besar, kerabat, sahabat, dan lingkungan tempat tinggal saya. Begitu banyak “orang baik” yang dipertemukan Alloh bagi keluarga kami.

Saat ini, kami tinggal di komplek dengan keberagaman latar belakang pendidikan, suku, budaya, dan agama namun sangat harmonis. Warga komplek sangat guyub, peduli dan senang membantu satu sama lain. Karakteristik keluarga besar saya dan keluarga besar suami juga seperti itu. Rumah kami pun tidak terlalu jauh dari tempat pengajian, dengan jamaah yang sudah seperti keluarga. Ditambah lagi persahabatan rekan kerja di sekolah dan berapa komunitas banyak memberi warna dan  kebaikan bagi keluarga kami. Harusnya semua anugerah Alloh ini mampu membuat kami menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya dan lebih bermanfaat lagi.

Sejak suami meninggal, saya selalu berusaha berfikir positif dan menggali hikmah ; “Mengapa saya yang dipilih Alloh?” Kadang saat iman sedang lemah, saya merasa kepergian suami adalah hukuman bagi saya.. namun dua hal yang menguatkan saya. Yang pertama adalah fakta bahwa Rasulullah yatim sejak dalam kandungan, sama seperti Baby Fatih anak terakhir saya dan suami yang baru diketahui kehadirannya dalam rahim saya persis seminggu setelah ayahnya meninggal. Sementara yang ke-dua adalah fakta bahwa ulama sekelas Imam Syafii dan tokoh inspiratif BJ Habibie juga seorang yatim.

Kedua fakta tersebut menguatkan saya untuk meneladani Ibu para tokoh tersebut, kalau mereka mampu, saya juga harus mampu, bersungguh-sungguh mendidik anak-anak sa pol kemampuan dan senantiasa mengharap rahmat Alloh dalam peramutan anak-anak saya. Semoga Alloh sabarkan, semoga Alloh kuatkan, semoga Alloh mudahkan.

Meski saat ini saya harus menjalani dua peran sekaligus dalam keluarga, sebagai Ayah dan Bunda, namun saya harus menguatkan diri untuk menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Sampai akhirnya saya dapat membuktikan kebenaran statement Pak Dodik bahwa antara “Pekerjaan”, “Berkarya” dan “Mendidik anak”, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan. Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.

Kesimpulan yang bisa saya ambil dari Nice Home Work pekan ini adalah :

Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalan-Nya. Karena jika orang yang sudah berjalan di jalan-Nya maka peluang lah yang akan datang menghampiri, bukan justru sebaliknya, orang tersebut yang terus menerus mengejar uang dan peluang.

sue-fitzmaurice

VISI HIDUP kita dalam membangun peradaban terlalu berat apabila dikerjakan sendiri maka kerjakanlah dengan misi spesifik kita masing-masing.

Jangan pernah bandingkan diri anda/anak anda/keluarga anda dengan diri/anak/keluarga lain.

Tapi bandingkanlah dengan diri/anak/keluarga anda sendiri.

Apa perbedaan anda hari ini dengan perbedaan anda satu tahun yang lalu.

“Kuncinya bukan pada seberapa banyak harta yang kita miliki, melainkan seberapa BERSUNGGUH-SUNGGUH nya kita dalam menjalankan MISI HIDUP kita.”

al-ankabut-69

 

SUMBER BACAAN

_Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013_

_Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016_

_Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015_

_Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016_

_materi matrikulasi membangun peradaban dari dalam rumah, IIP, 2016_

_Tulisan-tulisan Nice Homework #3 dari para peserta matrikulasi IIP, 2016_

_Hasil diskusi penajaman misi hidup dengan bapak Dodik Mariyanto dan Abah Rama Royani_

_Materi Matrikulasi IIP Batch 2, Tim Matrikulasi IIP JKT Batch 2_

_ Diskusi via Whatsapp IIP JKT#Batch2 berjudul “30 Menit Lebih Dekat Bersama Bunda Septi Peni Wulandani”_

_Andrie Firdaus dan Bukik Setiawan, Bakat bukan Takdir, 2016

Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

“Menjadi Ibu Kebanggaan Keluarga”_NHW2-Annisa M.Gumay

Assalamu’alaikum..

