Posted in Resume Kuliah/Diskusi Whatsapp

RESUME KULWHAP TALENTS MAPPING FOR CHILDREN

Pelaksanaan :
Hari, tanggal : Jum’at, 22 September 2017

Waktu : 20.30 SGT atau 19.30 WIB

Moderator :

1. Dieni Rachmawaty

2. Ramadhany Agatha

Notulen :

Ita Utami Aidid

Pemateri :
Nama : Rima Melanie Puspitasari
Tanggal Lahir : 22 Agustus
Nama Suami : Herdi Paputungan
Nama Anak :
1. Ghazy Kharisma Paputungan (12 tahun)
2. M. Al Fawwaz Sinathrya Paputungan (4 tahun 10bulan)

Aktivitas
1. Home educator
2. Rumah konsultasi bakat
3. Santri Abah Rama
4. Konsultan Talent Mapping

Alamat :
Jalan Pertabatan 1 Gg.1 no.125 RT 03 RW 01 Kelurahan Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas 53147

Materi :

1.Pemahaman diri
Pernahkah kita berfikir mengapa kita sampai terlahir di dunia ini?
Apakah hanya karena semata Ayah dan Bunda kita menikah saja?
Pernah terpikirkah apa tujuan kita terlahir di dunia ini?

Untuk beribadah pada Allah SWT. Tentu saja.

Tetapi pernahkah kita berfikir, Mengapa saya, mengapa dilahirkan saat ini, dan di sini ?
Karena kita semua yakin bahwa Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia sia. Termasuk kita tentunya.

Adakah maksud-maksud tertentu akan kehadiran kita di muka bumi ini?

Adakah misi spesifik, tujuan khusus atas kelahiran kita disini?

Lalu kemudian beralih pada fitrah yang kita miliki.
Mengapa tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang memiliki sifat, karakter, dan kebiasaan yang sama?
Apakah tujuannya?
Jika kita menelaah dan memahami lebih jauh surat Al Israa ayat 84. ”Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

Disana dijelaskan bahwa tiap manusia akan berbuat sesuai dengan pembawaannya. Syakillah, fitrah, bawaan.

Mengapa?Lebih lanjut lagi…
Bahwa tiap manusia ketika dilahirkan ke dunia, mereka mempunyai misi spesifik yang harus ditunaikan.

Untuk membantu menyelesaikan misi tersebut, Allah memberikan potensi2 kekuatan yang berupa fitur unik atau lebih kita kenal sebagai FITRAH.

Definisi bakat dalam Talents Mapping diambil dari sana. Yaitu sebuah sifat (personality) yang produktif. Yang apabila digunakan akan memberikan manfaat sebesar besarnya untuk menghasilan sesuatu.

Lalu bagaimana kita memahami bakat kita?
Tentu saja kita perlu lebih memahami, memperhatikan, dan menyelami diri kita sendiri. Agar kita lebih mengenal siapa diri kita, apa saja yang menjadi potensi kekuatan2 dalam diri kita, dan apa yang menjadi kelemahan dalam diri.

Ada rumus dalam TM untuk memahami apakah sesuatu itu bakat/kekuatan kita atau bukan.

Ciri ciri bakat:

  1. Yearning (nagih). Hasrat ingin terus melakukan suatu aktivitas tertentu yang membuat sering lupa waktu.
  2. Rapid Learning. Saat mempelajari sesuatu jadi terasa begitu mudah.
  3. Flow. Menjalankan sesuatu mengalir begitu saja. Persiapan minimal, hasilnya maksimal.
  4. Glimpses of excellent. Aktivitas tertentu memperlihatkan sekelebat keunggulan anda.
  5. Satisfication. Kepuasan hati dalam menjalankan sebuah aktivitas yang membuat anda ingin segera melakukannya kembali.

Jadi mengapa memahami bakat itu penting?

Karena bakat berhubungan dengan misi spesifik hidup kita. Karena dengan bakatlah kita akan dapat menyelesaikan dan menuntaskan misi hidup kita. Apakah misi kita yang menjadi alasan keberadaan kita di muka bumi ini akan tercapai, sukses, atau bahkan gagal, failed.

Memahami bakat, artinya memahami diri kita sendiri.

