Posted in Melatih Kemandirian Anak

Bintang Biru dan Bebek Manyun, Our Stamp Collecton Game :)

Setelah saya memasuki setengah perjalanan Tantangan 10 Hari Melatih Kemandirian, terbersit lah ide untuk memberikan Stamp Collection Game pada anak-anak. Intinya sih konsep Reward and Punishment.. tapi ada sedikit modifikasi.

Aturannya seperti ini :

  1. Setiap anak punya lembar pengumpulan stempelnya masing-masing.
  2. Lembar pengumpulan stempel diisi setiap hari.
  3. Masing-masing anak menuliskan kebaikan dan kesalahan yang mereka lakukan pada hari itu dengan JUJUR.
  4. 1 kebaikan = 1 stamp “Bintang Biru” dan 1 kesalahan = 1 stamp “Bebek Manyun”
  5. Skor akhir = Total Bintang Biru – Bebek Manyun
  6. Anak dengan skor akhir Bintang Biru yang terbanyak pada setiap minggunya akan mendapat reward tabungan Rp 10,000

Ternyata anak-anak sangat antusias dengan game ini. Masing-masing dari mereka berusaha melakukan banyak kebaikan dan sprotif untuk jujur mengakui kesalahan. Dan, sesi yang paling ditunggu oleh mereka adalah saat menyetempel Lembar Pengumpulan Stiker kemudian menghitung jumlah Bintang Biru dan Bebek Manyun yang mereka peroleh pada hari itu.

Mba Haura yang sedang semangat menabung untuk beli sepatu makin rajin nyuci piring, bebenah dan jadi lumayan cepat tanggap kalau disuruh. He..he.. mungkin saat ini Haura masih di tahap mengharap pamrih, tapi biarlah sambil memotivasinya di tahap awal. Harapan saya, secara tidak sadar, Haura akan terbiasa semangat melakukan kebaikan dan mengurangi kesalahan.

Lain lagi dengan Kakak Salika yang masih terjebak di urusan Baper alias BawaPerasaan. Sore ini, Kakak Salika tutup kuping saat dinasehatin Bunda dan marah-marah saat diingatkan untuk sholat Ashar. Saat itu, Bunda hanya bisa diam namun ketika Kakak Salika ngajak ngomong Bunda, gantian deh..Bunda pura-pura nggak denger. Alhamdulillah si Kakak peka dan langsung minta maaf karena udah ngerasain bahwa dicuekin itu sangat tidak enak. Setelah Kakak Salika mengakui kesalahannya, baru deh dia bisa menyimak nasehat dengan baik. Dan tetap sportif menyetempel Bebek Manyun di Lembar Pengumpulan Stempelnya.

Kalau Farih, salah satu hal yang masih harus selalu diingatkan adalah tentang bersikap sopan saat dinasehati bukannya malah meledek. Terkadang bagi Farih, nasehat Bunda atau Neneknya bisa dijadikan becandaan. Kalau sudah begitu kembali saya mengulang cerita tentang Rasulullah SAW tidak pernah bercanda melampaui batas, agaknya cerita itu masih harus saya ulang-ulang. Tapi Farih cukup kooperatif untuk urusan membantu buang sampah ataupun belanja ke warung.

Reward and punishment lumayan efektif untuk memotivasi anak-anak agar terbiasa melakukan kebaikan dan meminimalisir kesalahan. Namun, yang jauh lebih penting adalah mengingatkan mereka bahwa setiap tindakan yang kita lakukan memiliki konsekuensi. Konsekuensi ini bisa positif maupun negatif.

Reward and punishment hanya contoh kecil dari konsekuensi tersebut. Konsekuensi positif, yang anak-anak rasakan setelah melakukan kebaikan, jauh lebih utama dari reward dalam contoh kecil tersebut.

#Tantangan10Hari
#Hari7
#Level2
#MelatihKemandirian
#KulianBunSayIIP

 

Advertisements

Author:

# Economic Teacher at SMAN 71 Jakarta, # Single Parent Mom with 4 children, # Interest in reading and crafting, # Owner of RaQueeFA_House Bookstore,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s