Alhamdulillah akhirnya kita perjalanan Matrikulasi IIP Batch 2 saya mulai memasuki materi yang pertama. Puzzle pertama dari rangkaian kelas “How to be Professional Mother” adalah materi “MENJADI IBU KEBANGGAN KELUARGA”.

home-is-mom

Materi yang disampaikan pada hari Selasa, 25 Oktober 2016 mencakup jawaban atas beberapa pertanyaan berikut ini :

a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

 

Mari kita simak resume materinya..

 

a. APA ITU IBU PROFESIONAL?

 

# Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya…

Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna :

1 perempuan yang telah melahirkan seseorang;

2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;

3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum;

4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya;

5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: — negeri; — kota;

 

# Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna :

1 bersangkutan dengan profesi;

2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, misalnya : ia seorang juru masak

# Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :

  1. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
  2. Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

 

b. APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

 

# MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi “change agent” (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

 

# VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

 

c. BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :

  1. Bunda Sayang
    Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
  1. Bunda Cekatan
    Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
  1. Bunda Produktif
    Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
  1. Bunda Shaleha
    Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

 

d. APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA

Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.

Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Demikianlah resume materi pertama matrikulasi IIP Batch 2 tentang Bagaimana menjadi Ibu Kebanggaan Keluarga. Semoga setiap Ibu yang ingin berproses menjadi Ibu Profesional dapat memahami dan  menikmati tahapan-tahapan belajar dalam program pendidikan yang diikuti dalam Matrikulasi IIP Batch 2 ini dengan segenap kesungguhan.

Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu yaitu sebagai berikut:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik”

-Dodik Mariyanto-

 

SUMBER BACAAN:

Resume materi Kulwap “Menjadi Ibu Kebanggan Keluarga”, tim Matrikulasi Ibu Profesional, 2016
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

homework-owl

Setelah resume materi diterima, dan didiskusikan bersama dalam kulwap (Kuliah lewat Whatsapp), tibalah saya untuk menyelesaikan PR pekan ini.

Pada kesempatan kali ini, saya dan teman-teman peserta matrikulasi belajar membuat “CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN” yang mencakup peran perempuan sebagai Individu, Istri, dan Ibu.

Kami diminta membuat indikator yg kami sendiri bisa menjalankannya. Untuk yang sudah berkeluarga, kami bisa menanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia. Lalu kami juga menanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia. Jawaban-jawaban mereka dapat kami jadikan sebagai referensi dalam pembuatan checklist indikator tersebut.

Adapun untuk peserta yang masih sendiri, maka indikator diri dibuat dengan menggunakan permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan?

“andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan?

Adapun salah satu teknik dalam membuat Indikator bisa disingkat menjadi SMART yaitu:
– SPECIFIK (unik/detil)
– MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
– ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
– REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
– TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

keep-calm-and-do-your-homework-1364.png

Indikator yang harus saya buat kali ini disesuaikan dengan kondisi. Karena peran saya sebagai istri berhenti sejak suami meninggal setahun lalu maka saya bisa fokus pada dua indikator yang lain, yaitu indikator peran Ibu dan Individu yang ideal, menurut saya dan anak-anak.

Ideal sekali mungkin belum, namun setidaknya ada beberapa target indikator “Ibu Kebanggan Keluarga” yang bisa saya uraikan, tetap realistis untuk dicapai, dan ada deadline waktunya sehingga Saya bisa “memaksa” diri untuk belajar mematuhi indikator yang saya buat sendiri.

Saya sempat bertanya pada anak-anak mengenai apa yang membuat mereka bahagia dengan saya. Tapi, ya.. begitu deh, jawabannya “khas anak-anak” bangett.

