Posted in My Family Project

Workshop Membuat Keju Mozarella bersama Janna Community

FB_IMG_1489728861790

Ahad pagi tanggal 26 Maret 2017 adalah hari yang kami nantikan. Petualangan Keju Mozarella kami dimulai hari ini. Alhamdulillah ada Janna Community yang memfasilitasi kami untuk belajar mengenal dan membuat keju mozzarella bersama Ms. Ines Setiawan dari SHINE, Social Entrepreneurial Organization.

Pagi ini kami berangkat lebih awal menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan menuju Grand Depok City. Pada kesempatan ini, tim kami hanya diwakili 3 orang. Saya, Haura dan Salika. Alhamdulillah ada Bude yang bersedia ketitipan Farih dan Baby Fatih sehingga kami bertiga bisa lebih fokus untuk belajar. Workshop ini memang diarahkan untuk peserta anak dengan usia minimal 5 tahun.

Aktivitas kali ini mengajarkan anak-anak untuk memanage perjalanan juga. Sejak semalam mereka sudah mempersiapkan pakaian, alat sholat, dan perlengkapan lainnya yang harus mereka bawa, seperti kotak plastik, sendok logam, dan air minum. Kami memperkirakan paling telat berangkat dari rumah adalah pukul 07.00 menuju stasiun kereta api Tebet. Alhamdulillah kami bisa berangkat naik gocar pukul 06.45 dan tiba di Stasiun Tebet pukul 07.00. Karena kami langsung dapet kereta, jadinya tiba di stasiun Depok Lama pukul 07.35.

Sebenarnya, masih terlalu pagi untuk Workshop yang dijadwalkan pukul 09.00. Namun karena tempat workshopnya bukan “wilayah main” kami, jadi lebih baik kecepetan daripada terlambat. Mengingat adanya Car Free Day di daerah Grand Depok City, panitia workshop memang sudah mengingatkan agar kami tiba lebih awal. Untungnya anak-anak sudah sarapan terlebih dahulu.

Worshop dimulai tepat pukul 09.00, dan anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok. Di awal workshop, Ms Ines menjelaskan sedikit tentang jenis dan sejarah keju dengan metode Tanya jawab. Seru juga ternyata. Hari ini kami baru tau kalau Keju itu ada sekitar 3000an jenis, namun berdasarkan fermentasinya, bisa dibagi lagi menjadi 3 kelompok besar ;

  1. Keju lunak (fermentasi dalam hitungan jam, sekitar 8 jam), contoh : Keju Mozarella.
  2. Keju semi keras (fermentasi dalam hitungan bulan, sekitar 2 bulan), contoh : Keju Cheddar.
  3. Keju keras (fermentasi dalam hitungan tahun), contoh : keju parmesan.

Adapun fermentasi dapat dilakukan dengan bakteri atau menggunakan jamur. Tapi bakterinya tentu saja bakteri baik, bukan bakteri pembusuk.

Adapun, menurut sejarah, keju berasal dari Mesopotamia (Irak). Di daerah Timur Tengah, orang sulit menemukan air sehingga mereka sering meminum susu yang diperah langsung dari hewan ternak. Sementara untuk mereka yang melakukan perjalanan pada masa itu, susu biasa disimpan dalam tempat minum yang berasal dari perut domba karena zaman itu belum ada Tupperware (#eh..iklan). Nah,.. perut domba ini mengandung Bakteri dan Enzim Rennin. Enzim Renin ini adalah enzim yang mengubah susu menjadi Kasein. Ms Ines menjelaskan Kasein itu padatan yang berasal dari susu, bentuknya mirip gumoh dede bayi setelah minum susu. Jadi,.. kalau zaman dulu orang bepergian dengan bekal susu dalam tempat minum dari kulit domba, makin lama bepergian..susu yang tersimpan bisa berubah menjadi yoghurt dan keju.

Menurut Ms Ines, di Turki, bakteri untuk fermentasi susu menjadi produk olahan keju mudah ditemui di pasar. Karena kebiasaan penduduk setempat, makan keju itu seperti makan sambel yang dicampur dengan makanan pokok lainnya.  Sebenarnya, keju yang kita buat sendiri memungkinkan bisa lebih banyak proteinnya lho..

Salah satu cara mendeteksi keju asli kaya protein itu dengan mudah adalah dengan melihat ingredientnya. Keju asli hanya dibuat dari 4 bahan : Susu murni (harus yang benar-benar diperah langsung tanpa tambahan apa pun), Garam non yodium (Garam Himalaya), Bakteri fermentasi, dan Enzim Rennin. Ms Ines membawa salah satu produk keju yang dijual di pasar. Dalam kemasannya tertera ingredient lebih dari 4, artinya tidak full protein, melainkan ada kandungan karbohidratnya juga. Tapi perusahaan keju tersebut jujur kok, mereka menuliskan jenis produknya bukan keju cheddar tapi keju dalam proses cheddar. Karena memang ada alasan ekonomis untuk menekan biaya produksi agar lebih terjangkau.

Ms Ines juga memotivasi anak-anak untuk menjadi pengusaha keju karena peluangnya masih terbuka lebar. Banyak produk olahan makanan yang memerlukan keju sebagai bahan baku padahal UKM yang memproduksi keju masih sangat sedikit.

Seneng sekali ikutan workshop membuat keju mozzarella dengan Ms Ines. Belajar science jadi lebih menyenangkan dan ilmunya juga langsung bisa diaplikasikan. Beliau juga menjelaskan substitusi bahan baku jika kita tidak memperoleh bahan baku yang seharusnya, seperti misalnya kita bisa mensubstitusi citrun acid dengan perasan air jeruk nipis.  Ohya,.. alasan kenapa workshop kali ini memilih jenis keju mozzarella adalah karena fermentasinya cuma dalam hitungan jam. Itu saja, anak-anak sudah penasaran dengan hasil fermentasi keju mereka yang harus ditunggu selama kurang lebih 8 jam. Gimana kalau bikin cheddar atau parmesan ya? pasti anak-anak lebih tidak sabar menunggu, he..he..

Dalam workshop ini, setiap peserta mendapatkan kit membuat keju mozzarella, juga souvenir pensil dan penghapus pensil lucu. Peserta juga bisa memesan susu murni untuk bahan membuat keju mozzarella di rumah. 1 WS kit bisa dipergunakan untuk 25 liter susu.

Adapun isi kit, serts tutorial membuat keju mozarella dan cream cheese oleh Ms Ines Setiawan bisa dilihat di sini (1) dan di sini (2).

Berikut saya lampirkan dokumentasi kegiatan workshop membuat keju mozzarella.

Alhamdulillah. Terimakasih untuk Janna Community yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Terimakasih juga untuk Ms Ines atas ilmunya. Dan terimakasih untuk Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang Level 3 IIP Jakarta untuk tantangan menariknya.

IMG_20170327_115234

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari2

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunSayIIP

 

 

Advertisements

Author:

# Economic Teacher at SMAN 71 Jakarta, # Single Parent Mom with 4 children, # Interest in reading and crafting, # Owner of RaQueeFA_House Bookstore,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s