Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

IBU,.. Manajer Keluarga Handal

super-woman-multitasking-illustration

Annisa M. Gumay_NHW#6*

Pekan ini, peserta Matrikulasi IIP Batch 2 belajar menjadi Manajer keluarga handal. Pelajaran dimulai dengan merefleksi Motivasi Bekerja Ibu.

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik.

Padahal sejatinya, Semua Ibu adalah IBU BEKERJA yang WAJIB profesional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik. Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu tetap harus SELESAI dengan manaJemen rumah tangganya.

Ibu harus merasa rumah lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga jika Ia memilih menjadi ibu yang bekerja di ranah domestik maka akan berusaha lebih profesional dalam melaksanakan pekerjaan rumah bersama anak-anak. Sama halnya dengan Ibu yang bekerja di ranah publik, pun tidak akan menjadikan bekerja di ranah publik tersebut sebagai pelarian ketidakmampuannya di ranah domestik.

mothers-strengths

Seorang Ibu hendaknya menanyakan pada diri sendiri :  Apa motivasinya dalam bekerja?

# Apakah masih ASAL KERJA, menggugurkan kewajiban saja?

# Apakah didasari sebuah KOMPETISI sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?

#Apakah karena PANGGILAN HATI sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?

Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita
.
# Kalau motivasinya masih ASAL KERJA maka akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, menganggap pekerjaan sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.

# Kalau didasari KOMPETISI maka yang terjadi adalah stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses.

# Namun kalau bekerja karena PANGGILAN HATI, maka kita akan sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.

Peran Ibu sejatinya adalah Manager Keluarga. Bagaimana sebaiknya sikap kita sebagai seorang manajer profesional ?

  1. Masukkan dulu dalam pikiran kita : Saya Manager Keluarga, kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.
  2. Hargai diri kita sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.
  3. Rencanakan segala aktivitas yang akan kita kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, dan patuhi.
  4. Buatlah skala prioritas
  5. Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.

Lalu, bagaimana menangani kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi?

being-super-mom

Maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

  1. PUT FIRST THINGS FIRST

Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. – Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini – aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

2. ONE BITE AT A TIME

Lakukan setahap demi setahap. Lakukan sekarang. Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

3. DELEGATING

Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita. Namun ingat : Anda adalah MANAGER, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda.

4. LATIH-PERCAYAKAN-KERJAKAN-DITINGKATKAN-LATIH LAGI-PERCAYAKAN LAGI begitu seterusnya.

Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

Kapan kita menjadi IBU PROFESIONAL? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Tetapi jika belum ahli juga, biasanya itu karena selama ini kita masih SEKEDAR MENJADI IBU.

Adapun beberapa hal yang bisa seorang Bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas diri agar tidak sekedar menjadi ibu saja, antara lain:

  1. Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang. Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “managjer keuangan keluarga.
  2. Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak.Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur. Mari kita cari ilmu tentang manajer gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.
  3. Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu –ibu yang seprofesi antar jemput anak sekolah. Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi “manajer pendidikan anak”. Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.
  4. Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dan seterusnya. Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun. Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi. Jika hal itu yang kita alami, Maka meskipun sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.

Hanya ada satu kata BERUBAH atau KALAH. Dan sekarang saatnya saya masuk dalam tahap “Belajar menjadi Manajer Keluarga Handal karena hal ini akan mempermudah saya untuk menemukan peran hidup saya serta mempermudah saya saat mendampingi anak-anak dalam menemukan peran hidupnya.

Namun ada beberapa halyang kadang mengganggu proses kita dalam menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Solusi untuk itu adalah mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut :

  1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting.
  2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
  3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
  4. Kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
  5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
  6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
  7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak, segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Time Management Concept

# 3 Aktivitas Penting Saya : 

  1. Ibadah
  2. Mengurus rumah tangga
  3. Menyelesaikan tugas sebagai Guru di sekolah

# 3 Aktivitas tidak penting Saya :

  1. Berinteraksi dengan HP dan medsos untuk hal yang tidak penting
  2. Menonton TV
  3. Ngobrol tidak penting

# Waktu saya paling banyak habis di aktivitas Mengurus Rumah Tangga.

skala-prioritas-waktu

important-things-for-arrange-time

Jadwal Bunda HasaFA (Weekdays)

02.00-04.30 Ibadah, belajar

04.30-06.15 Menyiapkan sarapan, bersiap berangkat ke sekolah

06.15-15.30 Menjadi Guru di sekolah

15.30-16.00 Mandi, sholat, bersiap dengan tugas domestik

16.00-18.00 Bebenah rumah, menyiapkan makan malam dan aktivitas 1821

18.00-21.00 Aktivitas 1821 / mengaji

21.00-02.00 Tidur (Tapi selalu siap menyusui Baby Fatih)

Jadwal Bunda HasaFA (Weekend)

02.00-04.30 Ibadah, belajar

04.30-06.30 Menyiapkan sarapan

06.30-15.30 Aktivitas mingguan dengan anak-anak (Bebersih rumah bersama, belanja bersama, outing class dengan komunitas, silaturahim dengan keluarga besar, mengikuti pengajian, refreshing dengan anak-anak)

15.30-16.00 Mandi, sholat, bersiap dengan tugas domestik

16.00-18.00 Bebenah rumah, menyiapkan makan malam dan aktivitas 1821

18.00-21.00 Aktivitas 1821

21.00-02.00 Tidur (Tapi selalu siap menyusui Baby Fatih)

Referensi :

_Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP, 2015_

_Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #1, 2016_

_Hasil diskusi NHW#6 Matrikulasi IIP Batch #2, 2016_

_Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom’s Story: Zainab Yusuf As’ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009_

Advertisements

Author:

# Economic Teacher at SMAN 71 Jakarta, # Single Parent Mom with 4 children, # Interest in reading and crafting, # Owner of RaQueeFA_House Bookstore,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s