Haura bilang “Aku gak suka kalau disalahin terus!”.

Setelah Ayahnya meninggal, Saya memang sering mendelegasikan tanggung jawab menjaga adik pada Haura (9thn), juga melatih Haura untuk terbiasa membantu beberapa pekerjaan rumah. Namun adakalanya saat situasi di rumah “crowded”, saya lelah sepulang kerja, dan Haura melupakan tanggungjawabnya, jadilah Saya ngomel “tidak efektif”pada Haura, ternyata hal “rutin” itu membuat Haura merasa selalu disalahkan #NyeselModeOn

Salika bilang “Aku senang dengan bunda bidadari surga , bunda kan sayang sama kita, kalau Bunda marah, artinya Bunda sayang pada kita kan? Hmm…aku sih senang kalau Bunda membuat kejutan!”

Salika (5 thn) adalah anak yang paling dekat dengan Ayahnya. Jarak lahir Salika dan Farih terlalu dekat membuat Saya lebih sering fokus menjaga Farih, sementara Salika dengan Ayahnya. Itu lah sebabnya Ia minta kejutan. Sepertinya  Ia membutuhkan perhatian khusus dari Saya terlebih kini tak ada Ayah lagi di sisinya. Setelah Ayahnya meninggal, Salika selalu bilang bahwa saya adalah Bidadari surga Ayahnya, kadang suka mikir, mana ada Bidadari Surga tukang ngomel seperti saya #tutupmuka

Farih bilang “Aku senang kalau Ummi beliin aku mainan dinosaurus, baca cerita dinosaurus, mewarnai dinosaurus, jalan-jalan ke taman dinosaurus, trus.. aku juga mau memanah dan berkuda seperti Rasulullah”.

Kalau Farih yang berusia tiga tahun memang masih sangat membutuhkan perhatian Bundanya. Belakangan ini, Farih sering berubah-ubah dalam memberikan panggilan untuk saya, kadang memanggil Ummi, Bunda, dan lain-lain sesukanya. Setelah Ayahnya meninggal Ia tambah CaPer aka Cari Perhatian. Yang Ia inginkan adalah Bunda punya banyak waktu beraktivitas dengannya, terutama aktivitas di luar ruangan. Anak ini sangat aktif dan lama banget lowbatt-nya. Ia sering terinspirasi untuk melakukan aktivitas yang ada di buku-buku yang sering saya bacakan untuknya mau pun film yang ditontonnya.

Terakhir, Baby Fatih (3bln), kalau yang ini sih..gak bisa menjawab pertanyaan saya, tapi pastinya dia akan sangat senang saat dekat dengan Bundanya..terutama saat minum ASI.

Saya jadi nyengir sendiri dengan jawaban anak-anak. Baiklah, mari kita membuat indikator kalau begitu…

To-Do-List.jpg

INDIKATOR INDIVIDU PROFESIONAL VERSI ANNISA M.GUMAY

  1. Menyelesaikan checklist tugas sebagai Guru di setiap minggu nya.
  2. Menyelesaikan revisi tesis sebelum tahun ini berakhir.
  3. Mulai mencicil utang puasa setelah Fatih berusia 6 bulan.
  4. Baca 1 buku seminggu, meresume hikmahnya dan mempraktekkannya.

 

INDIKATOR IBU PROFESIONAL VERSI ANNISA M. GUMAY

  1. Setiap hari berusaha berkomunikasi efektif dengan anak-anak. Kalaupun harus marah, Marah lah dengan Bijak.
  2. Mengoptimalkan aktivitas 1821 setiap harinya, Bikin Matriks kegiatan!!
  3. Membuat program aktivitas mingguan dengan anak-anak. Yang simple aja, bisa dilakukan di rumah ataupun sambil mengurus bayi.
  4. Mempraktekan resep masakan baru setiap bulannya. (Mau nargetin tiap minggu takut gak terlaksana, secara gak jago masak ..)

