Posted in My Family Project

Hidup Bermakna dengan Proyek Keluarga

bridge not home

Apa yang saya cari di dunia? Hidup seperti apa yang saya inginkan?

Dunia adalah Jembatan. Dan jembatan tidak seharusnya dijadikan tempat untuk pulang..

Lalu,.. kalau nantinya saya akan pulang ke kampung akhirat, saya harus hidup seperti apa di dunia?

Kebahagiaan di dunia harusnya menjadi prolog dari kebahagiaan hakiki saya di akhirat.

Oleh karena itu,..

Saya memilih berbahagia dengan hidup bermakna.

Prof. Martin Selligman mendefinisikan Hidup Bermakna (Meaningful Life) lebih tinggi dari tingkat kehidupan yang nyaman. Selain segala keperluan hidupnya telah terpenuhi, Ia menjalani hidup ini dengan penuh pemahaman tentang makna dan tujuan kehidupan. Selain untuk diri dan keluarga nya, Ia juga memberikan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Rasa kebahagiaan yg timbul ketika banyak orang lain mendapatkan kebahagiaan karena usahanya. “Pleasure in Giving” atau kebahagiaan dalam berbagi. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat spiritual.

Lalu, bagaimana untuk mencapai hidup bermakna? Untuk itu, kita memerlukan berbagai macam kecerdasan hidup.

Kecerdasan Intelektual (Intellectual Quotient / IQ) akan membuat seseorang menjadi PANDAI.

Kecerdasan Emosional (Emotional Intelleigence / EI) akan membuat seseorang mampu MENGENDALIKAN DIRI.

Kecerdasan Spiritual ( Spiritual Intelligence / SI) memungkinkan hidup seseorang menjadi PENUH ARTI.

Dan Kecerdasan Menghadapi Tantangan (Adversity Intelligence / AI) akan menentukan seberapa TANGGUH seseorang untuk mencapai tingkat KEBAHAGIAAN HIDUP yang dia inginkan.

Selalu ada kejutan di setiap level Kelas Bunda Sayang IIP Jakarta.

Kali ini, saya dan teman-teman ditantang untuk melatih berbagai kecerdasan hidup bersama keluarga demi meraih kebahagiaan hidup bermakna. Dengan mengusung tagline “My Family, My Team!”, kami diarahkan untuk membuat Proyek Keluarga.

Apaan tuh Projek Keluarga??

Projek Keluarga adalah salah satu aktivitas yang bisa kita jalankan di keluarga sebagai sarana belajar seluruh anggota keluarga dalam meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan seluruh anggota keluarga.

Projek keluarga ini secara sadar dibicarakan bersama, dan dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.

Teruss.. Apa sih ciri-ciri Projek Keluarga?

a. Fokus pada proses, bukan pada hasil
b. Sederhana
c. Menyenangkan
d. Mudah – Menantang
e. Memiliki durasi pendek

Kemudian,.. Komponen Projek Keluarga apa saja?

  1. Sasaran
    SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reliable, Tangible
    Maksimum 3 sasaran.
  2. Sarana
    Alat dan Bahan yang diperlukan.
    Dana yang diperlukan ( apabila ada)
  3. Sumber Daya Manusia
    Penanggungjawab
    Pelaksana
  4. Waktu
    Jadwal Pelaksanaan
    Durasi
  5. Nama Projek
    Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.

Lalu, Bagaimana cara memantau PROJEK KELUARGA? # Jawabnya : Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI.

Apabila sudah menjalankan projek keluarga maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, apabila projek memiliki durasi lebih dari 1 minggu – 1 bulan. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.

Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.

Apabila ada hal-hal yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.

Hm.. CARA MENGAPRESIASI bagaimana sih?

Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di IbuProfesional, forum keluarga seperti ini terkenal dengan nama “MASTER MIND”. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:

a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b. Apa yang sudah baik?
c. Minggu depan apa yang akan kita lakukan?

Jangan lupa, biasakan AMATI, TERLIBAT, TULIS. Apalagi tuh maksudnya?

AMATI

*Aspek Komunikasi Produktif*
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?

*Aspek Kemandirian*
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?

*Aspek Kecerdasan*
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? ( IQ),

Bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ? (EI),

Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? ( SI),

Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang ( AI)

TERLIBAT

Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.

TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek, baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa kita setiap hari dan selalu semangat mengunci ilmu dengan amal.

Oke,..

Sekarang saatnya mengamalkan ilmu 🙂

My Family, My Team

Dan Alhamdulillah tantangan level 3 ini berhasil memaksa saya untuk melahirkan kisah “the RaQueeFA_House Project”

RaQueeFA House

Projek pertama kami bernama : “Mozarella Cheese Adventure”

Sasarannya :

  1. Bunda dan anak-anak mengenal keju mozzarella dengan ikut pelatihan “Membuat Keju Mozarella” nya Janna Community.
  2. Bunda dan anak-anak membuat makanan olahan dari keju mozzarella. Dan pilihan kami adalah Pizza Mozarella.

Sarana

Alat : Oven tangkring, kompor, cetakan pizza mini dengan alumunium foil.

Bahan : Bahan Pizza Dough, Bahan Pizza sauce, Bahan Pizza Topping, dan Mozarella Cheese buatan anak-anak. (Link resep menyusul di hari berikutnya ya..)

Dana yang diperlukan : Ada lah.. dana investasi ilmu untuk membeli bahagia hidup bermakna, he..he..

Sumber Daya Manusia

Pimpro : Bunda
Pelaksana : RaQueeFA (HauRa_SalikaQueena_Farih_Fatih), Khusus Baby Fatih tugasnya bantuin nyengir dan gak rewel untuk nyemangatin Bunda dan kakak-kakak menyelesaikan projek ini 🙂

Waktu

Jadwal Pelaksanaan : Selasa, 28 Maret 2017
Durasi : 26-28 Maret 2017

IMG_20170324_093306

#AnnisaMirantyGumay

#TantanganHari1

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunSayIIP

Referensi :

Materi/Tim Fasilitator Bunda Sayang/IIP Jakarta 2017
Stoltz, Paul G, PhD, 1997 Adversity Quotient, Mengubah hambatan menjadi Peluang, Jakarta , Grasindo
Melva Tobing, MPsi, Daya Tahan Anak Hadapi Kesulitan, Jakarta.
D. Paul Reily , “Success is Simple”, Gramedia, Jakarta
Lela Swell, Success, Grasindo, Jakarta
Martin Selligman, Authentic Happiness, Jakarta

Advertisements

Author:

# Economic Teacher at SMAN 71 Jakarta, # Single Parent Mom with 4 children, # Interest in reading and crafting, # Owner of RaQueeFA_House Bookstore,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s