Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Annisa M. Gumay_NHW#5_Matrikulasi IIP Batch#2

never stop learning because life never stops teaching.jpg

Semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar. Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit. Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa.

Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan

Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah. Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali. Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.

Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal :

  1. Belajar hal berbeda
  2. Cara belajar yang berbeda
  3. Semangat Belajar yang berbeda

# Belajar Hal Berbeda

Belajar lah apa saja yang bisa:

  1. Menguatkan Iman,
    Ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya
  2. Menumbuhkan karakter yang baik.
  3. Menemukan passionnya (panggilan hatinya)

# Cara Belajar Berbeda

Jika dulu kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.

Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya

Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.

Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik. Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.

# Semangat Belajar Yang berbeda

what u learn today.jpg

Semangat belajar yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :

  1. Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.
  2. Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita. Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu). Yang harus dipahami : Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita.

# Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah

Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal-hal yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin. Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Jangan meratakan lembah maksudnya adalah menutupi kekurangannya.Apabila anak kita tidak pandai matematika dan kita justru berusaha menjadikannya pandai dengan menambah porsi belajar matematikanya (memberi les) malah akan menjadikan anak menjadi semakin stress.

Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira. Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.

# Bagaimanakah membuat anak menjadi suka belajar ?

  1. Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati
  2. Mengetahui tujuannya, cita-citanya
  3. Mengetahui passionnya

Jika sudah mengerjakan semua itu maka anak kita sedang meninggikan gunung dan Ia melakukannya dengan senang hati.

Good is not enough anymore we have to be different.

Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).

coco chanel.jpg

# Peran kita sebagai orang tua :

  1. Sebagai pemandu : usia 0-8 tahun.
  2. Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun. Kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya.
  3. Sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.

# Cara mengetahui passion anak adalah :

  1. Observation_ ( pengamatan)
  2. Engage_(terlibat)
  3. Watch and listen_ ( lihat dan dengarkan suara anak)

Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain sementara kita belajar telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu. Kemudian ajaklah anak berdiskusi tentang kesenanganya agar kita bisa mensupport anak sesuai minat bakatnya .

# Adapun cara mengolah kemampuan berfikir Anak :

  1. Melatih anak untuk belajar bertanya, caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.
  2. Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya
  3. Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari
  4. Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.

Setelah mempelajari tentang “Learning How to Learn” peserta Matrikkulasi IIP Batch#2 kali ini ditugaskan untuk praktek membuat Customized Curriculum atau Design Pembelajaran ala kita.

Saat mengerjakan NHW#5, saya belajar membuat desain pembelajaran yang ala saya sendiri yang diukur dari rasa ingin tahu saya dan anak-anak terhadap sesuatu, membuat road map perjalanannya, mencari support system untuk hal tersebut, dan menentukan “exit procedure” andaikata di tengah perjalanan ternyata kami ingin ganti haluan.

Dan untuk menyelesaikan tantangan NHW pekan ini, saya mengadaptasi model desain pembelajaran ADDIE (Pribadi, 2010:127). ADDIE Model adalah model desain pembelajaran yang menggunakan 5 tahap/ langkah sederhana dalam pengaplikasinnya. Ini merupakan desain pembelajaran yang mudah dipelajari.

Sesuai dengan namanya model desain pembelajaran ADDIE ada 5 tahap/ langkah dalam pembelajarannya yaitu Analysis, Desain, Development, Implementation, dan Evaluation. Ada lima langkah yang dikemukakan dalam model ini sesuai dengan akronimnya  yaitu:

  • Analysis:  menganalisis kebutuhan untuk menentukan masalah dan solusi yang  tepat dan menentukan kompetensi siswa.
  • Design: menentukan  kompetensi khusus, metode, bahan ajar, dan pembelajaran.
  • Development: memproduksi program dan bahan ajar yang akan digunakan dalam program pembelajaran.
  • Implementation: melaksanakan program pembelajaran dengan menerapkan desain atau spesifikasi program pembelajaran.
  • Evaluation: melakukan evaluasi program pembelajaran dan evaluasi hasil belajar.

# A nalysis ; Mengidentifikasi kebutuhan belajar Bunda dan Anak-anak

Kebutuhan Bunda : Ilmu tentang Ibu, Pendidik Peradaban

Kebutuhan Haura-Salika-Farih-Fatih secara umum terangkum dalam framework          operasional pendidikan berbasis fitrah dan ahlak berikut ini :

 

framework-fbe-1

# D esign ; Menentukan  kompetensi khusus, metode, bahan ajar, dan pembelajaran

fbe-dodik

# evelopment ; memproduksi program dan bahan ajar yang akan digunakan dalam program pembelajaran.

Matriks Program secara umum dan bahan ajar rencananya akan dibuat saat Bunda liburan sekolah. Penyesuaian program dan pembuatan portofolio anak-anak dibuat secara bertahap dan diperbaharui setiap bulannya. Bahan ajar dipersiapkan setiap minggu.

Untuk tahap awal, program belajar anak-anak difokusnya pada Aktivitas RaQueeFA_1821 (Family Bonding Time pukul 18.00-21.00) yang disesuaikan dengan fitrah anak-anak. Adapun program belajar Bunda difokuskan pada Aktivitas Merajut Cahaya (Ibadah dan Belajar pukul 02.00-04.00)

# mplementation ; melaksanakan program pembelajaran dengan menerapkan desain atau spesifikasi program pembelajaran. Dilakukan mulai awal tahun 2017

# valuation ; melakukan evaluasi program pembelajaran dan evaluasi hasil belajar. Dilakukan setelah implementasi dilaksanakan.