 

Demikian checklist indikatornya,  Belajar dari pengalaman, sementara 4-4 dulu deh, karena satu hal terpenting dalam planning adalah BERSUNGGUH-SUNGGUH DAN BERGERAK UNTUK MEREALISASIKANNYA! 

Bismillah, sedikit-sedikit namun semoga bisa dilaksanakan, Aamiin..

Dengan sangat menyesal, PR ini baru bisa saya posting, lagi-lagi telat (hiks..hiks..). Maksud hati mau mengejar deadline tapi apadaya seminggu ini di sekolah kegiatan cukup padat dan qodarulloh sejak Sabtu malam Farih demam. Padahal mulai hari ini, Senin, 31 Oktober 2016 Saya harus mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru di Wisma Kinasih, Cimanggis Depok selama sepuluh hari. Merawat Farih, Persiapan LDBM (Long Distance Breastfeeding Mom) akhir pekan lalu dan Diklat yang cukup padat hari ini membuat saya baru sempat mengedit PR dan posting NHW2 di FB grup pukul 23.00 malam ini. Berharap masih bisa dapat “Homework Late Pass” kali ini.

late-assignment-pass

Sampai ketemu di NHW berikutnya.

-Annisa M. Gumay-

 

 

 

 

 

Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

NHW1_AnnisaMGumay_Matrikulasi IIP Batch 2

Pertengahan Oktober tahun ini saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch 2. Kelas Matrikulasi ini merupakan pra syarat untuk menjadi member resmi IIP (Institut Ibu Profesional).

Ibu Profesional adalah  komunitas para ibu dan calon ibu yang selalu meningkatkan kualitas diri dan keluarganya dengan ilmu yang bermanfaat. Sehingga bisa menjalankan aktivitas keluarga secara profesional. Komunitas ini dibentuk oleh Ibu Septi Peni Wulandani.

Institut Ibu profesional merupakan tempat belajarnya para ibu yang ingin menjadi profesional di bidang pendidikan anak dan keluarga. Kegiatannya meliputi :

  1. Kuliah rutin dengan kurikulum yang sudah disusun oleh tim IIP menjadi empat level yaitu Program Bunda Sayang(Ilmu Dasar Mendidik Anak), Program Bunda Cekatan (Ilmu Dasar Manajemen Rumah Tangga), Program Bunda Produktif (Ilmu Memahami Passion Diri sehingga menimbulkan 4E yaitu Easy, Excellent, Enjoy, Earn) dan Program Bunda Sholihah (ilmu tentang bagaimana kita bermanfaat untuk diri, keluarga dan lingkungan sekitar).
  2. Kuliah umum Ibu Profesional, dengan prinsip semua orang adalah guru. Sehingga di forum ini bisa belajar apa saja dengan siapa saja
  3. Family Gathering, untuk menjalin kehangatan keluarga dan menambah wawasan seluruh anggota keluarga, sehingga bisa melangkah dengan visi yang sama

Adapun beberapa kuliah yang diadakan oleh Institut Ibu Profesional yaitu:

  1. Kuliah Online Webinar
  2. Kuliah Whatsapp
  3. Kuliah Umum (offline)

Visi Ibu Profesional

Menjadi komunitas pendidikan perempuan yang paling unggul di Indonesia,wadah bagi seluruh Ibu Indonesia baik yang tinggal di dalam negeri maupun luar negeri untuk senantiasa berkembang meningkatkan kualitas diri dan keluarganya

 Misi Ibu Profesional

  • Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak­-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-­anaknya.
  • Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
  • Meningkatkan rasa percaya diri sang ibu, sehingga tetap bisa mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
  • Meningkatkan peran ibu menjadi Agent of Change (agen pembawa perubahan) yang senantiasa akan berbagi dan menularkan virus perubahan kepada masyarakat
  • kurikulum-iip

Sebenarnya saya telah bergabung dengan komunitas ini sejak akhir tahun 2014. Tergabung di grup whatsapp IIP Jakarta 01 dan sempat beberapa kali mengikuti kegiatan offline dengan teman-teman BunProf (Bunda Profesional) di Rumbel (Rumah Belajar) namun untuk masuk kelas matrikulasi seperti sekarang adalah yang pertama kali untuk saya. Saya mendapat kesempatan untuk ikut kelas Matrikulasi Batch 2 yang dimulai pada tanggal 17 Oktober 2016.