Sebuah petuah bijak menyebutkan : “`Man ‘Arafa Nafsahu Faqad ‘Arafa Rabbahu.“` Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya

2. Bakat anak

“Setiap Anak Pasti Berbakat”

Seorang ibu merenung di sudut ruang tamu. Hatinya gundah, kecewa, dan sedih. Bagaimana tidak, ditempat arisan tadi teman temannya sibuk membanggakan prestasi anak anak mereka. Seperti Rayhan anak bu Yuli yang baru saja menyabet medali emas cabang taekwondo di Porda kemaren. Juga Agnes yang yang baru saja lolos audisi pemilihan bintang tarik suara. Atau Bagas yang mewakili sekolah dalam olimpiade matematika.

Si ibu merasa sedih mengapa anaknya, Doni tidak seprti anak anak lain? Mengapa anakanya tidak memiliki prestasi apapun? Jangankan meraih medali emas, mengikuti perlombaan pun Doni segan. Tidak suka memilki bakat, begitu yang dikatakan temannya untuk menyindir Doni.
Benarkah anak semata wayangnya itu tidak memiliki bakat? Pentingkah bakat? Lalu jika iya bagaimna dengan masa depan Doni?
Benarkah Allah hanya memberi bakat pada orang orang tertentu saja? Atau orang tuanyalah yang belum mengenal bakat anaknya?

Sesungguhnya Allah maha adil. Jika satu orang diberikan bakat, maka begitu juga yang lain. Bakat adalah salah satu dari fitrah yang diberikan oleh Allah pada setiap manusia dalam awal penciptaaanya. Bakat itu fitur unik, fitrah yg telah terinstal sebelum seorang manusia dilahirkan. Ada dua sumber yang bisa didefinisikan sebagai bakat. Yaitu potensi fisik/panca indera(ini yang biasa kita kenal sebagai bakat selama ini) misalnya melukis, menari, acting, olahraga, dsb.  Dan ada pula potensi berupa sifat produktif.

Inilah mengapa selama ini kita menganggap hanya orang tertentu saja yang memiliki bakat. Karena kita selama ini mengenal bakat hanya dari kelebihan fisik atau inderwi saja. Sedangkan sifat produktif tidak kita anggap sebagai bagian dari bakat. Inilah yang disebut dengan Potensi kekuatan

Rumus yang paling mudah  untuk menemukan bakat anak adalah dengan 4E. Easy, Enjoy, Excellent, dan Earn.

Lalu bagaimana cara mengetahui bakat anak?

  1.  Memahami bakat yang dimiliki orang tuanya.
  2. Memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan.
    Ada beberapa anak yang cepat menemukan AHA nya, ada beberapa yang membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk itu. Ini berhubungan dengan pengalaman dan pengetahuan tadi. Maka memberikan banyak pengalaman akan sangat membantu anak untuk mnemukan passion, minat, dan bakatnya. Bu Septi memperkanalkannya dengan Pandu 45. Memberikan banyak ragam kegiatan, akan membantunya menemukan apa yang paling dia sukai.
  3. Emisol
    Empati (Menyerap)
    Imajinasi (Mengolah)
    Solusi (Menyajikan)

    Menyerap adalah bagian dari proses mengamati anak, bisa dilakukan dengan mengamati saat melakukan kegiatan bersama, dokumentasi kegiatan, juga dengan banyak bertanya. Kemudian diolah/dipikirkan kemungkinan kemungkinan terbaiknya, dan terakhir disajikan sebagai sebuah solusi kegiatan. Ulangi proses secara berputar (melingkar) dan selalu dipikirkan untuk mekar. Mekar di sini adalah usaha untuk mempertajam/mengasah bakat anaknya.

  4. Membuat catatan atau portofolio.
    Catatan2 khusus ini akan kita perlukan untuk akhirnya dapat mengelompokkan mana yang sebetulnya bagian dari 4E yang dimiliki anak. Dan mana yang tidak.
  5. Memfasilitasi
    Memfasilitasi disini bukan berarti kita harus siap dengan segala fasilitas dan kemewahan yang memudahkan.

🌀 Memberi fasilitas disini artinya memberikan ruang, kebebasan bagi anak untuk mengekspresikan apa yang menjadi bakat yang dimilikinya.
🌀 Memberikan apresiasi atas kelebihan yang dilimilikinya, sehingga anak akan merasa percaya diri dengan kelebihan yang dimilikinya
🌀 Memberi tantangan
🌀 Merancang kegiatan bersama dalam rangka mengembangka talents anak.

  1. Selalu siap untuk memulai kembali
    Try and trial itu sangat dibutuhkan dalam menemukan passion. Jadi ketika anak kehilangan passion dalam satu hal, tidak perlu terlalu rendah diri dan merasa gagal.  Maka bersiap siaplah ketika mereka menawarkan sebuah minat yang baru.
    Tidak perlu merasa khawatir ketika minat anak cenderung berubah ubah dan sering berganti. Karena passion yang sesungguhnya tidak akan pernah berganti. Passion itu akan selalu sama, dan dia akan terus ‘nagih’ sepanjang hidupnya.