Pada akhirnya, Bunda HaSaFA akan berusaha mendokumentasikan customized Curriculum ini dan mendokumentasikannya dalam sebuah Buku Parenting.

Insya Alloh, selanjutnya apabila customized kurikulum ini dapat diadaptasi oleh anak-anak tetangga di sekitar rumah, keluarga kami bisa membuka Rumah Kreativitas RaQueeFA, sebuah Rumah Baca Sederhana dan Rumah Kreativitas yang berkegiatan di akhir minggu.

Untuk pelaksanaan kegiatannya bisa melibatkan anak-anak sebagai tutor sebaya untuk teman-temannya ataupun bekerjasama dengan teman-teman di komunitas parenting sebagai narasumber dalam event-event Rumah Kreativitas kami.

Intinya : semangat belajar ini tidak boleh putus selama misi hidup di dunia ini belum selesai. Karena sejatinya belajar adalah proses untuk membaca alam beserta tanda-tanda-Nya sebagai amunisi kita menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi ini.

Setelah saya menemukan pola belajar saya dan anak-anak, tahapan selanjutnya adalah segera fokus mempraktekkan kemampuan tersebut tanpa melupakan ADAB MENCARI ILMU karena sejatinya, belajar ilmu itu mempunyai 3 tingkatan:

tahapan ilmu.jpg

1. Barangsiapa yang sampai ke tingkatan pertama, dia akan menjadi seorang yang sombong. Yaitu mereka yang katanya telah mengetahui segala sesuatu, merasa angkuh akan ilmu yang dimiliki. Tak mau menerima nasehat orang lain karena dia telah merasa lebih tinggi. Bahkan dia juga menganggap pendapat orang yang memberikan nasehat kepadanya, disalahkannya. Selalu mau menang sendiri, tidak mau mengalah meskipun pendapat orang lain itu benar dan pendapatnya yang salah. Terkadang mengatakan sudah berpengalaman karena usianya yang lebih lama namun sikapnya masih seperti kekanak-kanakan. Terkadang ada yang berpendidikan tinggi, namun tak mengerti akan ilmu yang dia miliki. Dia malah semakin menyombongkan diri, congkak di hadapan orang banyak. Merasa dia yang paling pintar dan ingin diakui kepintarannya oleh manusia. Hanya nafsu yang diutamakan sehingga emosi tak dapat dikendalikan maka ucapannyapun mengandung kekejian.

2. Barangsiapa yang sampai ke tingkatan kedua, dia akan menjadi seorang yang tawadhu’. Seorang yang tawadhu’ akan membuat semua orang mencintanya karena Ia memiliki pribadi yang mulia. Meski telah banyak ilmu yang tersimpan di dalam dadanya, ia tetap merendah hati tiada meninggi. Semakin dia rendah hati, semakin tinggi derajat kemuliaan yang dia peroleh. Sesungguhnya karena ilmu yang banyak itulah yang mampu menjadikannya faham akan hakikat dirinya. Dia tak mudah merendahkan orang lain. Senantiasa santun dan ramah, bijaksana dalam menentukan keputusan suatu perkara. Dia dengan semuanya itu membuatnya semakin dicinta manusia dan insya Allah, Allah pun mencintainya.

3⃣Barangsiapa yang sampai ke tingkatan ketiga, dia akan merasakan bahwa dia tidak tahu apa-apa (stay foolish, stay hungry). Tingkatan terakhir ini adalah yang teristimewa. Selalu merasa dirinya haus ilmu tetap tidak mengetahui apa-apa (stay foolish, stay hungry) meskipun ilmu yang dimilikinya telah memenuhi tiap ruang di dalam dadanya. Karena dia telah mengetahui hakikat ilmu dengan sempurna, semakin jelas di hadapan mata dan hatinya. Semakin banyak pintu dan jendela ilmu yang dibuka, semakin banyak didapati pintu dan jendela ilmu yang belum dibuka. Justru, dia bukan hanya tawadhu`, bahkan lebih mulia dari itu. Dia selalu merasakan tidak tahu apa-apa, mereka bisa tak berdaya di dalamnya lantaran terlalu luasnya ilmu.

Sampai dimanakah posisi kita? Hanya kita yang tahu.

Referensi :

_Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014

_Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009

_Hasil Nice Homework #5, Peserta matrikulasi IIP Batch #2,2016

_Materi Matrikulasi IIPbatch #2, Belajar cara Belajar, 2016

_Materi Matrikulasi IIP batch #2, Adab Menuntut Ilmu, 2016,

__http://buahatikusurgaku.blogspot.co.id/2014/05/materi-kuliah-bunda-cekatan-learn-how.html

_http://mastugino.blogspot.co.id/2013/06/model-model-desain-pembelajaran.html?m=1

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Author:

# Economic Teacher at SMAN 71 Jakarta, # Single Parent Mom with 4 children, # Interest in reading and crafting, # Owner of RaQueeFA_House Bookstore,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s