Posted in Melatih Kemandirian Anak

ART FreeDay Challange

Hari Minggu di rumah kami adalah “ART Free Day”. Artinya, semua pekerjaan dari pagi hingga hari berakhir ya… tanggung jawab bersama. Dulu mungkin pernah jadi tanggung jawab Bunda, doang. Tapi setelah mengingat dan menimbang bahwa bunda akan kesulitan kalau harus menyelesaikan semua pekerjaan rumah seorang diri maka diputuskan lah beberapa peraturan ini di rumah kami.

Aturan ART Free Day ;
Syarat boleh main ke luar rumah adalah :
1. Sudah mandi pagi
2. Sudah sarapan
3. Sudah melaksanakan tugas harian, minimal 1 tugas
4. Main harus sambil menjaga adik (main bersama adik)
5. Memakai pakaian yg baik
6. Memperhatikan adab bermain
7. Pulang sebelum pukul 11.00

Awalnya, aturan ini sulit diterapkan. Minggu pagi kami dilalui dengan drama omelan karena anak-anak masih mau leyeh-leyeh di hari libur, atau omelan karena bangun tidur cuma pindah tempat tidur ke depan TV, dan omelan karena anak-anak rebutan kamar mandi begitu disamper teman-temannya untuk bermain, dan banyak drama-drama lainnya di sela kerepotan bunda menyiapkan sarapan, dan beberes rumah. Belum lagi kalo Baby Fatih rewel, Argh.. langsung deh, berbagai tanduk muncul di kepala Bunda.

Sampai satu waktu saya berfikir, “Gak bisa begini terus nih!” dan akhirnya kami menyepakati aturan-aturan di atas.

Saat ART FreeDay, Haura lebih mandiri daripada adik-adiknya karena, secara usia, Ia juga lebih tua dari adik-adiknya. Hanya saja kepedulian untuk bermain bersama adik-adik masih sangat kurang. Setelah selesai dengan dirinya, Ia langsung main dengan teman-teman tanpa mempedulikan adiknya.

Salika malah jauh lebih care pada Farih. Memperhatikan dan mengingatkan agar Farih segera mandi, kemudian lanjut sarapan bersama. Salika juga sering membantu Farih menyalakan lampu kamar mandi. Mungkin jarak usia yang dekat lah yang membuat mereka berdua lebih kompak bermain bersama, apalagi teman-teman bermainnya juga sama.

Adapun Farih, kalau untuk urusan main mah nomer 1, Ia akan segera bergegas mandi, tidak mau ketinggalan. Lumayan mudah memotivasi Farih untuk mandi dan makan saat ART FreeDay kalau rewardnya adalah main keluar.

Saya memang lebih memilih anak bermain dengan teman-temannya di ruang terbuka daripada stay di rumah, nonton TV atau pun pegang gadget.
Penggunaan TV dan gadget di rumah kami memang sangat terbatas. Selain bermain di luar, terkadang anak-anak dan temannya memainkan mainan edukatif ataupun membaca buku di rumah kami.
Pernah juga Haura menginisiasi teman-teman dan adiknya untuk proyek craft, entah bikin hiasan dari flanel, dan kardus bekas, ataupun membuat slime di rumah.

Resikonya, rumah memang seperti kapal pecah, ditambah lagi dengan suara “ceria” anak-anak membuat Baby Fatih gak mau tidur, akibatnya Emaknya anak-anak yang kecapean karena standby terus mulai bertanduk lagi 🙂

Alhamdulillah lama-lama anak-anak juga paham sendiri, kapan mereka rame-rame main di rumah dan kapan memilih main di luar rumah. Saat jam istirahat Fatih, kakak-kakak dan teman-temannya memilih bermain di luar rumah.

ART FreeDay ini sebenarnya cukup melelahkan bagi saya. Setelah full kerja Senin-Jumat, ingin istirahat weekend saja sepertinya sulit sekali. Namun, ART FreeDay ini sangat membantu program latihan kemandirian bagi anak-anak dan juga emaknya anak-anak.

Awalnya mungkin sangat melelahkan, karena kami semua berproses untuk mandiri. Tapi sekali saja ada celah untuk inkonsistensi, artinya kami kembali turun level dan harus mengulang proses melelahkan dari awal lagi. Itu lah sebabnya, meski lelah.. Saya tetap berusaha bersyukur dengan keriwehan ini dan tetap konsisten menikmati proses serta memilih bersahabat dengan masa-masa repot ini.

Ada kalanya menyelusup perasaan khawatir kalau harus menitip Baby Fatih pada Farih saat saya harus sholat atau pun ke toilet sebentar. Namun, setelah melihat Baby Fatih dan Mas Farih happy-happy aja.. saya jadi berfikir, kadang-kadang kita perlu juga memberikan kepercayaan saat melibatkan anak-anak dalam berbagi pengasuhan. Sering saya katakan pada mereka bahwa saat ini saudara terdekat mereka ya hanya mereka berempat, yang harus saling sayang, peduli dan menjaga satu sama lain. Mereka harus belajar saling menjaga karena Ayah Bunda tidak akan selamanya ada.

collage-1488899911606

Kalau dulu, saya gak PD menghadapi ART FreeDay, Alhamdulillah sekarang saya sudah mulai berani menghadapinya. Kuncinya sebenarnya simple : Memaksa diri keluar dari zona nyaman, banyak latihan dan konsisten!

Dan,.. pilihan sikap kita terhadap masalah akan sangat menentukan hasil yang kita terima.

Masalah atau Tantangan? It’s Your Choice!

#Tantangan10Hari
#Hari6
#Level2
#MelatihKemandirian
#KulianBunSayIIP

Advertisements

Author:

# Economic Teacher at SMAN 71 Jakarta, # Single Parent Mom with 4 children, # Interest in reading and crafting, # Owner of RaQueeFA_House Bookstore,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s