Menemukan bakat anak anak dan membantu mereka mengembangkan bakatnya menjadi sebuah kekuatan
“The real task of parenting is not to prepare the path of our children – rather , to prepare them for the path they will inevitably need to walk”

Wayne Hammond

Sesi Tanya – Jawab :

  1. Suci – Pekanbaru

1. Kapan bakat anak bisa terlihat, apa sejak bayi bisa terlihat bakat nya?
2. Bagaimana kita memetakan bakat anak yang belum bisa menentukan kesenangan nya sendiri (terlalu banyak di”setir” dari kecil) hingga pasif dalam suatu hal.
Jawaban :

  1. Ada beberapa sifat atau karakter asli yang memang sudah dapat teelihat sejak bayi. Misalnya ada bayi yang ketika meminta ASI dia gak sabaran, cenderung memaksa. Tapi sebaliknya ada yang cenderung tenang juga. Hal hal seperti ini baiknya ditulis dalam lembar pengamatan dan portofolio untuk diamati apakah memang karakter ibu berlanjut pada  si anak atau tidak.
  2. Yang pertama harus kita lakukan adalah hentikan tindakan  yang terlalu banyak mengintervensi si anak. Tumbuhkan kembali kepercayaan dirinya, biarkan dia mencoba untuk memilih apa yang diinginkannya. Proses ini biasanya gak sebentar tergantung sejauh mana ketergantungan anak sebelumnya akan intervensi orang tua. Kemudian lanjutkan terus mengamati dan mencatat semua perubahan yang terjadi.
  1. Arum – Lampung

Dari ciri2 TM yg sudah dipaparkan, kalau hp dan youtube masuk kedalam 5 kriteria tsb, bagaimana seharusnya sikap kita? Berhubung ada kekhawatiran efek negative dari penggunaan smartphone pada anak usia dini

Jawaban :

Anak anak sekarang memang terlahir di generasi C. Mereka dilahirkan pada zaman dimana segala sesuatu sudah saling terhubung dengan dunia maya. Generasi C/click era. Kebanyakan anak anak yang lahir pada zaman ini adalah mereka yang kreatif, lebih tertarik dengan visual, dan cenderung kurang suka bergerak atau bekerja keras secara fisik.  Dunia maya adalah sebuah keniscayaan. Sebuah zaman yang memang berbeda dengan zaman kita dulu. Disini kita harus bijak bersikap sebagai orang tua.
Karena yang namanya komputer, internet, dlsb mau tidka mau akan dihadapi jiga oleh anak anak kita. Serapat apa pun kita menjauhkan mereka dari dunia maya, mereka tetap akan menghadapinya juga. Karena memang merek ditakdirkan lahir pada era ini.
Nah alangkah bijak nya jika kita mengenalkan mereka akan dunia digital secara bijak. Agar mereka bisa memilah mana kebutuhan aman keinginan.  Tidak menghalanginya serta merta secara frontal.
Jika ternyata hal tersebut menarik perhatian anak anak, wajar. Itu dunia mereka. Zaman nya.
Tinggal bagaimana kita mengajak mereka bijak dalam penggunaannya. Bijak berinternet, bijak memilah tontonan, bijak mengatur waktu.

Dan jika usia dini, ada baiknya jangan dlu lah dikenalkan dengan smartphone. Karena smartphone itu buat usia segitu belum banyak gunanya. Selain main game.

Perbanyak aktifitas fisik, bermain secara sungguhan, tentu akan membuat mereka tidak lagi tertarik akan adanya gadget.  Karena nonton youtobe sama main game mah gak bisa masuk sebagai aktifitas produktif. Tidak menghasilkan kan? Kecuali jika dia nonton hanya untuk mencari referensi saja. Misal senang akan wayang, tidak ada pertunjukan wayang, si anak nonton satu atau dua pertunjukkan lewat youtube. Kemudian mempraktekannya. Nah itu lain lagi. Hanya sebagai referensi dengan waktu yang terbatas. Dan ditemani orang tua.

Sekali lagi bijaklah dalam menggunakan media internet

3. Amalia – Singapura

Bagaimana kah kita membedakan antara Bakat dengan Minat seorang anak? Bgmn bila anak yg merasa jenuh dengan bakat yang kita asah dalam program latihan rutin?