Secara umum kelas matrikulasi diselenggarakan dalam bentuk postingan materi mingguan dan diskusi di grup whatsapp bagi pendaftar yang telah memenuhi syarat dan dibagi per wilayah. Untuk Batch 2 insya Alloh akan berlangsung selama sembilan sesi. Setelah materi diposting pada setiap pekannya, peserta mendapatkan tugas berupa Nice Homework (NHW) yang jawabannya harus dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan PR ini adalah menguatkan ilmu yang telah didapatkan.

Berikut infografis mengenai Matrikulasi IIP :

matrikulasi-iip

#Apa saja yg dipelajari dalam MATRIKULASI IIP Batch 2 ??

  1. Prolog : Adab Menuntut Ilmu  ( Senin, 17 Oktober 2016)
  2. [Overview Ibu Profesional] Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga
  3. [Bunda Sayang] Membangun Peradaban dari dalam Rumah
  4. [Bunda Sayang] Mendidik dengan Fitrah, berbasis Hati Nurani
  5. [Bunda Cekatan] Ibu Manajer Keluarga
  6. [Bunda Cekatan] Belajar Bagaimana Caranya Belajar
  7. [Bunda Produktif] Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus dicari
  8. [Bunda Produktif] Menemukan misi spesifik hidup
  9. [Bunda Shaleha] Ibu sebagai Agen Perubahan

Pembuka matrikulasi kali ini adalah materi yang SANGAT PENTING dan MENARIK, karena peserta diingatkan untuk Mendahulukan Adab sebelum Ilmu, dan Beramal setelah Berilmu sebab MENUNTUT ILMU ADALAH PROSES KITA UNTUK MENINGKATKAN KEMULIAAN HIDUP, MAKA ILMU HARUS DIDAPATKAN DENGAN CARA-CARA YANG MULIA.

adab-sebelum-ilmu

Pada sesi ini, peserta Matrikulasi diingatkan untuk mencari sumber ilmu yang kredibel, menghormati guru/pengajar dan sumber ilmu lain (buku, dsb), menyaring informasi yang diperoleh, menghindari penyebarluasan tulisan tanpa mencantumkan sumber, dan yang terpenting adalah mempersiapkan diri sendiri, di antaranya untuk ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Ada sebuah kutipan dalam materi yang sangat berkesan bagi saya : “Adab tidak bisa diajarkan, Adab hanya bisa ditularkan”. Sebagai seorang Ibu dan Guru, kutipan tersebut menjadi poin penting yang harus saya pegang, tentang menjadi teladan dan menjalankan adab tersebut saat menuntut ilmu. Namun jujur, kutipan itu pula lah yang membuat saya merasa bersalah di awal matrikulasi adalah karena ternyata saya sendiri masih belum beradab dan belum bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Terbukti dengan PR yang baru sempat saya kerjakan malam ini, 25 Oktober 2016 mulai pukul 01.35 padahal deadline nya tanggal 23 Oktober 2016 pukul 06.00.

Teringat hari-hari sibuk setelah NHW1 di posting di grup WA yang membuat saya hanya sempat memberi tanda bintang pada materi dan baru sempat membacanya di tengah malam sambil menyusui anak bungsu saya yang berusia tiga bulan.

Sepanjang pekan lalu, otak saya memikirkan apa yang harus saya tulis dalam Nice Homework 1 saya di sela-sela jam kerja di sekolah dan jam kerja di rumah sebagai single parent dengan empat orang anak tanpa ART.

