Posted in Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

Bunda sebagai Agen Perubahan

agent-of-positive-change

Annisa M. Gumay_NHW#9

Menjadi agen perubahan adalah hak semua orang, tidak berbatas gender. Karena, setiap orang memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Namun perempuan, khususnya Ibu, adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan.

Ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga dan masyarakat. Akan sangat baik apabila seorang Ibu mampu menjalankan perannya dalam dua lingkup tersebut secara proporsional karena keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali dalam komunitas Ibu Profesional, kita selalu mengatakan :

“Betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu karena Mendidik 1 Perempuan sama dengan mendidik 1 Generasi maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita.”

Lalu untuk menjadi Agen Perubahan, harus kita mulai darimana ?

Kita bisa memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi MISI SPESIFIK HIDUP KITA. Kita harus memahami jalan hidup sebelum menentukan STRATEGI MENUJU SUKSES.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lah melihat keluarga sebagai lingkaran 1 kita. Perubahan- perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi CHANGEMAKER FAMILY. Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Kita juga bisa menggunakan pola KAIZEN ( Kai = perubahan , Zen = baik). Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

kai-and-zen

Kaizen merupakan aktivitas harian yang pada prinsipnya memiliki dasar “Berorientasi pada proses dan hasil. Berpikir secara sistematis pada seluruh proses.Tidak menyalahkan, tetapi terus belajar dari kesalahan yang terjadi di lapangan.”

Beberapa point penting dalam materi proses penerapan KAIZEN, yang lengkapnya terdapat dalam buku Bunda Cekatan, adalah sebagai berikut :

# Konsep 3M (Muda, Mura, dan Muri) dalam istilah Jepang.

Konsep ini dibentuk untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan mutu, mempersingkat waktu dan mengurangi atau efsiensi biaya. Muda diartikan sebagai mengurangi pemborosan, Mura diartikan sebagai mengurangi perbedaan dan Muri diartikan sebagai mengurangi ketegangan.

murimuramuda

# Gerakkan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) atau 5R.

Seiri artinya membereskan tempat kerja. Seiton berarti menyimpan dengan teratur. Seiso berarti memelihara tempat kerja supaya tetap bersih. Seiketsu berarti kebersihan pribadi. Seiketsu berarti disiplin, dengan selalu mentaati prosedur ditempat kerja. Di Indonesia 5S diterjemahkan menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin.

5s-explanation_kaizen

# Konsep PDCA dalam KAIZEN.

Setiap aktivitas usaha yang kita lakukan perlu dilakukan dengan prosedur yang benar guna mencapai tujuan yang kita harapkan. Maka PDCA (Plan, Do, Check dan Action) harus dilakukan terus menerus.

kaizen-your-life

# Konsep 5W + 1H.

Salah satu alat pola pikir untuk menjalankan roda PDCA dalam kegiatan KAIZEN adalah dengan teknik bertanya dengan pertanyaan dasar 5W + 1H ( What, Who, Why, Where, When dan How).

the-5w-1h

Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal kecil yang kita bisa.

Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.

KELUARGA tetap nomor 1. Ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarakat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan rasa TENTRAM.

Adapun penerapan ilmu dalam materi Bunda sebagai Agen Perubahan pada Matrikulasi IIP Batch 2 ini adalah membuat Social Venture.

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang Social Enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sementara Social Enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Berikut rumus membuat Social Venture :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

social venture.jpg

Bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa empati. Inilah kuncinya. Mulailah dari yg sederhana : lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena, mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita. Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Setelah  berempati dengan isu sosial di sekitar, selanjutnya kita membutuhkan PASSION untuk menciptakan Social Venture.

Sebuah usaha berkelanjutan yang diawali dengan menemukan passion akan mengantar kita menjadi orang yang merdeka dalam menentukan nasib hidup kita sendiri. Hal ini pun akan membuat kita mampu menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

change_agent-characters

Adapun Social Venture saya :

# Minat/Hobi/Ketertarikan : Menulis

# Hard and Soft Skill : Menulis, Mengajar, Event Organizing

# Isu Sosial : Kurangnya minat baca dan semangat belajar anak

# Masyarakat : Anak-anak

# Ide Sosial : Rumah Kreativitas RaQueeFA_House (Rumah Baca yang juga menyelenggarakan event workshop menulis dan membuat buku, craft, dsb untuk mengembangkan minat bakat anak)

ar-rad-littering

Referensi :

-Resume Materi & Tanya Jawab Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch#2 sesi#9, 13 Desember 2016
– Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012
– Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty, 2010
– Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari, 2016

Advertisements

Author:

# Economic Teacher at SMAN 71 Jakarta, # Single Parent Mom with 4 children, # Interest in reading and crafting, # Owner of RaQueeFA_House Bookstore,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s