Jawaban :
Sedikit catatan jika jenuh, maka bisa dipastikan itu bukan bakatnya. Karena definisi bakat itu sendiri, tidka mengenal yang namanya jenuh dan bosan. Selamanya seumur hidupnya. Dia akan menemukan cara cara lain dan cara baru agar selalu bersemangat melakukan apa yang menjadi bakatnya tersebut.
Jika bosan atau jenuh, maka hal tersebut bisa menjadi catatan.
Bakat adalah hal natural yang ada di dalam jiwa seseorang. Itu tumbuh alami.
Sedangkan passsion, atau minat biasanya lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan, keadaan dan kebutuhan.

Passion biasanya akan menemukan titik jenuh, lelah, dan bosan.
Sedangkan bakat, dia akan terus menerus minta untuk dilakukan. Seumur hidupnya.

4. Dieni – Singapura

Tentang memberikan banyak pengalaman dan memperkaya kegiatan, apa yg tercakup dalam Pandu 45 itu?
Bagaimana kiatnya menjaga supaya tidak berlebihan ya, antara memperkaya kegiatan dengan malah terlalu banyak diikutkan les ini itu?
Misalnya saja kalau saya ingin mengenalkan anak saya dengan melukis/menggambar, ketrampilan menulis, bela diri, berenang, craft (merajut, menjahit), coding, dll, sedangkan tidak mungkin saya/suami yg mengajarkan semuanya.
Sedangkan kalau tidak ‘disengaja’ diikutkan kegiatan dengan komunitas di luar, apakah nanti si anak malah kurang kaya wawasan?

Jawaban :

Mengenalkan banyak wawasan itu bukan artinya semua ke 45 kegiatan kita cobakan pada anak. Cara mengenalkan itu banyak. Bisa lewat pengamatan, misal mengajak anak mengamati suatu kegiatan. Baik secara langsung ke lapangan atau lewat media lain.
Mengenalkannya pada orang-orang yang melakukan hal tsb dan mengajak mereka berinteraksi dengan orang orang itu. Tour the talents.

Yang dicobakan cukup kegiatan kegiatan yang memang anak inginkan untuk mencobanya. Kegiatan kegiatan yang memang si anak tertarik sungguh sungguh ingin mencoba.

Berkomunitas akan sangat membantu dalam hal ini. Saat memiliki komunitas, kita bisa sama sama dengan komunitas mengajak anak  tour the talents, mencoba sesuatu tanpa perlu memasukan mereka pada lembaga kursus terlebih dahulu sebelum si anak betul betul ingin melakukan sebuah hal.
Dalm tour the talents minimal anak bisa melihat, dan mencoba. Jika itu bagian dari bakatnya, si anak secara natural akan tertarik untuk melakukan hal tersebut

5. Fahma Nurdiana M – Cilacap

Bakat anak itu sangat beragam, pertanyaan saya:
1. Bagaimana caranya menjadi ibu yang bisa jeli memilah kebiasaan anak, manakah yang termasuk bibit bakat dan manakah yang hanya aktifitas biasa ( ikut ikutan )?
2. Bagaimana cara menstimulasi bakat anak jika disesuaikan dengan karakter anak itu sendiri?
Misalnya:
Menstimulasi anak aktif
Menstimulasi anak pendiam
Menstimulasi anak yang selalu banyak bertanya
3. Kesalahan yang dapat berakibat fatal yang sering dilakukan orang tua adalah tanpa sengaja mengucapkan kata yang keras kepada anak / marah ( karena banyak faktor )
Dan biasanya reaksi anakpun beragam…
Bagaimana cara mengembalikan kondisi psikologis anak setelah keadaan tersebut agar proses perkembangannya tidak mandek dan terhambat.

Selain kami orang tua selalu berusaha untuk menghindari kejadian seperti ini.

Terima kasih bunda….
Jawaban :

Bakat dalam talents mapping ada 34 tema bakat yang berupa sifat produktif, dan ada 11 yang berupa kelebihan fisik.

Pertama memang orang tua baiknya memahami terlebih dahulu tentang tema tema bakat yang ada. Kemudian, orang tua pun baiknya mengobservasi diri sendiri untuk menemukan bakatnya. Menemukan panggilan hidupnya. Dengan demikian, orang tua memiliki pengalaman dalam hal ini. Sehingga lebih mudah saat saat mengobservasi bakat anak.
Kemudian saat mengobservasi bakat anak, hindarilah rasa tergesa gesa dan ingin segera menemukan bakat anak. Rileks tidak perlu terburu buru menyimpulkan. Anak anak masih akan terus berkembang sesuai dengan lingkungan dan pengetahuannya.