Setiap saya berencana mengerjakan PR dini hari ternyata mata dan tubuh sudah tidak bisa kompromi, dan ketika melewati deadline, rasanya ingin menangis dan menyerah dari program matrikulasi ini.

Tapi.. setelah membaca review NHW1 malam ini, saya berusaha menguatkan tekad untuk menyelesaikan utang tugas ini. Malu rasanya melihat excuse di atas, teringat wajah-wajah siswa yang memohon maaf karena terlambat mengumpulkan tugas, ternyata kali ini malah Bu Guru yang telat bikin PR.

quotes about priority.jpg

Malam ini saya merenungi kembali prioritas-prioritas dalam hidup saya. Tersadar betapa kacaunya checklist hidup saya setahun belakangan ini. Serpihan planning hidup yang terburai  berantakan, semenjak suami meninggal setahun lalu, kini bagai puzzle-puzzle yang harus saya susun kembali.

Hati tergerak untuk menyalakan kembali api semangat yang setahun ini meredup. Semoga masih ada kesempatan bagi saya untuk belajar, dan menyelesaikan semua yang sudah di mulai.

Dan,.. salah satunya adalah this Belated Nice Homework, I hope it still be NICE.

# PR NOMOR 1

Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini !

# Ilmu menjadi Ibu dan Guru pendidik peradaban yang barokah.

# PR NOMOR 2

Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

# karena Alloh sudah menitipkan empat orang anak kandung yang harus diasuh sendiri sambil bekerja sebagai seorang Guru yang juga harus mendidik anak orang lain. Anak-anak kandung dan murid-murid saya di sekolah adalah amanah yang harus dijaga sa pol kemampuan agar amanah ini menjadi jalan saya untuk kembali kepada-Nya dalam keadaan husnul khotimah.

Alloh pasti punya alasan mengapa menempatkan saya pada peran ini. Alloh pula yang menempa saya dengan masalah dan memberi bonus kemudahan dalam kesulitan.

Peran ini dititipkan Alloh pada saya karena Alloh yakin saya mampu, dan karena itu lah Saya harus berusaha untuk memampukan diri dengan belajar dan berusaha mengamalkan ilmu dengan sebaik-baiknya.

# PR NOMOR 3

Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?

# Meluruskan niat, menjaga keikhlasan, dan berusaha bersungguh-sungguh dalam menekuni ilmu di Universitas Kehidupan.

# Mereset ulang prioritas hidup.

# Membuat check list planning setahun ke depan dan mencicil checklist nya setiap bulan.

# Semangat belajar ilmu-ilmu yang bisa mengantarkan saya menjadi pendidik peradaban yang Barokah dan dapat mendekatkan diri pada Alloh “Sumber dari Segala Sumber Ilmu”.

# Mencari sumber ilmu yang kredibel dan menjaga adab dalam menuntut ilmu agar memperoleh keberkahan dari ilmu tersebut.

# Berusaha untuk FOKUS!! Selesaikan Apa yang Sudah Saya Mulai!

Melakukan proses belajar secara bertahap namun bermakna. Kuasai satu ilmu, lalu Amalkan !

# Bersabar ketika kenyataan tidak sesuai rencana namun terus berusaha tidak menyerah untuk menjalaninya.

Doakan saya ya..

Semoga saya bisa lulus dari Universitas Kehidupan dengan predikat Cum Laude, menjadi pendidik peradaban yang barokah dan diridhoi Alloh.

Nitip Quotes untuk penyemangat ah.. Sampai ketemu di next NHW

path-to-paradise-easily

winner-never-give-up

Sumber :

* Website Ibu Profesional.

* Materi Matrikulasi IIP Batch 2 “Adab Menuntut Ilmu”.

* Review NHW1.

* Sumber Quotes : Terdapat dalam Watermark.