Posted in Melatih Kemandirian Anak

Get Organized! All the Cool Kids are Doing It :)

“KITA adalah apa yang kita LAKUKAN BERULANG-ULANG, KEUNGGULAN bukanlah sebuah TINDAKAN melainkan KEBIASAAN.”

“Pola pikir membentuk Kebiasaan, Kebiasaan membentuk Karakter, Karakter membentuk Nasib, Nasib menentukan Pola Pikir kembali”. Hal ini lah yang melandasi pentingnya membuang kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan baik.

Alhamdulillah, saya bersyukur anak-anak sudah bisa mandi dan makan sendiri. Lumayan lah bisa meringankan tugas saya karena di rumah kami tidak ada ART yang menginap dan waktu saya banyak terfokus di Baby Fatih.

Tantangan berikutnya bagi saya adalah bagaimana mematahkan kebiasaan buruk anak-anak dan menumbuhkan kebiasaan baik pada mereka.

Untuk Haura, saya memfokuskan diri untuk melatihnya bangun pagi, membuat jadwal harian sendiri dan, tentunya, mematuhi jadwal harian tersebut. Di dalam jadwal harian, wajib dituliskan tugas rumah tangga rutin yang Haura pilih untuk dilakukan minimal 1 kali sehari.

Untuk Salika dan Farih, saya juga masih terfokus pada pendampingan bangun pagi, kesadaran untuk mengurus kepentingan pribadi secara mandiri, dan melakukan satu tugas rumah tangga rutin yang dipilihnya untuk dilakukan minimal 1 kali sehari.

Kenapa HARUS BANGUN PAGI?

Jawabannya ada pada gambar berikut ini :

berkah-umat-rasulullah-di-pagi-hari

Semoga dengan terbiasanya anak-anak bangun pagi maka mereka akan terhindar dari sifat malas, memiliki tubuh yang lebih sehat, dapat menyelesaikan checklist harian dengan lebih cepat dan tentunya menjadi pribadi yang diberkahi oleh Alloh.

Demi melancarkan program bangun pagi, saya akhirnya membeli jam weker untuk anak-anak. Lumayan menghibur, melihat ekspresi anak-anak saat ngoprak-ngoprek jam weker tersebut. Maklum kalau sedikit norak, karena biasanya Bunda yang jadi alarm. Alhamdulillah cukup memotivasi untuk bangun pagi mumpung lagi seneng-senengnya mematikan alarm, he..he..

Tak lupa Saya pun menitipkan whiteboard note set pada Haura untuk dipakai menulis jadwal harian sehingga memudahkannya men-cheklist tugas harian yang sudah dilaksanakan.

Untuk tugas rumah tangga harian, Haura memilih mencuci piring. Salika memilih jadi seksi beberes, terutama beberes sendal di teras. Sementara Farih, tugasnya membuang sampah. Namun hal yang paling urgent untuk dirubah oleh Farih adalah membiasakannya membereskan mainan/barang setelah selesai dipergunakan.

Alhamdulillah anak-anak semangat mengikuti program bangun pagi dan kerja sama urusan rumah tangga ini. Berikut beberapa portofolio yang sempat terekam :

Jam weker dan To-Do-List Haura.

dsc_1466

Hasil tugas harian salika, membereskan sendal di teras rumah.

dsc_1462

Farih belajar membereskan mainannya sendiri

Tadinya saya sempat kurang yakin dengan program ini, dan masih dalam proses memotivasi diri untuk mulai memdampingi anak berlatih mandiri. Tapi, kalau tidak dimulai sekarang, mau nunggu sampai kapan?

Meskipun hasil yang terealisasi mungkin belum sesempurna harapan namun setidaknya saya dan anak-anak sudah berproses untuk membangun kebiasaan baik. Berusaha mengatur diri untuk lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan waktu. Agar kami tidak termasuk golongan orang yang tertipu oleh waktu luang.

Let’s Get Organized ! All the Cool Kids are Doing It 🙂

#AnnisaMirantyGumay
#Hari3
#Level2
#MelatihKemandirian
#KuliahBunSayIIP

 

 

Advertisements

Author:

# Economic Teacher at SMAN 71 Jakarta, # Single Parent Mom with 4 children, # Interest in reading and crafting, # Owner of RaQueeFA_House Bookstore,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s