Tetap catat segala perubahan yang terjadi. Disana kita akan menemukan sebuah pola pengulangan pengulangan sifat produktif atau kelebihan fisik. Terus observasi sampai nanti akan ketemu  benang merahnya.
Proses observasi dan pencatatan  inilah yang paling penting dlam menemukan bakat anak.
Disini nanti akan terlihat mana yang hanya sekedar ikut ikutan, dan mana yang betul betul keluar dari dalam dirinya.Bahkan sifat suka ikut ikutan pun bisa dikarenakan oleh bakatnya. Kita perlu observasi mengapa si anak senang ikut ikutan, apa yang dia cari, dan bagaimana jika ia  tidak melakukan hal tersebut. Ini bahkan jika digali kita bisa saja menemukan sebuah bakat atau kekuatan disana.
Misal ada anak senang ikut ikutan karena dia seorang learner, seornag pembelajar, yang selalu mudah tertarik akan sesuatu yang baru. Yang seperti ini biasanya dia hanya akan ikut ikutan untuk sesuatu yang menurutnya baru, mudah juga tertarik dengan hal.lain lagi, akan bosan jika sudah tidak ada lagi tantangannya, begitu seterusnya.
Disinilah perlunya emphaty dari ornag tua saat mengobservasi. Belajar menempatkan diri kita di posisi si anak. Belajar mendengarkan apa yang sebetulnya menjadi rujuan atau keinginan si anak.
Observasi dengan emphaty. Tidak hanya sekedar mencatat. Tapi juga mendengarkan…

6. Alienda Sophia – Bandung

Mulai umur berapakah kita sudah bisa mengobservasi talent pada anak ?
Untuk anak usia 2,5tahun, apa sudah bisa disebut talent apabila dia terlihat menggandrungi sesuatu?

Jawaban :

Observasi bisa dimulai dari sejak bayi bahkan. Karena beberapa sifat sudah mulai terlihat di usia tersebut. Jangan terlalu terburu buru memberi label bakat pada anak di bawah umur. Kesukaann anak akan sesuatu memang alamiah di usianya yang belia. Mereka akan mudha tertarik pada sesuatu yang baru yang menarik menurut mereka. Tetapi itu belum bisa menjadi jaminan akan bakatnya. Lebih baik difasilitasi saja sambil mengobsevasi dan dilihat sampai sejauh mana kesukaannya tersebut. Akan lebih jauh kita lihat apa yang membuatnya tertarik, jika diganti dengan objek serupa apakah ketertarikannya akan tetap sama?
Misal anak senang menyanyi. Disini kita observasi lagi apa yang disukai nya dari menyanyi, apakah suaranya memang merdu, menyanyi seperti apa yabg disukainya? Dihadapan banyak orang, saat tampil kedepan kah, atau menyanyi beramai ramai dengan ornag lain, atau apa..
Ini disini dari satu objek saja akan sangat banyak yang perlu kita observasi pada akhirnya.
Tidak perlu terburu buru, ikuti saja alurnya, berikan kesempatan, dan tidak perlu terlalu banyak mengintervensi.

7. Dinda – Depok

Anak-anak kami sekarang sedang transisi homeschooling setelah 4 tahun bersekolah formal. Kami beberapa minggu ini sedang menguatkan adab dan akhlak mereka utk siap magang beberapa bulan kedepan. Betulkah yang sudah kami lakukan? Ada kah contoh jurnal pencatatan kegiatan anak2 yg bisa kami buat yang dapat merecord 4E mereka di setiap kegiatan?
Jawaban :

Insyaallah teh Dinda tau apa yang paling tepat buat ananda. Saya percaya dengan kekuatan fitrah ayah bunda. Insting orang tua m, fitrah yang dimiliki akan menuntun setiap orang tua agar dapat mendidik anak anak nya sesuai fitrah.
Setiap keluarga spesial, setiap keluarga memiliki keunikan masing masing.
Apa yang Dinda lakukan itulah yang terbaik.
Insyaallah…
8. Fadhila Rahma Pinasthika – Purbalingga

Bagaimana menemukan bakat untuk orang dewasa yang sudah menjadi orang tua namun merasa belum menemukan bakatnya sendiri sehingga kebingungan dalam menemukan bakat anaknya?
Jawaban :

Banyak mengenal diri sendiri. Perbanyak pengetahuan  dan ragam aktivitas agar lebih membuka wawasan.
Kenali 34 tema bakat dan 11 aktifitas fisik dalam TM. Kemudian observasi diri sendiri. Kenali mana saja dari tema tema bakat itu yang paling sesuai dengan diri kita dengan ciri ciri bakat yang telah saya sampaikan di atas.
Dan yang paling penting adalah banyak memohon tuntunan pada Allah.
Memohon padaNya untuk ditunjukkan jalan untuk menemukan misi hidup kita.

9. Ainun Muharomah – Purwokerto

Pertama, Sebelum kita menemukan bakat anak, tentunya kita sebagai orang tua harus tau dulu apa bakat kita. Tapi bagaimana kalo kita sebagai orang tua belum paham apa bakat kita? Apakah terlambat untuk kita belajar menemukan bakat diri kita sendiri? Nah, bagaimana caranya kita menemukan bakat kita terlebih dahulu?

Kedua, Apakah sama antara passion, bakat dan juga hobi? Trimakasih 🙏

Jawaban :

Jawaban hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya. Tidak ada kata terlambat dlaam menemukan bakat. Bukankah lebih baik terlambat dari pada tersesat seumur hidup.😁

Bakat adalah sifat produktif, karakter  yang menjadi bawaan sejak lahir. Yang akan terus menerus seumur hidup tidak berubah dan akan terus meminta untuk dikerjakan. Sebuah ketertarikan dan keterampilan alami dari seseorang.

Minat adalah hal yang membuat seseorang tertarik akan sesuatu. Bisa jadi karena pengaruh lingkungan, keadaan, atau kebutuhan.  Hobi adalah aktifitas  yang disukai seseorang. Biasanya ini berhubungan dengan aktifitas fisik.  Bakat akan selalu menarik minat seseorang untuk melakukannya. Tapi minat belum tentu bakat.

10. Anya – Singapura

Sejak umur berapa hasil talent mapping dianggap sudah cukup akurat untuk diobservasi?

Jawaban :

Idealnya usia minimal 15 tahun baru seseorang untuk mengikuti tes TM.
Pada usia tersebut diharapkan seseorang telah memiliki cukup wawasan pengetahuan dan kedewasaan dalam menentukan pilihannya

Akan tetapi Abah Rama, penemu TM pernah meng assessment anak usia dibawah  itu dan hasilnya sudah ajeg dan bagus serta sudah mengarah. Hal ini karena anak tersebut sudah memiliki banyak wawasan, dan pengalaman.

Dan sering juga kejadian orang orang  yang sudah dewasa dengan usia di atas itu tapi masih bingung dan blm bisa menemukan dirinya. Dan masih kesulitan saat mengisi assessment

Jadi sekali lagi tergantung pada personalnya lagi akhirnya

11. Myra – Kuala Lumpur

Bisa dijelaskan apa itu checklist Pandu 45 dan contoh penerapannya untuk anak usia 4 tahun? Bagaimana cara mengetahui bakat anak usia balita yang masih moody (mudah bosan)?

Jawaban :

Pandu 45 adalah panduan  aktifitas2 yang bisa dilakukan oleh anak untuk menemukan kekuatannya. Aktivitas produktifnya.

Balita memang masih akan berubah ubah. Masih akan terus mengeksplorasi sekitar. Termasuk dengan minatnya juga yg tentu akan terus berubah. Yang perlu orang tua lakukan adalah mengobservasi, melakukan pencatatan rutin terhadap aktivitas anaknya.
Sekali lagi, jangan terburu buru, tidak usah tergesa gesa menemukan bakat anak. Biarkan tumbuh sesuai fitrahnya. Jangan terlalu banyak menggegas. Just relax…

45 aktivitas dlm pandu 45 yg perlu diperkenalkan ke anak-anak (Sumber: Bu Septi Peni)

1. Mengendalikan orang
2. Menengahi konflik
3. Mengatur Orang
4. Berjualan
5. Menyeleksi orang
6. Mengkomunikasikan
7. Mewakili
8. Memotovasi
9. Mendidik
10. Merawat
11. Melayani
12. Merancang
13. Mencipta
14. Mensistesis
15. Memasarkan
16. Membuat strategi
17. Membuat visi
18. Menganalisis
19. Menata Keuangan
20. Memulihkan
21. Mengevaluasi
22. Meneliti
23. Menulis
24. Menginterpretasi
25. Menata administrasi
26. Memproduksi
27. Menjaga mutu
28. Menjaga keselamatan
29. Mendistribusikan
30. Mengoperasikan
31. Akting
32. Menata kecantikan
33. Seni lukis
34. Seni musik
35. Menyanyi
36. Memperagakan busana
37. Menari
38. Memasak
39. Memelihara lingkungan
40. Keterampilan tangan
41. Kerajinan tangan
42. Keterampilan fisik
43. Bercocok tanam
44. Berolahraga
45. Berternak
12. Husna – Bogor

1. Bagaimanakah hubungan antara minat dengan bakat? apakah selalu ada kolerasi antara keduanya?
2. Apabila ada hal yang diperkirakan itu adalah bakat, namun dalam waktu tertentu ada rasa bosan melakukannya, apakah masih dikategorikan bahwa itu bakat atau itu hanya sebuah minat saja?
Terimakasih banyak

Jawaban :

Kalo bakat, secara alami akan memacu minat. Tapi minat, belum tentu bakat.
Kalo bosen pasti bukan bakat. Karena bakat gak akan pernah menimbulkan kebosanan
Secara alami bakat akan terus menarik bagi org tersebut.

13. Sakinah Luthfi – Singapura

Bagaimana jika ortu melihat potensi pada anak lalu memasukkannya ke activity itu tapi anak merasa tidak suka?
Misalnya saya lihat anak saya jago renang tapi dia ga suka dimasukkan ke ekskul renang disekolahnya.

Apakah ekskulnya perlu distop mengikuti keinginan anak atau tetap dilanjutkan walaupun anak terpaksa?

Jawaban :

Baiknya tidak dipaksa. Karena kursus bukan satu satunya cara untuk belajar. Bahkan cara belajar anka pun berbeda beda. Ada yang cocok dengan gaya belajar formal seprti di sekolah atau kurus, tapi ada yang lebih cocok belajar sendiri.
Dan sebenarnya perlu dicari tau juga apa alasan anak menolak kursus. Apakah karena tempatnya, gurunya, sistem pembelajarannya atau alasan lain

14. Sukma – Jepang

Anak saya perempuan umur 6 tahun Dia sangat suka sekali menggambar dan segala macam yg berhubungan dengan dinosaurus. Saat dia bereksplorasi sesuai kegemarannya, apabila ada pertemuan dengan anak yg memiliki hobi yang sama, temannya ini selalu laki-laki, semoga kedepannya betemu dengan anak perempuan juga. Pertanyaan saya, bagaimana memahamkan bahwa perempuan dan laki-laki sama saja, karena sering kali anak saya jadi menarik diri saat dia merasa ada sesuatu yg tidak bisa dia lakukan karena dia anak perempuan.

Jawaban :

Wah ananda seneng Dinosaurus ya?

Pertama coba dimulai dari lingkungan keluarga dlu bun. Berikan pemahaman dan pengalaman bahwa hal seperti itu wajar. Mulai dari keluarga yang menerima ananda apa adanya. Karena menyukai dinosaurus mah wajar wajar saja. Banyak paleontolog yang seorang wanita. Keren keren lo. Salah satunya adalah Marry Anning. Seorang paleontolog wanita yang terkenal meneliti disnosaurus.
Mulai dari keluarga, berikan dukungan, kepercayaan, dan tumbuhkan keberanian ananda agar tumbuh kepercayaan dirinya

15. Linda Dwihapsari – Lampung

1. Bagaimana cara kita membantu jika ada seorang anak laki – laki usia 11 tahun , tapi belum terlihat bakatnya?
2. Adakah tips tertentu yang harus dilakukan orangtua juga saudara dekat yang ada di sekitar si anak agar tidak tertinggal jauh dalam menemukan bakatnya?

Jawaban :

Pertama kita perlu memahami dahulu tentang pengertian bakat. Bahwa bakat bukan hanya kelebihan fisik, tapi juga sifat sifat yang produktif.

Anak belum terlihat kecenderungannya biasanya karena kepercayaan dirinya terkikis. Oleh karena itu tumbuhkan kembali kepercayaan dirinya. Berikan kesenpatan dna kepercayaan pada ananda untuk menentukan sendiri apa yang diinginkannya.

Dan mulai kembali dengan 3 B
Banyak  ragam kegiatan
Banyak wawasan, dan
Banyak bertemu orang

Jangan lupa terus mendampingi dan terus mengobservasi perkembangan perkembangannya. Ulangi semua langkah dari awal
16. Yuna Tresna – Karawang

Bagaimana cara memberikan pengalaman atau pengetahuan baru kepada anak (usia 9 tahun) yang belum apa-apa sudah menolak/tidak mau mencoba? Contohnya: anak sangat suka main bola kemudian ikut sekolah sepak bola (SSB). Lalu orang tua mau mengajak untuk mencoba kegiatan yang lain seperti berenang, panahan, wushu, dll namun anak belum juga mencoba sudah menolak. Apakah bakatnya memang hanya di sepak bola? Terima kasih banyak.

Jawaban:

Perlu didengarkan dahulu alasan penolakan dari ananda. Apa yang membuat ananda menolak kegiatan lain.

Kemudian jika ananda memang belum mau mencoba kegiatan kegiatan tersebut, ya gak apa apa. Minimal kita sudah memberi pengetahuan dan wawasan tentang kegiatan lain. Kalo memang ananda tidak tertarik lebih baik tidak perlu dipaksa. Berarti memang tidak tertarik akan hal itu.

17. Siti Maesaroh – Purwokerto

1 . apakah bakat bisa diturunkan dari orangtua?
2. bagaimna cara mengetahui kalau anak berbinar binar matanya ?
3. apakah berbeda antara hobi dan bakat dan apakah saling berkaitan ?

Jawaban :

1. Belum ada penelitian yang membuktikan hubungan antara gen dan bakat.
2.  Amati, observasi, dan dengarkan anak dari hati. Emphati
3. Sudah ada jawaban di pertanyaan sebelumnya
18. Anonim – Jogjakarta

Bagaimana jika kita sudah menemukan hal yang disukai dan enjoy ketika menjalankannya, namun jika dibandingkan dgn orang lain (yang menyukai hal yg sama), prestasi kita jauh dibawah org lain tsb. Apakah yang namanya bakat itu harus ditunjukkan dgn kegemilangan prestasi dan kejuaraan? Bagaimana mengukur bahwa kita sukses dalam bakat kita? Trims

Jawaban :

4E diukur oleh diri sendiri. Termasuk dalam hal excellent. Tidak bisa serta merta secara sederhana dibandingkan dengan orang lain. Uang mengukur adalah diri sendiri. Excelent adalah saat diri kita puas dengan hasil yang kita buat. Puas saat setelah melakukannya.
19. Dessy_Singapura

Apakah ada hubungannya pencarian bakat dgn sifat seseorang (kolerik/melankolis/sanguin/phlagmatis?)

Jawaban :

Secara tidak langsung ada juga. Tapi saya belum bisa membuktikan hal ini. Hanya dari pengamatan sekitar saja.
Misalnya seorang sanguin biasanya communicator. Dan kuat di bagian berhubungan dengan orang lain, biasanya relator. Dan begitu selanjutnya
Selalu ada hubungan hubungannya dengan ke 34 tema bakat

19. Ratih Indah Puji – Subang

Adakah aplikasi/tes online untuk mengetahui bakat yang dimiliki anak?

Jawaban :

Anak masih berkembang, masih perlu banyak pengetahuan, wawasan, dan pengalaman. Apa yang mereka sukai, minati dan geluti saat ini tidak menjadi jaminan akan menjadi bakatnya kelak sampai dewasa.
Baiknya tidak perlu memggegas. Observasi aja terlebih dahulu oleh orang tua. Dicatat dan diamati perkembangannya.
Saya ada assessment untuk isian orang tua dalam membantu pengamatan anak. Tapi tidak untuk diisi oleh anak
20. Laily – Pekanbaru

1. Saya sering melihat banyak orang yang mulanya hobi menjadi bakat,karena hobi yang diasah terus menerus akan membuat orang tersebut ahli di bidangnya, misal hobi komputer, lama2 memiliki kemampuan lebih dr sekedar meng-operasikan komputer. Apakah bs dibilang bakat berawal dari hobi?

2. Ketika ada orang dewasa mudah stres dan beberapa tidak tahu bakat yg dimiliki, darimana diperbaikinya bu? Terima kasih

Jawaban :

Jika bakat pasti akan selalu menimbulkan minat. Dan akan mudah untuk dipelajari. Hingga pasti akan mudah menjadi hebat pada hal tersebut.
Untuk orang dewasa yang ingin mengetahui bakatnya bisa mengikuti assessment sebagai alat  bantu menemukan diri. Lanjutkan dengan lebih memahami diri dengan observasi dan pemahaman diri.

Advertisements

Author:

# Economic Teacher at SMAN 71 Jakarta, # Single Parent Mom with 4 children, # Interest in reading and crafting, # Owner of RaQueeFA_House Bookstore,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s